Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2023-08-22
Words:
1,525
Chapters:
1/1
Kudos:
40
Bookmarks:
3
Hits:
3,373

Sex Buddies

Summary:

Memangnya apa sih yang membuat Yeonjun dan Taehyun terlihat sangat menempel saat Lollapalooza?

Work Text:

"Kau yakin soal ini, hyung?"

Manik bulat sempurna milik Kang Taehyun itu terlihat ragu. Ragu dan takut. Terkadang maniknya melirik ke arah bawah pintu ruang ganti yang sempit tersebut, memperhatikan bayangan staff yang berlalu lalang mencari mereka. Taehyun berbalik kembali ke hadapan penis besar, berurat, yang berdiri tegak di hadapannya yang sedang berlutut. Wajah Yeonjun berpadu nafsu dan kekhawatiran itu juga terlihat di atasnya, sayu dan dalam. Keduanya saat ini sedang bersembunyi dari staff di ruang ganti para penari, aroma ruangan sempit itu bercampur keringat, parfum dan nafsu yang kuat. Taehyun dan Yeonjun saling bertatapan selama beberapa menit, bersama nafas mereka yang tertahan karena degup jantung melaju di bawah radar.

Hari ini adalah jadwal terbesar TXT di tahun 2023, mereka adalah headliner Lollapalooza pertama dari Korea Selatan. Namun, Yeonjun tidak menduga adrenalin panggung akan menunggangi tubuhnya dengan begitu liar dan intens. Tubuhnya bereaksi sangat aneh saat dibanjiri adrenalin yang kuat, yaitu penisnya ereksi di sembarang situasi, kondisi dan lokasi. Satu jam lagi, TXT akan tampil di depan ribuan MOA untuk Lollapalooza, tetapi penis Yeonjun benar-benar menganggu pemandangan serta fokusnya. Sembulan besar penis itu sangat mencolok di balik celana berpadu rok itu. Mau tidak mau, Yeonjun yang habis akal pikir itu menarik Taehyun dan menyeretnya masuk ke dalam ruang ganti penari yang sempit.

Kejadian penis ereksi karena adrenalin panggung ini sudah sering terjadi beberapa kali, biasanya juga Yeonjun mengurusnya sendiri di toilet. Hanya saja, kali ini ia terlalu terangsang untuk melakukannya sendiri. Si paling tua itu perlu bantuan seseorang dan Taehyun adalah orang pilihannya. Yeonjun juga memiliki alasan tersendiri kenapa ia memilih Taehyun untuk membantunya. Mereka tetap diam selama beberapa saat sebelum bisa bernafas lagi, karena para staff sedang berlarian kesana kemari mencari mereka berdua dengan panik.

"Aku sangat yakin. Ayo lakukan sekarang, waktu kita tidak banyak, Taehyun." Jawab Yeonjun sembari mendesis ketika nafas hangat Taehyun terasa di penisnya.
"Ugh. Bagaimana jika kita tertangkap? Mereka pasti akan memeriksa ruang ganti ini, hyung." Rengek si yang lebih muda itu tidak tenang.
"Jangan pikirkan soal itu, aku yang akan bertanggung jawab. Sekarang, tolong, hisaplah penisku." Balas Yeonjun, setengah merengek dan memelas. Melihatnya si paling tua begitu, Taehyun jadi tidak tega, tapi di sisi lain, ia takut tertangka basah sedang berbuat cabul. Taehyun menatap penis itu sebentar sebelum memutuskan pilihannya.
"Aku pegang janjimu, Choi Yeonjun." Ancam Taehyun sebelum memegang batang penis si paling tua tersebut.

Desahan samar terdengar di bawah keadaan yang penuh tekanan itu, lidah Taehyun terjulur untuk menjilati perlahan pucuk penis Yeonjun. Asin yang familiar itu menyentuh indera perasanya, Taehyun mengulum kepala penis tersebut sekilas dan menghisapnya. Yeonjun menutupi mulut dengan punggung tangannya sendiri, hampir tak sanggup menahan suaranya karena saking enaknya sentuhan sederhana itu. Lidah Taehyun bergerak naik dan turun, melumuri penis berurat dengan kedutan itu menggunakan saliva hangat. Mulai dari pangkal penis sampai ke ujungnya, berulang kali, beberapa kali, sampai basah sepenuhnya.

Urat-urat penis itu bersapuan lembut dengan lidah Taehyun, ia mengecupinya sebelum menghisapnya kecil sambil melirik ke arah Yeonjun. Si paling tua itu benar-benar hanya bisa menganga tanpa suara. Bagaikan es krim, Taehyun menjilati penis tersebut agak laju. Ia menggesek-gesekkan ujung lidahnya di lubang kencing Yeonjun, membuat sang empunya penis sampai menggigit bibir bawahnya. Perlahan tapi pasti, Taehyun mulai menekan masuk kepala penis itu ke dalam mulutnya. Ia menghisap kencang kepala penis Yeonjun dan memainkan lidahnya disana.

Dada Yeonjun kembang kempis dengan agak cepat, peluhnya menetes dari pelipis dengan nafas yang berat. Si yang lebih muda itu mengeluarkan kepala penis Yeonjun yang basah dari mulutnya, memberinya kecupan kecil dan jilatan pelan pada batang penis ereksi tersebut. Taehyun lalu mendorong seluruh penis Yeonjun masuk ke mulutnya, sampai ujungnya bertemu dengan dinding tenggorokannya. Si yang lebih tua itu melempar kepalanya ke belakang, mendongak dengan mulut ternganga. Secara otomatis, tangannya turun untuk menjambak rambut Taehyun yang sudah rapi, tapi hal itu ia kesampingkan, karena nafsunya lebih penting.

Pertama-tama, tempo yang stabil harus diperhatikan. Taehyun menggerakan kepalanya maju dan mundur secara perlahan tapi pasti, lidahnya juga menjilat di sela kegiatan itu dan mulutnya juga menghisap. Yeonjun mengerang di bawah nafasnya tiap kali ujung penisnya bertemu dengan dinding tenggorokan Taehyun. Penis Yeonjun benar-benar berkedut dengan kuat, mulut si yang lebih muda itu sangat panas dan basah, rasanya seperti sebuah lubang. Ah, benar, memang mulut Taehyun adalah lubangnya saat ini. Diam-diam, pinggul Yeonjun juga bergerak ke arah yang berlawanan.

"Cepat cari mereka berdua! Kita harus segera mengumpulkan mereka seutuhnya!" Teriak staff lain menggunakan bahasa Korea, tepat di luar ruang ganti tersebut.
"Cari kemana saja, ke toilet laki-laki atau perempuan!" Sahut staff yang lain.
"Choi Yeonjun! Kang Taehyun!" Timpal staff lagi dari arah yang berbeda.
"Apa mereka ada disini? Tapi semua penari artis lain sedang berganti pakaian disini." Tanya salah satu staff, mengarah kepada ruang ganti mereka saat ini. Taehyun membeku dengan penis memenuhi mulutnya dan wajah Yeonjun memutih karena gugup. Akankah mereka tertangkap basah sedang berbuat tidak senonoh?
"Ini untuk artis lain, cari ke tempat lain saja." Gerombolan staff TXT itu mulai terdengar menjauh, langkah mereka menghilang dalam waktu singkat.

Duo cabul itu akhirnya bisa bernafas lega, mereka terhindar dari marabahaya. Setelah merasa aman, Taehyun kembali menggerakan kepala tapi kali ini sedikit lebih laju, diiringi hisapan kecil. Yeonjun juga menggerakan pinggulnya lagi, sembari berusaha mengatur desahannya dengan desisan kecil. Si yang lebih muda itu dapat merasakan nyata kedutan penis besar dan panjang milik Yeonjun. Sorot mata Yeonjun perlahan turun untuk melihat bagaimana rakusnya mulut Taehyun menghisap penisnya itu. Oh, jika saja ada waktu lebih banyak, mungkin Yeonjun akan memaksanya untuk melakukan seks singkat disitu sekarang juga.

Atau mungkin, saat di dorm nanti? Yeonjun juga sudah lama tidak melakukan seks karena kesibukan mereka dengan album baru dan konser. Seks sepertinya akan melepas penatnya. Apa seksnya harus dengan Taehyun? Jelas, harus dengan Taehyun. Yeonjun selalu mengagumi wajah manis nan dingin milik si penggila olahraga itu, di balik sifatnya yang sok tangguh. Mereka juga sudah pernah melakukan seks beberapa kali, dan Yeonjun sangat suka dengan merdu desahan sekaligus wajah memelasnya.

Kali ini, kepala Taehyun mulai bergerak lebih laju, menggesekkan penis berurat Yeonjun di mulut, lidah dan tenggorokannya. Salivanya menetes-netes ke lantai, ia sambil sesekali berusaha memastikan bahwa saliva tersebut tidak membasahi pakaiannya yang sudah rapi untuk penampilan nanti. Tangan Yeonjun dengan lemas mencengkram rambut Taehyun, ia juga menghentak sekilas ujung penisnya di tenggorokan si yang lebih muda. Panas yang membungkus penis ereksinya itu membuat Yeonjun ingin gila rasanya.

Mulutnya ingin berteriak kencang saking pandainya Taehyun menghisapi penisnya. Sial. Kenapa dia sangat pintar melakukannya? Yeonjun agak kesulitan menahan desahan, rengekan dan ringisan nikmatnya tapi ia mampu melakukannya. Aroma seks menguar di ruangan sempit itu, adrenalinnya semakin terpacu karena nafsu yang menggebu-gebu seperti kuda berlari. Keduanya saling bertatapan di sela kegiatan itu, saling bertukar sinyal nafsu yang jelad.

Perut Yeonjun serasa dikocok dengan nafsu dan orgasme yang makin mendekat. Ia hanya bisa mendesah dengan ada yang gemetar. Orgasme sudah mulai mendekatinya, kepala Taehyun bergerak semakin laju, dan laju. Suara becek dari hisapannya itu membuat Yeonjun semakin bernafsu. Kenapa kedengarannya sangat seksi dan cabul? Ah, apapun itu, si paling tua hanga ingin terfokus pada momen dan sensasinya.

Tanpa waktu lama lagi, orgasme langsung menyambar tubuh Yeonjun dengan gelinjangan yang hebat. Sperma hangatnya ia tembakkan ke dalam mulut Taehyun, membiarkannya segera mengalir ke dalam tenggorokan si yang lebih muda itu. Dengan rakus, Taehyun menelan semua sperma hangat tersebut, menghabisinya tanpa sisa sebelum memberi hisapan terakhir dan mengeluarkan penis basah Yeonjun dari mulutnya. Mereka sama-sama saling mengatur nafas dan mulai berbenah diri. Yeonjun memasukkan kembali penisnya yang sudah puas itu ke dalam celana dan Taehyun merapikan rambutnya yang sudah di tata oleh penata rambut. Deru nafas keduanya saling beradu, tadi cukup intens juga. Taehyun menyeka bibirnya yang basah dan menjilat sisa sperma yang ada di ibu jarinya. Hal itu sangat seksi di mata Yeonjun, membuatnya tanpa malu menata Taehyun dengan pandangan lapar dan haus akan nafsu. Taehyun jelas sadar dengan tatapan Yeonjun di ruang sempit tersebut.

"Kau seolah bisa memakanku hanya dengan tatapa saja, hyung." Si yang lebih muda itu terkekeh dan memberikan satu kedipan mata padanya.
"Jika saja bisa, sayang." Ujar Yeonjun, agak membuat Taehyun bergidik geli.
"Ya, terserahmu dan nama panggilan buatanmu itu saja, hyung. Apa kau mau menghabiskan malam di kamarku?" Pertanyaan itu mencerahkan wajah Yeonjun yang tadi lesu usai orgasme.
"Oh, apa ini sebuah undangan untuk seks?" Tanyanya bersama senyum sumrimgah.
"Mungkin saja?" Ucapan itu diputus oleh Taehyun yang membuka pintu ruang ganti dan melangkah keluar tanpa menunggu Yeonjun. Tentunya, si paling tua itu mengikutinya, karena waktu tampil sudah dekat.

Ujungnya, Yeonjun dan Taehyun dimarahi oleh manajer mereka beserta staff. Namun, hal itu hanya bisa membuat mereka terkekeh diam-diam, mengingat betapa hebatnya mereka bisa berlaku tidak senonoh di bawah radar mereka. Penampilan TXT juga berlangsung dengan fantastis dan megah di Lollapalooza. Ribuan MOA datang untuk menonton dan menyemangati mereka. Entah bagaimana caranya, Taehyun bisa menyembunyikan sembulan ereksinya sendiri di balik celana, yang bahkan membuat Yeonjun bingung. Sepertinya ia harus berguru dengan Taehyun soal menyembunyikan hal seperti itu.

Malam berlalu dengan damai, Yeonjun benar-benar bertukar kamar hotel dengan Kamal, untuk bisa menghabiskan malam (seks) dengan Taehyun. Begitu pula dengan Kamal yang bisa bermain (seks) bersama Soobin. Beomgyu? Jangan ditanya, anak itu sudah tidur setelah selesai membersihkan diri dari riasan, hairspray dan pernak pernik penampilan tadi.