Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2023-04-13
Words:
744
Chapters:
1/1
Kudos:
3
Hits:
62

november

Summary:

mungkin benar, perpisahan mereka adalah janji selamat tinggal untuk jadi baik-baik saja.

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

 

malam pas acara alumnian, eita gak nyangka bakap ada kenjirou di sana. lulus kuliah, pindah ke tokyo selayaknya yang selalu anak itu mimpikan, lama gak ada kabar terus tau-tau ketemu di saat yang gak disangka-sangka. gak ada yang bilang juga pemuda tersebut bakal hadir.

persiapan eita buat nyanyi, mentah, seadanya. tapi dia berhasil nyuri kesempatan pas ada panitia yang menyeretnya berbicara, tahu bahwa eita familiar dengan panggung, musik dan penonton. eita mengiyakan tanpa ragu, sudah ada di kepalanya akan bagaimana dan seperti apa penampilannya nanti. naik paling dulu, bawa gitar. sendirian. matanya ke kenjirou yang duduk sama temen-temen dia, eita gak kenal mereka tapi kayaknya temen sekelas kenjirou pas mantan setter tersebut kelas tiga.

eita nyanyi.

good goodbye punyanya one ok rock berasa pas di suasana malam itu. bukan lagu sedih, tapi lagu yang bilang kalo setiap waktu yang dulu dilewatin bersama itu gak ada yang sia-sia. it's a 'good' goodbye anyway.

***

you're the light i'm the shadow on the wall when you sleep. everything that i need is right here with me.

kenjirou gak ngerti kenapa ada kak eita di sana. nyanyi lagu dari band favoritnya kenjirou, sesekali ngelirik ke dia. tapi matanya tulus banget, eita, dia juga terdengar lebih ke curhat daripada nyanyi. seakan dia emang mau nyampein suara hatinya lewat lagu ke kenjirou.

i come to you there is one word that i can't forget. goodbye. good goodbye.

hatinya seperti teremas. astaga. inget alasan mereka putus tiga tahun lalu karena kenjirou ngerasa kalo dia gak pantes buat eita yang selalu sabar sama dia. eita baik banget, baik banget. tapi kebaikan dia bikin kenjirou ngerasa dia gak bisa ngembaliin itu semua. kebaikan eita bikin kenjirou ngerasa kalo dia berhak dapetin yang lebih baik dari kenjirou.

kenjirou sayang sama semi eita, lebih dari apapun. tapi sayang doang gak cukup buat bikin satu hubungan sejalan adil. kenjirou ngalemin banyak hal buruk selama kuliah dulu yang bikin dia ngerasa dia gak pantes dicintai dan dorong semua orang terdekat menjauh, termasuk eita.

i realised, to stay, we had to break away

beres acara, dia nemuin eita. nyegat sebelum cowok tersebut pulang. udara bulan november dingin banget tapi mereka duduk berdua terpapar udara malam di salah satu bangku panjang sekolah.

“lo makin kurus.”

adalah yang eita bilang seakan dia juga gak makin tirus dari yang terakhir kenjirou inget.

“iya, gue bersyukur gue kurus doang. bukan mati.”

“kok dokter gampang banget bilang mati?”

“gue doang kayaknya.”

hening lagi, menenangkan kecanggungan satu sama lain. waktu terasa berputar lama banget saat itu dan kenjirou tak ingin kehilangan setiap detiknya.

“semi-san apa kabar?”

ada jeda penuh sebelum eita menjawab. “baik, menurut gue. kayak keliatannya aja.”

“masih ngeband?”

“masih kalo akhir pekan doang. temen-temen band lama enggak kerja jauh-jauhan jadi enak ketemuannya.”

“ah, pantesan tadi gak demam panggung.”

semi mendengus tertawa, diam-diam shirabu melirik dari ekor mata. terkejut saat tawa tersebut masih sama membuat hatinya menghangat. “gue sering mainin lagunya sih jadi kayak lagi iseng biasa.”

“pantesan.”

“lo suka?”

“are you for real? gue bucin sama oor sejak sma.”

“enggak,” kata eita, matanya enggak lagi liatin kangit kosong musim dingin. tapi ke kenjirou yang bales liatin dia. “maksudnya penampilan gue.”

“oh.” dia gak nyangka percakapannya bakal ke sana. “suka.”

dering telepon eita menginterupsi mereka tepat ketika eita terlihat seperti hendak mengatakan sesuatu. pamit, ia mengatakan bahwa itu dari temannya.

“temen gue minta pulang. dia gak bawa mobil, berangkat sama gue dan sekarang udah malem banget.”

temen? “kenapa dia gak naik bus?”

“guenya gak tega biarin cewek pulang sendirian malem-malem.”

oh, cewek.

kenjirou mengangguk, tak punya pilihan lain. membiarkan eita pamit berdiri lebih dulu. tapi sebelum langkahnya semakin menjauh, kenjirou memanggilnya.

“sem–”

“gue gak apa-apa.” eita mendahului, membuat kenjirou terdiam. bibirnya tersenyum sampai ke matanya. senyum yang udah lama banget enggak kenjirou liat. “meski lo pamit ke gue dengan cara menyakitkan dan alasan non sense, meski lo gak pernah percaya sama kita sama gue, gue udah gakpapa. giliran lo buat berhenti salahin diri lo sendiri terus menerus, kenjirou.”

kenjirou kehilangan kata-katanya, bahkan ketika ia tak lagi melihat punggung eita yang semakin mengecil dan menjauh, ia masih bergeming. masih tak mengatakan apapun. mungkin tak apa seperti ini, mungkin tak apa dia sedikit saja merasa dadanya ringan. mendengar langsung dari eita bahwa ia tak apa, bahwa ia kini tak apa sudah lebih dari cukup untuk kenjirou. ia tak akan mengganggu eita lebih jauh lagi.

mungkin benar, perpisahan mereka adalah janji selamat tinggal untuk jadi baik-baik saja.

little time not a moment wasted with you

[fin]

Notes:

ini repost dari write as hehe semua yang aku post di sini bakal repost dari write as karena 1). takut ilang 2). biar ada jejaknya karena akun twitter aku gabisa diakses lagi T.T

btw nostalgia dikit aku nulis ini tahun 2020 pas booming banget semishira yang identik sama p word hihi kangen haikyuu circa itu sih jujur pas itu fangirlingan rasanya menyenangkan banget.