Actions

Work Header

First Time

Summary:

Pengalaman pertama bagi Chan, berlaku juga untuk Mingyu. Chan yang ingin menjadi top, dan keadaan Mingyu yang dimanfaatkan oleh Chan bersama pacarnya, Wonwoo.

Notes:

Ini tulisan gk jelas, gue lagi mabok deh bikinnya.

(See the end of the work for more notes.)

Chapter 1: Awalan

Chapter Text

Siang itu Chan sedang berada di kamar kos Wonwoo, pacarnya. Seperti kebiasaan yang sudah tumbuh, Chan akan selalu bercerita tentang semua hal yang dirasakannya kepada Wonwoo, dan Wonwoo akan dengan senang hati mendengarkannya.

"Mas, akutu pengen deh sesekali yang jadi top" Chan mengatakan dengan raut muka yang ditekuk, sambil memainkan ujung bajunya, takut Wonwoo tidak setuju dengan isi pikirannya.

"Muka imut kayak kamu gini, gimana bisa mas biarin kamu jadi top dek, kamu itu terlalu kecil sayang" Wonwoo menjawab dengan kekehan dan mencubit hidung Chan, bagaimana bisa Wonwoo membiarkan dirinya ditusuk oleh Chan pacar kecilnya.

"Mas bilang kontol aku kecil?? Mas jahat bangettt" siapa yang tidak kesal jika mendengar penuturan dari Wonwoo tadi, yaa walaupun bukan itu yang dimaksud oleh Wonwoo.

"Bukan gitu sayang, badan kamu yang kecil, liat aja nih, dipangku kayak gini aja badan kamu udah tenggelam ditubuh mas."

Perdebatan mereka masih berlanjut, hingga Chan mendengar suara samar orang sedang merintih, sedikit terdengar seperti desahan yang ditahan. Salahkan material bangunan yang digunakan untuk kosan ini, sehingga suara dari kamar sebelah bisa terdengar jelas.

"Mas denger gk? Kayak orang lagi kesakitan. Apa kita cek aja ya mas, mana tau dia lagi butuh bantuan."

"Iya dek, disebelah ada Mingyu, kamu tau dia kan? Yang jadi duta fakultas hukum." Chan mengangguk tahu tentang sosok Mingyu, pria berbadan besar dengan fansnya yang ada dimana-mana.

Wonwoo setuju dengan usul Chan, mereka berdua menuju kamar sebelah, mendekatkan telinga ke arah pintu, untuk memastikan benar ada orang di dalam.

"Nhhnn.. aahngg.. hikss.." suara itu makin jelas, dan tanpa berpikir panjang Chan langsung membuka pintu kamar.

"Kak, nggak apa—" Chan kaget, Wonwoo kaget, dan pemilik kamar tersebut juga kaget. Bagaimana tidak, penampakan yang dihadapan Chan sekarang adalah Mas Mingyu, menggunakan hoodie kebesaran, dengan skirt hitam dibaliknya, sedang duduk mengangkang memperlihatkan memek merah muda yang bersih tanpa ada bulu satupun, dengan satu tangan mengucek basah memek itu.

Mingyu kaget, otomatis merapatkan kembali pahanya dan segera berdiri menutupi memek yang dirasa sebentar lagi akan cum.

"Apa-apaan kalian main masuk kamar gue?!!" Mingyu berteriak, setengah malu karena ketahuan lagi ngucek memeknya sendiri. Salahkan Mingyu yang lupa untuk mengunci pintu, tapi salahkan juga 2 manusia yang seenak jidat menerobos masuk kamarnya.

"Ng—nnggak bukan gitu kak, tadi gue denger lo lagi kayak kesakitan, gue takut ada apa-apa, makanya langsung nyamperin kamar lo." Chan coba menjelaskan, dengan muka bersemu merah, karena ntah kenapa dia merasa malu melihat adegan tadi. Chan juga tidak mengerti kenapa Mingyu menggunakan skirt, ingin rasanya bertanya, tapi nanti dulu.

"Lo punya memek Gyu? Primadona kampus yang dibanggain ternyata bermem—AWWW sakit yangg!!" Chan menyikut perut Wonwoo, benar-benar tidak paham dengan pacarnya, entah kelewat polos atau memang tidak paham situasi aja.

"LO DIEM WONWOO!!" Wajah Mingyu sudah seperti kepiting rebus, sangat merah menahan malu.

Mata Chan dan Wonwoo dari tadi terus melihat ke arah paha Mingyu, mereka yakin paha itu sudah basah.

"Chan, kamu masih mau nyobain jadi top gk? Tawarin Mingyu aja sana." Ucap Wonwoo berbisik.

"Mas, yang waras dikit bisa gk sih??" Gila, sudah gila beneran pacarnya ini, tapi Chan juga sama gilanya.

Mereka berdebat disana, seakan itu adalah kamar Wonwoo dan seolah-olah Mingyu tidak ada disana. Wonwoo lalu menutup pintu kamar Mingyu, tidak lupa menguncinya agar kegiatan yang akan mereka lakukan tidak ketahuan orang lain. Yaa, tentu saja setelah memdapat izin dari pemilik kamar, harus dapat izin, bagaimanapun caranya.

"Gyu, lo mau dibantuin nggak? Gue yakin sih lo belum squirt tadi. Dan sebagai permintaan maaf dari kami, Chan bisa bantuin lo."

"Gu–guee.."

"Udah terima aja tawaran gue, kami bisa jaga rahasia kok."

Malu, cuma itu satu-satunya rasa yang saat ini Mingyu rasakan. Tapi tawaran Wonwoo tadi cukup menggiurkan, karena jujur saja, main sendiri terasa kurang, dan itulah penyebab Mingyu hampir menangis tadi, karena dia masih belum bisa sampai klimaks.

Mingyu yang diam sambil menunduk. Keadaan Mingyu saat ini, berdiri sambil jarinya memainkan ujung hoodie, kaki yang rapat menahan agar cairannya tidak makin merembes, dan dada bidang yang naik turun mencari oksigen karena jantungnya berdetak sangat cepat.

Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya Mingyu mengangguk kecil, setuju dengan usulan gila Wonwoo.

"Kak, beneran mau?"

"Chan jangan banyak tanya, sebelum gue berubah pikiran."

"Nah oke, sayang mulai aja ya, nanti aku arahin kamu."

"Maksudnya?" Mingyu gk paham dengan apa yang dibilang Wonwoo, Mingyu butuh penjelasan lebih dari perkataan Wonwoo tadi.

"Chan pengen nyoba jadi top Gyu, dan yaa kebetulan ada lo yang bisa bantu dia, dan Chan juga bisa bantu lo sesuai arahan gue."

Chan mulai mendengarkan instruksi Wonwoo, Chan membawa Mingyu untuk duduk ditepian ranjang, posisi Mingyu yang lebih rendah dari Chan, membuat dia harus sedikit mendongak untuk menerima ciuman. Chan mulai mencium bibir Mingyu, melumat bibir atas dan bawah secara bergantian. Lidahnya juga tidak lupa mengabsen mulut Mingyu. Tangan Chan mulai meraba leher Mingyu, turun ke bawah menangkup dada bidang itu, mencari tonjolan kecil yang selanjutnya akan dia mainin.

"Sayang, sekarang cium leher Mingyu, sambil pentilnya kamu pelintir." Chan menurut, dia mulai bermain di leher Mingyu, mencari titik sensitif pria bongsor ini. Chan menggaruk pentil Mingyu dari luar hoodie, sesekali diberikannya cubitan untuk mendapatkan reaksi dari Mingyu.

"Nnghh Chann... aahhh gelii..." Tangan Mingyu sudah berada di pinggang Chan, meremat halus, menyalurkan rasa yang didapatinya.

"Kak, kamu jangan desah terlalu kencang, mau ketahuan sama penghuni kos yang lain?" Mingyu menggeleng keras, segera dia tutup mulutnya dengan satu tangan.

"Chan, sekarang kamu buka baju Mingyu, emut pentilnya sayang, mainin lidah kamu sambil digigit kecil pentilnya." Chan menurut. Pemandangan yang di depan Chan dan Wonwoo sekarang, Mingyu yang hanya menggunakan skirt, duduk dengan paha yang terbuka, dan tangan yang menumpu badannya agar tidak jatuh. Sangat seksi.

Bibir Chan menangkup sebelah pentil Mingyu, sambil satu tangan yang lain bermain dipentil satunya, membuat gerakan melingkar di sekitar areola, tidak mengenai pentil yang sudah mengacung.

Mingyu frustasi, semua stimulasi yang diberikan Chan benar-benar membuat dia ingin menangis. Mingyu merasa di edging, karena dari tadi memeknya masih belum disentuh sama sekali.

"Channhh.. memek guee.." Mingyu menatap Chan, terlihat sangat memohon untuk segera dijamah.

"Sebentar ya kak, gue masih belum dapat instruksi dari mas."

Sekarang Mingyu menatap Wonwoo, mata sayu, mulut yang sedikit terbuka, dan air liur yang sudah terkumpul di sudut bibirnya. Berharap mendapat persetujuan dari Wonwoo.

Wonwoo tersenyum, menyaksikan pacar dan teman satu kosnya yang sedang frustasi meminta lebih.

"Sayang, sekarang kamu duduk dibawah sambil lebarin paha Mingyu, ciumin dulu paha dalamnya, sambil dielus dan diremas. Jilat sampai pangkal paha, tapi jangan sampai kenain memeknya ya sayang." Lagi-lagi Chan menuruti instruksi Wonwoo, bibir dan lidah Chan sudah sibuk di paha Mingyu.

Memek Mingyu makin kedutan. Itu adalah titik sensitif Mingyu, memainkan dengan tangannya sendiri saja sudah sangat enak, apalagi kali ini dimainkan dengan lidah dan tangan orang lain, Mingyu yakin dia bisa muncrat cuma dari gerakan ini.

"Nngghh.. Chaaannn–aahh.. u-uudahh.. haahhhhnn.."

Chan mendongak melihat ekspresi Mingyu, jujur saja dari tadi kontolnya sudah tegang, dan mungkin sudah ada sedikit precum yang keluar. Tapi Chan bisa apa, dia masih belum diberi instruksi lebih dari Wonwoo.

"Sayang, berhenti dulu." Wonwoo tau Mingyu sudah hampir keluar, maka dari itu dia meminta Chan berhenti.

"Kenapa mas?"

"Hahh hahh.. kenapa siih Won??"

Wonwoo terkekeh. "Gimana Gyu, masih mau dilanjut? Apa udahan aja? Nanti lo nyesel kalo diterusin."

"Anjing lo Wonwoo, gue udah kayak gini masih lo tanyain?"

"Jadi lanjut atau nggak nih?"

Anehnya, Mingyu malah menatap Chan, dengan tangannya yang sudah menggenggam tangan Chan, memberikan tanda kalau dia mau lanjut. Mingyu males banget sama Wonwoo yang udah bikin dia di edging.

"Mas, kayaknya Kak Mingyu mau lanjut." Chan mencoba menyampaikan maksud dari tatapan Mingyu, demi dirinya sendiri juga sih, sudah kepalang sange.

"Yaudah kalau gitu. Sayang sekarang kamu bisa mulai jilatin memek Mingyu," mendengar itu, Chan langsung kembali memandangi memek cantik Mingyu, lidahnya mulai terjulur mengecap rasa memek Mingyu.

"Jilatin memeknya dari bawah ke atas sayang, bayangin kalo lagi jilat lolipop. Iya gitu, pinter banget sayang."

Chan menjilat memek Mingyu dengan penuh nafsu, walaupun masih terasa berantakan, tapi Mingyu suka dengam sensasi yang diberikan. Chan menatap ke atas, bertatapan dengan mata sayu Mingyu. Chan merasa puas dengan yang dilakukannya.

"Sekarang coba kamu kokop sayang, sedot memeknya, rasain cairan yang ngalir, sambil lidahnya kamu tusuk-tusuk ke lubang Mingyu. Itilnya mainin pake jari kamu sayang. Usap kasar, pelanin, tekan itilnya sambil diputer."

"Nngghh Channn enhaakk bangett.. aahh.. aahhh.." Mingyu meremas rambut Chan, pinggulnya digerakkan ke depan dengan kepala Chan ditekan lebih dalam, membuat tekanan yang didapat menjadi lebih nikmat.

"Sayang coba bibir memeknya kamu gigit, itilnya juga dicubitin."

Chan menuruti kata Wonwoo, kepalanya sedikir dimiringkan sehingga bisa menggigit bibir memek tembem milik Mingyu. Chan gigit bergantian, menimbulkan bekas berwarna merah, sambil dijilat seperti permintaan maaf karena sudah menggigit keras. Itil Mingyu dikucek asal, mencoba cubit tonjolan kecil itu walaupun susah karena licin sama lendir memek dan ludah dari Chan.

"AAHHHNNN AAHHH CHANN OUUHH GUE MAU CUMM!!!" tubuh Mingyu bergetar, cairan putih bening keluar deras dari memeknya disertai air kencing yang sudah tidak dapat ditahan Mingyu.

Basah sudah wajah dan baju Chan oleh orgasme dan kencing Mingyu, bukannya kesal, Chan malah senang karena berhasil bikin Mingyu squirt banyak hanya karena lidahnya saja.

Mingyu lemes, ini pertama kali dia squirt banyak, pertama kali juga memeknya dimainin sama orang lain. Badannya jatuh di atas kasur dengan posisi kaki masih menjuntai ke bawah, dan Chan yang masih duduk diantara kakinya.

Chan lanjutin kucek memek Mingyu, sesekali ditamparnya memek basah itu. Mingyu kelonjotan, berusaha nutup paha, tentu saja gk berhasil karena masih ada Chan yang menahan kedua pahanya tetap terbuka.

"Nnghh Chan gue masih sensitifffhh.." seakan tidak peduli, Chan tetap lanjutin aksi dia.

"Nnhhngg.. aahh.... hahhh..." Mingyu kembali pipis, memeknya tidak berhenti mengeluarkan air.

Puas dengan aksinya, Chan kemudian menoleh ke Wonwoo, meminta pujian dari pacarnya.

"Pinter banget sayang," Wonwoo mendekati Chan dan mengelus kepalanya, seakan Chan telah melakukan prestasi yang patut dipuji. "Kamu mau lanjutin lagi sayang?" Pertanyaan yang sebenarnya tidak perlu ditanyakan, karena Chan masih belum keluarin pejunya, bahkan kontolnya masih berdiri tegang.

Notes:

Semoga suka :)
(Part 2 gk tau kapan, mungkin gk upload 🙂)

Author chan plis keluar dong, gue kangen baca bokep chan 😭

Series this work belongs to: