Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationships:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2024-12-31
Words:
2,080
Chapters:
1/1
Comments:
4
Kudos:
66
Bookmarks:
11
Hits:
6,201

New Year

Summary:

Sperma Derren muncrat mengenai wajah Miguel, namun Miguel sama sekali tidak peduli. Miguel menarik kekuar jarinya, membenamkan wajahnya di lubang Derren, memainkan lidahnya dengan liar berputar-putar pada lubang kecil yang merapat. Ibu jarinya dengan mahir merenggangkan lubang senggama Derren, menciptakan ruang bagi lidahnya untuk menjelajah lebih dalam. Derren merintih, tubuhnya bergetar hebat saat lidah hangat Miguel membelai dinding dalamnya.

 

“Ahhh lidah kamuhh ahh ohh,"

Notes:

don’t forget to leave a like and comment, and send me an honest review via direct message.

 

enjoy the show!

Work Text:

Derren sontak terkejut saat sebuah tangan melingkar di pinggangnya saat ia sedang membersihkan piring yang tadi di pakai untuk bakaran, erat dan protektif. Pemilik tangan itu meletakan kepalanya bersandar di bahu Derren, rambut halus menggelitik leher Derren dan sebuah bisikan hangat membelai telinganya.

 

“Er.”

 

Suara berat Miguel memecah keheningan, membuat Derren bergidik. Dengan gerakan cepat, Miguel menariknya ke dalam pelukan yang erat, bibirnya menyambar bibir Derren dalam tuntutan yang tak terbantahkan. Ciuman mereka penuh gairah, lidah mereka beradu dalam tarian liar. 

 

Ciuman intens seperti ini sudah sering terjadi semenjak mereka tinggal bersama di Jatinangor, namun kali ini Derren merasakan ada aroma alkohol yang menyengat bercampur dengan aroma tubuh Miguel membuat Derren menyimpulkan bahwa Miguel sedang berada dibawah pengaruh alkohol. Tangannya terulur, menggenggam rambut hitam Miguel, menariknya lebih dekat. Derren memejamkan mata, membiarkan dirinya hanyut dalam pusaran ciuman Miguel.

 

“Gumphh kamu mabuk.”

 

Derren terus meladeni ciuman Miguel dengan mulut yang mulai mengeluarkan lenguhannya, tubuhnya melengkung saat tangan Miguel menelusup masuk kedalam baju Derren, meremas dada ranum Derren dengan kuat. Ujung jari Miguel bergerak memutar di sekitar area areola, memberi rangsangan dengan menggaruk ujung pentil Derren hingga membuat puting Derren menegang di bawah sentuhan itu, mengirimkan sensasi geli yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Miguel semakin menjadi-jadi, lidahnya menjelajahi setiap sudut mulut Derren, sementara tangannya dengan lihai memilin puting Derren, mengaduk-aduk lautan kenikmatan. Derren memejamkan mata, tubuhnya bergetar di bawah sentuhan Miguel. 

 

Ciuman Miguel merayap turun, lidahnya menari di atas nadi leher Derren, menimbulkan sensasi geli yang menjalar hingga ke tulang punggung. Gigitan lembut berubah menjadi hisapan kuat, meninggalkan tanda merah kepemilikan mutlak. Puas mejelajah di area leher Derren, Miguel menyibak ke atas baju Derren, kepalanya menunduk membaut jilatannya perlahan turun lebih rendah, menelusuri kontur dada ranum Derren, ujung lidahnya menggelitik pentil Derren. 

 

Libido Derren meningkat menjalar keseluruh tubuh.

 

“Aku mau kamu Er.”

 

Ucapan yang dilontarkan Miguel entah mengapa seolah menjadi perintah bagi Derren. Derren mendorong Miguel sedikit menjauh, ia naik ke atas meja dapur lalu melepas bajunya. Napas Miguel memburu saat mata kelamnya menyapu tubuh telanjang Derren yang berkilau di bawah cahaya lampu dapur. Kulitnya yang eksotis dan halus seperti memantulkan cahaya, membentuk kontras yang memukau dengan rambut hitamnya yang berkibar lembut. Tanpa sadar, lidah Miguel melumat bibir bawahnya memandangi pemandangan indah tubuh Derren di depan matanya.

 

“Aku punya kamu sepenuhnya, Gugu.”

 

Derren meletakan tangannya di dada bidang Miguel, ucapannya sengaja mendayun lembut dengan nada mengundang. Miguel melepaskan bajunya, menciumi seluruh permukaan wajah Derren, menandai kembali tubuh Derren seolah mengklaim kepemilikan di leher Derren, meninggalkan jejak basah salivanya disana.

 

Derren mendongak, mencengkram erat pundak Miguel. 

 

“Ahh.”

 

Miguel menarik turun celana Derren yang langsung mengekspos penis Derren tanpa balutan sempak. Miguel berlutut di hadapannya, lidahnya melumat kepala penis Derren. Sensasi hangat dan basah itu membuat Derren mendesah, tubuhnya menegang. Kaki Derren berpindah ke atas pundak Miguel, melilit punggung Miguel, menghimpit kepala Miguel dengan kedua kakinya, jari-jari Derren menelusup masuk ke sela rambut Miguel kemudian menggenggam rambut hitam Miguel dengan erat, menarik Miguel untuk lebih dalam ke mengulum penisnya. 

 

“Guhh aku nggakhh ahh kuathh mau kelua—hhh.”

 

CROT

 

CROT

 

SLURP

 

Miguel melepas kulumannya. 

 

Kaki bergetar Derren bergerak turun perlahan dari pundak Miguel, namun belum selesai mengatur nafasnya Derren melihat Miguel berdiri, menarik turun celana dan sempaknya, ia berdiri, merapatkan tubuhnya dan menyatukan penis mereka dalam satu genggaman, mulai mengocok dengan tempo berirama. Urat yang tercetak di penis Miguel membuat gesekan terasa sangat jelas pada permukaan penis Derren. 

 

“Ohh Erhh.”

 

“Ahhh enakhh Guhhh.”

 

“Erhhh shhh ermhh.”

 

Derren yang terengah menempelkan keningnya dengan kening Miguel, tangannya membelai tangan Miguel turut bergabung menggesekan penis mereka dalam gerakan memutar. Tangan Miguel yang menyangga tubuhnya beralih menarik tengkuk Derren lalu menciumnya, menghisap belahan bibir atas dan bawah Derren secara bergantian. Derren menjulurkan lidahnya membelai bibir Miguel, membuka ajakan untuk saling menautkan benda lunak itu. Miguel membuka mulutnya, membiarkan lidah Derren menerobos masuk ke rongga mulutnya bertemu dengan lidah miliknya. Lidah keduanya bertaut saling membelai bergantian, saling melumat dan menjelajah bertukar saliva satu sama lain. Lidah Miguel bermain pada palatum Derren sehingga menghadirkan rasa gelitik pada Derren.

 

Ciuman intens mereka membuat Derren mulai kehabisan nafasnya, tangan Derren memukul dada bidang Miguel mengisyaratkan untuk segera mengakhiri tautan mulut mereka. Saat lumatan mereka terputus, seutas benang saliva menggantung di antara mereka hingga menetes. 

 

“Emmhh.”

 

SLURP

 

Miguel kembali mencium bibir Derren, menarik habis tautan benang saliva mereka.

 

“Ahh aku Gu shh keluarhh aku ahh nggakhh.”

 

“Shh barenghh Erhh mhh.”

 

CROT

 

CROT

 

Sperma ejakulasi keduanya keluar bersamaan membasahi telapak tangan mereka yang saling menggenggam. Miguel mengusap lembut cairan itu, membiarkannya melumuri kulit mereka yang masih berkeringat.

 

CROT

 

Gerakan lambat Miguel membuat Derren kembali mengeluarkan cairan miliknya. 

 

CHUP~ 

 

“Gu, lubang aku udah kedutan.”

 

Kedua kaki Derren mengangkang lebar di atas meja memamerkan lubang miliknya yang berkedut. Miguel meludahi dua jari tengahnya membuat jarinya menjadi lebih basah, melebarkan lagi kaki Derren kedua jari Miguel mengayun sensual di sekitar lubang Derren dengan gerakan memutar, perlahan dua jari Miguel masuk kedalam lubang Derren. 

 

“Mhhhh.”

 

“Kamu masih ketat Er.”

 

“Karena kamu ahh jarang nyentuhhh mhhh akhh.”

 

Jari Miguel sedikit menekuk bergerak naik atas bawah dengan tempo lambat, ujung jarinya bergerak menggaruk dinding dalam lubang Derren. Kenikmatan menjalar keseluruh tubuhnya, gerakan jari Miguel membuatnya gila.

 

“Guhh astagahhh ahhh.”

 

Rasa nikmat itu semakin menjadi saat Miguel menaikan satu kaki Derren kemudian menundukan wajahnya, menelusuri tiap inci selangkangan Derren sambil menciumnya dan meninggalkan bekas gigitan disana. Tubuh Derren semakin merosot lemas hingga terbaring di meja dapur menjadikan humerusnya sebagai tumpuan, memberikan akses mudah pada Miguel agar wajahnya dapat semakin turun hingga berada di permukaan luar lubang Derren dan bermain lidah disana. 

 

“Ouhhhh.”

 

“Guhh akuhh ahhh lagihh.”

 

AHHHH 

 

Derren merasakan jari Miguel yang semakin dalam di lubangnya hingga Miguel berhasil menyentuh titik prostatnya. 

 

CROT

 

Sperma Derren muncrat mengenai wajah Miguel, namun Miguel sama sekali tidak peduli. Miguel menarik kekuar jarinya, membenamkan wajahnya di lubang Derren, memainkan lidahnya dengan liar berputar-putar pada lubang kecil yang merapat. Ibu jarinya dengan mahir merenggangkan lubang senggama Derren, menciptakan ruang bagi lidahnya untuk menjelajah lebih dalam. Derren merintih, tubuhnya bergetar hebat saat lidah hangat Miguel membelai dinding dalamnya.

 

“Ahhh lidah kamuhh ahh ohh," tubuh Derren menggeliat gelisah merasakan lidah Miguel yang terus meliuk di dalam lubangnya membuat tubuhnya tersenggal menabrak tembok.

 

“Ahhh Guhhh ahhhh enakhh.”

 

“Terushh nghhhh.”

 

CROT

 

Derren mencapai klimaksnya lagi seluruh tubuhnya bergetar, humerus yang menjadi tumpuan badannya sudah tidak mampu menahan lagi. Dengan cepat Miguel menahan tubuh Derren, membenarkan posisi Derren lalu menghapus jejak keringat Derren.

 

Derren mengatur nafasnya, berusaha turun dari meja dengan sisah tenaganya, Derren membalikan tubuh membelakangi Miguel kemudian menungging di hadapan Miguel. Kakinya terentang lebar, membentuk lekukan yang menggoda. Tangannya menggenggam pantatnya yang sintal, menariknya ke belakang hingga lubang senggamanya yang sempit terbuka sempurna seolah siap melahap semua yang masuk kedalamnya sambil menggoyangkan pantatnya.

 

“Sejak kapan kamu pinter godain aku Er?”

 

“Aku nggak ngegoda kamu, itu karena kamu mabok aja,” alibi Derren.

 

“Aku nggak mabok Er.”

 

Derren terdiam. 

 

“Aku sadar seratus persen.”

 

“Gu, tapi kamu nggak mungkin tiba-tiba kaya gini.” 

 

“Karena aku abis nonton bokep sama bang Cesar, bang Anton.”

 

Tanpa menunggu balasan Derren, Miguel mulai menggesek penisnya pada permukaan luar lubang Derren, mengambil alih pantat sintal Derren dan dengan sengaja merapatkan pantat itu agar menghimpit penis miliknya. 

 

Miguel menggeram rendah.

 

“Erghhh.”

 

Merasa cukup dengan gesekan luar, Miguel memposisikan penisnya dan dengan perlahan mendorong masuk ke lubang Derren membuat lubang itu perlahan meregang mengikuti ukuran penis Miguel, namun bukannya bergerak Miguel justru menarik kembali penisnya, lubang Derren yang tadi penuh menjadi kosong. Miguel melakukan itu beberapa kali untuk menggoda Derren yang mulai tidak terima dengan perlakuannya.

 

“Gugu~”

 

Rengekan menuntut Derren membuat Miguel tersenyum gemas, “mohon sama aku, Er.”

 

“Gugu h—hiks please.”

 

Tangan Derren bertumpu di ujung meja, kemudian menaiki satu kakinya ke atas meja, menoleh ke belakang dengan wajah memerah, merengek frustasi diiringi isakan kecil memohon pada Miguel dengan tubuh yang meliuk gelisah menginginkan penis Miguel segera memasuki lubang senggama miliknya. 

 

Miguel kembali memposisikan penisnya, menggesek kepala penisnya di bibir lubang Derren kemudian perlahan mendorong masuk ke dalam lubang Derren, membiarkan terlebih dahulu penisnya untuk bersemayam sebentar di dalam. Miguel membelai wajah Derren, menarik dengan pelan untuk menoleh, mengulum bibir Derren sambil tangannya bergerak menjamah tubuh Derren. 

 

“Mphhh mhh.” 

 

“Mphhh.”

 

Ciuman mereka terlepas, Miguel menunduk, menghirup aroma leher Derren yang bercampur dengan keringat membuatnya mabuk kepayang. Bibir Miguel melumat kulit halus itu, meninggalkan jejak basah yang membara. Sementara itu, pinggulnya bergerak dengan ritme yang teratur, menghantam dinding dalam Derren dengan penuh kekuatan. 

 

“Shh rghhh.”

 

Miguel menggeram rendah saat lubang Derren melahap semua penisnya, merasakan kedutan otot dinding lubang Derren yang seolah sedang mengurut penis miliknya. Kedua tangan Miguel mencengkram pinggul Derren, menaikan sedikit pinggul itu dan mulai menambah tempo gerakannya. Setiap dorongan Miguel sukses membuat tubuh Derren terhentak-hentak dan dengan mudah langsung menyentuh bagian terdalam Derren. 

 

Mata Derren bergulir ke atas, peluh sudah membanjiri wajahnya. Rambutnya yang basah menempel di wajahnya, menciptakan ekspresi yang akan terus mengisi ingatan Miguel. Miguel menjilati telinga Derren, membuat Derren itu menegang.

 

“Ahhh—ahhhh shhh.”

 

“Ughhh yeshh.”

 

CLACK

 

CLACK

 

Suara pertemuan antara permukaan kulit pantat Derren dengan permukaan kulit selangkangan Miguel yang basah dan licin memenuhi dapur, irama sensual yang berpadu dengan desahan dan erangan mereka membuat suasana menjadi lebih intens.

 

“Emhhh ahh Guhh lebih cepethhh.”

 

Gelenyar nikmat yang menjalar dari perut bagian bawah Derren merambat sampai ke ubun-ubun hingga mulutnya sulit untuk menutup dan terus mengeluarkan desahan nikmat. Derren melepaskan pegangannya pada ujung meja, tangannya merayap ke belakang leher Miguel sedangkan kepalanya bersandar pada dada bidang Miguel sementara bibirnya mencari sudut rahang tegas Miguel untuk dicium dengan lembut.

 

Melihat wajah Derren yang memerah dari sudut matanya, membuat Miguel semakin kesetanan mempercepat tempo gerakkannya.

 

“Ahh shhh akuhh ahh.”

 

“Ghhh—ahh ahhhh.”

 

CROT

 

Derren menyemprotkan spermanya. Miguel menggenggam penis Derren yang mulai lemas, meremasnya lembut hingga kembali tegak sempurna. Derren, yang masih bergelut dengan sisah kenikmatan, ikut menikmati sensasi itu. Dengan satu tangan, Derren bermain dengan area areola sambil beberapa kali memilin pentil mencuatnya, sementara tangan satunya meremas rambut belakang Miguel.

 

CROT

 

CROT

 

“ARGHHH.”

 

Hentakan terakhir Miguel menghantam keras menembus kedalaman Derren, tepat di titik sensitifnya. Derren melepaskan erangan panjang, tubuhnya menegang saat orgasme melanda. Spermanya menyembur deras, membanjiri meja dapur, sedangkan Miguel yang masih bergerak di dalam dirinya juga mencapai puncaknya, cairan kentalnya memenuhi lubang milik Derren dalam satu aliran deras hingga mengalir turun di paha mulus Derren.

 

Keduanya menarik napas panjang, meraup sebanyak mungkin oksigen di sekitar mereka dengan dada yang bergerak naik turun dengan cepat. Sebelum mengeluarkan penisnya, pinggul Miguel bergerak pelan keluar masuk sebagai penutup dan akhirnya penis itu keluar sempurna. 

 

PLOP

 

Kaki Derren yang berada di atas meja perlahan turun dari sana, ia membalikan tubuhnya, matanya tak lepas dari Miguel. Dengan gerakan lambat dan penuh kendali, menyingkap dada bidang Miguel yang naik turun karena nafas memburu. Dihapusnya peluh keringat milik Miguel, lalu menyisir ke belakang rambut Miguel yang menghalangi wajah tampan Miguel. 

 

CHUP~

 

mphhh

 

Derren lepas kendali, ia melumat singkat bibir Miguel.

 

“Aku bersihin lubang kamu sekarang,” Miguel hendak berlutut di tahan oleh Darren. 

 

“Jangan, biarin sampe pagi. Aku suka lubang aku penuh sama sperma kamu.”

 

Miguel membawa Derren ke dalam dekapannya, tubuh telanjang mereka saling bersentuhan.

 

“I love you, Er.”

 

“I love you too, Gugu. Happy new year.”

 

“Happy new year. Aku bahagia Er masih bisa lewatin pergantian sama kamu dan hubungan kita masih sama sampai sekarang. Kamu bahagia aku. Aku berdoa semoga aku bisa terus bareng sama kamu Er. Aku nggak bisa apa-apa tanpa kamu Er, aku tau kamu selalu denger kata-kata ini dari aku. Er, tolong terus di samping aku. Makasih udah bertahan di tahun ini walaupun banyak hal yang bikin kamu sedih.”

 

“Makasih juga karena kamu berhasil bertahan, kamu orang paling kuat yang aku kenal di hidup aku, tahun ini bukan tahun yang mudah buat kamu, mimpi buruk tiga tahun lalu terulang lagi di tahun ini. Gu, kamu harus ingat untuk genggam erat tangan aku sama kaya yang selalu kamu lakuin sama aku. Kamu nggak sendiri, kamu punya aku, Mama, Iqbal, bang Anton, bang Cesar, Adrian. Jangan pernah merasa kuat karena nyatanya semua manusia pasti punya titik terendahnya.”

 

Miguel tertunduk menangis dalam dekapan Derren, air matanya membasahi bahu kekasihnya. Hatinya terasa ngilu mengingat momen disaat Bundanya memutuskan untuk berhenti berjuang melawan sakitnya dan meninggalkan Miguel sendiri. Cinta pertamanya sudah menyerah, kini ia hanya memiliki cinta terakhir yang menjadi tujuan hidupnya sekarang. Miguel akan menempatkan dirinya sebagai cinta sekaligus sosok Papa untuk Derren. Bundanya memang sudah tidak ada, namun Mama Sonya memberikan kasih sayang yang sama seperti Bundanya.

 

Benar kata Derren, Miguel tidak sendirian. Semua sayang dengan Miguel.

 

Suara nyaring kembang api menjadi pengiring kehangatan mereka.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0099dt