Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Categories:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2024-08-20
Words:
1,861
Chapters:
1/1
Kudos:
104
Bookmarks:
6
Hits:
9,054

First time

Summary:

Ava memeluk Michael. First time making love with someone who loving you so bad makes Ava feels so happy.

Notes:

Mark : Michael
Haechan : Avauryn

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Michael sampai kerumah Ava yang berjarak cukup jauh dari rumahnya. Memang jika saat libur, Michael sering menyempatkan dirinya untuk sekedar menonton atau makan bersama di rumah Ava.

“Ayo masuk aja kekamar, lagi ga ada siapa-siapa kok.”

Michael mengangguk sambil tersenyum. fyi, Michael dan Ava sudah cukup lama menjalin hubungan. keduanya pun sudah kenal dengan orang tua masing-masing pasangan. jadi gak heran kalau Ava mempersilahkan Michael untuk masuk kekamarnya.

“Aku udah nyiapin banyak film buat kita tonton bareng.”

Ava tersenyum senang. Kekasih nya terbilang orang yang super sibukk, dapet jatah libur satu bulan sekali aja udah syukur. makannya Ava ga pernah mau nyia-nyiain waktu bareng Michael. sebisa mungkin ia gunain waktu buat berduaan sama Michael.

“Oh ya? Aku juga sekalian beli cemilan buat kamu.”

Michael menyodorkan satu kresek penuh berisi jajanan, dari mulai yang manis sampai asin.

“Hehh, banyak bangett?”

“Hehe, biar kamu makin mbull. pipinya makin besarr, biar bisa aku cubit tiap detik.”

“TIAP DETIKK????? GAMAUUU. pipi aku bisa melarr.”

“Gapapa, tetep lucu. Gemes.”

Ava memasang ekspresi cemberut, Michael menatap dengan gemass.

‘cuup’

Michael mencium bibir Ava sekilas. Gemass, pikirnya.

“Dih nyosor-nyosor.”

“Kamu gemess.”

“Halah.”

Yang disebelah, hanya tertawa kecil. Ava menyetel film, kali ini genre filmnya 18+ with a little bit of romcom. Kenapa pilih film ini? Karena kalau horor, Michael ga suka. kalau Thriller, Ava yang ga suka. Mereka berdua lebih suka genre seperti ini, walaupun isinya cuma saling bersilaturahmi kelamin, tetapi alur ceritanya masih jelas.

“Kakak mu kemana?”

“Abang askara? lagi keluar, gatau deh kemana. Gabilang dulu.”

Michael mengangguk-angguk. Selama 30 menit mereka masih saling mengobrol tanpa fokus pada film yang diputar. Rasanya, setiap hari harus diceritakan kejadian apa saja yang dialami. Meskipun hal yang tidak penting, contohnya seperti hari ini. Sebelum kerumah Ava, Michael menemukan kecoa terbang, lalu ia menangkapnya dan menahan kaki juga tangan kecoa itu dengan lakban. Katanya biar gak nakal lagi, di masukkin ke penjara kecoa. Ava hanya bisa tertawa mendengar cerita Michael.

Ava mengganti posisi duduk menjadi tiduran dengan paha Michael sebagai sandaran. 45 menit berlalu, mereka mulai memfokuskan diri kepada film yang semakin panas.

“Yang, rasanya kaya gitu tuh gimana?”

Michael menatap Ava dalam.

“Gatau tuh, aku belum pernah nyoba. Kata temen ku yang udah nikah sih enak, apalagi kalau masih sempit.”

“Apanya yang sempit?”

“Kelamin wanitanya.”

“Ohhh..”

Ava melanjutkan pembicaraan nya.

“Kalo kaya gitu tuh, enak juga?”

Ava menunjuk pada scene dimana pemain wanita menjilati dan mengulum kejantanan pemain pria.

“H-hah? Hmm.. Gatau juga, aku belum pernah sama sekali.”

Ava mengigit bibirnya, dia menatap kearah Michael yang juga sedang fokus menonton. Entah kenapa kali ini rasanya berbeda, biasanya mereka tidak terlalu peduli dengan film yang ditonton.

Ava kemudian turun dari sofa, memposisikan dirinya di bawah betis Michael. Mendekati paha Michael yang terbuka. Michael menatap Ava, dia hanya diam memerhatikan Ava.

“Mau ngapain?”

Tanya Michael, penasaran.

Ava membuka resleting celana jeans Michael, memperlihatkan cd yang mengembung, hanya dilihat saja Ava sudah tau jika Michael mulai high.

“Ava, Sayang....”

Ava memasukan tangannya kedalam cd Michael, mengeluarkan kejantanan Michael yang sedari tadi ternyata sudah mengeras. Ava mengocok penis Michael dengan pelan, kemudian ia mengulum nya. Sesekali menjilati pucuk kejantanan Michael.

“Sssshhhh...”

Michael memejamkan matanya. Ava mempercepat kulumannya, mencoba memasukkan seluruh penis michael kedalam mulutnya.

“Ahhh...”

Ava memaju mundurkan kepalanya, sembari tangannya memainkan dua bola kembar milik Michael. Ava menatap Michael yang tengah mendongak keenakan. Ava mencoba untuk jahil, ia memelankan kulumannya, ingin melihat reaksi dari Michael.

“K-kenapa dipelanin?”

Ava tersenyum kecil, kemudian Michael memegang kepala Ava memaju mundurkan kepala Ava begitu cepat. Sehingga penis Michael masuk sepenuhnya, Michael melakukan deepthroat. Ava mencoba melepaskan dirinya, ia meneteskan airmata. Michael tidak sadar, saat menoleh kebawah ia kemudian melepaskan tangannya, lalu memegang kedua pipi Ava.

“Sayang??? Maaf.. Aku gak sadar.”

Ava tersenyum, ia kemudian duduk diatas pangkuan Michael. membuat Michael kelabakan. Secara kebetulan, Ava tengah memakai rok pendek, dan hanya menggunakan cd. Ava memaju mundurkan pinggulnya, membuat Michael mendongak, merasakan kenikmatan.

“Fuck, Ava. Kamu belajar dari mana??”

“Dari film yang sering kita tonton. Hehehe, maaf kalau kamu kaget sama perlakuan aku tadi.”

Mereka berdua memang sering menonton film semi-porno, tetapi mereka belum pernah sekalipun mencoba. hanya sekedar ciuman sekilas, tidak pernah lebih. Meskipun umur mereka sudah sangat cukup, tetapi masih ada sedikit rasa takut didalam benak mereka.

“Kenapa? Ga percaya?”

Michael menggeleng-gelengkan kepalanya. Ava tersenyum, kemudian ia mendekatkan wajahnya ke wajah Michael. Menghapus jarak diantara mereka berdua.

Ava mulai memperhatikan bibir Michael. Ia ingin sekali melahap bibir tebal milik kekasihnya itu. Ava melingkarkan tangannya dibelakang leher Michael.

“Hey, kenap-”

Ava mencium bibir Michael, kali ini bukan ciuman sekilas seperti biasanya. Ia mengigit bibir bawah Michael, mencoba menelisik lidahnya untuk ikut berpagutan menciptakan suasana yang panas.

Michael tidak tinggal diam, ia mengimbangi permainan Ava yang terbilang cukup amatir. Melilit lidah Ava, mengigit nya, menciumi setiap inci bibir Ava.

“Mmh...”

lenguhan Ava membuyarkan semuanya, membuat Michael tanpa sadar memasukkan tangannya kedalam kaos tipis Ava, mengelus punggung Ava. perlahan, tangannya melepaskan tali bra Ava.

“Mhhmm...”

Ava melepaskan ciumannya, menatap Michael.

“Sayang.. I'm ready. You can do anything to my body.”

“Are you sure?”

“Pretty sure. Aku selalu penasaran sama rasanya, apa salahnya kita mencoba?”

“But, i don't have a condom, Ava. this is very risky for us”

“Don't worry. Wait a minutee. Just stay here, okay?”

Michael mengangguk, ia diam dan melihat Ava keluar kamar. Sepertinya, Ava menuju kamar Askara. Kakak nya.

“Tarraaaa! I found this!”

Ava kegirangan, Ia menutup pintu kamar dan menguncinya. kemudian mendekati michael. Dan duduk diatas pangkuan Michael lagi.

“Fuck me, please.”

Michael menelan salivanya.

‘sejak kapan kamu jadi binal gini, Ava?’

Tanpa basa-basi, Michael mulai menciumi Ava dengan sedikit lebih kasar dari sebelumnya. Menciumi lehernya, sesekali menjilati lehernya, mengigit daun telinga Ava, dan membuat beberapa tanda kemerahan disana.

“Ava do you think our parents, will be mad?”

“I think so, but let's play safe.”

“Hmm, understand. I will fucking you and make you moan my name with your beautiful face, Avauryn.”

Ava tersipu malu, suara dari film yang diputar semakin membuat hawa panas dikamar mereka. terlihat, pemain pria sedang memuaskan pemain wanita.

Michael mencium bibir Ava, mengulumnya. Lidah mereka saling melilit, membuat tensi diantara mereka berdua naik. Michael membuka kaos tipis Ava, memperlihatkan tubuh indah Ava. Bra yang talinya sudah dilepas pun jatuh, membuat Michael semakin ingin menjelajahi setiap inchi tubuh kekasihnya itu.

“How can an beautiful angel like you, exist in the world? you’re very damn pretty, Avauryn.”

Ava tersipu malu.

Michael kembali menciumi leher Ava, hingga semua sisi leher Ava memerah. Tangan Michael meremas payudara Ava, sesekali memelintir putingnya.

“Mmmhh..”

Michael menjelajahi tubuh bagian atas Ava, dengan posisi yang sama. Michael menjilati payudara kiri Ava, menghisap nya hingga sang empu mengeluarkan desahan kenikmatan.

“Ssshh... Ahhh...”

Sementara tangan kanan Michael meremas dan memelintir payudara kanan Ava. Ia melakukannya secara bergantian.

“S--sayanghh..”

“Yes, baby?”

“Ra-rasanya.. e-enaakk..”

Michael mendongak.

“Kamu suka diginiin?”

“Suka.”

“Mau coba yang lebih enak?”

“Mmm-mau.”

Michael menggendong Ava menuju tempat tidur. Kemudian ia membaringkan Ava dengan perlahan. Michael membuka kemeja nya, dan menurunkan celana jeans serta cd nya. Ava tampak terpesona dengan tubuh atletis Michael. Walaupun sudah seringkali Ava melihat Michael telanjang dada, tetapi kali ini rasanya berbeda. Michael terlihat sangat sexy.

Michael mendekati Ava, mengungkung Ava dibawahnya. Mengecup bibir Ava sekilas, ia beralih menuju bagian bawah Ava. Ava ikut melepaskan seluruh pakaiannya. Ia dan Michael sama-sama naked.

“Kita penetrasi dulu ya.”

Ava mengangguk. Michael merunduk kan kepalanya, ia memasukan satu jari kedalam lubang vagina Ava.

“Ngghh..”

Ava menggeliat, first time ia merasakan hal seperti ini. Sedikit sakit, tapi Ava coba untuk tahan. Michael sedikit mempercepat gerakannya, ia menambah satu jari nya. Michael terlihat sangat hati-hati, even though Ava is old enough but she’s still a virgin. Selama pacaran pun mereka ga pernah ngelakuin hal aneh-aneh, makanya Michael ngejaga banget.

Setelah dirasa cukup, Michael mengganti jarinya dengan lidahnya. Ia menghisap dan menjilati vagina Ava, Ava membusungkan dada. tanda untuk pelepasan pertama nya.

“Ahh.... sshh..”

Michael tersenyum miring, Ia memakai kan kondom pada penisnya. Lalu bangun dan mendekati Ava, mencium bibirnya sekilas, menciumi lehernya dan meremas payudara kanannya. Membiarkan Ava merasakan pelepasannya. Setelah beberapa menit, kemudian ia memposisikan badannya dengan kedua paha sebagai tumpuan, ia mencoba memasukkan penisnya kedalam vagina Ava.

“Kalau sakit, bilang ya.”

Ava mengangguk.

Michael menggesek-gesekkan penisnya, perlahan Michael memasukkan penisnya kedalam lubang Ava. Memajukan pinggulnya agar sang penis masuk lebih dalam.

“Mmh.. Ahhh, sa-kit.. yang..”

Michael melihat kearah Ava, diciumnya kening Ava dengan lembut.

“Pelan-pelan aja ya?”

Ava meringis, rasa sakitnya tidak bisa dijelaskan.

“Lama kelamaan enak kok yang, Aku gerak ya.”

Ava terdiam, Michael mulai memaju mundurkan pinggulnya. Membuka kaki Ava agar memudahkan dirinya untuk masuk sepenuhnya. Michael mengangkat satu kaki Ava ke pundaknya. Tangan Michael meremas-remas payudara Ava, sesekali memelintirnya.

“Ahh ahh, sakit”

Michael memperlambat temponya, beberapa saat kemudian, rintihan Ava berubah menjadi desahan yang membuat Michael semakin nafsu.

“Ahhh... Michael... nghh..”

“Fuck, Ava.. ini enaaghh.. bangett.”

Ava menikmati setiap genjotan dari penis Michael, membuat vagina nya terasa penuh dan sangat nikmat. Rasanya Ava ingin melayang.

“Kamu makin cantik kalau lagi desah gini, apalagi keringetan. Damn, so sexy.”

Ava tak terlalu mendengar perkataan Michael, untuk saat ini, Ava hanya bisa merasakan sensasi luar biasa yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Michael mengenggam kedua tangan Ava. Mereka saling menikmati permainan ini.

“Agh.. nghh..”

“Moan my name, with you're fucking pretty voice.”

“Mmhh.. Michaell, you're so enough.”

“So what?”

“More enough, youre dick fulling my pussy so nicely. I-I can.... aaahhhh”

Ava menggelinjang, tanda pelepasan keduanya keluar. sementara Michael masih mengejar pelepasannya, Michael semakin mempercepat tumbukannya.

“Shit. even your pussy feel so very good. makes me want to always include, in yours.”

“Hhh.. Ahh..”

Michael sudah diujung, semakin dekat dengan pelepasannya.

“Fuckk..”

Michael keluar sepenuhnya. Kemudian ia ambruk disamping Ava dengan penis yang masih tertancap. Ava menoleh, mengecup bibir Michael dan tersenyum.

“I love you.”

Michael mencium bibir Ava sekilas.

“I love you too.”

Ava memeluk Michael. First time making love with someone who loving you so bad makes Ava feels so happy. Ava tau, seharusnya mereka lakuin ini sesudah nikah nanti. Tapi nafsu sudah membelenggu mereka berdua, dan lagi mereka sudah memakai kondom. Resiko hamil memang tidak 100% tapi setidaknya mereka sudah mencegah. Michael berdiri, ia melepaskan penisnya dan membersihkan sisa-sisa spermanya. Ia juga membersihkan vagina Ava.

“Aku gaakan hamil kan yang?”

tanya Ava.

“Gatau tuh. Kalau hamil pun gak apa, biar makin rame.”

“Gila, gamau.”

Michael mengecup Ava. membuat Ava sedikit tenang.

“Kitakan udah tunangan, gaperlu khawatir kalau hamil, aku tanggung jawab kok.”

Ava terdiam, suasana hening seketika. tiba-tiba suara handphone Ava terdengar. Panggilan masuk dari Askara, kakak Ava.

“Hallo?”

“Va.. to-tolonghh, Save in... da- ahh.. data gua”

“Hah? ngomong ape sih lo.”

“Sav-ve in.. nghh.. da-data gua..”

“Data apa? dimana?”

“Di lap- aahh.. mmaksud gua di laptop gua Va. Gua lupa save tadi, sekalian cha-- mmhhhh”

Ava kebingungan, Michael berisyarat untuk meloud speaker kan telepon Ava.

“Apa sih? ngomong yang bener tai. Lo lagi ngapain deh?”

“Save in data gua di laptop sekalian charger. nama filenya station-- aahh... stationerry.”

“Data kerjaan lo?”

“Heemm... thank---nghhh”

tutt.. panggilan terputus.

Michael tertawa terbahak-bahak. seperti mengetahui apa yang sedang dilakukan kakak Ava.

“Kayanya dia lagi sama bang Gama deh.”

“Haha ngakak banget, lagi ninuninu.”

Ava ikut tertawa, kemudian mereka membersihkan sprei dan barang-barang lain. setelahnya mereka mandi bersama.

Notes:

Hiii! ini work pertama ku di AO3 :)) mohoon kritik dan sarannya yaa!!! maaf kalau masih belum memuaskann :> happy reading!