Actions

Work Header

Ritual

Summary:

Ritual rahasia sebagai kunci kesuksesan dan popularitas mereka yang datang dalam waktu singkat, ternyata dipengaruhi oleh jumlah orang yang menjalankannya dalam satu waktu. Semua berawal dari ketikan asal Eunho tentang jadwal ritual mingguan mereka, berujung ke permainan panas kelima pria ini.

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

Sedetik dia membaca percakapan gila mereka di grup, sedetik kemudian pintu unit apartemennya terbuka, dan entah bagaimana kini Eunho berlutut di depan kemaluan Bamby dan menghisapnya dengan sensual. Lidahnya menjilat dan membasahi sepanjang penis Bamby yang tegang, tangannya mengocok bagian yang tidak muat masuk ke mulutnya. Sang pemilik pun terkadang tidak tahan untuk mendorong surai putih itu untuk memasukkannya lebih dalam hingga menyentuh kerongkongannya. Tak lama kemudian, suara pintu apartemen terbuka kembali dan dua pria muncul, si rambut pirang dan rambut hitam.

"Kok lu mulai duluan sih, bong?" Ucap Noah sembari membuka jaketnya. Begitupun dengan Hamin yang melepas hoodienya sesaat mereka masuk ke kamar.

"Ya, lu berdua lama si- shh.." desisnya saat Eunho menggoda pucuk kemaluannya, menelusupkan lidahnya ke lubang uretra Bamby, "anjing, No, kasih aba-aba dong kalo mau gitu." Eunho hanya mendongak menatap Bamby masih dengan mulut yang penuh. Matanya membulat persis seperti seekor anak anjing yang memohon ke majikannya, sangat erotis dan menggoda. Bamby menyeringai dan mengangkat kakinya untuk menyentuh bagian bawah Eunho yang lembap. Tersentak karena jemari kaki yang menyentuh daerah sensitifnya dari balik kain, eunho mengeluarkan lenguhan tertahan, "udah sange, no? Basah nih yang bawah." ledek Bamby sambil terus menggesekkan ibu jari kakinya ke tonjolan yang sudah mengeras. Rembesan cairan semakin menyeruak keluar dari sela-sela celananya.

Eunho mengeluarkan penis Bamby dari mulutnya, "kak!" rengeknya meminta Bamby untuk berhenti yang hanya dibalas tawa kecil dari si merah muda.

Noah menghampiri mereka berdua dan menangkup wajah Eunho, "pindah ke kasur dong biar enak." Bibir mereka dipertemukan dalam ciuman panas. Eunho dipandu untuk berdiri dan berbaring di kasur olehnya, masih dengan bibir yang bertaut. Lidah mereka bergulat mesra dalam mulut Eunho, terkadang milik Noah mengitari rongganya dengan manja, mengabsen giginya satu per satu. Lumatan, gigitan, dan suara decapan hanya menaikkan gairah serta suhu di ruangan ini. Terasa otaknya sudah melebur bahkan hanya dari ciuman saja.

Eunho bisa merasakan sepasang tangan yang membuka kancing serta resleting celananya, membebaskan kemaluannya yang sudah becek, "Baru BJ sama ciuman aja lu udah basah gini, bang," ucap hamin menggoda Eunho yang masih dibekap oleh bibir Noah. Hamin menenggak ludahnya sebelum mulai menjilat lapisan-lapisan kulit yang ranum di hadapannya.

"Umphh..." desah Eunho tertahan saat merasakan sensasi hangat dan basah dari lidah Hamin di kemaluannya. Lidahnya bermain di setiap lipatan Eunho, menyesap semua madu miliknya yang terus keluar tanpa henti, menstimulasi klitoris yang sudah menegang, "nghhh-" sang pemilik hanya bisa menggelinjang di tiap gerakan yang Hamin berikan.

Noah akhirnya memutus tautannya dan beralih ke dada Eunho yang entah sejak kapan sudah terekspos. Dua dada kenyal dan padat dengan puting yang ditindik itu sangat menggoda siapapun yang melihatnya. Tanpa lama menunggu, Noah menghisap salah satu putingnya dan memilin yang satu lagi dengan jemarinya. Bamby pun tidak tinggal diam, penisnya masih belum puas untuk berada di dalam mulut hangat Eunho. Dengan segera ia memerintahkan Eunho untuk kembali menghisapnya yang dituruti tanpa sanggahan. Di matanya kini Eunho sangat seksi, pandangan Eunho yang melihat ke atas secara submisif seperti membangunkan nafsu membubung di dalam dirinya, ia menggigit bibirnya sendiri tidak tahan. Dengan kasar Bamby meraih rambutnya dan menggerakkan kepala Eunho asal, tidak peduli suara sedakan dan rintihan yang ia keluarkan.

Dua stimulasi di dada dan vaginanya sudah cukup membuatnya hilang akal, namun seperti tidak cukup, Hamin memasukkan satu jari ke lubang analnya. Badannya tersentak akan benda asing yang memaksa untuk masuk, namun hanya desahan tertahan yang bisa ia keluarkan sebagai respon. Ia bisa merasakan klimaksnya mendekat saat Hamin mendorong masuk lidah panjang itu ke vaginanya, "eungh.... mphh-"

"Mau keluar lu, no?" Tanya si rambut merah muda, yang dijawab anggukan frustrasi dari Eunho. Bamby kemudian mendorong kepala Eunho cepat dan dalam, menyodokkan miliknya ke tenggorokan Eunho tanpa ampun, "bareng ya keluarnya." Air mata mengaliri pipi Eunho yang dilanda gelombang kenikmatan, bersamaan dengan Bamby yang mengeluarkan cairannya di mulut Eunho, memaksanya untuk menelan semua sampai habis. Manis, sedikit kecut, mungkin karena jus buah yang diminum Bamby siang tadi. Mulutnya terbuka menunjukkan rongga kosong tanda ia menelan seluruh sperma Bamby.

Noah terkekeh melihat wajah Eunho yang tidak karuan, "muka lu bikin sange banget, no, pantes aja bonggu ketagihan nyodokin mulut lu."

Hamin juga menghentikan aktivitasnya di vagina dan lubang anal Eunho, menatap sesaat mahakarya yang semakin memerah dan bengkak dibuatnya, "bang, gue udah ga tahan, kondom di mana?" Eunho hanya bisa menunjuk laci samping kasurnya dengan lemas. Hamin dengan cepat mengeluarkan beberapa kotak kondom dari dalam sana dan membuka celananya dengan terburu.

"Nafsu banget lu, bontot, udah kayak ga ngewe setahun aja," ucap Noah dengan tangan yang juga sibuk membuka pakaiannya. Hamin tidak merespon karena ia sudah kalah dan menyerahkan diri ke gairah seksualnya.

"Bang, naik ke atas gue aja," perintah Hamin yang dituruti Eunho begitu saja, kepalanya sudah tidak bisa berpikir jernih lagi. Ia memosisikan lubang senggamanya ke atas kemaluan Hamin yang tegak. Dalam satu hentakan, penis besar itu berhasil masuk ke vaginanya, "eugh!" Penuh—rasanya sangat penuh sampai-sampai ia bisa merasakan kepala penis Hamin di perutnya. Dilebarkan tanpa ampun oleh kejantanan Hamin yang panas dan keras.

"Anjing, bang, lu sempit banget, fuck!," Tanpa memberikan waktu untuk beradaptasi, Hamin mendorong penisnya keluar masuk dalam tempo yang cepat. Ukuran hamin yang besar menghantam tiap titik sensitifnya, bahkan ia bisa melihat bentuk penis hamin tercetak di perutnya, membuatnya cepat mendekati klimaksnya lagi.

"Ah! Nghh- min, anjing! Pelan-ngh.." Hamin tidak menggubris permintaan yang lebih tua. Lubang miliknya terlampau nikmat, Hamin sudah kehilangan kontrol akan dirinya sendiri. Di sisi lain, Noah yang belum dipuaskan sama sekali menyodorkan penisnya ke depan wajah Eunho. Eunho melihat batang memerah itu seakan melihat makanan paling enak di dunia, tanpa sadar membuka mulut dan menjulurkan lidah menyambut penis Noah.

Noah meremas rambut Eunho dan mendorongnya di sepanjang kemaluannya, kepalanya terlempar ke belakang menahan kenikmatan, "ngh... makin jago aja mulut lu nyepongnya, no, belajar sama siapa?" noah menyeringai saat melihat wajahnya yang merah dan matanya yang setengah terbuka, kewalahan. Meskipun begitu, lidahnya tetap lihai menjilat semua sisi milik Noah, menghisapnya kencang hingga sang empunya mendesis.

Bonggu yang sudah kembali terangsang melihat stimulasi visual ketiga orang di depannya, ikut mengambil posisi di belakang Eunho, tepat di depan lubang analnya. Pelumas yang entah darimana asalnya ia tuangkan hingga mengalir dari pinggang ke kerutan Eunho yang masih sempit itu. Dengan segera ia sodokkan kedua jarinya ke lubang anal Eunho, melebarkannya dengan gerakan menggunting. Eunho tidak berteriak, hanya menggumamkan hal-hal yang tidak jelas. Getaran dari rongga mulut Eunho membuat sensasi baru di sepanjang saraf kemaluan Noah, memang mulut Eunho senikmat ini ya? Tangannya menjambak kembali surai putih itu, menggerakannya kasar dan menggauli seluruh sisi mulutnya yang berantakan akan saliva.

Bamby yang merasa lubang belakang Eunho sudah cukup longgar, akhirnya memasukkan kepala penisnya sedikit demi sedikit, "no, santai dikit dong, sempit banget lu." Protesnya yang hanya direspon rengekkan tidak karuan dari Eunho, entah memintanya untuk tidak masuk atau sebaliknya. Sampai akhirnya Bamby berhasil membenamkan seluruh kejantanannya di dalam lubang hangat itu. Lenguhan keluar dari Bamby kala ia merasakan penisnya dijepit kencang oleh Eunho.

Kini, Ketiga lubang di tubuh Eunho telah diisi dengan sempurna. Badannya bingung, apalagi pikirannya. Lubangnya nyeri dan berkedut kencang, namun ia tidak bisa bohong jika rasanya sangat nikmat. Digenjot dari tiga arah dan dibuat penuh sampai-sampai badannya terasa bukan miliknya lagi.

"Enak ga, no? diem-diem aja, hm?" ledek Noah sambil menyingkap poni Eunho yang sudah lepek akan keringat, "kalo ditanyain tuh jawab, udah gabisa mikir lagi gara-gara dikontolin tiga orang kah?" Noah terkekeh, puas menggoda Eunho yang bergoyang kesana kemari akibat ulah dua orang yang sibuk menjamah lubangnya. Hamin menggenggam kuat pinggang Eunho dan menggerakannya ke atas-bawah. Dedangkan Bamby mendekap Eunho dari belakang sambil menggenjot penisnya, jarinya usil meremas dada sintal Eunho, menambahkan sensasi kenikmatan untuknya. Desahan dan suara becek erotis saling bersahutan dari keempat orang tersebut, menggema ke seluruh sudut unit apartemen.

"Udah kayak lagi heat lu semua," Yejun menyandarkan dirinya di ambang pintu kamar. Entah kapan ia tiba, keempat orang itu terlalu sibuk memenuhi nafsu untuk sadar akan kehadirannya. Di depannya sudah terlihat hamin yang terbaring dengan Eunho di atasnya, setengah merunduk dengan tangan menopang ke dada Hamin. Kemudian, Bamby yang asik menghantam eunho dari belakang dan Noah yang berlutut dengan penis tenggelam sepenuhnya dalam mulut Eunho. Pemandangan ini saja sebenarnya sudah cukup membuat Yejun terangsang. Ia segera menanggalkan seluruh garmen yang ia kenakan sambil melangkah mendekati mereka, membebaskan kejantanannya yang sudah tegang sempurna.

Yejun mengarahkan tangan Eunho ke penisnya. Eunho seakan sudah paham mulai memompa kejantanan itu, memainkan lubang di ujungnya yang sudah berlumur cairan pre-ejakulasi. Eunho mengeluarkan penis Noah dari mulutnya dan mengganti posisinya dengan milik Yejun, menjilatnya sensual dari kepala hingga pangkalnya. Tangannya sibuk memanjakan milik Noah dan Yejun, mulutnya bergantian menghisap keduanya. Sesekali hentakan yang diberikan dua orang lain di lubangnya membuat si rambut putih memekik dan menghentikan kegiatannya. Namun, Yejun segera mendongakkan dagunya dengan paksa, "kok berhenti? Kan gue belom suruh berhenti, no." Kalimat itu cukup untuk membuat Eunho kembali menjulurkan lidah seperti anak anjing yang penurut.

"Fuck, gue mau keluar, bang," ucap Hamin yang semakin menaikkan tempo, mengejar klimaksnya. Eunho meracau dan mendesah, masih dengan dua penis di depannya, minta dimanja, "ah! gue keluar," Hamin mencapai putihnya bersamaan dengan Eunho juga klimaks. Mata eunho terangkat keatas akibat kenikmatan duniawi yang dia rasakan, badannya menegang dan bergetar hebat.

"Shit, kok lu makin sempit, fuck, enak banget," Bamby yang masih giat menggenjotnya dari belakang merasakan lubang Eunho menyempit karena klimaksnya, "anjing, enak banget, no, gue pengen keluar." Dalam beberapa hentakan Bamby juga mencapai klimaksnya, mendorong masuk penisnya hingga menghantam prostat Eunho dengan kasar. Kedua pria tersebut terengah dengan kemaluan masih tertanam di dalam Eunho, menyemprotkan cairan ejakulasi ke dalam kondom yang mereka kenakan. Eunho menunduk lemas, tidak sanggup mendongak lagi untuk memuaskan kedua batang yang masih ia genggam.

"Bong, Min, kalo udah minggir," perintah Yejun yang langsung dituruti keduanya meskipun masih dengan pikiran melayang pasca klimaks mereka. Sensasi kosong langsung menyerbu kedua lubangnya saat Hamin dan Bamby menyingkir dari tubuhnya, dan jujur, dia sudah merasa sedikit rindu untuk dibuat penuh. Pikirannya berkata tidak, namun badannya seakan sudah dibuat candu akan kejantanan siapapun yang bersedia untuk mengisinya.

Yejun beralih dan memosisikan dirinya di belakang Eunho, kemudian berbaring sehingga Eunho di atasnya dengan posisi punggung menghadap Yejun, "b-bang bentar, break dulu..." Eunho berusaha menyingkir dari atas pria berambut biru tersebut. Namun ia kurang cepat, Noah yang entah bagaimana sudah di atasnya mengangkat kedua kakinya melebar, memaksanya untuk kembali bersandar ke dada Yejun.

Vagina yang memerah dan berkedut itu menggoda sekali bagi Noah untuk menggenjotnya, "break gimana? Ini memek lu kayak minta dimasukin lagi kok?"

Noah menekan klitoris Eunho dengan ibu jarinya, membuatnya menggelinjang hebat, "eungh!" Bagian bawahnya masih sangat sensitif akibat Hamin barusan, dan Noah sudah kembali menyentuhnya dengan kasar.

"Ini yang belakang juga kayak minta dimasukin lagi," ucap yejun sambil menyentuh kerutan Eunho yang kembang-kempis, "mau dimasukin ga, no?"

Eunho tidak menjawab. Bagaimana dia bisa menjawab jika sekarang sudah masuk tiga jari noah ke dalam vaginanya, mengocok bagian dalamnya tanpa ampun, "ngh- ah! Ah.. bang- ngh!"

"No, ditanyain yejun tuh, jawab bisa kali," Noah meminta Eunho untuk menjawab, namun jarinya berkata lain, ia semakin kasar menusuk-nusuk lubang kenikmatan Eunho yang sudah banjir. Melihat Eunho yang tidak berdaya dalam sentuhannya membuat Noah semakin gelap mata akan nafsu, ia bisa tahu kapan Eunho dekat dengan klimaksnya, dan dengan sengaja menghentikan jarinya. Kemudian Eunho akan merengek memanggilnya, "jawab, no, kalo nggak sampe pagi gue tahan-tahan lu kayak gini."

"Ngh, mau.." kalimatnya terpotong saat Noah memasukan kembali jarinya.

"Mau apa?" Kali ini Yejun yang menyahut.

"Mau bang noah sama bang yejun... ngh-" lirihnya.

"Apanya gue sama yejun?" Noah semakin gencar dengan jarinya, Yejun pun mulai usil memasukan jari panjangnya ke lubang anal Eunho.

"Mau dimasukkin- ah! Masukin kontolnya banghh.." rengek Eunho. Pikirannya sekarang sudah penuh dengan keinginan untuk digenjot lagi, jari-jari yang sedari tadi menyentuhnya seakan tidak cukup untuk memuaskannya. Ia ingin lebih, ingin kejantanan kedua pria ini memenuhinya hingga sesak.

"Gitu dong daritadi," Yejun dan Noah mengganti jari mereka dengan penis yang sudah terbalut kondom. Menghentakkan pusaka tegang tersebut ke dalam lubang Eunho secara bersamaan, rangsangan yang berlebihan membuat Eunho membuka mulut dan mata lebar-lebar tanpa mengeluarkan suara. Namun, badannya yang bergetar luar biasa sudah cukup untuk menandakan seberapa nikmatnya aksi tersebut. Keduanya tidak memberikan jeda untuk Eunho dan segera menggauli lubang Eunho dengan tempo bak orang kesetanan. Jemari Noah yang dilumuri cairan ia telusupkan ke dalam bilah bibir Eunho, biar dia merasakan cairannya sendiri. Lidahnya refleks menjilati jari Noah dan senyuman puas tercetak di wajah Noah.

Bamby dan Hamin merangkak menghampiri dada Eunho. Masing-masing menghisap putingnya yang mengeras, mengulumnya dengan mulut hangat mereka, "agh! Angh! Eugh! Ngh- ahh... hah..." desahan lepas dari kedua belah bibir Eunho, tidak terkontrol.

"Enak ga, no? Hm?" tanya Yejun meskipun dia tahu Eunho tidak akan bisa menjawab dengan jelas dengan kondisi seperti itu.

"Eungh! E- nak- ahn! Ah! Hah... enak banghh- eungh.. lagi.. Ah! terus... ngh-" racaunya meminta untuk diberikan lebih meski keempat orang tersebut sudah sibuk memuaskannya daritadi.

"Lagi? Udah dikontolin empat orang sekarang udah gabisa mikir ya? Pikiran lu- ngh.. isinya kontol semua apa gimana sekarang? Hah?" Noah memang paling hobi melemparkan dirty talk dikala sedang melakukan aktivitas seksual dengan siapa saja. Melihat reaksi Eunho yang kalang kabut akibat rangsangan di sekujur tubuhnya, membuat Noah semakin gila-gilaan mendorong penisnya keluar masuk vagina sempit itu. Entah sudah berapa kali Eunho mencapai klimaksnya, ia sudah tidak bisa menghitung. Gelombang demi gelombang kenikmatan datang silih berganti, tidak ada habisnya.

Hamin dan Bamby masih asik mengulum puting bertindik itu sembari memompa milik mereka masing-masing yang sudah menegang kembali. Eunho kembali klimaks untuk kesekian kalinya, melenguh panjang saat badannya mengejang hebat, kedua lubangnya menyempit membalut penis yang masih ada di dalamnya. Yejun dan Noah mengernyit akan sensasi yang mereka rasakan, "fuck, udah diewe berapa kali juga masih sempit," Yejun mengumpat setelah sekian lama dia diam sibuk menghujam lubang anal Eunho.

Sesekali Eunho tersedak salivanya sendiri karena badannya yang digerakkan dan dihentakkan kesana kemari, entah mengikuti siapapun dia tidak lagi peduli. Nikmat, enak, candu—hanya itu yang memenuhi pikirannya sekarang. Bamby beralih mencium leher putih eunho dan bibirnya, mengajak lidah Eunho untuk bertaut dan bermain dengan miliknya. Yejun mengerang saat merasakan klimaksnya sudah mulai dekat. Dengan kasar mendorong kejantanannya hingga menyentuh titik terdalam lubang anal Eunho, sampai akhirnya dia klimaks. Eunho melenguh kacau di dalam mulut Bamby, ia merasakan sesuatu yang berbeda dalam lubang belakangnya yang kini terlampau hangat dan panas.

"Anjir, bang, kondom lu robek?" Hamin melihat cairan putih mengalir dari lubang anal Eunho. Cairan ejakulasi Yejun tumpah kedalam tubuh Eunho akibat kondom yang sobek, semakin meluber saat ia menarik kejantanannya keluar. Gerakan Yejun terlalu brutal sampai lembaran karet itu tidak mampu menahan gesekan antara penisnya dan lubang sempit itu.

"Jun, kok lu curang sih keluar di dalem?" Protes Noah yang masih belum mencapai klimaksnya, "gue juga mau kalo gitu," ia dengan cepat mengeluarkan penisnya, menyingkirkan karet yang melapisinya dan melemparnya ke sembarang arah. Kemudian kembali menghantam vagina Eunho. Lepasnya kondom memberikan sensasi baru di sekujur miliknya, dinding Eunho terasa lebih menggenggam erat kini kontak langsung dengan penis Noah tanpa apapun yang menghalangi. Terdengar tarikan nafas dan desisan kenikmatan dari Noah sebelum ia menggenjot kembali penuh nafsu, berusaha mengejar klimaksnya.

Eunho pasrah dengan mulut kini diisi oleh milik Hamin. Dia sudah lelah, badannya berdenyut di berbagai tempat, dan mulutnya pegal karena harus mengakomodasi ukuran Hamin yang tidak normal. Sedangkan, Yejun dan Bamby masing-masing bermain dengan puting dan klitoris Eunho, menggesek, menyentil, dan memilin mereka hingga bengkak.

Eunho tiba-tiba membuka lebar matanya yang basah akan air mata ketika datang gelombang baru yang berbeda dari sebelumnya. Eunho merengek dengan suara tertahan, tangannya meraba-raba apapun yang sekiranya bisa menghentikan serangan stimulasi ini. Kali ini berbeda, ada sesuatu yang harus ia segera keluarkan, "Mphh! Unghh! Mmh!"

"Mau keluar, no? bareng ya," tanya Noah, "Gue keluarin di dalem gapapa kan? Kalo hamil nanti gue tanggung jawab," hentakannya semakin sering dan cepat. Suara kulit yang bertabrakan juga semakin nyaring terdengar.

"Mmh! Eungh!! Heghh-"

"apa? lu mau gue hamilin? Gue penuhin memek lu pake peju gue gimana? Sampe luber kayak yejun tadi." Noah tidak perlu jawaban, toh apapun jawaban yang diberikan Eunho tidak bisa menghentikannya untuk menjalankan aksinya. Eunho menggeleng kacau, kelimpungan bagaimana harus lepas dari semua rangsangan ini.

"Fuck!" Umpatan keluar dari Noah bersamaan dengan ia menghentakkan penisnya dalam-dalam, menyemprotkan cairan putih kental kedalam vagina Eunho. Hangat dan penuh. Tangan Yejun tidak tinggal diam bergerak cepat menggesek klitoris Eunho sampai dia menggelinjang hebat, "eungh! Ummph! Hnghh!!!" Punggungnya terangkat membentuk lengkungan, vaginanya menyemburkan air yang bening dan cair hingga mengenai dagu Noah.

"Wah... hahaha, squirting lu?" Bamby terkekeh melihat Noah yang kebingungan pasca-ejakulasi ditambah air seni Eunho yang menyembur membasahi badannya. Hamin yang sedari tadi menyumpal mulut Eunho akhirnya klimaks juga, mengeluarkan spermanya ke sekeliling mulut dan wajah Eunho. Noah yang terengah menarik kejantanannya keluar.

Kondisi Eunho Kacau dan berantakan—dari kedua lubangnya mengalir cairan putih yang terlalu banyak untuk ditampung, bercampur dengan air mani dan seninya yang membasahi kasur. Badannya penuh akan bekas gigitan dan hisapan, kedua putingnya merona akibat terlalu banyak disentuh. Air mata membasahi pipinya, mulutnya penuh akan saliva yang entah milik siapa, tidak lupa cipratan sperma milik Hamin yang menghiasi kulit putihnya. Matanya sudah sangat berat, habis sudah energinya setelah berapa ronde ia lewati dengan sekujur badan 'dipakai' semaunya oleh keempat pria ini.

"No, gue belom keluar dua kali, jangan tepar dulu," suara Yejun menyadarkannya.

"Gue juga belom dua kali," sahut Noah tidak mau kalah, padahal semenit yang lalu dia baru keluar di dalam vaginanya.

"Sepong lagi nih, no, tanggung jawab gara-gara muka sange lu gue ngaceng lagi," Bamby menepuk-nepuk penisnya ke pipi Eunho yang setengah sadar. Bahkan Hamin yang klimaks tidak lama sebelumnya sudah mengarahkan tangan Eunho untuk menggenggam miliknya lagi.

Gila, masih belum puas juga kah? Mereka semua gila. Malam itu tubuh Eunho digerayangi habis-habisan bahkan hingga waktu menunjukkan pukul 3 pagi. Ingatan samar-samar Eunho memberitahunya bahwa ia sudah mengeluarkan air seni lebih dari tiga kali, kedua lubangnya penuh akan sperma yang hilang pemilik. Dia pun tidak ingat di jam berapa mereka menyudahi sesi "ritual" mingguan ini.

Sekali ia mendapatkan kembali kesadarannya, dan ia sudah berada di dalam bak mandi bersama Hamin dan Bamby. Tangan mereka yang telaten menggosok badannya dengan sabun, membersihkan ujung-ujung tubuhnya dari cairan cinta mereka berlima. Saat ia mengerjap kembali, tubuhnya telah terbalut pakaian yang hangat, dan Hamin tengah menggendongnya ke kasur. Sprei kasurnya pun sudah diganti dengan yang baru, cukup nyaman dan hangat untuk Eunho beristirahat.

Sebuah tangan mengusap lembut rambutnya, "tepar dia." Ucap Noah yang ikut menidurkan dirinya di samping Eunho.

"Ya, iyalah tepar, diserbu empat orang langsung," Bamby membalas sembari berbaring di dekat kaki Eunho.

"Kira-kira berapa banyak job masuk minggu ini ya, kalo kek gini," ucap Hamin bersandar ke paha Eunho dari luar selimut tebal.

"Gatau ya, bisa selusin kayaknya," Yejun sibuk dengan tablet di pangkuannya sembari jemarinya menelusup ke tangan Eunho, menggenggamnya hangat, "kita tunggu aja kabar dari William." Mereka berempat saling mengambil posisi di kasur Eunho, ikut beristirahat dengannya yang sudah terbang ke dunia mimpi.

Ah, Eunho bahkan sudah tidak mau ambil pusing. Peduli setan dengan tawaran yang membanjiri mereka di keesokan hari, dia hanya ingin tidur seharian hari ini.

Notes:

archiving this here, It is actually a narration from a socmed fic I wrote on twt, but it could be read on its own since it has a barely, almost nonexistent plot in it. i hope yall enjoy this nasty brainfart, have a good day ^^