Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Series:
Part 1 of Such a Liar Universe
Stats:
Published:
2021-08-20
Completed:
2021-08-20
Words:
8,710
Chapters:
2/2
Kudos:
9
Hits:
157

Such a Liar

Summary:

Byungchan hanya ingin percaya, walaupun pada akhirnya ia kembali kecewa.

Notes:

ini udah pernah aku post di twitter via write as, tapi part II nya aku taro di trakteer. dan sekarang semua part udah aku pindahin kesini karena akun trakteernya gak aku pake lagi.

selamat membaca!

Chapter 1: Satu

Chapter Text

"jadi gimana woo?"

seungwoo kembali tersentak dari pikirannya saat seungyoun lagi-lagi memberi pertanyaan yang sama. saat ini di meja panjang salah satu ruangan yang biasa mereka pakai untuk latihan dance terdapat seungyoun, seungwoo dan wooseok sebagai perwakilan dari tim mereka untuk mengadakan rapat. sedari tadi mereka bertiga sibuk berdiskusi tentang siapa yang cocok untuk mengisi kekosongan di grup mereka. grup mereka kekurangan satu orang karena salah satu member mereka tiba-tiba mengundurkan diri karena beberapa alasan, sedangkan dalam waktu dua minggu mereka ada project take video yang lumayan besar.

"youn serius, gue gak setuju sama rencana gila lo yang ini."

wooseok yang sedari tadi menyangkal saran seungyoun kembali bersuara, dan dibalas oleh dengusan keras dari seungyoun.

"why not? apa yang salah dari cara gue? seungwoo cuma tinggal deketin byungchan, baik baikkin dia, bikin baper lah dikit biar dia mau join ke grup kita untuk project ini."

"kenapa gak pake cara lain? lo mau mainin perasaan orang?"

"emang lo ada cara lain? lo tau sendiri byungchan paling gak mau project pake agensi gini? toh gue nyuruh seungwoo yang emang lagi jomblo, berarti gue gak sepenuhnya mainin perasaan dong? syukur syukur ntar mereka malah baper beneran."

katakan lah seungyoun gila. seungyoun dengan ide-ide gilanya itu tidak pernah luput dari bahasan serius mereka, wooseok bahkan lelah menghadapi lelaki itu.

"udah elah lo berdua malah berantem, pusing gue dengernya." ucap seungwoo.

"kalo seungwoo gak keberatan ya berarti gak ada masalah dong seok, ya gak woo?"

seungwoo menjawab dengan mengendikkan bahunya.

"terserah deh, yang jelas lo berdua tahu kan, byungchan berhubungan baik sama kita semua, kalo gara-gara ginian bikin pertemanan rusak, gue gak mau tanggung jawab."

"Iye, gak bakal rusak kalo lo gak bocor seok, jadi gimana woo?" ucapan wooseok bagai angin lalu untuk mereka berdua, tapi sudahlah, wooseok sudah hafal bahkan hatam sama sifat mereka, jadi ia lebih memilih diam.

"gampang lah itu, tapi gue gak janji dia bakal mau ya."

"pokoknya waktu lo dua minggu sih woo, kalau h-1 mulai latihan rutin dia masih kekeh gak mau yaudah terserah dah, kita terpaksa cari alternatif lain."

seungwoo mengangguk paham "gue usahain dia mau, kalau gak mau ya gue tinggal aja dah males juga."

"kalian yakin gak mau cari orang lain aja?" ucap wooseok yang masih mencoba tetap pada pendiriannya.

"seok, anak agensi lain lo tau sendiri lah, udah pada full sama project masing - masing, dan gue gak kepikiran nama lain selain byungchan, kalau lo bisa nemu orang lain yang diatas dia, yang bisa narik perhatian kayak dia ya coba silahkan kasih tau gue."

dalam hati wooseok sedikit menyetujui perkataan seungyoun. byungchan adalah kandidat yang sangat tepat, namun membujuk anak itu untuk mau bergabung dengan tim yang berada di bawah suatu agensi tentu sangat sulit. fly high merupakan salah satu agensi/komunitas dance cover yang cukup ternama, youtubenya bahkan sudah memiliki jutaan subscriber. namun di agensi ini ada beberapa peraturan, salah satunya tidak mengizinkan anggotanya memiliki grup/project lain di luar agensi, yang mana untuk byungchan yang memiliki jiwa yang bebas dan circle pertemanan yang sangat luas tidak mampu memenuhi syarat tersebut. satu bulan byungchan bergabung di agensi tersebut ia masih bisa beradaptasi, namun setelah bulan berikutnya ia mulai merasa tertekan dan terikat, ia tidak menyukai itu dan akhirnya setelah tiga bulan bergabung ia memutuskan keluar setelah menyelesaikan beberapa project.

"udah lah seok, bawa santai aja." ucap seungwoo.

melihat wooseok yang diam saja membuat seungyoun tersenyum puas dan menepuk tangannya kencang.

"oke woo! semoga lancar ya, gue tunggu kabar baiknya."

seungwoo mengangguk mantap dan menunjukkan seringai kecilnya, seakan percaya diri kalau dia akan berhasil menaklukan byungchan dalam waktu dua minggu.

"emang lo berdua tuh brengsek sih ya." ucap wooseok yang dibalas tawa oleh seungyoun.

 

 


 

"chan! lo bawa speaker?"

byungchan yang baru datang hanya mengernyit bingung saat hanse dengan paniknya bertanya.

"lah bukannya kita di studio hari ini?"

"batal! anjir banget cuy ternyata udah di booking orang, udah gue omel omelin aja tuh yang punya studio."

"yah terus gimana? gue gak bawa speaker anjir."

hari ini harusnya mereka latihan intensif karna hari minggu nanti mereka sudah lomba, karna tidak mendapat studio maka mereka terpaksa harus latihan di tempat terbuka, tempat khusus yang berada di salah satu lantai sebuah mall, namun mereka harus menggunakan speaker, karena bukan hanya mereka saja yang latihan disitu tentunya.

"masa kita latihan sambil nyanyi pake mulut sih, capek anjir."

byungchan berpikir sebentar, matanya mengeliling mencoba mencari kalau ada speaker nganggur. tatapan byungchan terhenti di rombongan anak - anak Fly High, setau byungchan biasanya kalau mereka latihan selalu membawa speaker lebih dari satu, dan benar saja ia melihat satu speaker yang tidak terpakai di samping seorang lelaki yang tentu saja sudah byungchan kenali.

"gue coba pinjem ke kak seungwoo dulu deh ya, tunggu bentar."

"emang gak apa apa chan?"

"selow elah."

byungchan melangkah santai ke arah rombongan tersebut, walaupun byungchan sudah keluar dari agensi tersebut, hubungannya dengan teman - temannya disitu masih terjalin dengan sangat baik, toh mereka juga paham dengan alasan byungchan yang memilih keluar.

"kak seungwoo!"

Seungwoo yang sedari tadi bermain dengan hp nya seketika tersentak saat tiba tiba saja byungchan sudah berjongkok didepannya.

"eh chan, kenapa?"

Seungwoo menegakkan badannya, matanya sempat melirik ke arah seungyoun yang mana dibalas oleh ucapan "semangat!" tanpa suara.

"kak gue boleh pinjem speaker gak? tim gue gak ada yang bawa karena tadinya kita mau di studio tapi batal, ini punya siapa?" byungchan menunjuk speaker yang tergeletak di samping seungwoo.

"punya gue, yaudah pake aja chan."

"beneran?" mata byungchan berbinar kesenangan, seungwoo menjawabnya dengan anggukan serta senyumannya.

"iya pake aja."

"yes! makasih ya kak, nanti kalau kalian mau pake bilang aja, gue latihan disitu tuh" ucap byungchan sambil menunjuk ke arah teman temannya yang tidak terlalu jauh dari tempatnya sekarang.

"santai, ini juga kayaknya gak dipake kok."

"oke kak makasih ya sekali lagi, gue kesana dulu."

byungchan bergegas kembali ke tempatnya setelah menyapa singkat anak - anak Fly High, tanpa menyadari bahwa ada sepasang mata yang sedari tadi tidak lepas menatap punggungnya yang semakin menjauh.

 


 

"kak sorry banget lo malah jadi nungguin gue kelar latihan."

byungchan menghampiri seungwoo yang sedang duduk di salah satu meja foodcourt.

"lo kenapa gak bilang kalau udah selesai sih kak, jadi gue kan bisa langsung balikin speaker lo."

"tadi gue liat kalian masih fokus latihan gitu jadi gak enak mau ganggu, gapapa lah toh gue juga mau makan dulu kan."

byungchan terkekeh pelan "thank you ya kak speakernya! tim gue hari minggu kan mau lomba kak makanya latihan hari ini tuh lebih ketat."

seungwoo mengangguk paham, tangannya bergerak memasukkam speaker miliknya ke tas.

"lo mau makan chan? gue pesenin ya?"

"eh? gak usah kak, gue makan di kostan aja nanti bareng temen gue."

seungwoo mengangguk paham "yaudah kalo gitu gue anter balik?"

Byungchan terdiam sebentar, namun sedetik kemudian ia tersenyum dan mengangguk singkat.

 


 


perjalanan mereka diisi oleh berbagai macam obrolan. byungchan yang memang pada dasarnya social butterfly seakan tidak canggung sama sekali terhadap seungwoo, memang sih mereka sudah saling mengenal cukup lama karena pernah berada di satu agensi, tapi rasanya byungchan baru kali ini bisa berbicara panjang lebar dengan seungwoo, karena seungwoo termasuk orang yang cukup pendiam dibanding temannya yang lain.

"terus lo kenapa milih cabut chan?"

byungchan berpikir sebentar, sebenarnya memang banyak yang bertanya alasan kenapa ia rela meninggalkan Fly High, padahal namanya saat itu sudah dikenal banyak orang.

"hmm.. gimana ya kak, gue kan dance itu buat hobby ya, nah di Fly High itu gue  kayak ngerasa diatur? gue gak bisa ngelakuin apa yang gue mau, gue bahkan pernah asal dimasukkin ke grup untuk project selanjutnya padahal gue gak pernah setuju karena gue gak srek sama dancenya"

seungwoo mengangguk paham namun ia masih diam mendengarkan.

"dan lo tau lah kak, temen gue banyak yang di luar agensi, masa iya gue dilarang gabung? mendingan gue independen aja lah sekarang, lebih enak, lebih bebas."

"tapi chan, menurut gue sebenernya bukan ngekang sih kata yang tepat, kita cuma mau project yang lagi berjalan terstruktur gitu, jadi anggotanya disuruh fokus ke satu grup supaya hasilnya maksimal.. jangan tersinggung ya, gue cuma ngeluarin pendapat gue kok."

"gue paham banget kak, gak kok gak tersinggung, makanya kan pas out gue bilang alasannya ya karna dari diri gue nya aja yang gak bisa, gue gak pernah menyalahkan cara kerja di Fly High kok."

seungwoo mengangguk paham, ia membelokkan mobilnya ke salah satu jalan yang ia ketahui letak kostan byungchan, mobilnya berhenti tepat di depan kostan byungchan.

"thank you kak buat hari ini hehe udah dianterin sama dipinjemin speaker."

seungwoo mengangguk kecil sambil tersenyum, saat byungchan hendak membuka pintu mobilnya, lengannya ditahan pelan oleh seungwoo.

"kalo gue minta tolong lo buat bantuin project Fly High selanjutnya, lo mau gak chan?"

"hah? gimana?"

"iya.." seungwoo menyisir rambutnya perlahan kebelakang, ia tidak tahu kalau mulutnya bisa berbicara tentang itu dengan lancar, padahal ia tidak ingin terburu buru karena takut terkesan memaksa.

"sekitar dua minggu atau kurang udah mulai latihan project baru, dan kita kekurangan orang karna kookheon mendadak hiatus, cuma sementara kok chan, lo gak bakal terikat sama Fly High karena posisi lo cuma member cabutan dari luar."

"oh.. waw.. isinya sunbae semua itu kak.. gak salah lo ngajak gue?"

"ya.. enggak lah? gue percaya sama lo chan."

byungchan tertawa "aduh kak lo tau gue gak mau kalau under agensi gini.. sorry banget ini mah kak, takut ngecewain kalian juga, dance gue gak sebagus kalian soalnya."

seungwoo menghela nafasnya, ia tahu akan ditolak namun tetap saja ada rasa sedih sedikit, itu tandanya ia harus berusaha lebih keras lagi.

"yauda gapapa chan, tapi kalau lo berubah pikiran lo bisa kasih tau gue ya chan."

byungchan mengangguk cepat mengiyakan "yauda gue duluan ya kak, makasih sekali lagi."

"oke! semangat lombanya ya, nanti gue dateng deh buat dukung lo."

"sip! awas kalo gak dateng!"

byungchan bergegas turun dari mobil seungwoo, dan melambaikan tangannya saat mobil seungwoo bergerak menjauhi kostannya, byungchan dengan langkah ringan memasuki kostannya, yang tidak ia sadari adalah, senyuman di wajahnya bahkan tidak luntur sejak turun dari mobil tadi.

 


 

"sejun! pukul punggung gua jun yang keceng!"

saat ini byungchan dan teman-temannya sudah berada di backstage, tiga nomor lagi grup mereka akan tampil, dan itu membuat byungchan gugup bukan main. padahal ini pengalaman kesekian kalinya byungchan tampil di panggung, tapi tetap saja rasa gugup itu masih ada.

 

buk! buk!

 

"kurang kenceng!!!"

"anjir lo mau sekenceng apa lagi buset? kalo tulang lo patah ntar gua yang disalahin!"

sudah kebiasaan byungchan sebelum tampil, ia akan meminta seseorang untuk memukul punggung dan bahunya, katanya agar ototnya nanti tidak terasa tegang saat tampil.

"beneran ini mah jun, sekali lagi dah agak kencengan dikit."

sejun akhirnya menuruti, setelahnya byungchan kembali meregangkan bahunya setelah dipukul sejun tadi.

"nah gitu, enakan gue."

"masokis masokis.." ucap sejun sambil menggelengkan kepalanya.

"byungchan?"

byungchan menengok cepat dan mendapati seungwoo yang sudah berdiri di belakangnya, tanpa sadar ia menghela nafas lega, karena ia pikir seungwoo lupa akan janjinya dan tidak datang hari ini.

"eh kak! kirain gak jadi dateng."

seungwoo tersenyum, sedikit terpaku melihat byungchan yang saat ini dipoles make up yang cukup tebal dan kostum menawan.

"dateng dong pasti, wow you look so... different?"

byungchan menaikkan alisnya sebelah lalu tertawa kecil.

"bedanya dalam artian jelek apa bagus nih?"

"bagus lah.. indah malah."

byungchan tertawa, berusaha menutupi wajahnya yang entah kenapa malah terasa panas.

"semangat ya, jangan gugup, kalian pasti bakal tampil bagus."

byungchan mengangguk, tangannya kembali mengepal erat untuk menghilangkan ke gugupannya.

"yauda gue cari tempat yang aman dulu biar bisa rekam lo, semangat!!"

sebelum seungwoo pergi tangannya sempat mengusap pelan kepala byungchan, berharap itu dapat mengurangi kecemasan byungchan.

"lo sejak kapan deket sama bang seungwoo dah, chan?"

byungchan yang tadi sempat membeku akhirnya tersentak karena teguran hanse.

"h-hah? ya.. deket biasa? kan gue satu agensi dulu."

"Iya sih.. cuma ya beda aja sekarang."

"haha beda apanya sih, eh ayok ayok sini berdoa dulu, abis ini kita yang tampil."

byungchan berusaha memanggil teman satu timnya yang lain untuk membentuk lingkaran dan berdoa bersama, mengabaikan detak jantungnya yang sedari tadi berdetak tidak normal.

 

 


 

 

seungwoo tidak pernah kehilangan fokusnya, apalagi dalam menilai dance seseorang. sedekat apapun ia berteman sama seseorang ia tidak akan segan-segan dalam menilai tariannya. tadinya seungwoo ingin menilai baik-baik saat tim byungchan tampil, dan setelahnya ia akan memberikan beberapa feedback untuk grup byungchan agar bisa lebih baik kedepannya.

namun, fokusnya dalam menilai grup byungchan buyar sejak menit pertama berlangsung. tatapannya entah kenapa tidak bisa lepas dari byungchan.

harusnya ia tidak seperti ini, harusnya ia melihat secara keseluruhan, tetapi lelaki berlesung pipi sangat dalam itu seakan menyihirnya untuk tetap fokus pada dirinya saja.

grup byungchan menampilkan lagu dari salah satu boygrup yang bernama Victon dengan judul Mayday. seungwoo sangat tahu detail dari dance lagu tersebut, namun pikirannya malah melayang saat matanya bertemu dengan byungchan.

seungwoo suka. sangat suka melihat bagaimana byungchan menggerakkan badannya sesuai dengan ritme lagu, byungchan berhasil menyampaikan makna lagunya dari gerakan dan ekspresinya yang tidak pernah off, dan itu membuat seungwoo semakin pusing.

setelah penampilan itu selesai, seungwoo baru sadar kalau hp yang ia pegang ternyata belum di klik record, yang artinya tadi ia tidak sempat merekam penampilan byungchan. 

"oh shit, gue harus bilang apa nanti ke byungchan."

 


 


seungwoo menatap byungchan yang sedang tertawa bahagia bersama teman segrupnya. tim byungchan memenangkan posisi pertama dan tentu saja itu membuat byungchan dan temannya terkejut bukan main, namun bisa dilihat ada raut kelegaan di wajah byungchan.

setelah dilihat byungchan mulai tenang, maksudnya sudah tidak dikerumuni banyak orang, seungwoo mulai melangkahkan kakinya ke byungchan. byungchan yang sadar bahkan sebelum seungwoo sampai di depannya menunjukan senyuman lebar ke seungwoo.

entah karna terlalu senang atau apa, byungchan refleks memeluk seungwoo erat, seungwoo sempat terkejut sedikit, tetapi mengingat byungchan juga melakukan hal yang sama dengan temannya yang lain tadi membuat seungwoo agak kecewa.

"selamat ya byungchan, grup kalian emang pantes menang kok."

byungchan mengangguk dalam pelukannya, seungwoo sempat mengusak belakang kepala byungchan sebelum melepaskan pelukannya.

"makasih kak hehe."

seungwoo ikut tertawa melihatnya, jujur saja kalau tidak banyak orang disini ia akan memeluk lelaki ini lagi dengan lebih erat dan enggan melepaskannya.

setelah berbincang lama dengan teman-temannya, tidak terasa waktu sudah semakin larut, maka byungchan memutuskan untuk pulang, dan tentu saja lagi-lagi seungwoo menawarkan untuk mengantarnya pulang dengan alasan byungchan terlihat sudah sangat lelah karena sedari pagi mempersiapkan diri untuk lomba.

benar saja, rasanya baru tadi byungchan mengoceh panjang lebar, tetapi sekarang ia malah tertidur nyenyak sepanjang perjalanan pulang ke kostannya. seungwoo bahkan tidak tega untuk membangunkannya saat mobilnya sudah sampai di depan kostannya. tetapi melihat posisi byungchan yang bisa membuat lehernya sakit, seungwoo akhirnya memilih membangunkannya.

"byungchan? bangun yuk, udah sampe." ucap seungwoo sambil mengusap pelan pipi byungchan.

byungchan mengerjapkan matanya perlahan dan menegakkan badannya.

"eh maaf ya kak, gue malah ketiduran."

"gak papa, lo capek banget itu, gih cepet masuk terus istirahat."

byungchan mengangguk lalu mengambil barang-barangnya yang berada di jok belakang.

"kak, tawaran yang waktu itu masih berlaku?"

seungwoo sedikit terkejut mendengarnya, namun sedetik kemudian ia mengangguk.

"gue terima kak, mulai latihan kapan?"

seungwoo tersenyum lebar dan menghela nafas lega.

"minggu depan chan."

"oke.. so.. see you next week?"

"nope. kayaknya gue gak sanggup kalo nunggu minggu depan."

byungchan mengernyitkan dahinya bingung.

"maksudnya?"

"besok ada kuliah? jam berapa? gue jemput ya?"

 


 

"running sekali lagi abis itu istirahat lima belas menit ya guys, detail nya jangan lupa, blockingnya juga."

seruan suara seungwoo kembali bergema di ruangan tersebut yang di balas anggukan semangat oleh member lainnya.

lagu kembali berputar dan mereka mulai menarikan gerakan yang tadi sudah di latih bersama.

setelah lagu selesai, mereka mulai berhambur ke pinggir studio untuk mengambil minum mereka, begitupun dengan byungchan, ia langsung saja selonjoran dan bersender di kaca studio dengan nafas yang terengah-engah.

hampir dua jam latihan tanpa jeda itu dilakukan, target latihan mereka hanya tiga kali, setelah itu langsung take video.

"gue seneng lo akhirnya mau ikut gabung chan."

seungyoun menghampirinya sambil memberikan satu botol air putih untuknya yang ditolak secara halus oleh byungchan karena ia sudah membawa minumnya sendiri.

"oh ya? padahal masih banyak yang lebih bagus loh kak, gak tau tuh kenapa kak seungwoo nawarin gue."

seungyoun tersenyum kecil, ia sebenarnya tidak menduga seungwoo akan secepat itu berhasil membujuk byungchan, tapi tentu saja kabar bahwa byungchan mau bergabung dengan timnya sangatlah membuat ia senang, walaupun byungchan hanya sekedar membantu sementara.

"lo cocok banget kok di posisi ini, semangat ya chan, kalo hasil videonya bagus juga nanti yang seneng kita-kita juga kan"

byungchan hanya membalas dengan senyuman kecil, tidak lama kemudian seungwoo juga ikut menghampirinya dan duduk disebelahnya.

"capek? oh udah bawa minum?"

"ya biasa kak gak capek banget kok, iya gue bawa sendiri, oh lo abis beli ya tadi?"

seungwoo mengangguk lalu meletakkan botol minumannya di samping byungchan. tatapannya bertemu dengan seungyoun yang menatapnya dengan jahil dan dibalas dengan pelototan tajam oleh seungwoo.

"yauda buat ntar aja minumnya, cadangan."

seungwoo mengangguk lagi, lalu mulai menyenderkan badannya ke kaca.

"btw tadi lo mimpin latihannya keren kak." 

celetukan byungchan itu entah kenapa malah membuat pipi seungwoo memanas dan bikin ia salah tingkah sendiri, padahal byungchan mengatakannya dengan nada yang datar.

"h-hah? biasa aja kok, gue kalo mimpin latihan emang kayak gitu."

seungyoun rasa nya hampir tertawa keras melihat raut wajah seungwoo, namun ia urungkan karena melihat tatapan tajam dari seungwoo.

"waelah gue jadi nyamuk disini, cabut ah!" ucap seungyoun sambil beranjak dari situ menjauhi mereka.

"heh mau kemana?! udahan istirahatnya, ayo lanjut lah!"

"YAELAH WOO."

 


 

semuanya berjalan lancar, baik project mereka, sampai proses pendekatan seungwoo. sebenarnya ada yang aneh, tugas seungwoo hanya sampai byungchan setuju untuk melakukan project ini kan? tetapi sampai saat ini, h-7 take video project mereka dijalankan, seungwoo masih melakukan berbagai pendekatan ke byungchan, baik antar jemput byungchan kuliah dan pergi latihan, sampai membantu si yang lebih muda mengerjakan tugas kuliah dan berakhir mereka menghabiskan waktu seharian.

saat seungyoun bertanya ke seungwoo apakah lelaki itu memang sungguhan menaruh perasaan terhadap byungchan, seungwoo dengan entengnya menjawab "enggak lah, gue mah tanggung jawab youn, seenggaknya sampe project kelar lah baru gue berenti, kalo berenti sekarang ntar ketauan lagi." dan dibalas oleh seungyoun dengan sumpah serapahnya.

H-3, grup chat mereka sudah ramai membicarakan soal kostum dan tempat, memastikan untuk hari H nanti tidak akan ada kendala yang besar, karena bisa dikatakan project kali ini sudah ditunggu oleh banyak orang, jadi mereka ingin menampilkan hasil yang maksimal.

akhirnya tiba dimana hari take video mereka, jam tujuh pagi seluruh member di minta untuk sudah hadir ditempat take, karena banyak persiapan baik kostum, make up dan lain sebagainya. dan di pagi itu juga kehebohan sudah mulai terjadi, karena byungchan satu-satunya member yang belum datang padahal waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi.

seungwoo yang sedari tadi ditanyai anak-anak yang lain karena biasanya byungchan selalu datang bersamanya juga tidak tahu menahu, ia kini sibuk menelepon byungchan yang tidak kunjung diangkat.

"gue gak bareng dia karena dia bilang dia berangkat dari rumah temennya anjir." ucapnya lagi, tangannya menyisir rambutnya kebelakang dengan frustasi. 

perasaan marah dan khawatir bercampur jadi satu. marah karena jadwal yang sudah diatur sedemikian rupa bisa saja jadi hancur karna mundur terlalu jauh, khawatir karena tidak biasanya byungchan seperti ini, ia takut ada hal yang terjadi pada byungchan.

"please please byungchan angkat." gumam seungwoo lagi, saat ini sudah terhitung dua jam sejak ia mencoba menelfon anak itu, tetapi hasilnya masih nihil dan itu membuat seungwoo kembali mengerang frustasi.

tidak lama setelah seungwoo mematikan telfon yang sudah kesekian kalinya gagal, ada pesan masuk di grup chat mereka.

 

byungchan sent a voice note

byungchan: thank you ya buat latihan tiga kalinya guys, sorry gue ngilang soalnya gue males aja dimanfaatin hehe, semangat projectnya!!

byungchan left

 

semua yang ada disitu termenung melihat chat yang masuk, terlebih lagi seungyoun , wooseok dan seungwoo yang sekarang bahkan menahan nafasnya.

voice note itu merupakan percakapan mereka saat pertama kali membuat rencana jahat itu, dan mereka merasa ditampar karena selama ini ternyata byungchan tahu segalanya.

"youn, ini gimana maksudnya?" hangyul, salah satu member disitu yang masih sama terkejutnya akhirnya angkat suara, jelas ia tahu suara pacarnya yang sangat mendominasi di voice note itu.

beberapa member akhirnya meninggalkan tempat satu persatu dengan ekspresi yang tidak terbaca, karena tidak tahu harus merespon seperti apa.

"gue udah bilang dari awal, tapi lo berdua tetep kekeh, silakan selesain kekacauannya." ucap wooseok yang juga ikut meninggalkan tempat bersama jinhyuk.

seungyoun menyisir rambutnya kasar, lalu ia menatap seungwoo dengan perasaan bersalah. sedangkan seungwoo masih membatu di tempat, tangannya meremas hp nya kencang.

"gue minta maaf woo, sebisa mungkin gue benerin semuanya, nanti gue juga yang ngobrol ke byungchan"

Seungwoo tidak menjawabnya, ia malah bergegas membereskan barang - barangnya dan pergi dari situ, saat ini tujuannya hanya satu, menemui byungchan secepatnya.

 


 

byungchan kembali menghembuskan asap rokok dari mulutnya, hp nya terus berbunyi tanpa henti, namun ia tidak gubris sama sekali.

pikirannya melayang ke saat-saat ia bersama seungwoo di minggu-minggu sebelumnya, lalu ia tertawa sinis saat tahu bahwa itu hanya kebohongan belaka.

byungchan bisa bayangkan betapa hecticnya keadaan di tempat take hari ini, anggap saja itu sebagai balas dendamnya.

"gue pikir lo beneran luluh chan." ucap hanse, saat ini ia berada di balkon kamar hanse, dan esok ia akan pulang kerumah orang tuanya, ia tahu seungwoo sudah pasti akan menghampiri kostannya, sedangkan byungchan belum siap untuk bertemu dengan lelaki itu.

"awalnya iya."

hanse mengangkat alisnya sebelah, hanse memang mengetahui semuanya karena byungchan selalu menjadikan ia tempat curhatnya.

"tapi ampe latihan terakhir ternyata emang beneran pura-pura dia, sialan jago banget aktingnya, gue ampe baper."

hanse terbahak mendengarnya, heran.. temannya ini beneran lagi galau atau tidak sih?

"oh jadi lo baper nih?"

"iyalah anjir! seorang han seungwoo gitu."

"lo kaga keliatan kayak orang lagi galau sumpah chan."

byungchan mengendikkan bahunya, dan menghisap kembali rokok di tangannya.

"kalau gue gak galau, gue gak akan ngerokok se, lo tau gue ngerokok kalo lagi stress aja."

hanse mengangguk paham "tapi cara lo nekat banget chan, ini masalahnya gak ngerugiin seungwoo doang, tapi satu tim."

"i know.. tapi gue gatau lagi, gimana cara ngurangin sakit hati gue."

Byungchan kembali menghisap rokoknya, kali ini hisapan terakhir karna rokoknya sudah habis.

"tapi se, ternyata dengan ngelakuin ini, hati gue malah makin sakit."

hanse menghela nafasnya lagi, hanse tahu byungchan juga pasti merasa bersalah ke anak anak yang lain di tim itu karena ia tahu sifat byungchan yang terlalu baik ke semua orang.

"lo gak mau coba omongin baik-baik chan?"

byungchan menggeleng lemah, tangannya bergerak mengambil satu batang rokok lagi namun terlambat karena hanse sudah lebih cepat mengambil kotak rokok itu dan menyembunyikannya di belakang tubuhnya.

"gue gak tau se, gue udah gak percaya sama dia, sama temen temennya juga."

tangan byungchan bergerak untuk mengambil permen di hadapannya, kesal karena hanse tidak mengizinkan dirinya merokok lagi.

"menurut lo.. gue salah se?"

"nope. they deserve it, dan lo juga. lo healing aja dulu gapapa."

byungchan tersenyum tipis "thank you se".

 

 


tbc