Recent bookmarks
-
Tags
Summary
Melvin gila, ia benar-benar ingin melepaskan sesak di kontol nya, namun putihnya tak kunjung keluar. Hingga ia tak sadar, seorang sudah berdiri di ambang pintu menatap kearahnya. Dengan senyuman miring.
"Mau Mama bantuin?"
Mendengar ucapan itu membuat Melvin tersentak kaget. la menatap kearah pintu, disana Nara sudah berjalan perlahan masuk ke kamarnya, masih dengan kemeja yang sama.
"Anjing! Pake lupa ngunci pintu segala!" umpat Melvin di dalam hatinya.
Nara sudah berada di samping Melvin, duduk di bagian kosong sofa di sampingnya dengan sangat anggunly dan sedikit memiring, membuat lekukan tubuhnya terlihat sempurna di balik kemeja yang ternyata sedikit transparan. Tangan Nara terulur menyentuh kontol menegang Melvin, dengan gerakan yang lamban ia menggenggam kontol anak tirinya itu, kemudia mengurutnya dengan pelan.
Bookmarked by luviesahi
13 Jun 2026
-
Tags
Summary
"Engga. Bukannya kamu yang minta abang ewe sampe banjir? Rasain sekarang memek lonte kamu, abang sodok sampe banjir terus"
Mendengar ucapan kotor suaminya, Haechan malah kembali squirt membuat kontol Mark terdorong sedikit keluar.
"Ughhh , mau di bikin banjir abang..."
Mark pun menurut, ia mempercepat gerakan pinggulnya, di lebarkannya kaki Haechan agar ia bisa menghujam habis-habisan memek istrinya itu.
Bookmarked by luviesahi
11 Jun 2026
-
Tags
Summary
"Kav... gue pengen.." bisik Keenan pelan, membuat Kavian membelalakkan matanya terkejut.
"Pengen apaan, Nan? Jangan ngelantur." Jawab Kavian tegas namun tetap berbisik.
"Kek video yang kemarin kita tonton..." ujar Keenan sedikit ada rengekan, "Ngewe di luar gini, g-gue pengen" bisiknya lagi.
Tanpa di suruh, Keenan menurunkan sedikit celana legging miliknya serta juga celana dalamnya. Ini bukan pertama kalinya bagi mereka, namun untuk melakukannya di luar ruangan-ini first time bagi mereka. Tak ada satu pun yang benar-benar memperhatikan mereka.
Bookmarked by luviesahi
10 Jun 2026
-
Tags
Summary
Mark tertegun, ia menatap Haechan dengan tatapan gelapnya, "Panggil saya Mark, jangan Pak" ujar Mark, memukul vagina tembam itu.
Mark ikut berbaring di samping Haechan, namun tubuhnya menyamping. Wajahnya tepat di depan buah dada Haechan yang juga cukup berisi.
"Saya boleh nyusu di nen kamu, gak?" tanyanya.
Haechan mengangguk. Mark sangat senang, mulutnya memainkan nipple pria manis itu. Sedangkan jari tangannya sedang memainkan lubang memek Haechan yang sangat lembut.
Mark menjulurkan lidahnya untuk merangsang Haechan. Memutar lidahnya pada bagian nipple, lalu meraup nipple itu untuk dihisap.
- Language:
- Bahasa Indonesia
- Words:
- 3,116
- Chapters:
- 1/1
- Comments:
- 1
- Kudos:
- 60
- Bookmarks:
- 7
- Hits:
- 2,745
Bookmarked by luviesahi
10 Jun 2026
-
Tags
Summary
Entah hingga pukul berapa Marco terus menghujami Artha, yang pasti ia sampai berpindah ke kamar miliknya. la terus menghujam vagina Artha, hingga subuh dan akhirnya ia pun juga kelelahan dan tidur di samping Artha, dengan penis yang masih menancap di bawah sana.
Namun dengan sempatnya, Marco memasukkan nipple Artha ke mulutnya, alhasil ia tidur sambil menyusu pada dada Artha. Sementara sang empu meringis pelan ketika merasa nipple nya di isap seperti bayi kelaparan.
Artha membuka matanya pelan, dan menatap Marco yang sudah terlelap dengan mulut yang tersumpal nipple nya. la tersenyum gemas, dengan pelan ia berusaha menarik diri namun Marco malah semakin kuat mengisap nipple nya.
Bookmarked by luviesahi
08 Jun 2026

