Work Text:
Punya pacar kembar yang identik banget terkadang kayak cobaan tersendiri buat Haechan. Gara-gara itu dia jadi sering banget ketuker.
Tapi itu cuman pas awal-awal pacaran, sekarang dia sudah hapal di luar kepala. Yang mana Minhyung yang mana Mark.
Sebenarnya cuman visual mereka yang sama persis. Kalau urusan style, hobi sampai cara ngomong itu beda banget.
Minhyung si anak baik dan Mark si bad boy.
Minhyung stylenya rapi, hobi baca buku dan kalau ngomong itu sopan. Rajin ibadah terus punya segudang prestasi di bidang akademik.
Mark stylenya urakan, hobi nyebat dan kalau ngomong itu lebih banyak umpatan dari pada yang baik. Rajin balapan, ke club tapi tetap punya segudang prestasi di bidang olahraga.
Mereka punya charming tersendiri, tapi kalau mukanya gak mirip mungkin gak ada yang tau kalau mereka sodaraan. Habisnya kelakuannya berbanding terbalik.
Dan yang jadi pacar Haechan itu Minhyung. Sudah sekitar setahunan pacaran, tapi kenalnya sudah dari dulu.
Minhyung itu baik banget. Selalu ngingetin Haechan buat makan teratur, belajar sama tidur yang cukup. Sering ngajakin ke gereja buat ibadah bareng atau melakukan hal positif lainnya.
Orang tua Haechan bahkan suka banget sama Minhyung sampai menganggap kaya anak sendiri.
Haechan juga sayang banget sama Minhyung, hubungan mereka juga lancar gak pernah berantem atau marahan.
Sifat kekanakan Haechan bisa diredam dengan baik oleh sifat dewasanya Minhyung. Kalau Haechan ngambek atau marah, Minhyung dengan sabar menghadapi pakai kepala dingin sampai akhirnya mereka gak jadi marahan.
Siklusnya selalu seperti itu, dan lama-kelamaan haechan jadi bosan. Tenang, Haechan tak ada niatan untuk meninggalkan Minhyung.
Hanya saja..
------
Ini hari ulang tahun Minhyung, berarti ulang tahun Mark juga. Haechan dengan seribu bujukan maut akhirnya bisa nginep di rumah mas pacar.
Kebetulan Minhyung juga sudah izin sama orang tuanya dan dibolehkan. Asal gak kelewat batas, karena kebetulan orang tua mereka lagi di luar kota. Gak bisa ngawasin langsung.
Tapi mereka yakin kalau anaknya bisa jaga Haechan. Gak mungkin seorang Jung Minhyung berbuat macem-macem ke Haechan.
Jadi disinilah Haechan, datang ke rumah Jung's sambil bawa kue bikinannya sendiri.
Belum sempat Haechan neken bel, pintu udah kebuka duluan. Menampakkan cowo ganteng dengan jaket kulit dan ripped jeans.
"wuih, mau ngerayain ulang tahun gue, Chan?" adalah kata sambutan pertama yang terlontar dari bibir tipis Mark.
"sebenernya buat Minhyung, tapi karna kalian lahir barengan yaudah bisa buat lo juga" canda haechan sambil melangkah masuk ke dalam rumah.
"sayangnya gue gak di rumah malam ini" kekeh Mark yang entah kenapa malah ngikutin Haechan ke dapur buat naroh kuenya di kulkas.
"balapan lagi?" tanya Haechan sambil merhatiin penampilan kembaran pacarnya itu.
"yoi, puas beduaan lo sama Minhyung"
Haechan manggut-manggut doang. Berarti dia beneran cuman berdua sama Minhyung. Karna Mark kalau sudah di arena itu pulangnya bisa subuh atau pagi sekalian.
Setelah ngobrol sebentar akhirnya Mark pamit keluar dan Haechan naik ke kamar Minhyung.
Cklek.
Haechan gelengin kepala pelan lihat pacarnya yang serius banget baca buku sampai gak sadar dia udah datang dari tadi.
"serius banget, sampai pacarnya datang dianggurin" singgung Haechan sambil meluk Minhyung dari belakang.
"kapan kamu dateng? Ku pikir tadi minta jemput?" kaget Minhyung sambil menutup bukunya.
"sekalian dianter papa mama tadi, mau pacaran mereka"
Haechan melepas pelukannya terus naroh tas yang berisi perlengkapan nginapnya ke atas meja belajar Minhyung.
"aku tidur sini ya?" tanya Haechan lagi terus ngambil piyama maroonnya.
"yakin mau tidur sama aku?"
"yakinlah, lagian kamu gak bakal ngapa-ngapain aku juga, jadi aman lah" kekeh Haechan terus berlalu ke kamar mandi buat ganti baju.
Setelah selesai dia balik ke kamar dan lihat Minhyung sudah rebahan di ranjang sambil gonta-ganti channel tv.
"netflix aja yang" saran Haechan yang ngeliat Minhyung keliatan bingung mau nonton apa. Sehabis naroh bajunya ke dalam tas, Haechan langsung gabung ke atas ranjang dan narik selimut supaya nutupin mereka berdua.
Meluk tubuh bongsor Minhyung dari samping duluan karena cowo itu gak mungkin meluk duluan. Pernah meluk duluan tapi minta izin dulu dan itu terlalu lambat buat Haechan yang suka ngegas. Jadi baik dia aja yang gerak duluan.
Ini masih jam 9 malam, mereka ngabisin waktu dengan cuddle sembari nunggu jam 12 teng. Mau ngerayain ulang tahun Minhyung.
Kenapa gak surprise? Karena Haechan gak mungkin keluar tengah malam, terpaksa harus ke rumah minhyungnya dari jam 8. Terus juga gak bisa sembarang nginep karna orang tua Haechan harus Minhyungnya langsung yang izin. Makanya mana bisa surprise kalau gitu.
Mereka nonton film Mulan sama Beauty and The Beast. Sudah pasti ini pilihan Haechan karena Minhyung orangnya ikut aja. Selain bucin Minhyung juga gak terlalu tau banyak film. Dia lebih suka baca novel atau buku dari pada nonton. Tapi semenjak pacaran sama Haechan yang suka banget nonton film, sedikit-sedikit Minhyung akhirnya jadi kecipratan suka nonton.
Tapi ya sekali lagi pilihan filmnya pasti Haechan yang nentuin. Pernah waktu itu mereka nonton frozen 2 di bioskop, gara-gara Haechan yang ngebet banget mau nonton itu.
Haechan lihat jam di hpnya, sudah hampir tengah malam. Kayaknya dia harus siap-siap.
"aku ngambil kue, nanti kamu akting kaget ya? Biar keliatan surprise" kekeh Haechan lalu keluar dari selimut. Terus dia ngacir ke dapur sambil ketawa.
Setelah nyalain lilin dan nyiapin hp buat rekam, akhirnya Haechan masuk ke kamar buat akting surprisenya.
Syukur Minhyung bisa diajak kerja sama karna cowo pakai kacamata itu beneran akting kaget seolah dikasih surprise beneran.
Sudah nyanyi, tiup lilin dan make a wish, akhirnya mereka makan kue buatan Haechan bareng-bareng.
"enak, gak kalah sama bikinan harvest" tutur Minhyung yang berhasil bikin Haechan ketawa salting.
"berlebihan kamu, orang standar gini rasanya" sahut Haechan dengan kekehan renyahnya.
Minhyung tulus bilang ini enak, selain karena rasanya juga karena effortnya. Buatan sendiri itu lebih kerasa enak karena dibikinnya pakai cinta.
Setelah acara makan kue dan naroh kuenya balik ke kulkas, mereka gosok gigi bareng terus balik netflix n chill. Soalnya film yang tadi masih belum selesai.
"yang, make a wish. Aku bakal menuhin satu permintaan karna kamu ulangtahun" ujar Haechan di tengah film, menarik atensi pacarnya dari tv ke dirinya.
"permintaan? Kan udah kamu kasih kue sama kado?" ucap Minhyung bingung. Dia gak mau meminta macam-macam, hanya kehadiran Haechan sudah sangat Minhyung syukuri.
"yang lain~ aku mau ngabulin permintaan kaya genie" Haechan mendongak ngeliatin wajah tampan pacarnya yang gak surut dalam kegelapan. Padahal hanya ada cahaya dari tv, tapi Minhyung tetap kelihatan ganteng banget.
"cium" ujar Minhyung akhirnya. Dengan ragu dia mengatakan keinginannya.
"apa?" tanya Haechan gak percaya, masalahnya minhyung itu jarang banget minta yang begitu. Kalau aja telinga haechan agak congek jadi salah denger.
"cium, boleh?" izinnya sekali lagi setelah mengumpulkan keberanian. Baru kali ini dia menginginkan sebuah ciuman, bukan ciuman di pipi yang biasa dilakukan Haechan atau ciuman di kening yang biasa dia lakukan.
Ciuman sungguhan.
Setelah melihat anggukan kepala Haechan yang terlihat malu-malu, akhirnya mereka berciuman. Di bawah selimut dengan pencahayaan minim, mereka berciuman untuk pertama kalinya.
Ciuman sederhana yang menyalurkan rasa cinta, bukan ciuman penuh gairah dan nafsu. Hanya ciuman ringan penuh ketulusan.
Sekitar 5 menit berciuman, akhirnya Minhyung menyudahi ciuman mereka. Yang disambut Haechan dengan pelukan erat, karena ingin menyembunyikan wajahnya yang memerah ke dada bidang Minyung.
Minhyung juga sama malunya, bagaimanapun ini adalah ciuman pertamanya. Ciuman pertama mereka. Tapi melihat Haechan yang begitu lucu membuatnya merasa ini adalah ulangtahun paling berkesan selama hidupnya.
"thanks sayang, kamu bikin ulang tahun ke 21 aku jadi paling berkesan" ucap tulus Minhyung sambil mengeratkan pelukan mereka.
Melingkupi Haechan dengan pelukan hangatnya sepanjang malam.
---------
Minyung ada kelas pagi hari ini, tapi dia gak tega bangunin Haechan yang masih pulas tidur di kamarnya. Dia tahu Haechan pasti ngantuk banget karena mereka tidur larut semalam.
Haechan itu biasa tidur jam 10 malam, Minhyung juga salut kemarin dia bisa tahan sampai hampir jam 1 malam cuman untuk kasih surprise.
Minhyung juga gak yakin ucapan terimakasihnya didenger Haechan apa engga, soalnya anaknya gak nyaut dan beberapa menit kemudian dengkuran halusnya kedengeran.
Makanya kayaknya Haechan emang masih ngantuk banget jadi Minhyung terpaksa ninggalin Haechan sendirian di kamarnya.
Setelah jam menunjukkan angka 9, Haechan bangun dari tidurnya. Melihat sekitar gak ada Minhyung lagi dan ranjang sebelahnya yang kerasa dingin berarti Minhyung udah lama pergi.
Ini hari rabu, wajar Minhyung kuliah pagi. Terlebih anak kedokteran emang banyak kelas pagi, gak kayak kelasnya yang malah kosong seharian.
Melangkah keluar kamar tanpa cuci muka sama sikat gigi, Haechan langsung meluncur ke dapur. Perutnya laper banget terus haus juga. Biar aja jorok, toh kayaknya gak ada orang juga di rumah ini.
Nyatanya Haechan salah, ada eksistensi Mark yang lagi sarapan nasi goreng buatan Minhyung di dapur. Matanya merhatiin penampilan Haechan dari atas sampai bawah.
"gue pikir lo udah pulang, Chan"
Perkataan Mark bikin Haechan yang dari tadi merem jadi melek. Oh ada Mark rupanya, batin Haechan.
"engga, gue ketiduran. Padahal rencananya emang balik pagi sekalian Minhyung kuliah" sahut Haechan mengambil tempat di hadapan Mark.
Mark emang tau dari dulu kalau pacar kembarannya ini cakep. Tapi ngeliat Haechan dengan messy hair terus piyama beneran bikin kewarasannya memudar.
Haechan yang lagi ngambil nasi goreng + telur ceplok gak sadar kalau diliatin dari tadi sama Mark. Dia terlalu fokus sama masakan pacarnya sampai gak tau bakal ada bahaya.
"ada kue di kulkas, udah coba belum? Gue bikin sendiri" ujar Haechan sok, dia bercanda tapi emang beneran pengen sombong sebenarnya.
"belum, nanti gue coba" ucap Mark masih dengan mata tertuju pada Haechan. "enak banget Minhyung punya pacar yang bisa bikinin kue" kelakar Mark yang terselubung iri di dalamnya.
"makanya cari pacar juga Mark, gak mungkin gak ada yang mau sama lo" sahut Haechan sambil ngunyah.
Dia beneran gak sadar sama tatapan intens Mark, terlalu asik makan. Karena masakan pacarnya emang enak banget walau cuman nasi goreng biasa.
"gimana bisa punya pacar kalau yang gue suka udah ada yang punya"
Haechan terbahak dengar kata-kata Mark. Padahal Mark gak ada niatan ngelawak sama sekali, dia beneran serius waktu ngomong itu.
"ya rebut lah, gue pikir lo tipe orang yang gak bakal nyerah sampai dapat" ujar Haechan masih dengan tawa renyahnya.
"emang, kayaknya setelah ini gue serius mau nikung" seringai tipis gak kentara terbit di wajah Mark.
Haechan makin ngakak denger ucapan Mark, tanpa sadar kalau dia lah orang yang bakal jadi orang yang direbut Mark dari kembarannya sendiri.
Selesai makan, Haechan nyuci piringnya sama piring bekas Mark. Pas lagi asik-asiknya nyuci tiba-tiba ada tangan yang ngelingkar di perutnya serta ciuman basah di tengkuk belakangnya.
"M-mark? Lo ngapain?" tanya Haechan bingung sekaligus gugup. Gara-gara yang nyentuhnya sekarang itu Mark bukan Minhyung pacarnya.
"kalau gue bilang yang pengen gue rebut itu lo gimana?" bisik Mark tepat di telinga Haechan yang berhasil bikin bulu kuduk Haechan berdiri semua.
Terlebih sekarang tangan Mark makin berani ngelus-ngelus puting Haechan dari luar piyama.
"lo gila?! Gue pacar Minhyung, kembaran lo!" ujar Haechan emosi dan langsung ngelepas pelukan Mark. Terus balik madep Mark.
Mark tersenyum miring. "terus kenapa kalau lo pacarnya Minhyung? Toh masih pacar bukan istri" sahut Mark santai sambil balik mojokin Haechan di kitchen sink.
"gi—"
Umpatan Haechan terputus karena Mark lebih dulu nyium Haechan, dengan keadaan terpojok terus tangan dicengkram bikin Haechan gak bisa berontak dan ngelepas ciuman Mark.
Ciuman panjang Mark bikin Haechan lemes, dia gak pernah dicium sebegini intens sebelumnya. Bahkan ciuman pertamanya tadi malam sama Minhyung juga gak sampai bikin lutut dia kaya jelly.
Melihat Haechan sudah gak ada tenaga, Mark dengan cepat ngangkat tubuh mungil haechan ke kamarnya dan ngunci tanpa kesusahan.
Haechan masih lemes banget sampai gak bisa ngelawan waktu Mark balik nyium dia di atas ranjang. Dia gak bisa berontak lagi saat Mark lepasin piyamanya sampai sisa celana dalam.
Ciuman Mark beneran bikin dia pusing apalagi tangan kasar Mark juga ikut ngeraba dimana-mana. Dan gak bisa dipungkiri kalau sentuhan Mark terasa enak.
"jangan ninggalin tanda" ujar Haechan saat ngerasa mark mulai nyesap lehernya. Bukannya nyuruh berhenti malah kata-kata itu yang keluar dari mulutnya.
Mark langsung patuh terus gajadi bikin hickey di leher lalu ngubah sasarannya jadi dada berisi Haechan.
Senyum langsung terbit di bibir tipisnya waktu ngeliat Haechan sensitif banget sampai gak sadar lengkungin dadanya seolah minta lebih.
Yang jelas langsung dikabulkan Mark dengan sesapan dan gigitan kecil di puting merah muda itu.
Kayaknya Haechan beneran gak sadar waktu dia ngedorong kepala Mark supaya makin dalam nyusu di putingnya. Bahkan lenguhan kecil sudah mulai terdengar dari bibir penuhnya.
Mark terkekeh waktu Haechan udah orgasme padahal cuman dimainin putingnya, belum sampai lubang atau 'adek'nya.
Selagi Haechan ngatur nafas. Mark ngambil lube sama kondom yang memang selalu ada di jaketnya.
Syukur Mark malam tadi cuman asik minum dan gak booking room, jadi persediaan kondomnya gak kepake.
Dengan terburu dia lepasin training abunya dan masang kondom di atas penisnya yang sudah tegang sempurna.
Jujur Mark dari awal ngeliat haetchan masuk dapur dengan penampilan khas bangun tidur bikin Mark horny af.
Dan sekarang ngelihat pacar kembarannya itu pasrah di atas ranjang dan cuman pakai dalaman bikin penisnya berkedut minta puaskan.
Setelah masang kondom, Mark merangkak ke atas tubuh Haechan terus balik nyium bibir bengkak Haechan. Walau dari tadi dia gak dicium balik sama Haechan, Mark tetap merasa candu sama bibir manis itu.
Sambil nyium Haechan, Mark ngelepasin penutup terakhir di tubuh sekal pacar Minhyung itu dan ngebuang ke sembarang arah.
Haechan berjengit kecil saat jari Mark ngelus lubangnya dengan gerakan seduktif. Bikin dia tanpa sadar gigit bibir Mark sambil berusaha ngejauhin tangan nakal itu.
Tapi Mark gak bergeming. Dia malah makin kekeuh muter-muter di cincin merah muda itu terus neken-neken sampai Haechan bergetar kecil.
Habis makein pelumas di jarinya, Mark mulai menerobos lubang yang masih tertutup rapat itu.
Haechan langsung lepas ciuman mereka dan ngeringis sakit saat jari panjang Mark melesak masuk lubangnya.
"sa-kit Mark, keluarin." pinta Haechan dengan setetes air mata yang lolos. Aslian sakit karena ini pertama kalinya ada benda asing masuk lubangnya.
"tahan, bentar lagi enak" jawab Mark masih dengan agenda nyiapin lubang Haechan. Anak perawan gak bisa asal terobos kayak biasa.
Terlebih ini Haechan, Mark gak mau bikin pemuda juni itu kapok main sama dia. At least, hari ini dapat dua ronde. Kalau Haechan kesakitan gara-gara dicoblos kan bahaya. Yang ada dia gak sampai masuk lubang.
Ngeliat Haechan yang udah lebih rileks, Mark nambah lagi jarinya. Membuat pola menggunting terus nyari-nyari sweet spot Haechan.
"ahh"
Got it. Mark senyum sumringah lihat Haechan yang kelihatan menikmati waktu dia nyundul titik sensitifnya berkali-kali. Bahkan sekarang dia gak ngeluh lagi waktu Mark masukin 3 jari dan gerak makin cepat.
Malah sekarang Haechan udah pasrah sepenuhnya dan desah minta Mark supaya terus ngenain titik manisnya.
"kok dilepass?!" sebal Haechan saat Mark ngelepasin jarinya padahal dikit lagi dia klimaks. Mark yang denger Haechan marah, malah ketawa karena lucu banget. Tadi aja sok nolak.
"sabar Chan, gak mau ganti yang lebih enak apa?" kekeh Mark sambil ngeratain lube di atas kondomnya.
Haechan terbelalak saat tanpa ancang-ancang Mark langsung masukin punyanya yang gede banget itu dalam sekali hentak.
"AH! Sakit anjing, gak bisa pelan ya lo!" Dumal Haechan karena gila ini sakit banget. Mark gak kira-kira langsung terobos aja padahal dia masih perawan.
"ups, kelepasan. Maaf ya cantik" ujar Mark sambil menciumi bibir Haechan.
Dia nenangin Haechan dulu karena beneran tadi Mark gak sengaja. Dia terlalu semangat sampai lupa kalau Haechan belum pernah dimasukin.
Waktu Haechan sudah kelihatan rileks terus gak tegang lagi, Mark mulai genjot pelan lubang Haechan.
Awalnya masih kedengeran ringisan waktu Mark gerak tapi lama kelamaan ganti jadi lenguhan tertahan.
Pas Mark ngelepasin ciuman mereka, desahan seksi Haechan langsung lolos dari bibirnya.
"enak kan?" goda Mark makin cepet nyodok Haechan.
"enak, mark. Ah! Ya disana" racau Haechan keenakan.
Mark balik nyusu lagi di dada satunya yang belum dia jamah. Bikin dada Haechan jadi bengkak keduanya karna mark ngisepnya lumayan kuat.
Yang lebih muda udah kelimpungan karena kepalanya pening titik sensitifnya dimainin Mark.
Sudah lupa kalau sekarang dia lagi seks sama kembaran pacarnya. Bahkan dia sama Minhyung gak pernah sampai segininya, paling banter ciuman sama pelukan.
Tapi dengan mudahnya dia lepasin virginitynya buat Mark. Ngangkang lebar-lebar di hadapan cowo yang bukan pacarnya.
"AH Mark!" desah Haechan saat orgasmenya tiba. Bikin kaos putih mark kecipratan sama spermanya.
Mark yang sudah berhasil bikin Haechan orgasme senyum puas.
Puas karena berhasil bikin pemuda manis itu desahin namanya berkali-kali. Puas karena bikin pemuda di bawahnya ini merem-melek keenakan. Dan puas karena dia yang merawanin Haechan, bukan kakaknya.
Mark narik Haechan buat duduk di pangkuannya. Bikin tubuh lemas habis klimaks itu bersandar di dadanya.
"jangan gerak dulu, gue masih sensitif" kata Haechan menghentikan pergerakan pinggul Mark.
"gue tunggu, sampai malem juga gue tunggu" kelakar Mark sambil nyingkirin anak rambut Haechan ke belakang telinga. Ngusap lembut surai kecoklatan yang sudah lepek karna keringat.
"gerak" titahnya masih sambil melukin tubuh Mark. Ngerasa familiar dan asing secara bersamaan saat meluk.
Tubuh Mark sama Minhyung itu sama persis, ototnya, besarnya, bidang dan tingginya sama. Yang beda mungkin bau badannya aja. Kalau Minhyung lebih ke soft yang menenangkan, kalau Mark ke maskulin yang strong gitu.
Tapi dua-duanya Haechan suka. Apalagi saat sekarang dia nyium leher Mark dengan posisi sedekat ini.
"Minhyung gak bisa gini kan?" tanya Mark yanh membuat haechan berhenti mendusal di lehernya.
"engga, dia anak baik gak mungkin merawanin anak orang sebelum nikah" jawab Haechan yang bikin Mark ketawa kenceng.
"berarti gue gak baik dong?" ujarnya sambil melanin genjotannya supaya bisa lebih santai ngobrol.
"jelas lah, kalau lu baik gak mungkin ngewe pacar kembarannya sendiri"
Lagi Mark tertawa mendengar balasan Haechan. "tapi yang gak baik ini bikin lo desah keenakan dari tadi." usil Mark sambil meremas bokong sintal Haechan.
Sial, malu banget Haechan dikatain begitu sama Mark.
"bacot, sodok aja yang bener sana." ketus Haechan ikut goyangin badan berlawanan arah sama Mark.
"lo yang minta ya, bukan salah gue kalau habis ini lo susah jalan." kekeh Mark lalu beneran nyodok Haechan sampai pemuda manis itu terhentak-hentak di atas pangkuan Mark.
Desahan dan kata kasar bersahutan keluar dari bibir mereka. Mark bahkan gak percaya bocah manis kaya Haechan bisa ngomong kotor.
Soalnya selama dia denger Haechan ngomong, anak itu selalu lembut dan sopan. Apalagi di hadapan Minhyung.
Gak bohong, Haechan yang desah pakai ngumpat itu kelihatan lebih hot. Makin seksi kalau yang dia desahin dari tadi adalah namanya, Mark.
Mereka desahin nama masing-masing saat pelepasan mereka tiba barengan. Teriak yang kemungkinan besar kedengeran sampai luar.
Haechan masih terkulai di pundak Mark, meluk Mark lemah sambil netralin detak jantungnya. Terlalu lemas buat pindah dari atas pangkuan Mark.
Yang disenderin cuman bisa nyiumin puncak kepala haechan sambil ngelus-ngelus punggung telanjang itu. Detak jantungnya juga masih belum normal. Entah karena seks mereka atau karena Haechan yang sekarang dekat banget sama dia.
Sampai akhirnya Haechan yang bangkit lebih dulu. Ngelepasin tautan mereka terus telentang di ranjang Mark.
Mark juga ikut baring di sebelah Haechan. Narik tubuh mungil itu ke dalam pelukannya. Haechan gak nolak sama sekali, faktor capek dan lemes bikin dia makin nyamanin diri dalam dekapan Mark.
Mendusal di dada bidang yang masih ketutupan kaos putih. Ngebiarin kembaran pacarnya itu ngelus-ngelus lubangnya yang perih.
"sakit banget ya chan? Gue semangat banget sampai lupa lo masih virgin" cemas Mark waktu ingat teriakkan sakit Haechan tadi.
"iya lo gak kira-kira asal gas aja. Mana punya lo gede banget lagi" balas Haechan jujur.
"ya maaf, tapi gak lama ilang kan sakitnya?"
Haechan mendengung membenarkan. Malu menjawab pertanyaan mark.
"kentara mana sakit apa enak?" tanya Mark lagi, saat gak mendapati jawaban sebelumnya.
"gausah gue jawab kayaknya lo udah tau" ketus Haechan menutupi perasaan malunya.
"bilang enak aja gengsi lo" cibir Mark makin gencar ngusilin lubang Haechan. Bikin Haechan ngelenguh lagi sambil meremas kaos Mark.
Gairah mereka kembali naik, atau lebih tepatnya belum surut sepenuhnya. Saat Mark ngelepas pelukan mereka terus ngambil kondom lagi, Haechan langsung panik.
"Mark lo gila? Kalau Minhyung pulang gimana?"
Mark yang lagi masang kondom gak peduli, biar di hadapan Minhyung juga dia berani nyetubuhin Haechan. Tapi dia tahu kalau Haechan yang gak mau, paling enggak dia harus ngeyakinin dulu supaya si cantik ini mau.
"ini hari rabu, Minhyung pulang sore. Main 3 kali lagi juga masih keburu" sahutnya santai sambil balik tubuh Haechan.
"gila, akh! Pelan-pelan, pakai aba-aba kek kalau mau masukin" gerutu Haechan saat Mark kembali memasukinya gak pakai peringatan.
"maaf sayang, udah gak tahan" sahut Mark ngeyel.
"sayang pala lu peyang. Ahh Mark" dumal Haechan yang berganti dengan desahan.
Akhirnya mereka ngelakuinnya lagi, berkali-kali. Tanpa takut kalau mungkin aja Minhyung sudah pulang dan memergoki keduanya.
Ah ternyata bener kata pepatah,
Good boy will bring you to heaven. But bad boy will bring heaven to you.
End
