Recent bookmarks
-
Tags
Summary
Little Minghyung lost all hope after his parents death. An accident took both his parents and now he's forced to live with his grandmother in a small village near the beach.
Then he met a boy, younger than him, only a year apart.
His name is Donghyuck. And everyone says he is everyone's sunshine.
He was so warm; his light was so bright, yet it didn’t bother anyone. His presence was so desired, so longed for
— — —
Orang tua Donghyuck bilang, nenek Lee yang tinggal di sebelah rumahnya akan kedatangan tamu spesial. Cucunya akan ikut tinggal bersamanya karena kedua orangtuanya telah meninggal akibat kecelakaan mobil.
Donghyuck senang bukan main karena akhirnya ia mendapatkan teman baru yang dekat dengan usianya. Even though Mark is a year older than him.
Can't blame him, because all this time, he was the only child in the village. All the older children were already out of the village either for higher education or for work, leaving Donghyuck all by himself.
So Donghyuck had a mission.
It's to make Lee Minhyung living the best of his life in this village, with him.
Series
Bookmarked by MahaeWii
01 Jun 2026
-
Tags
Summary
"Bunuh diri itu dosa," gumamnya pelan, suaranya nyaris hilang ditelan sunyi. Kalimat itu terasa seperti vonis yang mengikatnya pada eksistensi yang melelahkan.
Ia kemudian tertawa kecil, sebuah tawa getir tanpa rasa humor sedikit pun. "Tapi bunuh orang lain juga dosa."
Bookmarked by MahaeWii
03 May 2026
-
Tags
Summary
"Aku sudah lama ingin melihat wajah menderitamu itu."
Mark yang selalu tunduk padanya, mengatakan itu pada Donghyuck setelah membiarkannya dipukuli habis-habisan oleh sekurumunan para alpha.
"Jawab aku." Kata Donghyuck dengan suara pelan, "Kau sudah menghancurkan aku. Apa lagi yang kau inginkan?"
"Jika kau hancur, yang perlu kulakukan hanya memperbaikimu lagi bukan?" Mark membalas, "seperti boneka yang rusak."
Di mata alpha ini.. Dia hanyalah boneka untuk dipermainkan.
- Language:
- Bahasa Indonesia
- Words:
- 46,309
- Chapters:
- 6/?
- Comments:
- 30
- Kudos:
- 124
- Bookmarks:
- 26
- Hits:
- 4,207
Bookmarked by MahaeWii
14 Nov 2025
-
Tags
Summary
Ironis, pikir Mark. Ibunya menggambarkan darah di atas salju sebagai kelopak bunga, dan pemuda di dekatnya ini, Haechan, menggambarkannya sebagai lambang umur panjang dan keberuntungan.
Ia sangat ingin tertawa sekarang, darah yang keluar dari tubuh dan udara yang terlampau dingin akan menyebabkan kematian, dan kematian bukanlah bunga, jelas pula bukan umur panjang dan keberuntungan. Kematian adalah kematian, sebuah titik akhir yang buruk rupa.
Bookmarked by MahaeWii
02 Aug 2025
-
Tags
Summary
Sejak sebulan lalu, hubungan Harumi dan Mada berubah setelah kejadian di apartemennya. Mada kini lebih sering menginap di tempat Harumi daripada pulang ke rumahnya atau kekasihnya. Meskipun Harumi tahu Mada sudah memiliki kekasih, ia tidak merasa terganggu dan dengan sadar menerima situasi tersebut. Ia menikmati perhatian dan sentuhan Mada tanpa melibatkan perasaan yang lebih dalam, meyakinkan diri bahwa hubungan mereka hanya bersifat fisik dan sementara. Namun, di balik senyumnya, Harumi merasakan keraguan dan pertanyaan tentang apa yang ia cari dari hubungan ini, meski ia berusaha menepisnya, merasa puas dengan keadaan saat ini.
Series
- Part 2 of BLURRED LINES.
- Language:
- Bahasa Indonesia
- Words:
- 13,408
- Chapters:
- 1/1
- Comments:
- 70
- Kudos:
- 420
- Bookmarks:
- 72
- Hits:
- 48,856
Bookmarked by MahaeWii
15 Nov 2024
