Actions

Work Header

Rating:
Archive Warnings:
Category:
Fandoms:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2026-01-02
Words:
956
Chapters:
1/1
Comments:
2
Kudos:
13
Bookmarks:
1
Hits:
148

someone's big fan

Summary:

jangan sampai dane tau kalau eunchan sebenernya nge-fans sama dia. eunchan bisa malu parah.

Work Text:

setengah dari isi piring dane belum kesentuh. setelah nyeruput minumannya untuk yang kesekian kali, cowok dua puluh satu tahun itu ngangkat kepalanya, natap riaan dan eunchan.

 

"aku mau ke toilet. siapa mau ikut?"

 

riaan yang duduk di sisi kiri dane geleng pelan sambil terus ngunyah makanannya. nggak lama kemudian dia natap eunchan lalu nanya, "eunchan, mau pipis, nggak? kalo mau, ikut sama dane, tuh."

 

eunchan ngelempar senyum tipis lalu ngejawab singkat, "belum."

 

"oke," kata dane, setelahnya dia berdiri dan jalan pergi ninggalin riaan dan eunchan, pacarnya dan adik sepupu pacarnya.

 

bola mata eunchan gerak-gerak, ngikutin langkah dane sampai cowok itu bener-bener hilang dari pandangannya. riaan, yang sadar akan hal itu, nggak bisa nahan ketawa. "biasa aja kali ngeliatinnya."

 

"abis dia jalan aja keren."

 

"nanti mau foto bareng dane?" tanya riaan setelah mikir selama beberapa saat. dia tau adik sepupunya itu nggak akan nolak.

 

mata eunchan langsung berbinar-binar waktu denger pertanyaan—atau lebih tepatnya tawaran—riaan barusan. kalau eunchan nggak salah ingat, terakhir kali dia foto berdua sama dane itu kira-kira dua bulan lalu waktu mereka main sepeda bareng, dan eunchan betulan nggak keberatan kalau pacar dane sendiri yang nawarin dia untuk berfoto lagi bareng dane. soalnya, kalau berharap dane yang ngajak foto duluan itu rasa-rasanya agak susah buat eunchan.

 

"ya udah." riaan ngangguk sambil cengengesan. "nanti dibilangin."

 

"yeay, okeeey."

 

setelah dane balik dari toilet, eunchan berusaha ngatur ekspresi wajahnya supaya nggak kelihatan begitu excited sama agenda mereka hari itu. jangan sampai dane tau kalau eunchan sebenernya nge-fans sama dia. eunchan bisa malu parah. cukup riaan aja yang tau dan suka ngeledekin eunchan tipis-tipis soal itu.

 

ternyata, riaan asli serius soal tawaran foto bareng itu. waktu keluar dari restoran tempat mereka tadi ngisi perut, riaan langsung cepat-cepat buka kamera ponselnya.

 

"view-nya bagus. kalian berdua deketan, liat kamera. cepet!" dalam sekejap, riaan berubah jadi kayak ibu-ibu yang heboh fotoin anak dan suaminya di trip keluarga. "dane, bisa rangkul eunchan, 'kan?"

 

"bisa, dong." dane ngangkat salah satu lengannya, kemudian dengan santai rangkul pundak eunchan. persis kayak ayah dan anak. eunchan nggak sabar mau lihat hasil fotonya nanti, tapi, buat saat ini, selama masih ada dane, dia harus sebisa mungkin jadi orang kalem biar dane nggak ilfeel.

 

sebagai bentuk terima kasih buat riaan, eunchan nawarin diri untuk fotoin riaan dan dane berdua. walau tangan eunchan sempat rada gemetaran, tapi hasil jepretannya lumayan bagus dan manis dengan dane yang konsisten rangkul pundak riaan. di beberapa foto juga riaan nempelin jari telunjuknya di pipi dane, mungkin supaya dane ada kesan imut-imutnya. eunchan yakin di rumah nanti riaan pasti bakal milih satu atau dua foto yang paling bagus buat di-upload di instagram.

 

mereka juga sempat foto bertiga, difotoin sama salah satu karyawan di restoran yang menurut eunchan makanannya enak banget itu (enak karena itu restoran pilihan dane). setelahnya, eunchan diantar pulang ke rumah—eunchan nggak dikasih izin untuk pulang malam sama mama karena besok dia harus ikut kegiatan class meeting di sekolah. sementara itu, setelah nge-drop eunchan tepat di depan rumah, dane dan riaan sepakat untuk mampir ke toko buku dulu sebelum betulan pulang.

 

"tahun ini, 'kan, eunchan masuk sma. ngasih apa, ya, biar dia seneng—tapi yang bisa bikin dia semangat belajar juga?" dane sebelumnya cuma ngikutin riaan pindah-pindah dari satu rak buku ke rak lainnya, tapi, akhirnya dia buka suara karena kepingin ngobrol sama riaan. lihat beberapa rak untuk kategori novel remaja di toko buku bikin dia keingetan sama eunchan, padahal belum ada setengah jam semenjak bocah kelas tiga smp itu turun dari mobilnya. "apa yang dia suka tapi belum punya? mungkin aku bisa ngasih itu."

 

riaan natap dane sambil ketawa kecil. dane nggak paham dan cuma ngangkat satu alisnya.

 

"dia suka sama kamu tau."

 

"riaan, mana bisa kayak gitu..." kata dane pelan. "dia masih kecil."

 

"maksudnya bukan suka yang kayak gitu." kata riaan jengkel. salah satu novel dengan genre thriller yang tadi sempat dia ambil dikembaliin ke dalam rak. "sebenernya aku nggak boleh cepu, tapi nggak apa-apa, lah, ya." 

 

"apa? apa?"

 

"anak itu, tuh, suka banget sama kamu."

 

dane buru-buru ngoreksi, "kagum gitu, maksudnya?"

 

riaan ngangguk. dane sibuk mikir.

 

"kok bisa?"

 

"katanya kamu keren kalo main bass, feeds instagram kamu juga keren. cara ngomong. baju-baju yang kamu pake. banyak, lah, tapi dia nggak mau kamu tau, malu katanya. sama takut disangka freak."

 

"astagaaa..."

 

"jangan ilfeel, ya. dia cuma anak kecil."

 

"ah, nggak, kok," kata dane. eunchan selama ini adalah anak baik, kelakuan dan omongannya ke dane selalu sopan. dari cerita-cerita riaan pun, eunchan hampir nggak pernah terlibat kenakalan remaja—kecuali kadang males-malesan pergi bimbel dan ikut ledek-ledekan nama orang tua sama temen-temennya di sekolah. dane nggak bisa nemuin alasan kenapa dia harus ngerasa ilfeel ke adik sepupu pacarnya itu. "tapi aku merasa biasa aja. nggak sekeren itu. mungkin eunchan harus liat temen-temen aku, banyak yang lebih mantep."

 

"biasa aja dari mananya. dari semua orang yang pernah deketin aku, kamu yang paling ganteng, dane." riaan ketawa kecil sambil pelan-pelan jalan ngejauhin dane yang dari tadi berdiri di belakangnya. jujur aja, dia malu banget sama omongannya barusan. kok bisa, ya, kepikiran ngomong kayak gitu.

 

dane cengengesan denger omongan riaan. dia ngejar pacarnya itu, kemudian langsung narik ujung jaketnya sebelum riaan makin menjauh.

 

"apaaa? aku ganteng? coba bilang lagiiii."

 

"berisik, ih. malu kalo ada yang denger."

 

"bilang duluuu. sekali."

 

"nggak."

 

"yaaah. mau ngambek aja, ahhhh."

 

riaan nggak peduli, sementara dane berusaha buat lihat wajah riaan—yang ternyata udah semerah tomat. riaan salting gara-gara ucapannya sendiri. ini salah satu momen yang paling dane suka. dane harap riaan bisa salting setiap detik soalnya fak, lah, lucu banget.

 

bucinan nggak tau tempat anjrit. seorang cewek yang usianya kira-kira dua puluhan ngebatin jengkel karena nggak sengaja nguping seluruh percakapan riaan dan dane dari rak sebelah. duh, dia, 'kan, jadi kepingin punya pacar juga.