Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Fandoms:
Relationship:
Characters:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2024-08-20
Words:
289
Chapters:
1/1
Kudos:
4
Hits:
107

Ga Ada Judulnya

Summary:

sejujurnya gatau juga mau dikasih summary apa

Work Text:

Minggu kedua di bulan desember, Jihoon menyempatkan waktunya untuk kembali ke rumah di kota x, tersenyum bodoh memikirkan rencana yang telah ia buat dadakan. Ide itu baru terlintas tadi pagi ketika bangun tidur.

Jalanan lumayan lengang pagi ini, ia melirik buket bunga baby breath yang lumayan besar di sebelah kemudinya lalu tersenyum tenang.

Tak butuh waktu terlalu lama, ia kini sudah sampai di depan rumah minimalis dengan pagar putih di depannya.

Jihoon baru Akan turun dari mobilnya ketika pintu rumah itu terbuka secara tiba-tiba, menampakkan seorang pemuda dengan rambut *ash grey* yang sudah mulai memanjang, kini sedang membawa satu buah cup yang ia tebak itu adalah teh oolong favoritenya. Pemuda kurus itu berjongkok, matanya terlihat sayu, menyesap kopinya sambil melihat pot pot tanaman yang tertata apik di depan rumahnya.

Jihoon turun dari mobilnya, Tak lupa membawa buket baby breath yang di sembunyikannya di balik punggung. Ia mendekati pemuda yang sepertinya sedang melamun dan tak sadar akan kehadirannya.

"Selamat pagi..."

Minghao, pemuda itu mengerjapkan matanya lalu mendongak, menatap Jihoon yang kini tersenyum melihatnya.

"Hm?? Kok kesini? Emangnya libur?"

"Ngelibur..."

"Lagi apa?" Jihoon ikut berjongkok, meraih puncak kepala sang pemuda, mengecupnya sayang.

"cium-cium, nanti ditinggal lagi" Bibir Minghao mengerucut.

Jihoon meringis, merasa bersalah karena selalu tak bisa tinggal lama bersama sang terkasih.

"Buat kamu"

"Nyogok ya kamu?" masih dengan nada sewotnya Minghao menerima buket bunga kesukaannya.

"Berhasil ga sogokannya?"

"Hari ini seharian disini? ga tiba-tiba ditinggal kan?" Tanya Minghao memastikan.

"Buat kamu semua hari ini mah"

Minghao berusaha menahan senyumnya, tapi gagal dan berakhir memeluk pria yang lebih pendek sedikit darinya.

"Hari ini mau ngapain?"

"Aku mau pelukan aja seharian"

Setelah percakapan berakhir, Jihoon menggendong Minghao ke kamar, mungkin mereka akan benar-benar pelukan aatu mungkin saling menghangatkan sepanjang hari, who knows?