Actions

Work Header

bersenggama di kandang macan

Summary:

Bagaimana jika Junaidi (James) ketahuan sedang melakukan coli dan melihat video bokep, apa reaksi Yanto (Anton) ?

Work Text:

Kandang Macan: Ruangan khusus di dalam kabin bus atau biasanya terletak di bagian belakang atau di dekat bagasi bawah. Ini digunakan oleh sopir cadangan atau kernet untuk tidur bergantian selama perjalanan (Sumber: Google

Trigger Warning: Klaustrofobia

Anton as Yanto (Sopir bus) 
James as Junaidi (Kernet) 


Di zaman sekarang, mencari pekerjaan saja sulitnya minta ampun. Yang katanya akan membuka 19 juta lapangan pekerjaan, malah membuat program MBG yang tidak ada manfaatnya bagi seluruh rakyat Indonesia. Sampai ada salah satu menteri pendidikan mengatakan para guru yang jumlahnya 43 juta setuju terus dilanjutkan karena dampaknya sangat positif. Sedangkan menurut portal data kemendikdasmen jumlah guru di tahun 2026 saja hanya 3,4 juta. Untuk sisanya yang sekitar 40 juta kemana? apakah jumlah tersebut masih berbentuk nyawa atau tidak? tidak ada yang tau. 

Menurut Yanto sendiri, bisa mendapatkan pekerjaan di era sekarang saja dia sudah sangat bersyukur. Meskipun pekerjaan yang sekarang nyawa taruhannya. Monotonnya jalan tol, sudah menjadi makan siang dan sekaligus makan malam baginya. Dan rasa kantuk pun juga sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Tapi untung saja, dia mendapatkan partner yang bisa di ajak berbincang untuk mengurangi rasa kantuk. 

Junaidi, tipe orang yang sangat ceria dan banyak omong. Banyak omong disini bukan ke arah yang negatif tetapi positif. Selalu saja membuat Yanto merasa terhibur dengan cerita randomnya. Semakin malam pun topik mereka semakin berat, mereka berdua terlahir dari keluarga yang ekonominya masih kurang. Mau tidak mau mereka berdua tidak bisa merasakan bangku kuliah. 

Tetapi mereka masih bersyukur masih bisa hidup di negara yang nilai mata uangnya melemah. Karena upah yang mereka dapat masih bisa membuat mereka dan keluarga hidup dengan “tenang” dalam tanda kutip. Makna tenang disini, bisa membayar semua tagihan, seperti hutang ke bank, tagihan listrik, tagihan air dan lain-lain. Kehidupan dewasa seperti ini, membuat mereka berdua sangat muak. 

Dan sekarang mereka berdua sudah di dalam bus dengan tujuan Malang-Jakarta. Selama perjalanan, para penumpang cukup aktif seperti menyanyi dan menyebarkan lelucon yang membuat Yanto dan Junaidi ikut tertawa. Setidaknya hal ini yang membuat mereka berdua suka dengan pekerjaanya. Bertemu banyak orang dengan berbeda karakter. Setelah sampai tujuan mereka berdua pun kembali ke Malang, karena besoknya mereka masih harus bekerja lagi. 

Selama perjalanan, Junaidi baru tersadar. Bahwa Yanto itu cukup tampan dan proposi tubuhnya juga oke sekali. Dia pun bertanya-tanya, mengapa dia tidak melamar pekerjaan menjadi model saja? pasti pekerjaan itu sangat cocok dengannya. Dan selama mengenalnya pun dia tidak tahu kehidupan percintaan Yanto. Apakah Yanto sudah punya kekasih atau malah sudah beristri. Tetapi bagi Junaidi, sangat tidak mungkin bila Yanto tidak mempunyai kekasih, wajah yang cukup tampan itu cukup sayang bila tidak mempunyai seseorang kekasih. 

Lagi-lagi Junaidi salah fokus. Saat Yanto menarik rem tangan, bagian tubuh yang sama seperti benang atau kata lain urat pun terpampang jelas di tangan besar miliknya. Junaidi sangat ingin memegangnya, akan tetapi itu terdengar ide gila dan juga tidak sopan. 

Jun, mampir nang rest area sek yo aku ate adus wes lengket kabeh awak ku” ucap Yanto 

Iyo mas aman, lek ngunu aku tak istirahat sek” 

Yanto pun mengiyakan ucapan dari Junaidi. 

Mereka pun sudah memasuki rest area. Yanto mulai memarkirkan bus, dia melakukan parkir paralel. Supaya Junaidi bisa beristirahat di kabin bus yang terletak di samping kiri. Dan pemandangan dari samping hanya sebuah tembok. 

Di saat Junaidi menunggu Yanto, dia pun merebahkan dirinya di alas kasur yang sudah tersedia di Kandang Macan. Junaidi merasa bosan, dia tau bahwa Yanto mempunyai kebiasaan bila mandi bisa sangat lama. Entah apa yang dia lakukan di dalam sana. Selama dia bermain dengan handphone nya, Junaidi menemukan sebuah video yang bisa menjadi harta karun nya. Karena jadwal kerja yang padat jadi dia sudah lama tidak mastrubasi. 

Masih awal durasi, kejantanan Junaidi sudah berdiri dengan tegak tidak sama seperti keadilan di Indonesia yang susah tegak. Mungkin rasa adil di Indonesia ini impoten jadi sangat susah untuk menegakkan keadilan. Selama melihat video vulgar, Junaidi memperhatikan lekukan tubuh dari pemain. Dan yang pastinya memperhatikan kejantanan dari pemain yang lumayan besar. Terbesit dipikirannya, Apakah ukuran kejantanan Yanto sama seperti itu? tapi mengapa di otaknya terbesit Yanto? 

Junaidi mulai mengocok kejantanannya. 

Ahh… ahh enak e cok” 

Ritme kocokan tersebut semakin dia percepat. Dia ingin menyelesaikan kegiatan ini sebelum Yanto kembali. Agar dia bisa langsung membersihkan cairan cintanya. Tetapi yang dia bayangkan tidak berjalan mulus seperti tol. Yanto kembali dengan cepat, saat dia buka memperlihatkan Junaidi tangan kanan mengocok kejantannya dan tangan kiri memegang hp nya. 

Jun kon lapo?” 

Junaidi merasa terpanggil. Dia sangat malu dengan apa yang dia lakukan sekarang. Dan pun mereka berdua serasa mati kutu. Yanto melihat dari ujung kepala sampai ujung kaki Junaidi. Ternyata dia baru tersadar, bahwa Junaidi mempunyai tubuh yang sangat mungil dan tubuhnya mulus dan putih seperti susu. Dia sempat heran, apakah Junaidi ini seorang pria atau wanita? dia jarang melihat pria seperti Junaidi. Berbeda dengan Yanto yang memiliki tubuh besar dan berkulit sawo matang. 

Mas sepurane… anggep ae sampeyan ora ndelok aku yo…

Lah tapi aku wes ndelok Jun? terus yoopo?” 

Hmm… yoopo lek Mas Yanto ngewangi aku ae? nanggung iki mas…” ucap Junaidi. Anggap saja dia gila, karna dia sudah kepalang nafsu. 

Aku kudu lapo Jun?” balas Yanto, sebenarnya dia tahu tetapi dia hanya pura-pura bodoh supaya Junaidi meminta tolong dengan mulutnya sendiri. 

Junaidi pun melepas celana dan bajunya, dia pun memposisikan tubuhnya tengkurap dan sedikit mengangkat bokong nya ke atas. 

Lebokno kontol e sampeyan nde kene mas… wes gatel iki ket mang” ucap Junaidi sembari membuka lubang nya sendiri. 

Inilah hari kemenangan Yanto. Dia sendiri pun sudah lama tidak bersetubuh dengan wanita atau pria mana pun. Mungkin sudah 2–3 tahun kemarin. Dia merelakan mandinya demi bisa menyetubuhi temannya sendiri. Yanto langsung melepaskan semua kain yang menempel pada tubuhnya. Dan naik ke kabin, dia melihat lubang milik Junaidi semakin hawa nafsunya meningkat secara drastis. Lubangnya sangat kecil dan sempit. 

Iki temenan gapopo tak lebokno Jun?

Gapopo mas… AYOLAH MAS CEPETAN AH!!” 

Dia baru pertama kali melihat Junaidi frustasi, Yanto semakin gemas melihatnya. 

Tanpa basa-basi dia langsung memasukan ketiga jarinya ke lubang sempit milik Junaidi. 

ARGH GOBLOK!! LORO MAS” 

Eh loro ta? sepurane jun…” 

Yanto mecabut ketiga jarinya dan meludahi lubang Junaidi. Dan langsung dia masukan kembali ketiga jarinya. Yanto bisa merasakan ketiga jarinya hangat karna lubang Junaidi yang semakin mengetat. Dia berusaha untuk menggerakan jarinya. Suara desahan Junaidi sangat indah dan merdu di telinga Yanto. Bila dia masuk ke indonesia idol, langsung juara satu. 

Dan Junaidi, merasa nikmat meskipun hanya dengan ketiga jari Yanto. Kepalanya terasa pusing dan panas hanya karna jari panjang milik temannya ini. Dia tidak bisa membayangkan betapa sedapnya penis milik Yanto. Mungkin akan lebih dan lebih enak. 

M-masss enakghh… jarine sampeyan enak ahh” 

Iyo jun… engkok tak kei kontol ku yo” 

Ahh… m-mas aku te ngompol…” 

Pipis o jun pipis sing akeh” 

Tanpa pikir panjang, cairan putih dan bening keluar secara bersamaan. 

Junaidi masih sangat lemas dari klimaks nya. Tanpa meminta permisi ke sang pemilik. Yanto pun langsung memasuka kejantanan miliknya. 

COK GENDENG KON MAS!!! AKU SEK GORONG AMBEK AN” 

Hehehe sorry… aku yo selak pengen jun… ndelok awakmu sange aku…” 

Junaidi bukannya malu karna Yanto berkata seperti itu. Malah dia semakin senang atas ucapan temannya itu. Yanto merasakan kehangatan ini lagi, dinding-dinding ini mulai meremas kejantanan milik Yanto. Hanya dengan seperti ini bisa-bisa Yanto langsung merasakan klimaksnya. 

Yanto pun mulai menggerakan pinggulnya. Ritme maju-mundur masih terasa halus dan pelan. Bukan hanya Yanto yang merasakan nikmat nan sedap ini. Tetapi Junaidi merasakan yang sama, seperti yang dia bayangkan. Kejantanan Yanto yang pasti besar dan berurat seperti bakso. Junaidi merasa penuh diperutnya. 

Mas… ahh enak… ah yo nde kunu iku mas enak…” 

Oh.. nde kene?” ucap Yanto sembari menabrak area sensitif milik Junaidi 

Mereka berdua pun tidak peduli dengan tempat yang mereka pakai untuk bercinta. Gelap, panas, sesak dan apek ini. Yang terpenting adalah mereka bisa melepaskan kerinduan layaknya pasangan pada umumnya. 

Selain kejantanan Yanto yang bermain dengan lubang milik Junaidi. Kedua tangan Yanto pun bermain juga dengan pentil cantik milik Junaidi. Mungkin dia tidak mempunya dada yang besar, akan tetapi hanya dengan bermain dengan tonjolan tersebut bisa membuat Yanto tidak merasakan stress. 

Dia merasa tidak puas, tubuh kecil nan elok itu dia balik. Sekarang Yanto bisa melihat betapa kacaunya Junaidi sekarang. 

Tibae yo ayu yo awakmu jun…” 

Opo se mas… aku lanang…” 

Terus opoo lek lanang? mosok ga oleh tak sebut ayu?” ucap Yanto sembari mencium mesra kedua pipi merah milik Junaidi. 

Karna kegiatan tersebut sempat berhenti karna Yanto sangat memuja memuji kecantikan Junaidi. Kegiatan resmi dilanjutkan lagi, akan tetapi ritme gerakannya semakin cepat. Yanto ingin wajah Junaidi saat Junaidi dicintai secara brutal. Pasti akan lebih seksi, pikir Yanto. 

Junaidi pun mengalungkan kedua tangannya di leher jenjang Yanto. Menurut Junaidi, Yanto sekarang terlihat lebih lebih seksi lagi. Air keringat bercucuran di setiap kulitnya yang sawo matang. Dan wajah keenakan Yanto semakin membuat Junaidi merasakan sifat birahi seperti kucing betina yang ingin di nikahi oleh kucing jantan. 

Ah mas… enak mas… sing banter…” 

Mosok ngene kurang banter yang?” 

Mereka berdua meracau seperti orang yang sedang mabuk. Mabuk bukan karna minuman alkohol tetapi karna kegiatan bercinta ini. Bila bisa dilihat sekarang keadaan bus sudah bergoyang akibat kegiatan mereka ini. Dan untung saja rest area ini sangat sepi. 

Aduh lubangmu lo uenak sampe kontol ku ga gelem ngalih tekan kene jun..” ucap Yanto 

Lek ngunu kene ngentod terus ae mas masio nde njero bis ahh” 

Suara tabrakan antar kulit semakin terdengar dari luar. Tapi mereka pun tidak ada takut-takutnya. 

Mas… aku te pipis neh mass ahh

Aku yo pisan jun… gendeng kon jun… mene mene tak gae maneh kon

Cairan dari Junaidi keluar seperti air mancur. Sedangkan caira Yanto keluar seperti air yang telah lama di bendung. Yanto pun terkulai lemas dan merebahkan dirinya di atas Junaidi. Sedangakan Junaidi sudah merasa ngantuk karna matanya terasa berat. 

Gendeng Jun… tibae kon enak pol mene-mene bakalan tak gae kon” ucap Yanto sembari menyembunyikan wajahnya di ceruk leher milik Junaidi. 

Iyo mas… sampeyan gae maneh yo gapopo”