Actions

Work Header

Do You Want to Try Him?

Summary:

“Lo belum pernah main sama Sungchan emangnya Bin?”

Nama yang selalu Wonbin denger dilingkup pergaulannya itu. Jung Sungchan yang selalu ada dimana-mana dan di sekitarnya, namun tak pernah masuk ke dalam hidupnya. Lingkaran setan yang belum mempertemukan mereka. Tapi Wonbin penasaran, karena hanya ia yang tak pernah di panggil oleh Sungchan diantara teman-temannya.

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

Kak Taro

*Send a Photo

‘guess who’

 

Sohee

’HAH’

’JUNG SUNGCHAN??’

he’s good sih emang ngl. tapi lo bakal langsung di tinggal Kak LMAO.’

 

Kak Taro

’ikr. yang penting he said he miss me tho. AND I DO MISS HIM. awkwk.’

*Send a Photo

my fave possition hehe.’

 

Sohee

’KAK told him i miss him dong.

 

Kak Taro

‘later ya dek, lemme have a good time with him.’

’@You you never try sungchan ya bin?

 

You

’Sungchan? never. ga pernah ngobrol, i dont think he like me.’

 

Sohee

’emang susah dideketin dia, apa lagi lo introvert mampus. muka Sungchan emang galak, coba have a lil chit chat deh sama dia.’

 

_____

Bagaimana memiliki kesempatan untuk berbicara dengan Sungchan? Walau pun mereka berdua ada dalam satu fakultas yang sama dan notabenya adalah kating dan deting. Mereka hanya akan saling beradu pandangan lalu mengalihkan mata itu. Diantara Sungchan yang berbincang dengan Sohee dan Anton yang notabenya teman satu angkatannya dan Wonbin yang hanya berbincang banyak dengan Eunseok. Mereka tidak pernah berbincang banyak, intens, akrab, bahkan sekecil basa-basi ringan. Kantin Rektorat tentu selalu ramai, bebagai mahasiswa datang ke gedung paling bagus itu untuk makan di kantinnya. Dan tempat itu menjadi saksi bisu antara dua pasang mata yang hanya saling menatap. 

 

“Ah! Sumpah dosen tadi nyebelin banget. Happy for you deh bin yang bukan anak FISIP.” Sohee mengeluh diantara Wonbin dan Anton. Sohee dan Anton itu satu prodi, satu jurusan, dan satu kelas, bonusnya mereka jadi HTS-an dari jaman maba. Wonbin yang memang sudah temenan sama Sohee dari jaman SMA jadi suka main sama dua curut yang tidak jelas statusnya itu. 

 

Don’t think too much about academic things hee. Yang penting lo masuk kelas.” the mind set that mahasiswa maroon yang kerjaannya cuman kuliah dan pulang. Begitu lah kehidupan Wonbin.

 

“Halo kesayangan-kesayangan kakak!” Taro berjalan menghampiri mereka bertiga. “KAKK I MISS U.” ujar Sohee semangat sambil memeluk Shotaro.

 

Oh bagaimana Sohee dan Wonbin bisa memiliki grup circle dengan Shotaro? short story. Tempat dugem jawabannya. Welcoming Party Maba yang selalu dilaksanakan dalam club malam ditengah kota itu jadi tempat mereka berkenalan dan merekomendasikan pasangan tidur satu sama lain.  Di tempat itu pula Wonbin menyadari dirinya memasuki lingkup setan, karena setelah pesta selamat datang itu ia mendapati dirinya tanpa busana dengan lelaki berambut pirang bernama ‘Song Eunseok’. partner pergaulan bebas pertamanya di dunia perkuliahan. Wonbin akui Eunseok terlalu baik untuk jadi partner berhubungan badan, after care yang pihak bawah selalu harapkan ia dapatkan setelah bermain dengan katingnya itu. Oh, He’s not deserve this.

 

”Kebetulan ya ini? Kalian ngapain di Kantin Rektorat juga.” Eunseok yang satu fakultas dengan Shotaro di Fakultas Seni dan Budaya itu ikut nkmbrung. 

 

“Ya, makan dong bang?” Anton pun menjawab dengan nada datarnya. Dibalas tawa singkat oleh Eunseok, pria itu duduk di samping wonbin. Basa-basi ringan yang Wonbin tidak pernah suka. Selagi mereka ditinggal ketiga orang lainnya untuk memesan makanan, ia tersenyum menatap Wonbin.

 

”Apa kabar bin?” tanya Eunseok ke Wonbin di sana. “Good. Lo gimana kak?” Wonbin menjawab tanpa menatap lawan bicaranya. “Udah lama ya gak ngobrol, kamu ga pernah chat aku lagi loh bin.” Wonbin tersenyum acuh tak acuh bingung memjawab pernyataan katingnya itu ia berusaha mengalihkan pandangan.

 

”Eh, Chan. Ngapain lo?” Wonbin menghadapkan pandangannya dengan pria tinggi yang tiba-tiba duduk di hadapannya itu. “Just walk by. Gue abis ketemu WR 2 tadi.” Icon pergaulan bebas yang menjabat dan sibuk itu memang berbeda, Wonbin menatapnya heran reputasi kating satu jurusannya itu kenapa bisa semulus itu.

 

Mata mereka bertemu. Tanpa senyum, tanpa sapa, dan tanpa ucapan sedikit pun Wonbin kira kating itu akan mengajaknya bicara.

 

“Loh Kak Sungchan?” Pandangan itu terputus, kembali dengan Wonbin yang fokus pada ponselnya dan Sungchan yang akan menanggapi semua lontaran yang disampikan oleh teman-temannya itu. Tanpa kata, tanpa keakraban, hanya tatapan diantara mereka.

 

____

“Sion! lepasin gue. I’m not in mood rn. jangan maksa gue.” Di tengah lampu gemerlang itu, tangan kecil Wonbin di tarik. Sion, salah satu mantan partner sexnya itu mengajaknya minum bersama, Wonbin tau akhirnya akan seperti apa dan ia sedang tidak ingin menghadapi pria yang hanya butuh lobang untuk di tumbuk.

 

”Bina? I only need your 30 min for me, please?”

 

Wonbin menggeleng menarik lengannya paksa, ia bawa dirinya menuju lorong ke kamar mandi club di sana. Sion masih mengikutinya tanpa ragu memanggil namanya berkali-kali. Panggilan kesayangan yang Wonbin khususkan untuk saat sex dan pria itu memanggilnya seenaknya di tempat umum. 

 

Don’t call me that!” Wonbin membalikan badannya dan menatap Sion kesal, nafasnya memburu dengan muka memerah entah karena efek alcohol atau dirinya yang akan meledak dengan emosinya itu. Sion mengambil kedua tangan Wonbin. “Please, i want to take your little time.” suaranya memelan namun terdengar memaksa. 

 

Tarik menarik kembali terjadi, setengah mati Wonbin berusaha melepas kwdua tangan itu, “Leave me alone! Gue gak mau Sion!” 

 

Saat tangan si kecil ia paksa untuk di tarik mundur, Sion melepasnya, badannya juga ikut terhempas ke belakang. Ia ringan, ringkih, jika terjatuh badannya akan remuk dengan tekanan yang tak di sengaja itu. Bruk—

 

Dada bidang menahan dirinya dibelakang, Wonbin meringis, air matanya tertahan di ujung matanya mukanya bengis kesal. Sion menatap orang itu, nyalinya mulai menciut. Orang dengan nama yang selalu ada dalam layar club yang ia datangi untuk have fun. Orang yang semua orang tau seberapa mantap dirinya di ranjang, juga panggung akademik. 

 

“Bina is with me tonight Sion. Do you want me to find you another partner?” 

 

“Ngga bang. Sorry gua ga tau.” Sion langsung membalikan dirinya untuk kembali ke dance floor memilih acak orang di sana atau dia akan ke table teman-temannya untuk sekedar minum dan merokok. Wonbin bergetar di sana. kakinya ia usahakan untuk tegap agar ia tidak perlu bersandar lagi. Ia tau pemilik suara itu, sialnya ia tidak sama sekali akrab dengan lelaki itu.

 

“Bina? You have a cute nickname ya?” 


Wonbin menarik dan mengeluahkan nafasnya kasar. Ia harus menjelaskannya kepada sosok yang lebih tinggi itu, “Thats my sex nickname Kak, Hope you forget that. And.. Thanks.” ujar Wonbin menatap sungchan di akhir katanya. Senyum menjadi balasan yang Wonbin dapatkan.

 

”Sungchaniee?” Haechan, mahasiswa semester 6 itu keluar dari toilet dengan langkah pelannya, they could've been sex in the toilet huh? pikir Wonbin liar. Wonbin melihat Sungchan menoleh ke belakang di sana. 

 

Your welcome, bina.” balas Sungchan pelan sedikit menundukan badannya dan tersenyum manis, lalu berbalik dan menanggapi lebih tua itu. Wonbin acuhkan semua hal yang membuatnya penasaran, ia akan pulang dan tidur.

 

___

Jung Sungchan (jungsungchan_) has requested to follow you.

 

Handuk terletak diatas kepalanya, Wonbin menatap ponselnya datar, notifikasi yang tidak pernah ia duga karena selama kenal dengan Sungchan memang mereka hanya kenal sekilas. Wonbin per hari ini pun percaya tidak akan ada apa-apa diantara dirinya dan Sungchan. Pun Wonbin rasa berkaitan dengan Sungchan akan berbahaya, entah insting dari mana. Dia membuka profile laki-laki tinggi ini, melihat feeds-nya yang selayaknya pria normal dengan karir yang bagus tanpa sex record yang amat kacau. Lagi pula mengapa Wonbin terlalu penasaran dengannya, mungkin Sungchan follow karena ia menemukan profile Wonbin di rekomendasi bukan?

 

___

 

Wonbin (parkwonbinn) has accepted your follow request.

Wonbin (parkwonbinn) started following you.

 

Sungchan kenal eksistensi Wonbin, Ia tau bahwa pria manis itu juga mengetahui keberadaannya. Suasana canggung dengan sedikit tension yang entah apa juga selalu Sungchan rasakan. Saat dirinya menjadi panita pengenalan kampus di fakultasnya, dan tepat saat Wonbin di ospek, postingan akun cantik di Universitas mereka menampilkan wajah Wonbin, 3 slide foto yang terpampang cukup membuat postingan itu di banjiri komentar.

 

@xxfame

Ini anak FH itu ya? 

@ddddone

manis banget gila. 08 brp kak

@allofyyyyou

pls spill all of ur make up kak

@talxxsaxxy

enak nih buat di pake

 

Dan 500+ komentar yang Sungchan baca tentang komentar orang lain di akun itu ia baca kan untuknya sendiri. Sampai tiba di Welcoming Party untuk maba itu, Sungchan melihat wajah yang familiar itu, muka tenangnya ketika meminum segelas alcohol sesekali menghisap disposable pod di tangannya. Pembawaannya tenang, namun Sungchan akui tatapnya memikat para lelaki brengsek di luar sana, bahaya. Bukan kah Sungchan dalam kategori brengsek juga? Namun ia akui jatuh secara cepat bukan lah gayanya.

 

'Main sama Sungchan? abis itu langsung ditinggalin.' omongan yang selalu ia dengar tentang dirinya sudah mulai ia abaikan digantikan dengan omongan lain, tentang lelaki manis yang ia tidak kenal, tidak akrab, hanya tau akan eksistensinya. 'Goyangannya enak, cantik, manis, dan no hard feeling. Gak repot main sama dia.' Kalau diakui siapa yang tidak penasaran dengan review sebagus itu?

 

___

 

Lagi-lagi Sungchan dan Wonbin tidak pernah saling berbicara lagi setelahnya, bertemu di kampus pun hanya mata mereka yang akan saling bertemu tidak ada ekspresi apa pun yang akan mereka keluarkan dalam tatapan sekian detik itu. Namun entah bagaimana ceritanya mereka diperteukan dalam table yang sudah di pesan oleh Shotaro di fyne malam itu.

 

"Kak ini lo yang bayarin kan?" Ujaran Sohee secara spontan dengan muka sumringahnya itu membuat tawa dimeja yang sudah ada dua botol alcohol itu. 

 

"Actually, Sungchan yang bayar 80% sisanya gue."

 

Tidak ada rasa tak kejut selain bagaimana bisa pria tampan itu satu meja dengan meja dengan mereka dan bahkan membayarkan table tersebut. Mata Wonbin juga sedikit tebelak terkejut dengan eksistensi Sungchan di meja tersebut. Bagaimana pun juga Wonbin bukan lah orang yang cukup akrab dengan Sungchan. Sohee yang sudah sedikit semangat dengan akan adanya Sungchan di meja tersebut langsung semangat mengambil es batu di masukan ke dalam gelasnya. 

 

"Bin, biasanya kalo Kak Sungchan bayarin table dia lagi mau main sama orang." Sohee berbisik di telinga Wonbin, setelah Shotaro pergi untuk menjemput temannya yang lain untuk di bawa ke meja itu.

 

"Kenapa lo ngasih tau gue?" Sinis Wonbin saat mendengar perkataan Sohee. Sebenarnya Sohee pun sudah tau bahwa Wonbin tidak akan tertarik dengan percakapan tentang sosok yang mungkin tidak masuk ke dalam krieterianya dengan segala rumor yang sudah beredar itu.

 

"Siapa tau lo mau nyoba sama dia." Wonbin mendengarnya tertawa kecil dengan dengusan pelan. Wonbin benar-benar tidak dalam mood bermain dengan orang akhir-akhir ini entah apa yang merasukinya, mungkin dia ingin sedikit bersantai.

 

"Oh baru kalian yang di sini?" Suara itu memecahkan keheningan antara dua orang di sofa itu, Sungchan datang lalu duduk di samping Wonbin dan langsung mengabil gelas dan menuangkan jameson itu ke dalamm gelas berisi es batunya. Menuangkannya ke dalam gelas Sohee dan Wonbin juga, dan mengajak mereka bersulang di sana.

 

"Lo kayak lagi mood banget ya kak hari ini." Perbincangan bertopik itu dimulai oleh Sohee. Senyum Sungchan menjadi hal yang sangat amat di minati oleh Sohee di sana.

 

Wonbin hanya diam di tengah dua orang itu, mendengar percakapan yang sungguh tidak ia minati. Mata Wonbin menatap Sungchan saat laki-laki itu sedang meminum sedikit alcohol ke dalam bibirnya. Mata Sungchan turut membalas tatapan Wonbin saat gelasnya menyentuh bibirnya. Tawanya tertahan dan menjadi senyum. Tidak ada balasan apa pun dari wajah Wonbin di sana, ia hanya mengalihkan pandangannya setelagnya. Sungchan pun lanjut berbincang dengan Sohee yang melanjutkan percakapan mereka.

 

drrt- getaran ponsel Sungchan menarik perhatian Wonbin karena ponsel tersebut ada di atas meja tepat di sebelah gelas minumnya, tanpa sengaja ia melihat notifikasi yang bermunculan.

 

Eunseok

'Lo udah di fyne chan?'

-

Kak Hae

'wtf Sungchan. apaaan sihhh'

-

Sangwon

'charge kamu ketinggalan di sini, kak.'

'kamu di fyne kan? mau aku ke sana atau kakak yang ke tempat aku?'

-

 

Oh. Such a bastard.

 

___

“Bina.”


Panggilan yang masih asing, suara yang santai namun menarik perhatian. Yang dipanggil pun menoleh, lorong panjang menuju ruangan lain yang lebih sunyi dari keramaian dan detuman musik yang keras. Wonbin yang dipanggil dihimpit ke tempok, terkujut dirinya dengan pria tinggi di depannya yang melakukan tindakan tersebut.

 

“Kak, sorry can you not call me that? lo mabok?” Tanya Wonbin melihat orang didepannya dengan wajah merahnya menatapnya cukup intens dan sulit diartikan.

 

‘Sungchan tidak kuat minum’ rumor seperti itu sudah ada di telinga Wonbin, namun dirinya masih tidak mengetahui kebenaran lagi pula itu tidak penting.

 

”Kamu beneran no hard feelings bin?”

 

Pertanyaan yang membuat Wonbin terbingung di sana. Entah apa yang Sungchan katakan membuatnya cukup terkejut. Wonbin hanya bisa terdiam dengan beribu kata ‘hah’ dikepalanya. Tanpa aba-aba, Sungchan mencium Wonbin di sana, Meraupnya nafsu dan tidak bertempo. No hard feelings? Wonbin tau itu julukan untuknya selama ini. Wonbin hanya bisa membalasnya, membalas ciuman yang entah arahnya kemana, entah akan berakhir seperti apa. Saat dua bibir itu terlepas, menyisakan deru nafas yang tidak teratur dan tatapan mata yang candu.

 

Wonbin tidak pernah mengira akan ada diposisi, dengan orang yang tidak akrab dengannya.

 

My place ya?” Tanya Sungchan sepihak.

 

___

Di sana lah mereka berdua, saling bercumbu di dalam apartemen milik Sungchan. Nafsu menghabisi mereka saat tiba di tempat tinggal Sungchan itu. Semua pakaian sudah dilucuti, Sungchan berada di atas Wonbin mengecupnya dan memberikan banyak bekas di sana. Sisa celana dalam Wonbin yang masih tersisa menutupi kelaminnya. Memek tembamnya sudah mengeluarkan cairan bening di sana. Sungchan menjaili Wonbin dengan menggesekkan tangannya di kemaluan itu dengan kain yang masih menempel di atasnya. 

 

“Ah! Kak— jangan di garukk..” 

 

Badan Wonbin mengeliat di sana, ia menggeserkan tangan Sungchan yang terus menjailinya. Sungchan pun gemas dan berakhir menarik dalaman itu. Vagina imut terlihat di depannya, bersih tanpa bulu dan kembang kempis minta di belai.

 

“Bina.. Mau sepongin kakak dulu gak..?” 

 

Kalimat tanya yang di iya-kan oleh Wonbin itu menbuat posisi mereka berbalik. Wonbin berada di atas Sungchan dirinya menunggung untuk dapat meraup kontol besar itu. Kepalanya teringat kepada rumor itu lagi, ‘Sungchan ga suka disepongin’ kalimat itu membuatnya bertanya, karena yang sekarang terjadi justru sebaliknya.

 

“Jangan pake gigi cantik.. shh.” geraman Sungchan membuat Wonbin menatap pria di atasnya merayu. tatapan mata Wonbin yang sekarang hanya penuh dengan gairah dan bukan lagi tatapan dingin itu membuat Sungchan tidak tahan. 

 

“Bina sayang.. udah...”

 

Sayang? Sungchan bilang sayang kepadanya? 

 

Saat mulut Wonbin sudah begerak nafsu, kepalanya ditahan oleh si yang punya kelamin. posisinya kembali terbalik. dibawah sana Wonbin megangkang lebar. Jari Sungchan mulai masuk dan menggauli memek Wonbin.

 

”Ah.. Kak- Sungchan.. Lagi..” Tiga jari sudah masuk di sana, badan Wonbin meresponnya dari setiap gerakan mendalam yang dilakukan pemilik jari yang jail itu. 

 

“Ahh.. Kakakkk Bina mau keluar.. angghh..” Saat itu pula Sungchan mengeluarkan jarinya dari sana, menggantikannya dengan kepala kontol yang menahan memek Wonbin untuk keluar. “Ahh.. Ahh.. Nghh..” Saat Wonbin ingin keluar, Sungchan memasukan sekaligus kontolnya ke memek Wonbin.

 

”AHH! SAKITT! KAK SUNGCHAN.. KELUARIN MEMEK BINA MAU BUCAT!!” Kaki Wonbin bergerak tidak karuan di sana, bokongnya naik dengan gerakan tidak teratur, kejutan kontol Sungchan membuat badannya bergetar. Memeknya mengeluarkan cairan bening yang tertahan.

 

Saat pinggul Sungchan mulai bergerak yang dibawah hanya pasrah sambil mendesah pelan. di awal-awal desahannya pesal, makin lama suaranya makin kencang saat tempo yang berikan Sungchan bukan main-main, dirinya hanya bisa memeluk yang lebih besar 20kg 10cm dari dirinya sambil menjeritkan nama yang diatasnya. persetubuhan tanpa pengaman yang dilakukan itu membuat semuanya semakin terasa nyata. Dan pun Wonbin lupa mengingatkan Sungchan akan hal itu.

 

“Kakak.. Kamu belum pake kondom.. ah- nghh.. Kak Sungchan.. Kondom!!!” jerit Wonbin diabaikan karena tempo Sungchan makin kencang, dan dirasakan kontol Sungchan makin mengeras. tidak ada kata yang dimenjawab kalimat Wonbin. Wonbin hanya dengar kata ‘Bina’, ‘Cantik’, 'Sayang', ‘Enak’, dan lainnya yang tidak jelas ia dengar. 

 

Saat dirinya sudah lemas dan hanya bisa menerima hujaman yang cepat itu. Yang lebih tua mengeraskan tusukannya, membuatnya lebih dalam dan desahan Wonbin melantang sesuai gerakan. 

 

“AHH! Bina kamu enak banget cantik..” Kontol Sungchan masuk sengat dalam di sana dan mengeluarkan peju yang hangatnya itu di dalam sana. Wonbin bergetar hebat karena dirinya juga keluar di waktu yang sama. Kakinya bergetar menerima cairan kent itu. saat Sungchan mengeluarkan penisnya, memek itu memuncratkan banyak putih.

 

”Kak Sungchan, kamu gak pake kondom..” 

 

Sungchan tidak mendengarkan apa kalimat yang disampaikan Wonbin. Namun dia malah memberi order yang lebih kepada Wonbin.

 

“Bina. Ride me, please?

 

Entah apa yang merasuki Wonbin saat ia mendapati dirinya sudah mendudukan kontol Sungchan, badannya sudah bergerak diatas sana, menggarukkan bagian dalam kelaminnya dengan batang milik pria yang tidak akrab dengannya itu. “Nghh.. Bina.. cantik iya terus.”

 

Di bawah sana Sungchan memasukan jarinya di mulut Wonbin, tangan satunya meremas dada Wonbin yang tidak seberapa itu. ”Ahh- Nghh Kak..”

 

Wonbin memantul-mantul diatas Sungchan, pikirannya kemana-mana. Sesekali ia turunkan dirinya untuk bisa bercumbu dengan Sungchan. Ia jadi mengingat saat Kak Taro menceritakan pengalamannya bersama Sungchan. Cerita soal Sungchan yang selalu ‘play it safe’ lagi-lagi tidak terbuktikan. Sungchan dibawah Wonbin turut menggerakan penisnya agar semakin tertusuk ke dalam vagina Wonbin. Wonbin sudah mendesah tidak karuan ia memegang paha Sungchan untuk pria itu tidak menggerakannya. tidak lama Wonbin mengeluarkan kontol Sungchan.

 

”Ahh.. Kak Sungchan aku capek.. Ahh-“


Badan Wonbin dihempas kebelakang dan dibuatnya menungging. Yang lebih tua mulai memasukan kelaminnya lagi ke dalam memek Wonbin dari belakang. 

 

Wonbin menjerit, desahannya tidak beraturan dengan gerakan Sungchan yang tiba-tiba. Badannya meliuk karena tekanan dari belakang. Tangannya ditarik Sungchan untuk jadi pegangan, dada Wonbin jadi membusung ke depan.

 

”Bina.. Sayang..” 

 

Ah, Wonbin ingat, Sohee pernah bilang bahwa Sungchan jarang sekali berbicara ketika berhubungan badan. Namun saat ini Wonbin menyaksikan hal yang sebaliknya, Sungchan talk a lot and praise him a lot. Kalimat pujian ia dapatkan semuanya.

 

”Kak… Agh—“ Wonbin keluar lagi, tumbukan itu memelan saat Sungchan melihat badan Wonbin yang bergetar, bokongnya beriama dengan cairan yang keluar itu. Kaki Wonbin diangkat satu okeh Sungchan membuat Wonbin semakin menungging dan manahan tumpuan badannya dengan lututnya.

 

Kecapatan Sungchan semakin menjadi, Wonbin sudah tidak tahan dan terus menjerit. Dua kelamin itu menghasilkan suara merdua yang tidak terstur, dan juga suara air yang terciprat keluar terdengar dari sana.

 

”Kak Sungchan..! Bina mau keluar lagi.. Ahh..” Akhirnya Sungchan manarik Wonbin untuk berada dibawahnya kembali, Sungchan menghujaminya dengan kencang. Kontol besarnya itu dia gunakan sebagai senjata untuk merodok memek Wonbin.

 

”Ahhh… Anggghh!!”

 

Saat itu juga Sungchan keluar lagi, Badan Wonbin bergetar menerimanya. Tubuhnya meliuk bekali-kali dan kakinya bergetar hebat. Bafasnya sudah tidak bisa ia kendalikan, meraup sebanyak mungkin oksigen.

 

“Bina.. Cantik… Sayang.. Kamu beneran no hard feelings?”

 

__


You

*Send a Photo

Good morning

 

Kak Taro

‘Astaga bin..’

 

Sohee

’LAH PANTES TADI MALEM ILANG’

’wait..’

’KAK SUNGCHAN?? LO GA DITINGGAL MEK???’

 

You

lmao im at his place

’oh ya, 1. he praise me a lot; 2. i suck his dick; 3. we’re not ‘play it safe’; 4. im at his place;  5. he stay

 

Kak Taro

You must be kidding me..’

 

Sohee

Congrats??? NO I MEAN WTF. Lo ngewe sama demit kali.’

 

You

*Send a Photo

’Demit mana seganteng ini lol’

'actually i don't expect we're gonna end up in bed'

 

Kak Taro

ITS YOUR FIRST TIME WITH HIM BIN.’

WELL DID HE CALL YOU BINA?’

 

You

He did.’

Do people talking abt ‘no hard feelings’ when they talking at my bacj?

wait Ksk Sungchan bangub’

He told me a lot abt no hard feelinsg

 

Sohee

’Okay. First of all stop pamer?’

And thats true semua org yang pernah main sama lo selalu bilang lo itu ‘no hard feelings’ bgt anaknya’

 

You

SORRY.’

’SHT KAK SUNGCHSN BGAJSK MANDI BARNEG’

 

Kak Taro

’SEMUA ORANG YG NGEWE SAMA LO BILANG GITU?’

’Bentar..’

’Sebelum gue ketemu Sungchan, a lot of people say gue orsng yang ga bakal kangen sama prtnrr sex’

’Wah bangsat.’

 

Sohee

’Wait.. First time gue sama Kak Sungchan setelah rumor gue ga mau in touch sama yang lain lagi setelah HTS-an sama Anton..’

’Oh anjing.’

TELL ME YOU’RE NOT FALLING FOR HIM BIN. WALAU LO DI KASIH SPECIAL TREATMENT.’

 

You

’HAHH WAITSSKAKWJ”

 

Sohee

’Lo dapet semuanya dari dia. tapi hati-hati’

’He’ll do anything. Dia rela ngelakuin hal yang ga biasa bagi dia karena penasaran.’

 

Kak Taro

Don’t fall bin.’

Remember he’s a bastard too.

Notes:

hope u enjoy, thanks for reading my work.

don’t find me anywhere.

with love, kav