Chapter Text
Tak ada sepatah kata pun yang keluar diantara dua bibir itu.
Tak ada yang berani membuka percakapan di pagi hari itu, keduanya sama-sama dicekam oleh keheningan yang luar biasa berat hingga tapak kaki seseorang di luar kamar terdengar seperti meriam ditengah peperangan.
Sang pemuda berambut pirang itu perlahan beranjak dari kasur, memungut helaian pakaiannya di atas lantai. Dalam diam ia memakai kemeja serta pakaian dalamnya, dilanjut dengan celana panjang berwarna cokelat tua itu. Selama ia berpakaian, tak ada sekalipun ia menoleh kebelakang atau setidaknya mencuri pandang pada satu lagi orang disana. Seseorang yang masih berbaring di atas kasur dan juga tidak mau melihatnya.
Setelah berpakaian, pemuda bersurai pirang itu berjalan ke pintu kamar untuk membukanya.
"...aku yang akan membayar kamarnya." Sang bangsawan bersuara tanpa menengok kebelakang, sampai ia keluar ke koridor hotel. Hanya itu saja kalimat yang mampu keluar dari mulutnya, sisanya tercekam didalam otaknya, tak tahu bagaimana cara memuntahkannya menjadi beribu kata yang ia ingin sampaikan.
Bagaimana untuk mengatakannya bilamana semua sudah terjadi, ketika sang kesalahan sudah berdiri ditengah mereka dengan bangga dan menertawakan keduanya; alangkah bodohnya kau ini? Bidak-bidak rencana yang sudah diatur berjalan demikian, tiba-tiba terjatuh dan kini semua terulang dari awal kembali.
Bahkan dalam perjalanannya keluar hotel, menaiki kereta kuda sampai rumah besarnya, William hanya mampu terpaku dalam keheningan dan buntunya jalan pikiran. Untuk pertama kali, ia termenung, dengan gelapnya jalan dan remangnya lampu.
Untuk pertama kalinya ia telah membuat kesalahan yang kini akan menghantuinya hingga masa depan serta hubungannya dengan Sherlock Holmes. Perlahan, ia meraba leher belakangnya, tempat dimana pemuda yang ia tinggalkan itu menggigit hingga membekas dan berdarah.
Kemudian, ia tertawa pelan. Ekspresinya menggila, dan kedua matanya melebar. Astaga, betapa lucunya kehidupan ini ternyata.
Sungguh ironis bagaimana Sherlock Holmes dari sebagai seorang pahlawan yang akan mengalahkannya di atas pertunjukan besarnya, kini menjadi seorang Alpha yang berhasil menandainya dan memilikinya secara utuh.
