Actions

Work Header

It’s getting sticky

Summary:

Hidup kadang di atas, kadang di bawah. Ricky yang biasanya ngontolin sekarang dikontolin.

Notes:

Well, perkenalannya aja yang introduce mereka yang awalnya emang ricky top tapi di sini bukan bagian cerita si ricky jadi top

Work Text:

“Kakak.. kalo adek yang masukin, boleh gak?”

Ricky sebenarnya tidak pernah masalah dengan pergantian posisi. Toh ini juga pertama kali buat dia dan gyuvin untuk punya hubungan antara pria dan pria.

harusnya gak masalah kan kalo kali ini gyuvin yang mau mimpin?

Di mana biasanya ngeliat gyuvin yang nangis nangis dibawah ricky, kalau berbalik apa gyuvin masih tetep nangis?

Sebetulnya, ricky selalu makin ngaceng kalau gyuvin nangis. Ngebikin dia mau ngentotin yang lebih muda lebih lama karena rasa puasnya yang gak kunjung sampai.

Kalau bisa gyuvin nangis terus dan ricky bucat berkali kali.

Ngebayangin itu bikin ricky nelen ludah sendiri. 

“Kakak? Kalo gak mau gapapa..” 

Ricky menggeleng. Menahan tangan gyuvin agar tetap di hadapannya. Mereka berdua sih udah sama sama buka baju, tadi sehabis make out seluruhnya luluh lantak dan sama sama lagi ngaceng.

Buat ukuran kontol, gak ada spesifikasi siapa yang lebih gede dan panjang. Sama aja, sama sama standar asia tenggara karena dua duanya lahir di Tanggerang.

Kenalan dari mama mereka berdua yang merupakan teman arisan, dijodoh jodohin terus tapi rickynya gak suka, sampai Gyuvin sendiri yang dateng hujan hujanan sambil nangis bilang kalau dia worth to love.

 yang dulunya ricky bakalan muntah mikirin muka gyuvin, sekarang berubah meriang kalo gak ngeliat dua mata belo itu barang sehari.

Apalagi sekarang udah tinggal bareng walau statusnya masih tunangan. Kata ricky, nunggu gyuvin lulus dulu.

Mereka beda 4 tahun dan ricky lebih tua. Upayanya supaya ricky bisa membimbing gyuvin dan jadi orang dewasa yang bisa dicontoh sama adik kecil itu.

Iya, nyontohin banyak posisi porno yang selalu dicoba tiap malem kalo ricky nemu refrensi baru dan adeknya cuma bisa manut doang lubangnya digempur.

Tapi kali ini mereka mau switch. Ricky penasaran gimana rasanya dia didominasi sama bocah cengeng yang kalo crot sekali langsung tolol.

Mungkin dia bakalan jadi bottom on top yang nenangin gyuvin sehabis crot di dalem ricky.

mungkin..

Katanya sih begitu, namun nyatanya jomplang sama apa yang ada di ekspektasi ricky.

Sekarang dia paham kenapa gyuvin bisa setolol itu waktu dia baru masukin jarinya  buat fingering dibawah biar cincin anal yang rapet itu mengendur.

Ricky makin gila. Lidah gyuvin lihai bermain manjain kontolnya sambil blow job di bawah sedangkan tangannya yang udah berlumur lotion itu perlahan masuk ke lubang ricky.

Jemari panjangnya menyusup ke dinding anal ricky dan melebar buat bikin ruang diantaranya. Mulut gyuvin penuh sama kontol ricky, tapi mulut ricky juga penuh sama desahan tertahan yang gengsi dia keluarin setelah ngerasain jadi submissive.

Dua jari gyuvin makin gencar buat mainin liang ricky, lubangnya juga jadi ikutan becek dan sedikit mengendur sampai areanya berubah jadi lembut gak keras kayak awal tadi.

Jari gyuvin panjang sama tebel, ketika dia paksa sekali lagi sampai mentok, sperma ricky  bucat di mulut gyuvin.

Gyuvin ngeluarin kontol ricky dari mulutnya. Sedikit batuk tapi langsung dia lap bibir itu pake lengannya.

Sekarang yang cuma pake celana cuma gyuvin, sedangkan ricky sendiri udah bugil plus rambutnya acak acakan dan tenggorokannya seret nahan desahan.

Lengket, bagian bawa ricky gak pernah terasa selengket ini. Apalagi bagian belakangnya mulai kedutan seakan emang permainan jadi gyuvin tadi cukup candu buat liang analnya.

Ricky mau, tapi yang lebih dari cuma jari tengah sama telunjuk.

Gyuvin turunin resletingnya sendiri, ngeliatin kontol tegang dibalik celana yang sama ikut basah karena bucat ricky tadi di mulutnya.

Pundak ricky, gyuvin dorong sampai tiduran lagi. Bibirnya dilahap habis dan pinggulnya diposisikan sampai pas untuk kontol gyuvin bisa masuk ke analnya.

Ukuranya sama kayak ricky. Ukuran standar yang disukai sama pasaran. 

Kedua kaki ricky, gyuvin lebarin sampai selangkangannya ngangkang selebar yang dia bisa. Kontolnya tegak berdiri lagi dengan dua peler dibawahnya gerak ngikutin arah penisnya.

Ciumannya lepas, gyuvin nunduk ke bawah diikuti tatapan ricky yang ngeliat adiknya itu ngocok kontolnya dulu sampai lendir dari precumnya mulai membasahi kontol si bintang utama.

“Kakak, adek masukin, ya?”

Ricky mengangguk. Perlahan lahan gyuvin masukan ke dalam liang anal sang kakak sampai ricky memekik tertahan. Tangannya meremas bantal di samping kepala dengan mata terbelalak sampai hanya putih tersisa.

plak

Satu hentakan, penuh keseluruhan gyuvin di dalam. Yang lebih muda menunduk, mencium bibir ricky dimana setengah terbuka karena empunya sudah hilang akal sehat.

“Haahh.. enak kakak. Anget, ini ya yang kakak rasain sewaktu ngewein aku..” 

Bagian bawah gyuvin terus menghentak, ricky berusaha mati matian buat nahan suaranya namun kelepasan karena gyuvin tekan bagian bawah perutnya.

“Hahhh!” Ricky memekik terkaget sewaktu yang lebih muda memilin putingnya. Gyuvin remas sekitaran dada ricky, menyentuhnya dengan kedua tangan itu sedangkan pinggulnya masih sibuk menggempurnya di bawah.

“Jangan ditahan, kakak. aku mau denger suara kakak keenakan.” 

Ego ricky seketika runtuh, peduli setan sama kata malu. Dia lantangkan suaranya mendesah dan sesekali memanggil nama gyuvin sebagai bentuk ekspresi di setiap hentakannya.

Tangan yang tadi asyik memilin putingnya kini menjalar ke bawah, menggenggam penis tegang ricky dan mulai mengocoknya pelan. Ricky makin gila gilaan, tangannya menarik tengkuk gyuvin supaya merunduk bisa ia cium, tapi empunya malah menolak.

“Ga mau.. aku masih mau dengerin kakak ngedesahin nama aku keras keras.”

Sialan, bocah baru dikasih lubang sekali tapi kelakuannya udah tinggi. Tapi tidak bisa ricky pungkiri kalau dia juga teramat menikmati.

Sentuhan demi sentuhan makin membuatnya terlena hingga mabuk sendiri. Apa itu alkohol? Dia udah goblok perkara dikontolin sama adeknya yang biasa dia kasih kontol.

Perlahan lahan mata ricky memanas, tangan gyuvin masih memegang kontol tegang ya dan bagian bawah juga masih sama digempurnya.

“Kakak, sayangku, cantik banget.. kakak selalu cantik. Mau diatas aku atau di bawah, kakak selalu cantik.”

Gyuvin tak berhenti memujinya dari tadi. Makin lama panas di matanya berbuah hasil menjadi cairan bening yang lantas keluar dari kedua kelopak mata. Bukan sedih, tapi hati ricky penuh sekali seakan dia baru mencicipi nikmat sorgawi.

“Vinhh.. ah—hahhh, vin astaga—huhuhu..” 

“Kakak kok udah mau cum aja sih, aku aja yang udah dari tadi belum mau keluar. Tunggu, ya, cantik.”

Bagian lubang kencingnya gyuvin tutupi dengan ibu jari. Pinggul gyuvin makin mengambil alih selangkangannya tanpa henti menghentak bagian selatan.

Ricky udah gila, frustasi ngerasa dia yang mau crot ditutupi tapi kontol gyuvin makin bengkak di dalem analnya.

“Kak—enak banget.. kakak selalu pinter buat ngenakin aku.” 

Gyuvin menciumnya, genggaman di kontol itu lepas bersamaan dengan putih keduanya muncrat. Gyuvin tidak pakai kondom, malah mengeluarkan semuanya di dalam ricky sedangkan si taurus mengotori tubuh gyuvin.

Ciuman keduanya terputus sejenak, gyuvin memastikan dulu apa kakaknya baik baik saja apa sudah tepar. Tapi tatapan bingung ricky dengan kedua mata belonya membuat gyuvin berubah pikiran.

Dia cium lagi ricky dan tidak peduli kalau kakaknya akan sesak nafas nanti.