Work Text:
Doyoung hampir saja terlelap kelamaan menunggu suaminya pulang dari kantor kalau bukan karena suara langkah kaki diiringi dengan pintu kamar yang terbuka pelan.
Tubuhnya yang dibaluti sleeping robe ditindih oleh tubuh besar Jaehyun. Indra penciuman Doyoung langsung menangkap wangi parfum manis asing menempel di kulit yang empunya kini berada di atasnya.
Tanpa babibu, bibir Jaehyun sudah menempel di leher Doyoung, digigit dan dihisapnya kulit di sana seperti orang keleparan. Pinggulnya ditekan ke lubang Doyoung, menggesek-gesekkan kontolnya yang sudah keras di balik celana.
"Pa—ahhh—pa kok baruhh pulaahng?"
Jaehyun tidak menjawab, tangannya langsung menarik ikatan di pinggang Doyoung hingga dadanya yang rata dengan sedikit gundukan kecil terpapar jelas tanpa halangan kain sutra yang tadi melapisinya. Dingin malam ditambah AC membuat puting di depannya semakin mengeras.
Jaehyun langsung meraup brutal puting yang sudah menegang itu. Bibirnya mengatup, lidahnya menjilat dan menekan puting itu kemudian digigitnya. Doyoung melampiaskan sensasi yang dia rasakan dengan mengeratkan pegangan pada tengkuk dan rambut suaminya.
"Ngghhhhh Jaee..."
Susu manis langsung menyembur keluar, memenuhi mulut Jaehyun yang langsung menelannya dengan rakus. Dada sebelahnya tentu tidak dibiarkan kosong, Jaehyun memilin puting satunya dengan dua jari, memutarnya, menekan, dan menariknya berulang-ulang, sekaligus juga meremas payudara Doyoung sampai susu juga keluar dengan deras dari situ.
Jaehyun kemudian menarik kuat puting Doyoung yang basah oleh liurnya dengan giginya sampai meregang, lalu melepaskannya hingga suara plop terdengar. Tumpahan cairan putih itu turun ke dagu hingga membahasi pakaian Jaehyun. "Ahhh… Jaehhhyunngghh… sakithh…"
Tonjolan yang awalnya kecoklatan itu sekarang sudah merah dan bengkak. Jaehyun kemudian mencoba menangkupkan dua gundukan kecil itu menjadi satu, lalu dua tangannya meremas sebelum ditekannya keras-keras puting sensitif Doyoung. Doyoung melenguh, mata sayunya berputar penuh nikmat.
Jaehyun menunduk lagi, kali ini menggigit puting yang satunya, menariknya sambil menggerakan kepalanya atas bawah. Gigitannya dilepas sebentar hanya untuk langsung menggosok-gosok puting bengkak itu dengan ujung lidahnya yang panas. Lidahnya menyapu dan menekan sumber susu milik Doyoung ke langit-langit mulutnya, lalu kembali menggigit. Giginya menekan kulit di sekitar areola milik Doyoung. Bagian bawahnya tidak kalah bekerja keras, Jaehyun terus menggoyangkan pinggulnya. Sesekali kejantanan mereka bergesekkan.
"Enak banget susu kamu malem ini."
Doyoung mengeratkan pegangannya pada rambut Jaehyun, yang justru memperdalam sensasi hangat pada titik sensitifnya. Dada sebelahnya yang tadi sudah digenjot habis-habisan oleh Jaehyun masih tidak terbebas. Jaehyun meremasnya dengan jari yang sudah basah karena rembesan susu milik sang suami. Dicubitnya jendulan yang masih licin itu dan kemudian menggosok-gosoknya atas-bawah, bawah-atas, gerakan melingkar arah jaruh jam, dan arah kebalikan. Susu yang keluar diolesinya kembali ke sumber asal. Sengaja Jaehyun membanjiri Doyoung dengan berbagai sensasi yang membuat tubuh submisif menggeliat. Ruangan itu penuh dengan desahan dan erangan.
"Paaahhh… udahhh."
Jaehyun tidak menghiraukan itu dan terus melanjutkan kegiaatan menyusunya. Doyoung hanya bisa merintih, kepalanya ke belakang, dan meremas rambut Jaehyun dengan tangan yang bergetar karena tubuhnya yang tidak berhenti bergoyang mengikuti dorongan Jaehyun.
