Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2024-05-02
Words:
1,110
Chapters:
1/1
Kudos:
29
Hits:
357

Semangkuk Ochazuke

Summary:

Saat Sakusa Kiyoomi menolak onigiri buatan Osamu, ia diberi semangkuk ochazuke. BL / sakuosa / post timeskip

Notes:

Hai, aku sudah lama banget ga nulis. Ini percobaan pertamaku nulis lagi. Semoga sukaa~

Haikyuu milik Furudate Haruichi
Osamu? Milik semua orang hehe

Work Text:

Bahwa dalam setiap gugur-gugur dedaunan yang melimpah di Kota Osaka yang senantiasa terang, senyum yang dibawa Osamu tetap sama. Dia tetap meniti tiap-tiap butir nasi yang diremas sedemikian rupa, mengubahnya dari putih biasa jadi santapan yang tak ternilai. Itu, baginya, suatu kehormatan.

Tentu saja termasuk menjamu setiap mulut yang datang ke kedainya. Membahagiakan manusia dengan makanan enak tak ubahnya menghibur baginya, mereka senang karena bisa makan enak, ia pun ikut senang karena pelanggannya bahagia.

Tak ayal, ketika Sakusa Kiyoomi menolak nasi kepal buatannya (kakak kembar tercintanya Atsumu sempat mengamuk soal itu), Osamu sama sekali tidak terusik. Ia justru menawarkan pemain setim kakaknya itu untuk dibuatkan makanan baru yang tak tersentuh dengan tangan. Misinya adalah membahagiakan semua pelanggan, seaneh apa pun permintaannya.

Ada sedikit ragu di muka Kiyoomi yang temaram, tapi kemudian tidak menolak. Osamu punya kedai dan ia sangat terampil soal masakan, hanya saja Kiyoomi agak sedikit... tidak enak?

Lalu dia melihat adik kembar rekannya mengibaskan tangan. Sedikit aneh rasanya melihat wajah Miya dengan tawa setulus itu. Biasanya senyum Miya yang ia lihat hanya berputar antara senyum jahil, atau senyum mengejek.

“Tak perlu sungkan,” katanya. “Sudah tugasku untuk menyiapkan makanan pada kalian semua sebagai sponsor jamuan kali ini. Tidak akan kubiarkan satu orang pun pulang dengan kelaparan dan tidak menikmati masakan Miya Osamu.”

Kiyoomi mengangguk pelan, terpaksa setuju. Ia sama sekali tidak masalah kalau tidak dapat jatah, lagipula pasti Osamu sibuk sekali menjadi sponsor jamuan timnya. Namun ini kesempatan yang baik, jarang sekali ia memakan makanan yang dijual jadi, karena ia meragukan kebersihannya.

Tapi ini Miya Osamu. Dan Miya Osamu pasti memikirkan konsumennya. Terlebih kalau konsumennya adalah orang yang spesial.

Ehem. Maksudnya, spesial sebagai teman dan rekan kerja kakaknya. Bukan konsumen biasa yang datang ke kedainya. Gitu.

Iya, deh, Omi.

Kiyoomi diberikan ochazuke setelahnya. Makanan sederhana yang terdiri dari nasi, sedikit lauk sesuka hati, kemudian disiram teh hijau di atasnya. Ketika semua rekan-rekan setimnya memakan onigiri buatan Osamu dengan lahap, Kiyoomi justru memandangi mereka dengan jijik. Sungguh tak habis pikir, bisa-bisanya ada manusia yang mampu memakan sesuatu bekas genggaman tangan orang lain. Sekalipun ini tangan Miya Osamu, tapi tetap saja.

Hm, memangnya kenapa kalau itu tangan Osamu?

Spiker Black Jackals itu menarik napas, memilih untuk menyumpit nasi siram teh yang dihidangkan padanya daripada memikirkan Miya Osamu.

Sekali suapan, dan Sakusa Kiyoomi melotot dalam keheranan.

Sebentar, ini cuma... nasi siram teh, kan?

Nasi putih biasa dengan lauk seadanya yang diguyur teh hijau. Makanan yang biasa dimakan seseorang kalau sedang tidak ada tenaga membuat sesuatu untuk mengisi perut. Makanan khas anak kos, kalau kata seseorang di luar sana. Iya, cuma begitu saja, tapi sukses membuat Kiyoomi melipat dahinya.

Uh-oh, dia akhirnya memahami mengapa teman-temannya memakan Onigiri Miya dengan ekspresi bagaikan memakan sesuatu yang turun dari surga. Bagaimana caranya tangan Osamu membuat makanan sederhana jadi berbeda dengan yang selama ini dia makan?

Kemudian, senyum khas Miya terbit di hadapannya, dengan seringai menyebalkan seperti yang biasa dilakukannya setiap waktu. “Hehehe, sudah kubilang masakan adikku itu yang terbaik!” katanya bangga, padahal semua makanan yang ada di sana bukanlah buatannya.

Namun Kiyoomi tidak bisa tidak setuju. Benda ini sungguh lezat walaupun cuma nasi yang disiram dengan teh.

Dulu, beberapa tahun sebelumnya, saat mereka semua masih sekolah dan Kiyoomi adalah ace SMA terbaik di seluruh negeri, ia sempat bertemu dengan kembar Miya berulang kali. SMA Inarizaki tempat si kembar bernaung adalah jawara yang selalu menjadi perwakilan Hyogo. Bahkan saat si kembar kelas tiga, mereka adalah kombinasi serangan cepat terbaik yang pernah ada. Melebihi serangan cepat aneh Kageyama-Hinata dari Karasuno.

Saat Kiyoomi kira mereka berdua akan kembali menjadi satu tim di liga profesional, ia justru hanya mendapati seorang Miya saja yang bermain di lapangan. Tahu- tahu muka menyebalkan Miya Atsumu muncul begitu saja di ruang loker Black Jackals. Menyapanya tanpa sungkan seakan mereka sangat akrab.

Kiyoomi sudah menduga Miya yang setter terbaik saat SMA pasti akan melanjutkan karirnya ke liga profesional, namun ia tidak menyangka adiknya akan berhenti menggeluti dunia voli. Jujur saja, ia lebih suka melihat Miya Osamu juga ikut bersama sang kakak seperti yang biasa dilakukannya.

Bukan apa-apa, hanya aneh rasanya melihat Miya Atsumu tanpa saudaranya di sampingnya. Lagipula akan lebih menyenangkan kalau melihat serangan kembar kembali mewujud di lapangan. Serangan yang dahulu pernah membuat Kiyoomi kewalahan hingga kalah di final. Serangan yang membuatnya dapat melihat tawa puas Atsumu dan tangis bahagia Osamu. Membuatnya sempat berpikir wajah tenang Osamu yang kalem ternyata bisa juga membuat ekspresi seperti itu.

Mereka sungguh menakutkan saat SMA, pasti akan jauh lebih menakutkan lagi di liga pro.

Namun Miya Osamu justru berada di sini, sebagai pemilik restoran onigiri paling terkenal di Osaka. Bahkan menjadi sponsor jamuan MSBY Black Jackals beberapa kali dalam pertandingan kandang. Dia menggeluti dunia kuliner dan bukan voli seperti saudaranya. Walau bila dipikir-pikir, usahanya juga masih bisa terhubung dengan dunia voli.

Entah sudah berapa kali Kiyoomi merasa ia juga seharusnya bertemu dengan Osamu. Meskipun ia secara teknis bertemu dengan wajah yang sama setiap hari-dengan versi yang lebih menyebalkan tentunya-tapi ini berbeda!

“Heran,” komentar Kiyoomi sembari melahap selembar daging babi. Ia memandangi Atsumu dengan muka yang dibuat semalas mungkin. “Kalian kembar. Tapi aku rasa Osamu jauh lebih bisa diandalkan daripada kau.”

“Hei! Aku setter tim kita, ya!” sungut Atsumu tidak terima. Mukanya gempal tersumbat onigiri dan ia menunjuki Kiyoomi dengan onigirinya yang setengah tandas. “Aku memang tidak bisa masak makanan super lezat seperti Samu, tapi aku bisa diandalkan dalam pertandingan!”

Kiyoomi mengernyit, ekor matanya melirik Osamu yang menertawai protes keras kakaknya. Tentu saja ia paham Atsumu adalah pemain voli tingkat atas yang menjadi tulang punggung baik dalam klub dan juga timnas Jepang. Tetapi dalam hal selain voli, ia rasa Miya adik lebih berbakat.

Maksudnya, walau punya wajah yang mirip, Osamu lebih murah senyum dan pandai membaca situasi. Tawanya tulus dan air mukanya kalem menenangkan. Berbeda sekali dengan Atsumu yang seringnya dijauhi kalau sudah tertawa mengejek. Terlebih, kepiawaiannya dalam mengolah bahan makanan-dan bonus, memang wajahnya semirip itu dengan Atsumu-membuatnya jadi begitu populer.

Coba tanya, memangnya siapa orang yang berusaha dengan sengaja menolak pesona Osamu? Rasanya tidak ada.

Dia adalah versi menyenangkan dari Miya Atsumu. Akui saja.

“Ya, ya,” sahut Kiyoomi malas. Mangkuk ochazukenya sudah habis, dan ia menggapai-gapai mencari sesuatu untuk bisa diminum. Saat itu juga tangannya mendapati sebotol teh oolong yang disodorkan Osamu. Mata Kiyoomi bersirobok dengan kelabu Osamu yang tersenyum ramah, lalu ia menghela napas.

“Apa kubilang,” ia berucap lugas, hampir membuat semua tatapan rekan setim mengarah padanya. “Osamu lebih bisa diandalkan sebagai seorang istri, no offense.”

Sekarang semua wajah yang memandanginya itu menganga lebar.

Sakusa Kiyoomi berlalu meninggalkan Osamu yang melipat dahinya dalam-dalam, dengan pipi memerah matang. Oh, betapa adik kembar Miya menyesali tidak menyisipkan pasta wasabi ke dalam nasi ochazuke tadi. Lain kali, ingatkan Osamu, ya.