Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Series:
Part 5 of koleksi "bokep kampung" mobil balap
Stats:
Published:
2025-06-14
Words:
664
Chapters:
1/1
Comments:
7
Kudos:
96
Bookmarks:
5
Hits:
3,746

whipped cream

Summary:

Intinya, kalau Williams gak pernah post video itu, ending-nya Carlos gak bakal seperti ini.

Buktinya? Sekarang mulut Carlos sedang disodok kontol Alex ketika tangannya yang satu lagi memegang ponsel dengan video Carlos yang menelan whipped cream sampai penuh mulutnya.

“Pantes lu jago nelennya, udah sering ya?

Notes:

lu tau gak sih video yang carlos makan whipped cream ampe penuh mulutnya, kan dihapus tuh.

KEK GUE RASA ADMINNYA TAU SE FREAKY APA GITU WARGA TEAM55 AMPE DIHAPUS WKWKWK

(self indulgence banget ini, a bit short juga, next time kita kasih paham anjay)

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Intinya, kalau Williams gak pernah post video itu, ending-nya Carlos gak bakal seperti ini.

Buktinya? Sekarang mulut Carlos sedang disodok kontol Alex ketika tangannya yang satu lagi memegang ponsel dengan video Carlos yang menelan whipped cream sampai penuh mulutnya. “Pantes lu jago nelennya, udah sering ya?” Jari Alex menjambak rambut Carlos sampai ujung kontolnya mengenai tenggorokan Carlos, matanya bulat lesu melawan tatap Alex.

“Gak kaget sih, Jack aja manggil lu lonte paddock.” Alex pun menggerakkan pinggulnya maju mundur, membiarkan batang penisnya keluar masuk mulut sempit Carlos sampai bengkak bibirnya. Bulir mata pelan-pelan keluar beriringan dengan cairan pre-cum yang mulai keluar dari ujung penis Alex, menyentuh taste buds di lidahnya. “Enakan mana? Nelen kontol gue atau whipped cream tadi?” 

Tangan Alex melepas bibir Carlos dari kemaluannya, membiarkan Carlos bernafas lega. “Enakan kontol lu…” ucap Carlos dengan agak tersengal. Warna merah merona bertebaran di seluruh lapang pipinya yang tembem.

“Udah gue duga, emang dasar lonte.” Belakang kepala Carlos ditahan kuat-kuat, penis Alex masuk lagi ke dalam mulutnya. Hidung Carlos bersenggolan dengan selangkangan teman satu tim-nya. Dinding mulutnya bisa merasakan setiap pembuluh darah dan kontol Alex yang berkedut di dalam. Dirinya mabuk kepayang, mungkin lebih pusing apalagi sebentar lagi mereka harus bersiap-siap untuk Free Practice. “Fuck, Carlos mulut lu rapet banget ….!” Alex pun mendesah kencang di dalam ruangan paddock Williams. 

Hampir saja Alex ejakulasi, dirinya pun menarik kepala Carlos lagi, untuk mengambil nafas sebentar. Hanya saja, kedua tangan Carlos dengan mandiri meraih penis Alex yang masih tegang, lidahnya pun malu-malu menjilati milik Alex dari atas ke bawah. Alex pun bertatapan dengan mata Carlos yang sayu, dengan mata coklatnya yang seperti sedang merayu pria berdarah Thailand itu. Hidungnya mendusel lebih dalam, dengan bibir tebal yang mengecup seluruh bagian penis Alex. 

Carlos pun memasukkan penis itu kembali ke dalam liang mulutnya. Terlalu jago, bahkan Carlos tidak merasa tersedak sedikit pun, dirinya pun bersenandung masih dengan kontol yang memenuhi mulutnya, membuat vibrasi tersebut tersampaikan ke tubuh Alex yang bergejolak nikmat di atas kursi. “Carlos-fuck!” 

Tangan Alex kembali bertemu dengan helai-helai rambut halus Carlos sembari memuji mahkota kepalanya, “Cocok sih lu jadi brand ambassador tuh merk shampoo. Rambut lu bagus banget soalnya,” tanpa aba-aba Alex pun bergerak lagi pinggulnya, menyetubuhi mulut Carlos yang sempit, “apalagi buat dijambak sambil gue sodok mulutnya, kan?”

Kalau sampai orang mengintip dan mendengar aksi porno mereka, hal ini bisa menjadi skandal baru bagi tim biru Inggris itu. Alex mendesah nikmat, tangannya merenggut kuat-kuat sampai Carlos merasa kulit kepalanya pedih sedikit dengan rambutnya yang dijambak kuat. Tenggorokannya terasa serak, agak kering, bercampur dengan keringat dan sperma Alex yang pelan-pelan keluar dari slit penisnya yang melumasi dinding mulutnya, mengenai tenggorokan belakang.

Mungkin kalau Carlos check up ke dokter gigi langganannya, dokter malang itu tidak akan kaget jika Ia menemukan memar dekat amandelnya. 

Saraf-saraf mulut Carlos merasakan penis yang ada di dalam mulutnya berkedut diikuti dengan gerakan pinggul Alex yang semakin tak karuan dan melambat. Cairan putih lengket keluar sedikit demi sedikit sampai akhirnya Alex mencapai orgasmenya dan menekan selangkangannya tepat di depan wajah Carlos. Spermanya mengisi cavum sampai ke palatum mulutnya. Setelah menyesuaikan diri, Alex pun menarik mundur pinggangnya dan Carlos bernafas lega, mulutnya menganga memberikan akses penglihatan ke dalam. Dari atas Alex melihat mulut Carlos dipenuhi dengan air maninya, penuh sampai ke kerongkongan. 

Mirip seperti ketika dia berusaha menelan krim kocok yang dihidangkan tepat dari botol kondimen tersebut. Tetes demi tetes bulir kecil sperma jatuh lewat celah bibir, membasahi dagu sampai ke leher. Alex pun mengelus rambut Carlos sambil tersenyum, “Telen. Dan lu gak boleh ludahin sedikit pun dari mulut itu.”

Carlos pun mengangguk dan menelan semua mani di mulutnya sampai masuk ke lambungnya. Rasanya asin bercampur dengan sensasi pahit, dan bau musk dari Alex bercampur padu diatas indra perasanya. Alex pun membersihkan dirinya dengan tisu basah dan memasang kembali celananya. Carlos pun dibantu untuk berdiri meski ada sedikit noda dengan bercak putih tepat di depan celananya.

Tanpa basa basi, mereka pun diam dan keluar dari ruang Alex dan bersiap-siap untuk latihan dan briefing dari tim.

Notes:

YEAHHH CARLOS NELEN PEJUUUUU