Work Text:
NGENTOT SAMA KULI JAWA GANTENG HOT JELETOT
Sungchan itu mahasiswa tingkat akhir yang lagi pusing skripsi. Hari-hari kerjaannya depan Laptop mulu atau gak pergi ke rumah Dosen buat Bimbingan. Hiburan Sungchan akhir-akhir ini itu cuma tidur, itupun sehari cuma dapet 3 jam bahkan lebih sedikit.
Masalah gak sampe situ aja, plafon di depan kamar Sungchan tiba-tiba ambruk dan akibatnya jadi banyak hewan hewan menjijikan yang sebelumnya gak ada jadi ada. Orang Tua Sungchan sampe bosen denger anaknya ngeluh dan teriak teriak setiap malem karena hewan-hewan menjijikan itu. Akhirnya Orang Tua Sungchan mutusin buat manggil Kuli rekomendasi saudara yang udah biasa benerin dan bangun rumahnya.
Namanya Mas Eunseok. Dia seorang kuli jawa berkulit Tan dengan Kutang putih dan celana panjang hitam yang menjadi Ciri Khasnya. Rokok dan Kopi Hitam selalu ada disampingnya untuk menemaninya membangun rumah atau sekedar merapihkan rumah yang rusak. Kalau boleh jujur, untuk standar Sungchan, Eunseok ini terlalu tampan untuk seukuran kuli, Postur tubuhnya yang kekar walaupun bukan dari hasil Gym, urat urat yang ada di tangannya, rambutnya yang lepek karena keringat, wajah seriusnya saat bekerja membuatnya terlihat semakin Seksi.
Sungchan beberapa kali kedapatan sedang memperhatikan Eunseok yang sedang bekerja dari celah pintu kamarnya yang sengaja ia buka sedikit. Seperti sekarang, Sungchan sedang memperhatikan Eunseok yang sedang bekerja memperbaiki kabel-kabel yang menyangkut akibat ambruknya Plafon kemarin. Buat Sungchan, Eunseok tuh seksi banget, bibirnya mengampit Rokok sambil sesekali menghisap dan menghembuskan asap itu dari mulut dan juga Hidung. Kan Sungchan jadi kepengen ciuman sama Eunseok, Sungchan udah bayangin waktu mereka ciuman dan Sungchan sesap rasa di bibir Eunseok pasti ada aroma dan sedikit rasa nikotin di ujung lidah Eunseok.
“Ada apa dek?” tanya Eunseok begitu merasa diperhatikan dibalik pintu.
“Ah, gak papa mas!” balas Sungchan.
Setelah merasa malu kedapatan melihat Eunseok, Sungchan langsung menutup pintu kamarnya dan menguncinya. Walaupun otak Sungchan berusaha mengeluarkan pikiran kotornya, tetap saja pikiran pikiran itu tidak hilang. Malah justru semakin membuat memeknya becek. Waduh, kalau begini gak ada lagi yang bisa Sungchan lakuin selain Colmek di kamarnya ditemani dengan suara palu atau suara gergaji mesin, sambil bayangin Kontol besar Eunseok dan masuk ke Memeknya sampe robek.
-o0o-
Sore ini Orang Tua Sungchan harus pergi ke Rumah Nenek Sungchan yang sedang sakit. Kemungkinan akan menginap 2 hari dan selama itu Sungchan harus menjaga Rumah mereka agar tetap aman. Apalagi sekarang ada Eunseok selaku orang lain di rumah mereka, takutnya Eunseok mencuri barang atau semacamnya. Gak ada yang tau. Jadi Sungchan cuma mengangguk dan menitip salam kepada kedua orang tuanya untuk Sang Nenek agar cepat sembuh dan mendoakan yang terbaik untuknya.
Sekarang sudah pukul 7 malam, Sungchan dapat mendengar suara sibuk Eunseok diluar, sedangkan Sungchan sedari tadi fokus dengan Laptopnya. Sebentar lagi Bab 2 akan selesai, tinggal sedikit lagi, dan Sungchan pun mengakhiri ketikannya dengan tombol titik. Sungchan merenggangkan badannya saking capeknya bikin Skripsi dari tadi.
Merasa aneh karena tidak mendengar suara sibuk dari luar, Sungchan membuka pintu kamarnya sedikit untuk melihat kearah sekitar dan menemukan Eunseok sedang istirahat sambil mainin ponselnya, ngerokok, dan nyeruput Kopi hitamnya yang sudah dingin. Penampilan Eunseok terlihat sangat berantakan, rambutnya ada serbuk putih dari serpihan Plafon, selain rambut, noda putih itu juga kena di celana panjang hitamnya, Eunseok terlihat berkeringat di sekujur tubuhnya, membuat Sungchan membayangkan betapa asinnya keringat Eunseok saat ia menjilat lehernya.
Eunseok yang merasa diperhatikan langsung sadar begitu menemukan Sungchan yang mengintip di balik pintu kamarnya. Melihat itu Eunseok pun tersenyum sambil menyapa kearah Sungchan, "Ada apa Dek?" tanya Eunseok, ramah.
Sungchan yang kelabakan langsung menggelengkan kepalanya dan masuk kembali ke dalam kamarnya. Sungchan malu banget, dia langsung menepuk jidatnya dan merutuki dirinya yang bodoh. Setelah dirasa tenang dari rasa malu, sekarang justru pikiran kotor tentang Eunseok berputar di kepalanya. Memeknya sekarang basah minta disentuh. Aduh, susah banget punya Memek baperan kayak gini.
Merasa harus menuntaskan nafsunya, Sungchan pun membuka celananya dan juga kaos yang menempel ditubuhnya sebelum merebahkan tubuhnya di kasur, ia mulai meraba raba bagian Memeknya yang basah dan berlendir, apalagi di bagian lubang memeknya. Sungchan mulai memasukkan kedua jarinya ke dalam lubang Memeknya. Sambil membayangkan Kontol besar Eunseok masuk ke dalam Memeknya, ia juga membayangkan wajah sange si kuli jawa ketika sedang menggagahinya diatas tubuhnya. Sungchan juga membayangkan bagaimana sodokan Eunseok semakin cepat dan memuntahkan pejunya di dalam memeknya.
"Ahhh ahhh ahhh mas.. lagi mas ahhh, aku gak kuat ahhh!" Desah Sungchan keras sebelum cairan squirtnya muncrat dan membasahi kasurnya. Saking fokusnya menuntaskan nafsunya, Sungchan jadi gak kuat beneran, dia udah sange banget kepengen Memeknya dimasukin sama Kontol Eunseok. Apa abis ini dia langsung ajak Eunseok ngentot aja ya?
Suara ketukan pintu memecah pikiran Sungchan, "Dek Sungchan gak papa?" tanya Eunseok di depan pintu.
"Gak papa mas," balas Sungchan yang langsung membuatnya berpikir, apa lebih baik dia ajak aja Eunseok kesini untuk membantunya?
Sungchan menghentikan kegiatan colmeknya, "Mas Eunseok masih diluar?" tanya Sungchan penuh harap.
"Masih Dek, ada apa?" balas Eunseok balik di depan pintu kamar.
"Bisa tolong bantuin saya gak? Buka aja pintunya, gak dikunci!" Mendengar Sungchan butuh bantuan membuat Eunseok buru buru membuka pintu kamar Sungchan. Begitu masuk, Eunseok kaget melihat Sungchan sudah telanjang dengan ranjang yang basah.
"Eh Dek, saya minta maaf!" kaget Eunseok yang langsung keluar dan menutup pintu kamar Sungchan. Melihat itu Sungchan langsung membalas, "Gak papa Mas, masuk aja sini, katanya mau bantu saya!"
Memikirkan apa yang tadi dia liat membuat Eunseok jadi berperang batin, Kontolnya sekarang ngaceng abis liat badan telanjang Sungchan yang seksi abis di ranjangnya. Tapi dia juga harus sadar diri, gimana kalau nanti dia malah dikira ngapa ngapain Sungchan? Aduh, tapi itu kayaknya si Sungchan emang mau dientotin deh, buktinya sengaja banget nyuruh dia masuk pas lagi colmek. Apa dia masuk aja? Lumayan kan dapet Memek gratis?
Eunseok masuk kembali kedalam kamar Sungchan, ia mendapati si cantik masih betah di kasurnya, posisinya aja yang berubah. Sebelumnya Berbaring, sekarang duduk sambil memandang Eunseok yang tampak Nervous dengan pemandangan yang ada di depan matanya.
"Minta bantuan apa ya Dek?" tanya Eunseok pura pura gak tau. Takut kegeeran.
"Mas bisa bantu muasin memek saya gak?" tanya Sungchan, gak tau malu. Bodo amat lah, Lagian juga dari dia manggil Eunseok aja udah gak tau malu.
Nah kan, tepat sasaran. "Bantuin kayak gimana Dek?" tanya Eunseok sambil mendekatkan tubuhnya pada Sungchan yang masih telanjang di kasurnya.
"Mau dientot pake Kontol Mas Eunseok, mau disodok sama Kontol Mas Eunseok, mau dibuat pipis pipis sama kontol Mas Eunseok, pokoknya aku mau dipake Mas Eunseok!" rengek Sungchan sambil membuka pahanya, memperlihatkan Memeknya yang berkedut basah di depan Eunseok.
Eunseok tersenyum miring, ia mengangguk. Kapan lagi kan dapet memek gratis beneran.
"Tapi sebelum itu, aku mau ciuman dulu sama mas.." pinta Sungchan manja, ia mengalungkan tangannya di tengkuk Eunseok. Si kuli cuma mengangguk, buat Sungchan langsung menautkan bibirnya dengan bibir Eunseok. Rasa Manis dan pahit dari nikotin dan kafein yang di konsumsi Eunseok benar-benar berasa di indera perasa Sungchan apalagi ketika ia memainkan permainan lidah dengan si kuli jawa ganteng itu. Liur Sungchan sampe turun saking nikmatnya permainan lidah Eunseok yang menjamah seluruh bagian mulutnya, dari langit langit mulut, gusi, hingga giginya.
Ciuman Eunseok turun sampe ke leher Sungchan dan membuat tanda keunguan di beberapa bagian tubuhnya dan tidak lama dari itu tiba-tiba Eunseok langsung melahap Tete sekel Sungchan dan menghisapnya seperti bayi yang kehausan. Aduh, lidah dan bibir lembut Eunseok yang bergerak acak atau memutar di puting Sungchan.
"Ahhh.. Mas Eunseok, pelan pelan ajah nyusunya.." Sungchan menunduk kearah bawah, melihat wajah Eunseok yang keenakan nyusu, matanya terpejam, lidahnya memutar disekitar areolanya. Perlahan Eunseok membuka matanya dan mendongak kearah Sungchan, Eunseok beneran seksi abis pas liat Sungchan kayak bayi kehausan dengan mata sayunya itu. Sungchan beneran kehilangan akal kalau gini caranya.
Setelah puas bermain dengan Tete Sungchan, Eunseok berdiri di depan Sungchan yang udah sange berat, "Dek, Mas kan tadi udah enakin Adek, gimana kalau sekarang gantian Adek yang enakin Mas? Kamu mau gak sepong Kontol Mas? Nanti abis ini Adek bakalan Mas enakin lagi. Gimana?" tanya Eunseok yang langsung dibalas anggukan oleh Sungchan.
Dengan Binal Sungchan langsung menurunkan tubuhnya agar setara dengan selangkangan Eunseok. Ia membuka resleting celana hitam Eunseok dan menurunkan celana serta Boxer bolong bolong yang Eunseok kenakan. Kontol Eunseok yang ternyata beneran besar itu mengacung tepat di depan mukanya. Sungchan mendongak kearah atas yang mana Eunseok tersenyum sambil mengode agar Sungchan segera melahap Kontol besar miliknya itu.
Sungchan meraih Kontol Eunseok dan menggenggamnya ragu sebelum mulai mengocok Kontol itu perlahan. Setelah Sungchan merasa siap, ia pun mulai menjilat dan melahap bagian kepala kontolnya, Eunseok langsung meringis keenakan begitu merasakan hangat mulut Sungchan setelah Kontolnya dibiarkan dingin selama beberapa waktu. Merasa Eunseok puas dengan pekerjaannya, Sungchan pun mulai memasukkan setengah Kontol Eunseok ke dalam mulutnya.
Hal pertama yang ia lakukan adalah membuat Kontol itu licin dengan liurnya. Sungchan berusaha menyebarkan liurnya ke seluruh batang Kontol Eunseok, jadi setelah memasukkan setengah Kontol Eunseok ke dalam mulutnya, ia pun mencoba memasukkan seluruh Kontol Eunseok dengan bantuan Tenggorokannya. Tapi Sungchan malah tersedak karena Kontol Eunseok masuk ke dalam Tenggorokannya dan menyumbat saluran pernafasannya.
Sungchan langsung mengeluarkan Kontol Eunseok dari mulutnya dan terbatuk kencang. Eunseok yang melihat itu langsung memasang wajah khawatir seraya menangkup pipi Sungchan sayang, "Walah dek, pelan pelan aja toh." Sungchan cuma balas mengangguk dengan air mata yang menumpuk di pelupuk sambil terbatuk sesekali. Aduh, kayak gini aja Sungchan udah seksi banget apalagi nanti waktu dientot sama Eunseok?
Sungchan kembali memasukkan Kontol Eunseok ke dalam mulutnya dan perlahan memasukkannya lebih dalam dan mengeluarkannya pelan, lalu lidahnya bermain diantara lubang kencing Eunseok dan batang tengahnya. Eunseok membanting kepalanya ke belakang sambil menggeram rendah. Aduh, enak banget, Sungchan pinter banget nyepongin Kontolnya walaupun tadi sempet kesedek di awal. Sungchan lahap kontol Eunseok sampe mentok ke dua biji peler Eunseok yang menggantung.
"Ahh, iya pinter gitu dek." Eunseok meremas rambut Sungchan dan mengambil alih tempo sodokan pada mulut dan tenggorokan Sungchan menjadi lebih cepat. Hingga terdengar suara gok gok gok dari mulut Sungchan. Eunseok menunduk ke bawah, melihat kearah Sungchan yang sedang berantakkan dibawah sana, liur menetes dari mulutnya, matanya tertutup menikmati sodokan Kontol Eunseok di mulut dan tenggorokannya, lidahnya bergerak acak untuk memberi rangsangan pada batang Kontolnya.
Eunseok beneran udah gila, hangat mulut Sungchan, ditambah rasa basah dari liur Sungchan yang menetes tidak ada henti membuat Eunseok berada di puncak nikmatnya, ia menahan kepala Sungchan beberapa saat begitu ia mencapai klimaksnya, otot tenggorokan Sungchan mengetat begitu Kontol Eunseok bersarang di sana untuk beberapa detik.
"Ahh dek sebentar, ahh Mas mau crott ahh.." Eunseok pun mengeluarkan Spermanya di sana. Eunseok merasa perlu jeda beberapa detik agar bisa mengeluarkan seluruh Spermanya pada klimaks ini. Setelah itu Eunseok langsung mencabut kontolnya dari mulut Sungchan begitu selesai ngecrot.
Sungchan langsung menelan sperma Eunseok yang ada di tenggorokannya, tapi setelahnya ia langsung terbatuk kencang lagi, badannya lemes, kepalanya pusing, rambutnya berantakan, tenggorokannya sakit, mulutnya pegal, air mata yang awalnya terpupuk di pelupuk matanya pun menetes jatuh dari mata kanan dan kiri Sungchan.
"Sakit ya dek?" Eunseok bertanya dengan nada khawatir sambil mengelus wajah Sungchan yang terlihat kecapean. Padahal itu baru nyepong kontol doang, gimana kalau nanti kalau Eunseok udah masuk?
"Kalau gitu, sekarang Mas yang bikin kamu enak ya." Tanpa menunggu balasan dari Sungchan, Eunseok mengangkat kaki Sungchan dan menaruhnya di pundak. Eunseok mendekatkan wajahnya ke depan Memek Sungchan yang masih basah. Eunseok menggesekkan satu jarinya di Memek basah Sungchan. Merasa kurang basah, Eunseok pun menjilat Memek Sungchan sekilas.
"Ahh Mas Eunseok, Mas mau makanin Memek aku ya?" tanya Sungchan penasaran.
Betul juga, awalnya tadi Eunseok mau langsung masukin Kontolnya ke memek Sungchan. Tapi pas denger Sungchan mikir Eunseok mau makanin Memeknya, dia jadi punya ide, Eunseok kembali menjilat Memek Sungchan dari lubang Memek sampe ke Itilnya. Pelan pelan Eunseok isep lendir lendir yang ada di memek Eunseok dan kembali membasahinya dengan campuran liur Eunseok.
"Ahh Mas Eunseok enakkh ahh.. geli.." Sungchan menjambak rambut Eunseok dan menekan wajah Eunseok agar lebih menekan Memeknya. Jadi Tidak hanya mulut Eunseok, kini hidungnya pun ikut andil dalam mengacak acak Memek Sungchan. Aduh, Sungchan gak bisa mikir lagi. Apalagi waktu Eunseok masukin satu jarinya ke dalam Lubang Memeknya. Sungchan langsung menggerakkan pinggulnya acak begitu Jari besar dan kasar itu mengacak acak Memeknya.
"Ahhh Mass.. tambah lagi.. ahhh.." Sungchan semakin menggerakkan pinggulnya acak begitu Eunseok dengan tiba-tiba menambah dua jarinya masuk ke Memeknya. Sungchan kaget begitu Eunseok isep Itilnya sampe pipinya kempot kempot ditambah 3 Jari kasar Eunseok masuk ke dalam Memeknya. Sungchan beneran kelojotan mampus, pahanya bergetar tanda mau keluar, dan gak lama dari itu Sungchan langsung squirt di tangan Eunseok bahkan kena ke muka Eunseok.
Eunseok tersenyum, apalagi pas Sungchan menundukkan wajahnya untuk melihat Eunseok membersihkan wajahnya dengan tangan kirinya yang tidak kotor, "Waduh, baru tiga jari aja langsung kelojotan Memeknya. apalagi nanti pas saya masukin Kontol?"
Tanpa menjawab, Sungchan dengan kebinalannya mengubah posisinya jadi menungging membelakangi Eunseok. Tidak perduli dengan Memeknya yang masih sensitif dan pahanya bergetar setelah klimaks. Sungchan udah siap banget dikontolin Eunseok. "Entotin aku Mas, aku udah gak kuat banget mau dientot Mas Eunseok. Mau dimasukin Kontol Mas Eunseok yang besar itu, pengen disodok sodok sampe aku minta ampun, terus nanti memek aku mas pejuin, aduh pokoknya pake aja lah akunya.." pinta Sungchan sambil berusaha menengok kearah Eunseok yang ada di belakangnya.
Tidak perlu diperintah dua kali, Eunseok langsung memasukkan kontolnya perlahan ke dalam Memek Sungchan yang dari tadi udah cengap cengap minta dimasukin. Sungchan teriak kesakitan karena ini kali pertama Sungchan dimasukin Kontol besar kayak punya Eunseok gini.
"AKHH MAS SAKIIIT!!" Eunseok menggeram rendah sambil menutup mulut Sungchan dan mendekatkan wajahnya ke samping telinga Sungchan lalu berbisik, "Tadi siapa yang minta dipake sama Mas, hayoo?" tanya Eunseok sambil menggerakkan kontolnya maju mundur secara perlahan.
"Ahhh Mas Eunseokhh enakkhh.." desah Sungchan begitu Eunseok mulai mempercepat temponya. Memeknya yang awalnya serasa robek langsung berubah jadi sensasi nikmat, apalagi begitu Eunseok mentokin Kontolnya di dalem Memeknya. Aduh, rasanya kayak lagi di langit ke tujuh. Rasanya tetap sakit, tapi entah kenapa rasa nikmat itu bisa nutupin rasa sakit itu jadi cuma rasa nikmat. Apalagi denger suara desahan Eunseok pas lagi nyodokin Memeknya, bikin memek Sungchan berkedut-kedut menjepit kontol Eunseok yang besar itu.
"Ahhh Dek.. Memekmu sempit banget.. ahh ahh, Kontol Mas dijepit mulu.." Mendengar Eunseok memujinya sempit membuat Sungchan kesenengan. Desahannya semakin keras, memeknya semakin mengetat dan Kontol Eunseok semakin mentok masuk ke dalam memeknya dan mengenai G-spotnya.
Otak Sungchan udah gak bisa dipake buat mikir lagi, udah tolol banget. Yang ada dipikirannya cuma Kontol, klimaks, dan peju. Tubuhnya melemas, bahkan dia udah gak kuat buat nopang tubuhnya agar tetap pada posisi menunggingnya jika saja Eunseok tidak memegang pinggulnya.
"Mas, mas, akuhh mauhh keluarhh.." Paha Sungchan kembali bergetar, ia menaikkan bokongnya keatas dan mengeluarkan cairan Squirtnya yang keluar sedikit dikit dari celah kosong dari sodokan Kontol Eunseok.
Eunseok yang melihat Sungchan klimaks pun jadi semakin sange dan mempercepat sodokannya pada Memek Sungchan, "Sekarang giliran Mas ya dek.. Ahhh.." Eunseok mengeluarkan Spermanya di dalam rahim Sungchan bahkan sampai menetes keluar dari lubang Memek Sungchan saking banyaknya ketika Eunseok mencabut Kontolnya dari Lubang Memek Sungchan.
Sungchan yang udah lemes abis dipejuin langsung ambruk di kasurnya sambil mengatur nafasnya yang tidak beraturan. Akhirnya dia ngentot juga sama si kuli jawa ganteng dengan kontol besarnya itu. Kalau Sungchan pikir pikir lagi, Mumpung orang tuanya masih di rumah neneknya besok, apa Sungchan ajakin Eunseok ngentot lagi aja ya?
