Actions

Work Header

Dad! Shinichi

Work Text:

Mungkin Shinichi bukan tipe ayah yang bisa mengekspresikan cintanya dengan kata-kata, but Ran knows, when something happened to their children, Shinichi would be the first to come to them, either to defend, or to protect them.

Shinichi may not perfect, but when it comes to his babies, their babies, he will be the first one to play the knight in shining armor.

Ran masih ingat sekali saat Conan datang ke rumah dengan keadaan babak belur. Tidak, tentu saja bukan karena ia terlibat perkelahian. Hell, seorang Kudou Conan bukanlah Kudou Sakura yang kerjaannya memberi pelajaran kepada orang-orang tidak tahu diri dengan jurus karatenya.

Conan sendiri terkadang tidak paham kenapa ada orang yang tidak menyukainya. Dia tampan—jelas. Dia jenius—jelas. Dia kaya raya—jelas. Dan dia anak yang baik. Dia tidak pernah menggunakan privilege, atau nama orang tua atau bahkan kakek-neneknya untuk bersifat arogan. Lantas, mengapa ada yang membencinya?

Because you're close to perfect, and people don't like that. They're jealous. I know it sucks but yea such people do exist,” kata Shinichi kala itu, sembari membantu putranya itu membersihkan luka-lukanya. Dan tentu tidak sampai di situ saja. Shinichi langsung menelpon pihak sekolah dan meminta keadilan terkait hal ini.

Ran yang melihat father-son moment itu tersenyum, tentu di tengah-tengah air mata karena dia sendiri paling tidak tahan melihat anaknya tersakiti. Dan pas di moment itu lah, Ran sadar bahwa Shinichi memang ayah terbaik untuk anak-anak mereka.

Moment hangat lain yang pernah Ran saksikan juga adalah ketika Sakura terlibat perkelahian di sekolahnya. Kalau untuk anak yang satu ini, Shinichi akui ia memang harus banyak-banyak bersabar. Karena Sakura itu tingkahnya mirip sekali dengannya meskipun pengaplikasiannya bukan di analisis, namun di perilakunya.

Kala itu Sakura dibilang melakukan bully kepada teman sekelasnya, which is something Shinichi didn't expect at all when he came to school. Dia tahu bahwa Sakura memang lihai dalam menggunakan keterampilan beladirinya, namun anak gadisnya itu tidak pernah mem-bully seseorang.

“Aku sudah bilang aku tidak melempar air ke Asami!”

“Tetapi semua orang mengatakan kau yang melakukannya!”

“Memangnya sejak kapan ada anak di sekolah ini yang menyukaiku? Tidak ada, Ibu! Mereka akan mencari celah untuk menjatuhkanku karena aku Kudou Sakura, anak dari ayah dan ibu yang hebat, anak berprestasi, yang tidak pernah melakukan penyalahgunaan kekuasaan!”

Permasalahan akhirnya selesai tatkala Shinichi ikut campur. Ia melihat bekas air yang “katanya” Sakura lempar kepada temannya. Dari masalah ini sendiri, Shinichi rasanya ingin tersenyum jahat, benar-benar bodoh orang-orang ini.

You have nothing to say against my daughter now. Kau lihat bekas air yang ada di sini? Bekas ini hanya akan muncul ketika pelaku menggunakan tangan kanannya. Good thing, my daughter is a left-handed.

Kasus pun ditutup. Shinichi juga berhasil menemukan biang kerok dari permasalahan ini. Dan benar saja, semua dilakukan atas dasar ketidaksukaan mereka terhadap Sakura. Walau pada akhirnya mereka meminta maaf, Shinichi tetap meminta keadilan untuk anak perempuannya.

And that being happened.

Ran tahu Shinichi masih jauh dari kata sempurna. Ia terkadang masih berbicara kasar di depan anak-anak mereka, tidak sengaja merusak atau menghilangkan barang-barang. Shinichi juga terkadang melupakan hari-hari penting, membuatnya kesal, tidak sengaja menumpahkan emosi kepada anak-anaknya setelah lelah bekerja, dan masih banyak lagi.

Tetapi Ran juga tahu bahwa Shinichi selalu berusaha. Baik dulu maupun sekarang, Shinichi terus-menerus berusaha untuk menjadi lebih dan lebih baik lagi.

He may not be perfect, but to Ran, he's the best father, hopefully, their son and daughter could ever have.

Series this work belongs to: