Work Text:
“Loh, kakak udah pulang?” Taehyun tersenyum lebar saat melihat sang kekasih pulang lebih awal dari kantor. Sedangkan Yeonjun sendiri terkejut melihat kekasihnya sudah ada di rumah, padahal akhir-akhir ini Taehyun selalu mengerjakan skripsi di perpustakaan sampai larut bahkan terakhir kali ia tidak pulang sampai pagi karena sibuk melakukan revisi demi mengejar dosen pembimbing nya yang akan pergi S-3 di luar negeri dalam waktu dekat.
Mengerti raut wajah sang kekasih, Taehyun buru-buru menjawab.
“Hehe! Aku sudah di acc loh kak! Barusan dari kampus juga untuk minta jadwal ujian! Beruntung banget aku dapat slot kosong untuk minggu depan, soalnya ada senior yang ganti jadwal,” Taehyun menjelaskan dengan menggebu-gebu. Mendengar hal itu tentu saja membuat Yeonjun ikut bahagia.
"Sini peluk, hadiah buat pacar aku yang keren.” Yeonjun membentangkan tangannya, tak lupa ia menaruh tas nya dahulu diatas sofa agar ia bisa memeluk Taehyun dengan nyaman. Tanpa pikir panjang, Taehyun langsung berlari ke pelukan lelakinya yang lebih tua itu. Ia bisa mencium aroma manis dari parfum Yeonjun, rasanya kangen sekali. Taehyun membenamkan wajahnya di ceruk leher Yeonjun.
"Kakak… maaf ya selama kerjain skripsi aku sibuk banget sampai hampir gada waktu untuk Kakak,” gumamnya.
"Ya ampun, hahaha. Aku ngerti kok, aku juga gitu waktu kuliah. Lagian sesibuk-sibuknya, kamu tetap selalu VC aku. Beberapa hari yang lalu bahkan sampai buatin aku bekal ke kantor padahal belum tidur seharian,” Yeonjun mengelus belakang kepala Taehyun dengan lembut dan penuh sayang.
Keduanya pun larut dalam pelukan hangat masing-masing, saling melepas rindu. Hingga Taehyun bersuara, memecah hening.
"Kak..."
"Iya?"
"Aku mau hadiah lebih..."
Yeonjun melepaskan pelukannya, lalu menatap kekasihnya. Menunggu Taehyun memberitahukan apa yang ia inginkan karena Yeonjun akan menyanggupinya.
"Kamu.”
Ah, wajah Yeonjun menghangat. Taehyun menginginkan dirinya sebagai hadiah.
"Boleh… tapi aku harus mandi dulu, ya?”
"Sini aku mandiin, Kak.” celetukan Taehyun mendapatkan cubitan gemas dari dua pipi bulatnya.
"Gaaak. Kamu kalau mandiin aku gak pernah beres! Kamu tunggu di kamar ajah. Lagian aku harus prepare,” Jelas Yeonjun sambil mendorong kekasihnya itu masuk ke dalam kamar mereka.
"Hehehe, okay.”
Yeonjun akhirnya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan mempersiapkan lubangnya yang akan dipakai oleh Taehyun nanti. Ia sendiri sudah tidak sabar, hampir dua minggu mereka tidak berhubungan badan karena kesibukan sang kekasih. Hal ini tentu saja membuatnya semakin panas, rindu akan sentuhan-sentuhan Taehyun.
Yeonjun kemudian menyalakan shower, menggunakan air hangat dan sabun cair dengan aroma yang disukai oleh Taehyun. Ia akan menyiapkan dirinya sebaik mungkin untuk hadiah sang kekasih. Saat sudah selesai mandi, Yeonjun kini mengambil douche bulb kemudian memasukkan air hangat didalam botol tersebut.
Ia kemudian duduk di toilet dan memasukkan ujung nozzle secara perlahan ke dalam anusnya, membuat Yeonjun mengernyit merasa sedikit nyeri. Namun saat sudah merasa nyaman, ia mulai menekan botol tersebut dengan perlahan. Saat Yeonjun sudah merasa bersih, ia segera membilasnya. Lalu mulai mengeringkan rambut dan tubuhnya sebelum keluar dari kamar mandi.
Ia kini mendapati Taehyun yang duduk menunggu dengan sabar di pinggir kasur.
"Udah, kak?” Tanyanya yang dijawab oleh anggukan kecil dari Yeonjun.
Taehyun menepuk-nepuk pahanya, membuat Yeonjun langsung paham apa yang diinginkan sang kekasih. Yeonjun kemudian mendekati Taehyun, secara perlahan duduk diatas paha Taehyun yang hanya sisa menggunakan boxer hitam sedangkan tubuhnya hanya tertutup handuk putih.
Jari-jari Taehyun mulai menelusuri punggung telanjang Yeonjun hingga kedua telapak tangannya sampai ke pinggang ramping sang kekasih. Taehyun mengelusnya lembut, membuat Yeonjun menggigil dan mendesah pelan. Ia sangat suka tiap kali Taehyun menyentuh tubuhnya dengan lembut dan posesif seperti itu. Yeonjun lantas menyandarkan kepalanya ke belakang, memperlihatkan leher jenjangnya yang tak bernoda kepada Taehyun. Sebuah undangan tanpa kata yang langsung disambut oleh Taehyun.
Dia mengerang pelan saat bibir Taehyun mulai menyentuh kulit lehernya yang sensitif. Merasakan gelombang-gelombang kenikmatan yang mulai terbentuk. Yeonjun kemudian mendongakkan kepalanya lebih untuk memberikan akses kepada Taehyun untuk menjajah lehernya.
Yeonjun dapat merasakan ciuman-ciuman itu mulai berubah menjadi gigitan lembut, membuatnya merasa putus asa karena ingin lebih. Suara desahan manja yang dirindukan oleh Taehyun itu membuatnya semakin gila. Tanpa sadar, Yeonjun menggerakkan pinggulnya, sebuah reaksi dari kenikmatan yang ia dapatkan.
Tiba-tiba, dia merasakan tangan Taehyun mencengkram pinggulnya untuk menahannya agar tetap diam. Membuat Yeonjun menahan rintihan kecil karena kenikmatan yang ia rasakan dari menggesekkan penisnya dengan penis yang berbalut kain milik Taehyun itu tertahan.
"Kakak, jangan gerak.” Tone Taehyun yang serius membuat Yeonjun menciut takut namun tetap menurut meskipun harus susah payah menekan perasaannya yang membuncah.
Taehyun kemudian melepaskan handuk yang menutupi tubuh Yeonjun, dengan cepat tangannya menjajah dada Yeonjun yang hiasi dengan puting tegang yang kemerahan. Yeonjun sontak menjerit saat Taehyun tiba-tiba menggigit puncaknya yang sensitif.
Namun erangan sakit itu dengan cepat berubah menjadi kenikmatan, membuatnya melengkungkan punggungnya, memberikan Taehyun akses lebih banyak. Mulut Taehyun kemudian pindah ke puting sebelah kiri, sementara tangannya memainkan dan mencubit puting yang baru saja ia gigit. Hal itu sukses membuat Yeonjun bergetar hebat karena sensasi yang ia rasakan. Membuat Taehyun semakin ingin memakan kekasihnya.
Yeonjun merasa seperti terbakar, dadanya panas mendapatkan permainan dari Taehyun yang semakin liar. Isapan-isapan Taehyun semakin kuat seperti haus. Sedangkan putingnya yang lain terus-terus dicubit dan ditekan oleh Taehyun. Desahan-desahan nakal dari Yeonjun memenuhi kamar mereka.
"Ah, ah, Hyuni…”
Taehyun kemudian menjauhkan mulutnya dari dada Yeonjun, ada bunyi ‘pop' yang membuat wajah Yeonjun memerah.
"God, kamu cantik banget,” puji Taehyun dengan ekspresi memuja dan menyembah.
Taehyun lantas mengangkat tubuh Yeonjun lalu menidurkan nya di kasur dengan lembut, tak lupa ia melepaskan semua kain yang menghalangi pandangannya untuk melihat tubuh cantik sang kekasih. Lalu, secara cekatan Taehyun memposisikan bantal dibawah pinggul Yeonjun dengan nyaman untuk membantu Taehyun lebih leluasa menyantapnya.
Jantung Yeonjun berdebar dengan kencang merasakan tatapan lapar Taehyun akan tubuhnya yang sudah telanjang tanpa sehelai kain pun. Tubuhnya terasa tak memiliki tenaga, begitu lemah karena nafsunya yang membuncah.
"Hyuni…” Yeonjun merengek manja meminta untuk disentuh sesegera mungkin yang tentu saja langsung diladeni oleh Taehyun.
Namun sepertinya Taehyun memiliki ide lain. Alih-alih langsung menjamah tubuh Yeonjun seperti yang biasa mereka lakukan, Taehyun malah menggoda sang kekasih dengan memberikan sentuhan-sentuhan ringan pada paha terekspos Yeonjun yang langsung membuat sang empunya bergidik dan merengek.
"Stop…” Bukan ini yang Yeonjun inginkan, dia ingin langsung bukan permainan seperti ini. Namun rengekan-rengekan yang terus keluar bersamaan dengan desahan dari mulut seksi Yeonjun malah semakin membuat Taehyun ingin menggoda kekasihnya itu.
"I can’t. Not when my pretty boyfriend is fucking hot and needy like this,”
"Taehyun, please… Don’t tease…”
Mendengarkan rengekan putus asa itu semakin membakar nafsu Taehyun. Ia pun mendekatkan wajahnya pada lubang senggama Yeonjun, lalu meludahi permukaannya yang langsung membuat Yeonjun terkejut.
Yeonjun menjerit tertahan ketika ia merasakan lidah Taehyun didalam dirinya. Kedua tangannya mencengkram seprai, napasnya terengah-engah ketika ia merasakan lidah Taehyun bergerak semakin liar didalamnya. Yeonjun tak bisa berpikir jernih, otaknya seolah-olah tertutupi oleh kabut kenikmatan. Yeonjun selalu menjadi bodoh ketika Taehyun melahapnya seperti ini.
Tangan kanan Taehyun lantas mengocok pelan penis Yeonjun yang sudah menegang sepenuhnya sedari tadi. Kini Yeonjun berusaha menahan tangisan nya akibat kenikmatan yang ia dapatkan dari dua arah. Kocokan Taehyun semakin cepat bersamaan dengan cumbuan-cumbuan yang diterima oleh lubang Yeonjun yang sudah sangat basah akibat saliva Taehyun. Lidahnya kini semakin didorong ke dalam, Taehyun sendiri dapat merasakan pijatan dari rektum Yeonjun yang berkontraksi.
Kini Taehyun merasakan pre-cum Yeonjun yang terus-terusan keluar tanpa berusaha ditahan. Yeonjun menikmatinya dengan perasaan yang melayang. Ia tidak peduli lagi apa yang akan Taehyun lakukan pada tubuhnya. Ia menyerahkan segalanya ditangan Taehyun untuk membuatnya mencapai kenikmatan duniawi itu.
"Hyuni… Aku… Mau keluar…” Rengekan dan desahan keluar dengan nada yang begitu indah di telinga Taehyun. Seperti sebuah perintah, Taehyun semakin mempercepat gerakan tangannya dan kini ia pun memasukkan jarinya di dalam lubang sang kekasih. Berusaha membuat Yeonjun mencapai klimaksnya sebaik mungkin.
Tiga jari Taehyun ia masukkan tanpa peringatan. Mengocok dengan gerakan berantakan didalam lubang Yeonjun yang sudah basah dan sangat sensitif. Jari-jari Taehyun mempermainkan prostat Yeonjun dengan sangat kurang ajar.
"Taehyun, please. Aku- Aaah!”
Yeonjun menangis ketikan mencapai pelepasannya. Seluruh tubuhnya bergetar hebat karena keenakan. Permukaan perut ratanya bahkan sudah basah oleh sperma nya sendiri. Sedangkan lubang berkedut dan sangat sensitif. Taehyun tersenyum bangga melihat betapa berantakannya Yeonjun karena ulahnya.
"Hahaha, jangan nangis dong Kak.” Taehyun mengejek sambil mencium bulu mata Yeonjun yang basah sedangkan Yeonjun masih menangis tersedu-sedu.
"Overwhelmed ya, kak?” Tanya Taehyun lagi sambil mengelus rambut Yeonjun yang basah akibat keringat. Yang ditanya hanya mengangguk pelan.
"Mau udahan dulu?”
Mata Yeonjun terbelalak kaget lalu menatap Taehyun tak percaya. Apa Yeonjun tidak salah dengar? Seks tanpa penetrasi oleh Taehyun, seks tanpa anal nya penuh dengan sperma Taehyun? Itu bukanlah seks bagi Yeonjun. Dengan cepat pria cantik itu menggelengkan kepalanya dengan raut wajah merengut tak terima.
"Gak mau. Aku masih bisa, hyun…” pintanya manja dan oh siapa Taehyun untuk menolak ketika sang pujaan hati tampak begitu putus asa menginginkan dirinya.
Taehyun tersenyum puas, lalu ia melepaskan boxer nya yang sudah menyesakkannya sedari tadi. Melihat penis Taehyun yang menegang sempurna diarahkan ke lubang senggamanya membuat Yeonjun menarik nafas. Inilah yang ia tunggu-tunggu.
Lalu, dengan sekali percobaan penis Taehyun berhasil masuk ke dalam anal hangat Yeonjun. Hal itu membuat Yeonjun terkesiap ketika akhirnya merasakan penis itu masuk lagi ke dalam tubuhnya memenuhinya setelah hampir lebih dari dua minggu tidak mendapatkan jatah dari kekasihnya itu.
Yeonjun bisa merasakan setiap inci penis Soobin didalam dirinya dan mengisinya utuh. Ia lantas melilitkan kaki jenjangnya yang indah di sekitar Taehyun, berusaha membawa sang kekasih memasukinya lebih dalam lagi. Saat itu pula Yeonjun menggigit bibirnya, penuh sekali.
"Kak, sakit?”
"Ngh… Enak…”
"Oh, hahaha. Bagus, deh.”
Yeonjun merasa bahwa ia sudah kehilangan akal sehatnya ketika Taehyun akhirnya mulai bergerak maju dan mundur memasuki tubuhnya, menghantam prostat nya dengan tempo yang lambat. Hal itu kembali membuat tubuh Yeonjun bergetar keenakan. Jari-jarinya kemudian menjepit diantara rambut Taehyun, lalu ia menarik kepala Taehyun ke bawah untuk memberikan kekasihnya itu ciuman yang dalam, berusaha mengekspresikan perasaannya yang tidak dapat ia ungkapkan dengan kata-kata.
Tangan Taehyun yang tidak sibuk kini beralih menyentuh permukaan perut rata Yeonjun yang lengket akibat sperma. Tiap kali ia mendorongkan penisnya dalam-dalam, ia bisa merasakan tonjolan di permukaan kulit halus itu. Dan itu membuat keduanya semakin gila akan kenikmatan.
Yeonjun semakin bergetar ketika ia bisa melihat tonjolan penis Taehyun yang muncul dipermukaan perutnya. Ia merasa semakin penuh dan penuh. Yeonjun hanya bisa merengek dan mendesah memuja Taehyun yang telah memberikannya kenikmatan yang tak tergantikan ini.
Lalu, Yeonjun dapat merasakan anal nya semakin terbuka akibat penis Taehyun yang semakin tegang dan besar didalamnya. Kekasihnya itu akan segera mencapai klimaksnya.
"Kak, I wanna cum!”
Bersamaan kata-kata itu keluar, Taehyun semakin mempercepat tempo gerakannya yang semakin dalam dan kuat menghantam prostat Yeonjun. Membuat pria cantik itu juga ikut putus asa karena akan mencapai kenikmatannya dalam rentan waktu yang dekat.
Lalu, dengan satu gerakan final dan hantaman kuat pada prostatnya. Taehyun dan Yeonjun mencapai klimaks mereka bersamaan. Taehyun terengah-engah. Disaat ia mengatur nafasnya, matanya ia fokuskan pada wajah cantik Yeonjun yang menampilkan ekspresi seksi karena baru saja mencapai klimaks. Taehyun lantas menarik penisnya perlahan dari lubang Yeonjun, membuat sang kekasih merengek karena merasa kosong sekaligus sangat sensitif.
"Hahaha, tenang Kak. Belum selesai, kok.”
"Huh?” Yeonjun mengerjapkan matanya. Apa Taehyun baru saja mengatakan kalau aktivitas mereka belum selesai?
"Use your mouth now, kak.” ucap Taehyun lalu memposisikan dirinya.
Yeonjun tersenyum, dia mungkin akan benar-benar menangis jika Taehyun mau menggunakan anal nya yang sangat sensitif, tapi menggunakan mulutnya adalah hal lain. Yeonjun dengan senang akan melakukannya. Ia pun memposisikan dirinya diantara kaki Taehyun.
Dia mulai menjilat tubuh Taehyun, mulai dari pusarnya hinga ke pahanya. Yeonjun sempat bisa merasakan pelepasannya yang tadi mengenai perut Soobin. Hal itu membuatnya merasa kotor namun semakin panas. Ia lalu melingkarkan bibirnya di sekitar tip penis Taehyun, lalu menjilat permukaan penis Taehyun yang berurat itu. Saat ia memasukkan penis itu ke dalam mulutnya, Yeonjun langsung terbayangkan aktivitas yang mereka lakukan tadi. Disaat yang sama Taehyun mengerang menikmati mulut basah dan lidah kenyal Yeonjun yang bermain-main dengan penisnya.
Yeonjun lantas memasukkan penis Taehyun lebih dalam, ingin melahap tiap inci dari penis itu. Taehyun mengerang keenakan, ia kemudian mendorong kepala Yeonjun agar bisa semakin dalam memasukkan penisnya ke kerongkongannya. Permainan mulut Yeonjun memang sangat gila, dalam waktu singkat Taehyun bisa merasakan ia akan mencapai klimaks nya sekali lagi.
"Kak!”
Taehyun akhirnya melepaskan sperma nya didalam mulut Yeonjun. Sedikit membuat pria cantik itu tersedak karena penuh. Yeonjun lantas menelan semua sperma yang ia terima. Saat ia menarik kepalanya dari penis Taehyun, ia lantas membuka mulutnya. Memamerkan bahwa dia sudah menelan semuanya tanpa sisa. Hal itu tentu saja membuat Taehyun amat sangat puas, terutama mengingat awal hubungan mereka Yeonjun sangat benci dengan rasa sperma. Tapi, lihatlah pria itu terlihat sangat bangga dan seksi dengan lidah yang menjulur keluar.
"Good boy. Come here,” ucap Taehyun sambil menarik sang kekasih didalam pelukannya. Yeonjun tersenyum puas dan senang karena telah memberikan hadiah untuk pacar nya yang keren itu.
"Kak,”
"Iya, hyun?”
"Kamu udah gak sensitif, kan?”
"Huh?”
"Kado ku belum cukup.”
"Kang Taehyun?!”
Sepertinya Yeonjun harus izin besok karena malam
ini atau mungkin sampai esok pagi tubuhnya akan dipakai untuk memuaskan Taehyun.
