Chapter Text
“Anjing, Ten! Gila gue kena peletnya Nakamoto Yuta, liat kan tadi beneran sexy banget pas dia ngedrum sambil cengengesan? Wahh asli kena pelet ini gue gak mungkin enggak”
Ten tertawa ringan mendengarkan sahabat karibnya mengeluh-eluhkan drummer band kesayangan mereka sambil berjalan pelan meninggalkan main stage untuk membeli minuman dan mungkin beberapa snack ke food tenant. Ten dan Sicheng berjalan menyusuri lorong masih dengan saling lempar lelucon dan tertawa ringan, sampai diujung lorong mereka tertawa sedikit lantang dan Ten kehilangan keseimbangannya. Menubrukkan tubuh kecilnya pada seorang laki-laki yang sedari tadi fokus melihat hasil tangkapan pada kamera kesayangannya.
“Eh! Sorry sorry. Beneran gak sengaja” ujar Ten panik sambil mencoba mencari apakah ada benda yang terjatuh diantara badan tegap taki-laki di hadapannya ini.
“Gakpapa kok, tenang aja. Kameranya aman, gue juga gak kenapa-napa. Eh , gak kesundut rokok kan lo?” dengan senyum manisnya laki-laki berbadan tegap ini sedikit mengakat batang rokok yang terjepit diantara dua jarinya sambil menunjuk ke arah Ten.
“Enggak kok, aman juga sih kayaknya” Ten mengucapkan kalimatnya mantap setelah mengecek dengan seksama bahwa tidak ada bagian tubuhnya yang terluka.
“Bagus deh”
“Ehehe, iya. Yauda kalau aman gue duluan ya. Sekali lagi sorry banget ya!” Seletah menyelesaikan kalimatnya Ten kembali melanjutkan langkah.
Selang berapa detik Ten mulai hilang di antara kerumunan, dihimpit kursi dan tenda jajanan Ten dan Sicheng kebingungan untuk memutuskan jajanan apa dan atau jenis minuman seperti apa yang baiknya mereka beli, mengingat festival masih akan berjalan sampai beberapa jam kedepan dan mereka butuh tenaga untuk ikut dalam perayaan. Tak lama Ten dan Sicheng memutuskan untuk membeli takoyaki dan soda.
“Mending bagi dua deh, lo ke stan minuman situ, biar gue yang beli takoyakinya biar gak lama”
“Yaudah gitu aja, nanti yang udah dapet nyamperin yang belom gitu aja ya?”
“Deal!”
Ten berjalan pelan ke stan minuman yang berjarak sekitar hampir 5 meter dari tempatnya berdiri, berpisah dengan Sicheng yang tinggal memutar badan untuk mengantri takoyaki mereka. Sampai didepan stan Ten membaca menu dan memutuskan untuk membeli 2 soda medium, masih terlihat ada 3 orang didepannya yang sedang mengantri untuk dilayani, artinya giliran ten bisa jadi masih agak lama.
Ten memasukkan tangan kedalam tas kecilnya untuk mencari kotak Marlboro putih yang tidak pernah absen dia bawa, ia ketukkan pelan bagian atas kotak tersebut pada telapak tangan kiri lalu jarinya dengan lincah mengambil sebatang rokok untuk diselipkan diantara belah bibirnya. Masih dengan kotak Marlboro di tangan kiri, tangan kanan ten kembali masuk ke dalam tas untuk mencari pemantik merah muda kesayangannya, jemari lentiknya kembali keluar dari tas sambil membawa benda yang tadi ia cari, ia mulai mengarahkan api kecil pada ujung rokok sambil ia hisap dengan khidmat racun kecil yang ada di tangannya, sambil melepaskan hembusan pertama Ten mengingat ukiran nama pada tas kamera laki-laki yang ia tubruk tadi, pelan-pelan dalam kepalanya ten merapalkan
“Johhny Suh.. Johnny Suh.. Johnny Suh..”
