Work Text:
Silco tuh selalu, selalu, daaan selalu usahain apapun buat Viktor.
Makanan? On the way.
Baju? Choose the date.
Buku? Mau beli di mana? Online shop atau tokonya langsung? Viktor tinggal ngomong aja.
And Viktor enggak buta untuk tahu kalau dia tuh beruntung. So, whenever Viktor punya waktu berduaan sama Silco, Viktor selalu manjain Silco. (Literally) ((notmanjayangitu)).
Kayak sekarang. Silco lagi di rumah terus dari pagi. Bukan karena hari tanggal merah. Bukan karena ngambil cuti juga sih. Silco lagi enggak enak badan. Maklum, sudah berumur.
"Begadang aja terus. Enggak usah tidur. Toh kamu kan superhero pro max. Jadi enggak usah istirahat." Cerewet Viktor (lovingly) sambil ngusap rambut Silco yang lagi tiduran dipahanya. Mereka lagi di kamar, requested dari si sakit.
"Kalau istirahat terus nanti ga selesai dong kerjaannya...." Balas Silco sambil peluk perut Viktor lebih erat (sedikit aja kok). Silco lagi tiduran. Kepalanya di paha Viktor, tangannya meluk Viktor, badannya terlentang begitu aja di kasur, kakinya ngegantung sedikit di ujung tempat tidur.
Si cerewet hanya buang napas pasrah. Tapi tetep tangannya lembut usap rambut Silco. Diperhatiin muka si yang lebih tua. Kantong mata yang astaga. Gelap banget bang.
"Akunya mulai kerja juga apa ya. Supaya kamunya ga secapek ini. Sedih aku."
"Akunya nanti lebih sakit liat kamu kerja. Takut kamu sakit lagi. Ga bisa aku." Balas Silco dengan nada yang ia buat lembut walau mukanya udah asam— alisnya tekuk. Matanya udah kebuka dan kayak diruncing, tajam.
Viktor hanya bisa ketawa kecil. Hadeeh, batinnya.
