Actions

Work Header

cantiknya mas

Summary:

Mas keonho berhasil meruntuhkan pertahanan yang selama ini dibangun sama si cantiknya.

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

Apabila ada nominasi bagi perempuan yang belum melepaskan keperawanannya hingga menginjak kepala dua, mungkin seonghyeon lah pemenangnya. Tiap kali menjalin hubungan, seonghyeon selalu menolak bercinta dengan alasan wajib menikah terlebih dahulu. Pola pikir kuno ini berhasil menarik asumsi sekitarnya kalau seonghyeon tidak akan laku.

Memang nyatanya begitu. Banyak pria yang telah menjalin kasih dengannya dan meninggalkannya kala ia menolak berhubungan badan. Tapi kekasihnya yang kali ini berbeda. Lelaki berparas tampan dengan tinggi sepuluh sentimeter di atasnya, berbanding terbalik. Hati lelaki itu tetap berlabuh pada gadis manis yang terpaut tiga tahun di bawahnya, meski acapkali memberikan gestur menolak untuk bercinta.

Sejatinya, lelaki itu—keonho, tidak secara langsung mengajaknya bercinta. Melalui gestur dan afeksi yang diberikan menunjukkan adanya ketertarikan keonho untuk memulai sesuatu lebih jauh. Sungguh, beberapa kali seonghyeon terbuai atas perlakuannya. Mati-matian berusaha memperkuat benteng kokoh agar tidak runtuh saat itu juga.

Kendati demikian, posisi dan suasana di bilik apartemen kekasihnya kali ini berbeda. Lelaki berusia seperempat abad itu sedang gencar menyalurkan afeksinya. Seonghyeon dengan insting wanitanya tahu bahwa keonho butuh belai kasih.

Mass jangan dielus terus ih perut akunya, gelii

Cantik gak sayang mas lagi ya? Yaudah mas tidur di luar aja

Gak gitu, mas sayang... aku jadi gak fokus nonton. Mas juga jangan gerak terus kepalanya, geli ih
Sembari menyampaikan protesnya, seonghyeon tetap membelai surai lembut yang bersemayam di atas pahanya.

Bawel banget cantiknya mas, boleh mas cium gak?

Belaian pada perut ratanya beralih menuju rona merah yang muncul di kedua pipi cantiknya. Mengelus perlahan permukaan pipinya hingga jatuh pada bibir ranum manis kesukaannya. Ibu jarinya membelai perlahan seolah menggoda si gadis untuk menyanggupi permintaannya.

Mas...

Iya, cantik?

Mau... Dicium mas

Pernyataan itu seakan membangkitkan sebuah sinyal di dalam tubuh keonho. Tanpa menunggu lama, keonho beranjak meraih bibir si cantik tanpa tergesa. Merasa dengan seksama betapa kenyal dan manis milik kasihnya. Dilumat dan disesap dengan khidmat sampai yang ada dalam pikiran hanya si cantiknya.

Mmph massh pwelanh

Ciuman itu semakin intens ketika keonho sedikit memaksa membuka bilah bibir seonghyeon dengan bantuan gigitan kecil pada si gadis. Lenguhan mulai terdengar seraya masuknya lidah yang lebih tua. Menyusuri tiap bagian mulut tak terkecuali, termasuk lidah kecil perempuannya. Suara kecipak akibat sesapan dan permainan lidah keduanya mengudara bebas di ruangan.

Seonghyeon yang tak kuasa menahan afeksi berlebih, menguatkan cengkraman pada bahu lebar lelakinya. Kepalanya bergerak kanan dan kiri mengikuti ritme lawannya.

Eungg udah mass mmh

Menyadari permintaan kasihnya, keonho melepaskan tautan bibir keduanya. Membuat untaian saliva memanjang seiring bibir keonho yang menjauh.

Manis sekali, cantiknya mas. Mas mau tanya sesuatu, boleh?

Kenapa nanya gitu? Kayak sama siapa aja ih mas

Mendengar jawaban kekasihnya, keonho terkekeh gemas.

Lucu banget, cantik. Sini duduk dulu

Keonho bersandar pada headboard ranjang sembari memberikan ruang bagi seonghyeon untuk duduk pada pangkuannya. Menuruti perkataan lelakinya, seonghyeon memposisikan dirinya di atas paha keonho. Di pangkuan lelakinya, jemari seonghyeon mulai menyusuri paras indah yang lebih tua. Dibelainya alis hitam tebal, kedua pipi, hidung bangir, serta bibir kasihnya sembari melantunkan pujian.

Ganteng banget sih pacar aku. Kok mas mau sama aku? pertanyaan seonghyeon membuat alis keonho mengerut.

Cantik serius nanya hal itu ke mas? Mas bisa jawab tapi kayaknya bakal panjang. Cantik sanggup dengerin mas ngoceh 2 jam? jawaban keonho mengundang kasihnya untuk mendaratkan cubitan kecil di lengannya.

LEBAYYY males aku... cepet mas mau ngomong apa tadi

Seketika sekitarnya sunyi. Menunggu yang lebih tua bersuara.

Perlahan, keonho menyelipkan rambut si cantiknya di belakang telinga dan menatap dengan penuh kasih.

Cantik tau kan seberapa sayangnya mas sama cantik? seonghyeon mengangguk dengan semburat merah yang kembali terlihat pada kedua pipinya dan tersenyum kecil. Ia sangat menyukai betapa penuh tangki cinta lelaki itu padanya. Terlebih ketika pujian darinya mengudara, seakan dibawa ke langit tertinggi.

Mas mau minta izin sama cantik. Apa boleh mas mendampingi cantik seumur hidup mas?
Mendengar itu, seonghyeon terkejut dibuatnya. Bukan hanya atas permintaan keonho tetapi satu buah cincin mengkilap yang muncul dari balik saku celana lelakinya. Perlahan, air mata menetes dari kedua tepi mata seonghyeon.

Mas... a-apa aku pantes menerima cintanya mas?

Pantas, cantik. Selalu pantas. Justru mas yang merasa gak pantas buat cantik. Kalau cantik merasa butuh waktu untuk menjawab, gapapa

Boleh. Mas boleh jadi pendampingku seumur hidup. Aku mau sama mas terus selamanya

Jawaban itu sukses membuat keonho berdegup kencang. Belum sempat mengutarakan perasaannya, seonghyeon lebih dulu menarik tengkuknya dan membawanya dalam ciuman yang sedikit tak beraturan. Gadis dihadapannya mencumbu dengan tergesa, menyalurkan perasaannya yang membuncah. Kedua tangannya aktif meremat surai lembut lelakinya sembari memperdalam ciuman.

Keonho yang mendapatkan perlakuan itu, menyesuaikan tempo gadisnya dan mengarahkan hingga dirinya mengambil kendali. Diraihnya tengkuk si cantik untuk dibelainya halus namun seduktif. Tindakan itu membuahkan desahan lembut dari gadisnya, membangkitkan gairah keonho untuk semakin jauh mengasihi kasihnya. Maka ciuman itu perlahan turun pada leher jenjang yang lebih muda. Memberikan ciuman kecil dan sesapan yang meninggalkan jejak kemerahan.

Ah! M-mas nghh jangan gigit mmhh

Seonghyeon semakin mendongakkan kepalanya kala keonho menyesap tulang selangkanya. Tak tinggal diam, tangan keonho hinggap di balik atasan tipis berbahan kaus milik si cantik. Mengusap punggung dan meremas pinggang kasihnya. Kini lelaki itu dikendalikan oleh nafsu tak tertahankan yang mulai timbul.

Hisapannya mulai turun hingga sampai pada tonjolan kenyal yang menyembul dari sela kerah berbentuk v pada atasannya.

Sebentar mas—mmphh

Menyadari batasnya, keonho menjauhkan kepalanya.

Maaf, cantik... Mas sepertinya gak sanggup. Mas mau minta izin untuk mengasihi cantik lebih jauh lagi. Apakah boleh mas sentuh dan miliki cantik seutuhnya? pinta keonho sembari terus mengelus pinggang seonghyeon.

Mas... Malam ini aku jadi milik mas seutuhnya. Tapi... b-boleh pelan-pelan dan tuntun aku gak? As you know, aku belum pernah... itu... seonghyeon mengalihkan pandangan dari lelakinya karena terlampau malu mengatakannya. Melihat itu, keonho tersenyum gemas dan beralih mencuil pipi tembam gadisnya.

Mas dulu abis nyelamatin apa ya bisa miliki cantik yang gemas sekali. Terima kasih udah izinkan mas buat miliki cantik. Kita mulai pelan-pelan ya, cantiknya mas

Keonho mulai mengecup seluruh bagian pada wajah seonghyeon. Mulai dari keningnya, menuju kedua pipi gembilnya, kedua kelopak matanya, dagunya, hingga kembali pada bibir manisnya. Keonho kembali membawa seonghyeon dalam permainan lidahnya yang semakin seduktif. Membangkitkan gairah wanitanya.

Tak lama, ciuman itu terlepas kala mulut keonho menjamah semakin bawah hingga sampai pada belahan dada si cantik. Dijilatnya bagian kenyal itu membuat yang lebih muda menengadah dan membusungkan dadanya. Rematan pada surai mengerat disertai lenguhan yang kerap keluar.

Ahhh massh b-buka aja nghh

Perlahan, tubuh seonghyeon dibawa keonho untuk direbahkan tanpa melepaskan kegiatan pada belahan dada.

Sayang, cantik, mas buka ya baju dan dalaman cantik. Boleh?

Boleh mas... m-mas boleh ngelakuin apa aja, aku punyanya mas malam ini ungkap si cantik dengan tersipu-sipu. Malam ini, segala pertahanan runtuh,

Dengan hati yang berdegup kencang, keonho melepaskan atasan berwarna putih bersih itu. Pandangannya terkunci pada lekukan tubuh yang indah milik kasihnya, hingga tak sanggup mengeluarkan sepatah katapun.

M-mas jangan liatin gitu... Aku malu... seonghyeon menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Hal itu langsung menggerakkan keonho untuk menaruh kedua tangannya kembali pada tempat semula.

Katanya mas boleh ngapain aja. Baru mas liatin loh, ntik

Mati sudah kalau begini. Sepertinya seonghyeon salah bicara...

Telah mendapatkan persetujuan sebelumnya, keonho melepaskan pengait bra hitam yang melingkupi dua buah payudara yang cukup berisi hingga menyembul dan membuatnya sedikit terguncang. Keonho ternganga melihat tonjolan kenyal yang sekiranya sebesar genggaman tangannya, meski tiap kali melihatnya ia sudah mengira bahwa milik kasihnya akan sebesar itu.

Cantik sekali, sayang

Kedua tangan keonho beralih menjamah kedua buah kembar yang kenyal. Meremas gemas, memicu desahan dari si cantik.

Mmhh mass

Iya? Enak ya, cantik?

Tak menunggu jawaban lawannya, keonho mulai memainkan jarinya pada kedua puting merah muda yang menegang. Diputar, dipilin, hingga dimainkan naik-turun dan ditusuknya ke dalam. Puting itu juga tak lepas dari cubitan kecil dari jemari nakal milik lelakinya.

Ngahhh mas enak.. lagii—sshh

Melihat cantiknya keenakan, jemari keonho beralih menjajahi areola seonghyeon. Jemarinya dibawa mengitari puting tegang lalu kembali pada pucuk payudara gadisnya. Godaan keonho berhasil membuat cantiknya membusung dan melenguh hebat.

Ah! mas mmphh udahh— AHH NGHH JANGAN DIJILAT HIKS—AHH ENAK MAS— MMHHH

Pergerakan tiba-tiba dari mulut keonho yang menjilati puting payudara, membuat seonghyeon kewalahan dan ingin menyudahi saking tak sanggupnya menerima rangsangan berlebihan. Kendati begitu, rematan seonghyeon pada rambut keonho justru semakin menekankan mulut pada payudaranya.

Dengan lihai, keonho menjilat payudara kanan, dengan jemari kiri tetap hinggap pada bagian satunya. Dihisap dan dikenyot payudara kanannya, sedangkan puting kirinya dimainkan pucuknya sembari digaruk dan dipelintir.

NGHH UDAH MAS PLEASE HIKS—MAU PIPIS HNGG LEPASSH MMHH AHH

Hanya dengan rangsangan pada payudaranya, seonghyeon berhasil dibuat mencapai puncaknya hingga tubuhnya lemas dan sedikit bergetar.

Sensitif sekali cantiknya mas. Langsung bocor gini memeknya tanpa mas sentuh

Mas... jangan ngomong gitu... jorok...

Perkataan kasihnya mengundang kekehan kecil dari yang lebih tua. Lantas menyentuh memek basah milik seonghyeon yang terbalut celana pendek.

Ngomong sama memek kamu yang makin kedut kedut gini ntik. Mas buka celananya ya?

Tak membantah perkataan keonho sedikitpun, seonghyeon hanya mengangguk dengan memek yang semakin berkedut menantikan aksi sang kasih.

Maka dibukanya celana super pendek berikut dengan dalaman hitamnya. Dilihat sebegitunya, memek seonghyeon semakin berkedut dan mengeluarkan sedikit cairan putih.

Cantik. Pink sekali memek cantik... coba mas minta cantik lebarin kakinya

Segala pujian yang dihujani lelakinya melahirkan rona merah pada wajah gadis itu. Membuat ia tidak bisa berkata tidak dan menuruti kasihnya.

Cantik sudah pernah mainin memeknya sendiri belum?

Belum pernah mas... c-cuma sekali tapi gak bisa, gak enak.. jawab seonghyeon canggung membuat yang bertanya menyeringai.

Sini tangan cantik, pegang memeknya. Kalo digesek gini, enak gak?

Keonho menuntun tangan seonghyeon untuk menggesek memeknya sendiri. Awalnya gerakan itu lambat. Namun seiring perubahan pada ekspresi gadisnya, gerakan itu dipercepat.

Mmh! Pelann mas nghh e-enak—ahhh enak, enakk mas terus—hiks

Udah enak kan kalau gini, cantik? Jadi nanti bisa enakin memek sendiri kalo lagi sange

Keonho terus mempercepat gerakannya tetapi kali ini dihempaskan tangan seonghyeon dan digantikan dengan miliknya. Dengan gencar, keonho mengucek memek dan klitoris seonghyeon yang mencuat hingga memerah dan mengeluarkan cairan sedikit demi sedikit.

Becek banget memeknya, cantik. Suka mas kucek gini?

Suka—hiks sukaa enak banget mas— AHH! MAU PIPIS MAS JANGAN DITAMPAR HIKS PELANN NGHH PERIH UDAHH HIKS UDAH MAS PIPISSH

Tubuh seonghyeon menggeliat kala kucekan tangan keonho pada memeknya terus dipercepat. Terlebih, tamparan pada memeknya membuat dirinya refleks merapatkan kedua kakinya.

Pipis aja cantik. Keluarin semuanya buat mas

NGAHH MAS PIPISS—AHH
Detik itu juga, cairan bening muncrat dengan volume yang deras. Membasahi lengan keonho serta seprai di bawahnya.

Pintar sekali cantiknya mas. Sekarang cantik bisa balik badan dan nungging gak?

B-bisa.. bisa mas

Dengan napas yang masih terengah dan cairan yang terus merembes keluar, seonghyeon berusaha menyanggupi permintaan lelakinya.

Kini, seonghyeon menungging membelakangi kekasihnya dengan tumpuan pada kedua tangan dan lutut yang sedikit bergetar. Cairannya kerap menetes pada kedua paha bagian dalam, membangkitkan gairah keonho untuk segera melahap memek seonghyeon.

Cantik. Selalu cantik
Entah sudah pujian keberapa yang dilontarkan keonho terhadap seonghyeon dan memeknya.

Perlahan, keonho meniup memek gadisnya, sengaja memancing untuk melihat seberapa sensitif milik cantiknya. Seonghyeon yang menerima embusan napas dingin pada lubang memeknya langsung menggeliat dan bergetar kecil.

Mmmh masshh

Melihat reaksi cantiknya, keonho bergegas melahap santapan di hadapannya. Dijulurkan lidahnya pada memek seonghyeon, dijilat dari atas hingga lubang memeknya secara berulang. Desahan dan isakan semakin terdengar nyaring.

AHH MAS MMPHH ENAK HIKS
Karena tak sanggup menahan rangsangan pada memeknya, seonghyeon menggerakkan tubuhnya ke depan dan belakang. Dirinya pun semakin menungging ketika lidah keonho menusuk lubang memeknya. Namun tiba-tiba keonho menjauhkan wajahnya.

Cantik, kalo gak bisa diam gak mas lanjutin ya

Hiks m-maaf mamas... m-mau lanjutin mau lagi pleaasee—hiks enakin memek cantik lagi—hiks mau masss

Seonghyeon menaikkan bokongnya, meminta lelakinya kembali menyantap memek beceknya.

Plak
Cantik diajarin siapa ngomong gitu hm? tanya keonho sembari menampar bokong seonghyeon. Tetapi selanjutnya ia malah beranjak dan merebahkan dirinya di sebelah gadisnya.

Sini duduk di muka mas kalo memeknya mau dienakin

M-mas jorok... nanti mas jadi kotor... balas seonghyeon dengan raut wajah sedikit kebingungan sebab dirinya tidak pernah bercinta sebelumnya. Tidak tahu apakah posisi seperti itu wajar atau tidak.

Yaudah gapapa kalo cantik gamau dienakin sama mas

Mendengar itu, seonghyeon membelalak gelisah sebab memeknya saat ini masih berkedut kencang, minta dienakin lelakinya. Maka ia beranjak menghampiri wajah keonho untuk diduduki.

Hiks— m-mau mas... a-aku izin dudukin muka mas ya...

Dengan senang hati, cantik

Perlahan, pandangan keonho tertutup oleh memek becek milik cantiknya. Dihirupnya dalam-dalam demi menikmati wangi kasihnya. Di atas sana, seonghyeon bertumpu pada perut rata berotot milik lelakinya.

Wangi sekali, cantik. Mas makan ya memeknya

Tanpa menunggu balasan lawannya, keonho melahap sajian di atasnya. Dengan rakus, ia menjilat dan menyesap tak karuan hingga yang diatasnya menggelinjang hebat.

AH AHH MAS PELAN NGHH— j-jangan digigit itil akunya mmphh e-enak terus mas—hiks

MAS AH AH UDAH UDAHH MAU PIPIS HIKS MAS GAKUAT UDAHH NGHH

Tangisan dan desahan semakin keras terdengar ketika otot tak bertulang milik keonho melangsak ke dalam lubang memek seonghyeon. Dimasukkan, dikeluarkan, lalu kembali menyesap dan menjilat memek gadisnya. Tak tinggal diam, kedua tangannya mencengkram kedua bokong seonghyeon. Sesekali diremas dan ditepuk kecil.

Slurpp. Manis sekali, cantiknya mas. Enak. Pipisin mas yang banyak, cantik godanya sembari terus menjahili memek seonghyeon.

Nghh e-enak mau keluar masshh
Dengan frustrasi, seonghyeon menggerakkan tubuhnya ke depan dan belakang. Menggesekkan memeknya pada wajah tampan lelakinya, membuat yang di bawah tersenyum mengejek.

MMPHH ENAK AH AH PIPIS PIPISHH MAS AWAS NGAAHH MMHH
Seonghyeon berusaha melepaskan cengkraman keonho, tetapi tidak semudah yang dibayangkan. Hingga saat itu juga, cairan bening merembes membasahi wajah dan dada lelakinya. Badannya bergetar kencang dengan kepala yang menengadah, kedua mata yang terpejam, dan mulut yang terbuka, menikmati pelepasan hebat.

Bocornyaa, mas suka sekali cantik. Cantik suka? Enak dilamotin memeknya sama mas?

Suka, cantik sukaa mas... enak banget, tapi masnya jadi kotor gara-gara cantik... maaf mamas... jawabnya tertunduk selepas beranjak duduk di samping lelakinya.

It's okay, cantik. Cantik masih mau lanjut atau udahan?

Mau, aku mau enakin mas juga. Boleh gak?

Perkataan kasihnya membuat bagian bawah keonho semakin menegang. Jemari seonghyeon perlahan menggerayangi kemaluan keonho dari luar bahan, menciptakan erangan tertahan dari lelakinya.

Ahh mmh—boleh cantik ucapnya seraya mengelus surai sedada si cantik.

Dengan senyuman manisnya—yang sedikit nakal, seonghyeon membuka celana hitam panjang yang menyelimuti kasihnya, bersamaan dengan keonho yang melepaskan kaus hitam polos miliknya. Seonghyeon tercengang ketika dihadapi pemandangan penis besar yang berdiri tegang.

Besar banget, mas... ujar seonghyeon dengan kedua tangan yang sudah hinggap pada penis keonho. Dikocoknya penis itu perlahan, membuahkan desahan yang lebih tua.

Mmhh— is that a good or bad things, cantik? sshh

Eungg, good things sih, can't wait to put this inside mine. Muat gak ya, mas? goda seonghyeon sembari mempercepat kocokan pada penis keonho.

Tanpa ragu, ia juga memainkan jemarinya pada lubang penis lelakinya. Diputar, digesek, dan digaruk kencang hingga membuat yang lebih tua kewalahan. Ini benar pertama kalinya bagi gadisnya? Pikir keonho saking lihai dan ganasnya permainan seonghyeon.

Ahh terus sayang, enak cantik—mmhh pintar sekali, cantiknya mas bikin mas enak, ahh

Reaksi lelaki tampannya membuat seonghyeon semakin tertantang. Dengan keberanian penuh, ia masukkan penis keonho pada mulut kecilnya. Hanya setengah dari penis besar itu yang dapat masuk sempurna. Dibawanya naik turun dengan ritme yang lambat, cukup membuat keonho pusing sejadi-jadinya.

Ahh— shit cantik, kamu jago banget mmhh such a good girl, gadisnya mas

Surai sedada yang tergerai dibawa keonho ke belakang, beberapa diselipkan ke belakang telinga demi memandang wajah memerah dengan tatapan sayu dan mulut yang penuh oleh penis besar.

Gadisnya mas, cantik sekali. Enak kontol mas?

Mmph enwakk massh sahut yang di bawah dengan sedikit tertahan oleh penis keonho.

Masih dalam ritme lambatnya, tiba-tiba keonho menggerakkan pinggulnya cepat seraya menahan kepala si cantik dengan cengkraman pada rambutnya. Yang lebih muda tersentak hingga sedikit tersedak kala gerakan mendadak dari lelakinya.

Ughh glkk—massh eunghh pwelanh

Tak acuh, keonho terus melesakkan penisnya lebih dalam hingga menyentuh tenggorokan seonghyeon untuk menjemput putihnya. Genggaman si cantik pada tangannya mengerat, wajahnya semakin merah, dan air mata keluar dari pelupuk mata cantiknya.

Nghh sebentar cantik mmh sedikit lagi
Ketika ingin mencapai pelepasan, keonho melepaskan miliknya pada mulut seonghyeon. Menanggapi itu, seonghyeon mengerut bingung.

Sayang, cantik, bisa gesekin kontol mas ke tetek cantik?

G-gimana mas... cantik ga paham

Sandaran keonho pada headboard menegak. Penisnya tegang sempurna dengan dikelilingi oleh cairannya dan ludah si cantiknya.

Sini, taruh kontol mas di tengah tetek cantik

Masih dengan raut bingungnya, seonghyeon bergerak mematuhi perintah kekasihnya. Penis besar keonho dijepit dan digesek diantara dua payudara kenyal nan lembut.

Seperti ini mas?

Betul sayang, pintar cantiknya mas—ahh enak sayang, mas mau keluar mmhh
Paham akan maksud sang kasih, seonghyeon mempercepat gesekannya. Sesekali memainkan ujung penis keonho dengan jemarinya. Tanpa waktu lama, keonho mengeluarkan putihnya hingga muncrat mengenai payudara dan wajah si cantik. Melihat itu, keonho terkekeh.

Makin cantik sayang kalau dipejuin gini ujarnya sambil terkekeh seraya menyeka cairan miliknya pada wajah seonghyeon. Menanggapi itu, seonghyeon hanya merespon dengan bibir yang melengkung ke bawah.

Kenapa, cantik? Mau yang lebih enak lagi gak?

Mau mas... m-memek cantik masih gatel...

Tanpa jawaban apapun, keonho merebahkan gadisnya pada ranjang dengan sisa-sisa cairan lengket sehabis permainannya tadi. Dilebarkan kedua kaki seonghyeon dan langsung memasukkan kedua jarinya pada lubang memek si cantik.

Ah! Pelan mass nghh enak ahh

Kedua jari itu bergerak keluar masuk dengan ritme yang semakin dipercepat. Ditekuk, dilebarkan, dan dirojok hingga titik terdalam. Rengekan gadisnya semakin terdengar nyaring ketika keonho menambahkan satu jari manisnya pada lubang becek.

AH MAS PENUH NGHH! DISITU MAS AH AH TERUS HIKS ENAK MAS LAGI—AHH MAU PIPIS MMH

Mas izin masukin punya mas ya, cantik
Ketika hampir mencapai pelepasan, keonho menggantikan jarinya dengan penis besarnya. Dengan gerakan perlahan, lubang memek seonghyeon penuh oleh penis keonho meski hanya masuk setengah dari penisnya.

Ahh cantik, sempit sekali sayang.. jangan dijepit punya mas—mmhh

M-mas hiks s-sakit perihh nghh j-jangan gerak dulu..
Seonghyeon mencengkram pundak keonho kencang saat merasakan tiap senti dari penis kasihnya memasuki lubangnya. Mengerti akan hal itu, keonho berhenti, memberikan waktu bagi gadisnya untuk beradaptasi.

Maaf sayang, sekarang apakah mas sudah boleh gerak, cantik?

Boleh mas.. jawab seonghyeon yang mengundang senyuman dari lelakinya.

Keonho memulai gerakan itu dengan perlahan. Merasakan hangatnya vagina gadisnya pada penisnya.

Ahh enak banget memeknya, cantik— mmh bikin kontol mas enak

Nghh m-mas enak ahh faster pleasee

Mengindahkan permintaan cantiknya, keonho mempercepat gerakannya. Dirojok penisnya hingga titik terdalam membuat gadisnya ternganga dan mendesah kencang.

AHH MAS DALEM BANGET NGHHH MAU PIPIS AH LAGI MAS HIKS IYA DISITU MMPHHH AMPUN MAS AH AH PIPIS PIPIS—NGAAHHH
Seketika tubuhnya bergetar kencang seiring pelepasan yang keluar deras membasahi seprai di bawahnya. Meski begitu keonho terus merojok penisnya tanpa henti. Kedua tangannya beralih meremas payudara kasihnya.

Shit mmh becek banget memek cantik, enak hm dikontolin gini? Keonho terus mempercepat genjotannya hingga tubuh si cantik terguncang.

AHHH MAS UDAH PELAN HIKS PERIHH UDAHH

Sebentar cantik sshh dikit lagi mas keluar— fuck ahh enak banget memek kamu gila, mau ya dikontolin mas setiap hari?

M-mau mau mauu mas—AHH MAS MAU PIPISSH UDAH UDAH AHHH
Tubuh seonghyeon kembali bergetar hebat. Dadanya membusung dengan matanya yang terpejam. Cairannya keluar lebih banyak dari sebelumnya.

Mas mau keluar cantik, boleh mas keluar di dalam?

B-boleh mass ngh

Mendapatkan lampu hijau dari si cantik, keonho langsung mengeluarkan pelepasannya pada vagina seonghyeon. Didorongnya masuk sehingga tidak ada setetes cairan pun yang keluar. Setelah merasa semua cairannya telah masuk, keonho mencabut miliknya.

Enak sekali cantik... Cantik suka? Enak dikontolin kayak tadi?

Mas bahasanya loh, jorok... tapi cantik sukaa, enak banget, terima kasih yaa mas
Keonho mendekat untuk mendekap gadis cantiknya. Diusapnya surai legam dan pipi kemerahan kasihnya.

Mas yang terima kasih ke cantik karena sudah mempercayakan mas buat miliki cantik. Mas sayang sekalii sama cantik

I love you, mas sayang
Seonghyeon mengecup bibir keonho singkat.

I love you more, cantiknya mas. Sekarang boleh ronde kedua? Perkataan yang lebih tua membuahkan cubitan kecil pada pinggangnya.

Masss capekkk, mas kenceng banget genjotnya

Siapa suruh kamu enak banget gini, nagih ntik ucapnya sembari menoel pipi gembil cantiknya membuat ia tersipu.

Mass diemm, udah mau tidur aku ngantuk
Seonghyeon membelakangi lelakinya. Namun tiba-tiba telapak tangan hinggap pada vagina yang masih tidak terbalut apapun.

Ini masih becek dan kedut kedut ntik, lagi yaa?
Keonho mengelus vagina dan klitoris seonghyeon perlahan, memancing gadisnya untuk mengindahkan permintaannya. Merasakan gerakan pada vaginanya, seonghyeon membalikkan badannya menghadap yang lebih tua.

Masss... Yaudah tapi sebentar aja, aku capek—Ah!

Maka selanjutnya mereka kembali melakukan aktivitas—yang bagi keonho adiktif itu, entah sampai kapan.

Notes:

haaii, absen pecinta femhyeon girlhyeon, aku nomer #1 <3
terima kasih sudah membacaaa!