Work Text:
Pagi ini, dorm cukup ramai dengan lima orang yang sibuk pada kegiatan masing-masing. James, juhoon, dan martin dengan tayangan film pada televisi serta keonho dan seonghyeon yang fokus pada handphonenya. Kelimanya berencana untuk mencari angin malam nanti—sekadar jalan dan jajan, sehingga pagi ini hanya dihabiskan dengan bermalas-malasan.
Namun saat matahari hampir tenggelam, seonghyeon menguburkan niatnya untuk ikut keluar bersama keempat rekannya. Hal ini dikarenakan seonghyeon merasa kurang enak badan, katanya. Maka keempatnya terpaksa untuk tetap keluar, sebab sudah menjadi rencana mereka sejak kemarin.
Yah sen... yaudah kalo ada apa-apa kabarin kita yaa
Iya bangg aman, udah sanaa
———
Seonghyeon gapapa kita tinggal, bang?
yang paling muda bersuara saat mereka sudah berada di luar.
Gapapa harusnya, paling dia tidur
sahut james.
Eh anjir dompet gue ketinggalan... Guys balik dulu gapapa kan? Hehe
Martin cengengesan saat dirinya baru menyadari bahwa dompet kulit kesayangannya tidak terbawa.
Ah bete gue, yaudah buruan
ujar juhoon dengan nada sedikit kesal.
Maka keempat remaja tersebut kembali ke dorm demi dompet kesayangan martin. Toh yang akan bayar jajanan juga martin, jadi mereka tidak terlalu mempermasalahkan.
———
Sesampainya di dorm, james yang lebih dulu masuk mendengar desahan samar yang menyebut nama martin. Tunggu— juhoon, james, keonho juga disebut? Suara siapa itu? pikir james.
Guys, kalian denger gak ada yang manggil kita? Itu suara seonghyeon gak sih
Coba cek bang, takut dia kenapa-kenapa
usul keonho.
Mereka yang tadinya hanya ingin mengambil dompet di atas meja televisi, beralih menuju kamar yang ditempati seonghyeon, keonho, dan martin. Ternyata pintu kamar tidak tertutup rapat, sehingga terlihat seonghyeon yang berada di atas kasur martin. Tapi kenapa seonghyeon tidak pakai celana? Dan— oh... kenapa dia menggesekkan jarinya pada vaginanya? Hah, vagina?
Keempatnya masih mengintip dengan ekspresi yang tidak dapat diungkapkan— intinya ngiler. Hawa di dorm saat ini menjadi sangat panas terutama ketika seonghyeon dengan bagian bawah yang telanjang, memperlihatkan vagina becek yang sedang digesek dengan jarinya, kedua matanya yang tertutup, serta desahan dan rengekan yang keluar. Itu bukan desahan biasa, tapi seonghyeon baru saja mendesahkan nama keempat rekannya.
Gila. Pemandangan ini sangat langka, bahkan tidak pernah. Sampai mereka pusing melihatnya hingga keempat penis milik masing-masing berdiri tegak. Karena tak tahan, martin membuka lebar pintu kamar dan melangkah masuk diikuti tiga kurcacinya. Deritan pintu dan langkah kaki menyadarkan seonghyeon dari kegiatannya. Karena terkejut dengan kedatangan yang lain, sontak seonghyeon menutupi bagian bawahnya dengan selimut milik martin. Tubuhnya seketika gemetar ketakutan karena ketahuan.
Loh kenapa ditutup, sen?
martin membuka pembicaraan. Yang lain duduk pada kasur seonghyeon dengan tatapan tertuju pada si cantik. Diperhatikan sebegitunya, seonghyeon gelagapan, tidak tahu harus menjawab apa.
Kok berhenti sen? Gak dilanjutin?
Bangsat. Juhoon ternyata bisa ngomong begini? Gumam seonghyeon.
A-abang.. ken.. m-maaf.. a-aku enggak bermaksud.. hiks
Seonghyeon itu gampang nangis. Cengeng. Baru diginiin aja udah nangis.
Kenapa nangis sen? Padahal gapapa. Abang mau liat secepet apa kamu muncrat kalo desahin nama abang dan yang lain
james mulai membuka suaranya.
Seonghyeon pusing. Dirinya direndahkan seperti itu tapi vaginanya terasa berkedut dan meneteskan cairan. Lagi-lagi, seonghyeon tidak tahu harus menjawab apa. Genggaman pada selimut terlihat mengencang dengan bibir yang gemetar.
Coba dibuka. Abang mau liat titit kamu. Eh tapi tadi abang liatnya memek, sen. Kamu punya memek?
martin dengan perkataan kotornya membuat seonghyeon bergidik—sebab pertama kali melihat sisi martin yang ini.
Belum sempat menjawab, yang paling muda nyeletuk.
Bang... biarin aja seonghyeonnya... udah ayo kita keluar
Mendengar itu, semua menoleh pada keonho. Abang-abangnya menaruh ekspresi seakan-akan mengatakan 'yang kayak gini mau disia-siakan?'.
Lo terima dijadiin bahan colmek sama ini lonte? Yang bener aja ken
Wah anjing, umpat seonghyeon dalam hati. Masalahnya dia pertama kali disebut sebagai lonte dan sebutan itu keluar dari mulut rekan yang menurutnya paling soft, iya juhoon. Meski begitu, seonghyeon terlihat suka atas segala ejekan dan perkataan yang merendahkan harga dirinya. Bayangan dipakai dan digilir sudah terlintas dalam pikirannya.
Bang, tapi—
Yaudah kalo lo gamau, liatin aja
Sialan, umpat keonho. Gila aja disuruh liatin martin, james, dan juhoon mencabuli sahabatnya? Tapi keonho tidak menyuarakan protesnya, ia hanya mengikuti perkataan leadernya.
Tak acuh dengan keonho, martin semakin mendekat dengan seonghyeon yang kemudian mulai beranjak ke atas kasur. Menempatkan dirinya tepat di hadapan kaki seonghyeon yang dilebarkan—dengan selimut di atasnya.
Gak denger tadi kata abang apa? Buka, sen.
M-malu abang—hiks... seonghyeon m-minta maaf... please j-jangan...
Tadi kamu desah nama kita semua, sekarang sok gamau. Mau abang yang buka atau kamu sendiri?
Martin terus mendesak seonghyeon untuk menuruti perkataannya.
Isakan seonghyeon semakin terdengar kencang.
Hiks— a-aku aja..
Perlahan, ia buka selimut yang menutupi vagina beceknya. Sungguh, kedua tangan seonghyeon dibuat gemetar.
Wow, ini yang katanya gak mau? Liat bang, ju, becek banget gila
Anjing beneran lonte ya lo, sen?
juhoon menyahut, disusul dengan tawa meledek dari yang paling tua.
Udah gak tahan ya mau dikobelin?
Mana bisa dikobelin doang, ini mah harus dikontolin juga bang
celetuk martin seraya tertawa kecil.
Seonghyeon hanya bisa menunduk mendengar celotehan abang-abangnya. Ia malu. Sangat malu. Padahal ia sendiri yang mulai, giliran ketahuan malah gelagapan.
Disisi lain, keonho yang tadinya tidak setuju dengan perlakuan abang-abangnya mulai merasa panas ketika melihat vagina berkedut yang basah milik seonghyeon. Rasanya ia ingin melahapnya habis-habisan.
Mau gak sen dikobelin?
Tangan martin mulai menyentuh bibir vagina seonghyeon. Mendapat perlakuan itu, seonghyeon refleks merapatkan kedua kakinya menghimpit tangan martin.
Abang jangan...
Bukannya berhenti, martin tetap menggesekkan tangan kanannya pada vagina seonghyeon. Dari bibir vagina hingga klitoris seonghyeon. Tangan kirinya berusaha melebarkan kaki seonghyeon hingga benar-benar terbuka lebar.
Eungg abang ssh u-udah jangan—hiks
Udah apa? Baru juga mulai
Gesekan tangan pada permukaan vagina seonghyeon dipercepat seiring dengan desahan dan isakan yang semakin melengking. Tanda bahwa yang dicabuli keenakan.
Ah ah ahh—hiks abanggh c-cepet banget mmh udahh perih—hiks
Seonghyeon mencengkram seprai dengan kencang. Air mata berlinang pada bawah pelupuk matanya. Mulut yang sedikit terbuka mengeluarkan air liur dari ujungnya. Baru martin tapi seonghyeon sudah se-berantakan ini.
Enak gak, cantik?
Cairan putih keluar sedikit demi sedikit seiring dengan tempo gesekan yang sangat cepat. Dirasa seonghyeon akan keluar, martin menancapkan dua jarinya sekaligus ke lubang berkedut milik seonghyeon. Dirojoknya lubang itu dengan cepat.
AH! ABANG NGHH UDAH— hiks
Seonghyeon makin kelojotan, perutnya terasa kencang seakan ada yang ingin keluar.
M-mau keluar abanghh
Namun martin malah mengeluarkan jarinya. Meninggalkan lubang ngowoh yang becek.
Hngg abang k-kenapa dilepas—hiks
Plak
Martin menampar kencang vagina seonghyeon membuatnya mengejang dan mengeluarkan sedikit cairannya lagi.
Ajak keonho dulu sana, baru abang bolehin keluar
Keonho tersentak saat namanya disebut martin. Penisnya langsung bereaksi ketika tatapan sayu seonghyeon mengarah pada dirinya. Tak lama, seonghyeon beranjak menghampiri keonho. Persetan dengan harga dirinya, yang ia inginkan saat ini hanya dicabulin dan dienakin.
Sampai di hadapan yang lebih muda, seonghyeon mendudukkan dirinya di atas pangkuan keonho dengan penis—yang ternyata— sudah berdiri sejak tadi. Bagian bawahnya mulai digesekkan maju mundur secara frustrasi.
K-ken mmh ayo ikut— nghh
Bangsat. Keonho ikut terbawa suasana. Penisnya mulai sesak di bawah sana.
Ikut apa sen?
Seonghyeon mencengkram pundak keonho kencang seiring gerakan yang ia percepat.
M-mau dienakin keonho juga sshh pleasee
Tak kuasa menahan, keonho menarik tengkuk seonghyeon untuk diciumnya ranum merah itu. Kedua lengan seonghyeon refleks melingkari tengkuk keonho. Bibir kenyal itu dilumatnya dengan khidmat. Disesap dan dijilat membuat sang empu melenguh.
Anjing dia malah curi start duluan
protes juhoon yang sekarang hanya bisa melihat kedua 'adik'nya bercumbu mesra.
Ciuman itu semakin intens kala lidah yang lebih muda mulai masuk menyusuri seluruh mulut seonghyeon. Mengabsen gigi putih hingga membuai lidah kecil milik si cantik. Lidah itu digoda dan disesap membuat seonghyeon kewalahan.
Eungg ken u-udah mmph
Seonghyeon mencoba menepuk dada keonho dengan harapan ia dapat menghentikan ciumannya. Namun, keonho malah mengangkat tubuhnya dan membawanya ke atas kasur tanpa melepaskan ciuman.
Di bawah kungkungannya—dengan bibir yang masih terus bercumbu, keonho melepaskan baju kebesaran milik seonghyeon hingga tak satupun helaian benang menempel pada tubuhnya.
Ken, stop. Siapa yang suruh lo mulai duluan?
Tuturan james menghentikan permainan keduanya. Keonho seperti baru tersadarkan sebab yang tadi dirinya seperti dikendalikan oleh hawa nafsu yang tidak dapat ia bendung.
Cantik, coba sini duduk
Seonghyeon bingung karena yang paling tua menunjuk pada lantai kayu, bukan kasur. Ini maksudnya ia disuruh duduk di lantai yang dingin?
Kenapa? Kok diem? Duduk di lantai, lonte
Entah kenapa, panggilan lonte membangkitkan gairah seonghyeon sehingga ia langsung menuruti perintah james. Ia duduk dengan anggun tanpa tahu apa yang selanjutnya terjadi.
All four. Buka mulutnya, liatin lidah yang tadi dimakan keonho
Tanpa banyak tanya, seonghyeon mengubah posisinya menjadi menungging dengan tumpuan pada kedua lutut dan tangannya. Kemudian dibuka mulutnya lebar dengan lidah yang dijulurkan. Selama kurang lebih satu menit, james hanya memperhatikan air liur yang menetes dari lidah seonghyeon. 'Adik'nya terlihat seperti anjing kecil yang menggemaskan.
Kedua tangan james beralih menangkup kedua sisi wajah si cantik. Mengusap peluh dari dahi hingga kedua jarinya hinggap pada lidah seonghyeon.
Kamu beneran suka ya, sen, dicabulin sama kita? Look at how pathetic you are, mau aja disuruh suruh. Ck, such a little whore for us.
Jarinya semakin melangsak masuk ke dalam mulut seonghyeon. Ditekan dan diputar membuat sang empu hampir muntah namun tetap suka. James benar. Seonghyeon suka semua yang terjadi saat ini.
Ngh abang—glk mmh udahh
Tamparan keras pada bokong membuat seonghyeon tersentak.
Buka lagi mulutnya yang lebar.
Sedetik setelah seonghyeon membuka mulut, penis besar tersaji di hadapannya. Menampar pipi kanan dan kiri seonghyeon.
Ini kan yang kamu mau, sen? Mau kontol abang, hm?
Anjir. Seonghyeon beneran ngiler abis. Tanpa disadari, air liurnya menetes ditemani dengan lubangnya yang mulai berkedut lagi.
M-mau.. mau kontol abang pleasee
Tatapan sayu si cantik memancing gairah james. Dengan kasar, ia menarik rambut seonghyeon. Penisnya dilesakkan hingga ke dalam tenggorokan yang lebih muda.
Bangsat. Makan nih kontol abang. Ahh fuck mulut kamu enak banget sen mmh
Cairan seonghyeon ikut keluar dan mengalir di pahanya seiring genjotan james yang semakin cepat. Mulutnya terasa kebas akibat dibuka terlalu lebar dan lama. Air liur sudah menetes kemana-mana. Peluh sudah memenuhi seluruh wajah seonghyeon.
Enak kontol abang, sen?
E-enak mmh
Juhoon yang melihat adegan itu, semakin dibuat sange. Masa yang lain udah nyobain seonghyeon, tapi dia belum?
Juhoon beranjak menghampiri seonghyeon yang lagi dikontolin—mulutnya, memperhatikan lubang vaginanya yang becek dan berkedut kencang. Jemarinya menyentuh bibir vagina seonghyeon dari belakang membuat sang empu tersentak. Tanpa aba-aba, dua jarinya ia masukkan hingga titik terdalam. Dikorek, diputar, dan ditekuk, membuat seonghyeon mabuk dibuatnya.
B-bangg mmph u-udah
ucap seonghyeon tidak terlalu jelas sebab mulutnya masih disumpal penis besar milik james.
Sabar, lonte. Dikit lagi keluar mmh— ahh mau keluar shit abisin peju abang sen ahh enak banget mulut lo, gila
Sperma james memenuhi mulut mungil seonghyeon sampai menetes dari kedua sisi bibirnya.
Buka mulutnya, mau liat dihabisin gak peju abang
Seonghyeon membuka mulutnya lebar—memperlihatkan mulutnya yang sudah bersih tanpa tersisa— dengan tubuhnya yang terhentak-hentak ke depan akibat sodokan dari belakang.
Pinter. Enak peju abang? Apa enak disodok sama juhoon, hm?
Ah! abanghh— hiks e-enak semua nghh
Dasar lonte. Sodok terus, ju, sampe pingsan
Hentakan jari juhoon semakin cepat dan dalam, menyentuh titik terdalam seonghyeon. Tubuhnya gemetar dan kelojotan, tidak tahan dengan stimulasi yang terus diberikan di bawah sana.
Eungg ah ah ah abang pelanh mmh udahh mau pipis— AH! PENUH NGH UDAH
Seonghyeon semakin menungging menerima hentakan jari juhoon yang sekarang sudah menjadi empat jari di dalam lubang beceknya. Badannya terus bergerak maju mundur dengan kedua kaki dan jari yang menekuk, melampiaskan rasa enak yang diterimanya.
Plak
Diem.
Jiplakan tangan juhoon tercetak jelas pada bokong seonghyeon. Memerah dibuatnya. Setelahnya seonghyeon benar-benar diam. Tak bergerak barang sedikitpun, meski badannya sedikit bergetar. Disamping itu, desah dan isakannya semakin kencang terdengar.
Hiks a-abang mau pipis ngh p-penuh banget udah—hiks perih— AHH KELUAR NGHH
Bocor. Vagina seonghyeon mengeluarkan banyak sekali cairan hingga membasahi lantai di bawahnya.
Gila bocor banget itu memek. Minggir ju. Keonho sini lo, katanya mau nyobain memek seonghyeon.
Tunggu. Sejak kapan keonho bilang begitu? Tapi masa bodo, toh ia memang ingin mencicipi vagina becek milik seonghyeon.
Martin mulai mengucek vagina becek seonghyeon, memancing cairannya keluar lagi. Disisi lain, keonho sudah siap menyantap hidangan di hadapannya.
Udahh—hiks perih abangg mmh
Vaginanya dibuat semakin memerah dengan tempo kucekan yang semakin cepat. Tak lama, cairannya keluar lagi hingga seonghyeon mengejang. Melihat itu, keonho langsung melahap vagina becek seonghyeon.
AH! J-jangan dijilat NGHH KEN JANGAN—hiks
Gila. Keonho dibuat pusing saking legitnya vagina seonghyeon. Lidahnya semakin gencar menjilati dan menyesap labia, klitoris, hingga lubang becek itu. Sesekali ia gigit tonjolan mungil yang menciptakan jeritan dan getaran tubuh yang kencang dari si cantik.
Seonghyeon udah kewalahan. Tubuhnya tidak bisa diam. Ditambah dengan lidah keonho yang menusuk masuk ke dalam lubangnya.
Mmh ahh memek aku enak—hiks k-kenn mau pipis shh
Kotor banget mulut lo, sen. Emang gini ya kalo lonte?
Celetukan martin makin membuat seonghyeon pusing.
Mmph kenn— AH! pipis pipisshh mau pipis—hiks
Saat ingin keluar, tiba-tiba tubuhnya dibalikkan menjadi telentang. Dilebarkan kedua kakinya, mempertontonkan vagina merah yang becek dan ngowoh. Mulut keonho langsung menghampiri dan melahap vagina seonghyeon dengan rakus. Bibir dan hidungnya ia gesekkan kencang, kemudian dihisap dan dijilat vagina merah itu. Begitu terus tanpa henti.
Mendapat stimulasi sebegitunya, seonghyeon mencengkram rambut keonho kencang. Diapitnya kepala keonho dengan kedua kakinya akibat tak sanggup menerima stimulasi bertubi-tubi.
KEN NGH UDAHH—HIKS PERIH UDAHH ABANG UDAH—HIKS
Seonghyeon menangis betulan. Vaginanya perih. Tapi abang-abangnya hanya menonton dan menikmati pemandangan seonghyeon dienakin sama yang paling muda.
Serius udah? Bukannya enak gitu dimakan keonho?
Mendengar ucapan juhoon, james tertawa mengejek.
Liat aja itu malah makin becek
Bukannya merasa terhina, ejekan dari mulut yang lain malah membuat libido seonghyeon semakin naik.
Mau pipis kenn— NGH AH
Seonghyeon membusur. Cairannya keluar lebih banyak dari sebelumnya.
Enak banget sen memek kamu, nagih
ujar yang paling muda.
Namun, belum sempat menikmati orgasmenya, martin mengangkat tubuh seonghyeon ke atas kasur. Direbahkan dengan perlahan. Kedua kakinya dilebarkan, memperlihatkan cairannya yang kerap keluar.
Udah becek gini mah gampang dikontolin. Ya gak sen?
A-abang sebentar— mmph
Belum sempat menyuarakan protesnya, tangan kanan martin melangsak masuk ke dalam mulut seonghyeon. Sekadar melumasi tangan dengan ludah si cantik. Tak lama, ditariknya tangan itu keluar dan beralih melumasi penis besar nan tegang miliknya.
Gila memek lo kedut kedut banget, udah gak sabar mau dikontolin ya?
Bangsat, ujar seonghyeon dalam hati. Gimana gak berkedut kalau digesek dengan penis besar, berurat, dan tegang itu?
Mmh abangg mau please
Martin terus menggoda vagina cantik seonghyeon dengan menggesekkan miliknya di luar lubang merah muda yang berkedut.
Ahh bisa gila gua. Abang masukin ya sen
Seonghyeon mencengkram pundak martin disusul dengan jeritan kencang. Miliknya terasa penuh, padahal baru masuk setengah dari penis martin.
Anjing sempit banget. Enak banget memek lonte lo sen— ahh
Penis martin melangsak hingga bagian terdalam seonghyeon.
AH! Abang tunggu ngh j-jangan gerak dulu—hiks
Peduli apa martin, ia langsung menggerakkan penisnya dengan cepat. Melihat perlakuan martin, james menghampiri seonghyeon. Dipilinnya puting tegang kemerahan seonghyeon. Sesekali diputar, ditarik, hingga dihisap dan digigit kencang.
Ahh kontol abang gede banget—hiks e-enak mmph AH! bang james jangan gigit sshh
Enak, sen, dikontolin martin? Buka mulutnya
Juhoon memasukkan penis tegangnya ke dalam mulut seonghyeon. Dirojoknya kasar hingga masuk ke dalam kerongkongan, membuat seonghyeon tersedak.
Kini, seonghyeon dikontolin dari atas dan bawah. Lubangnya penuh dengan penis besar yang merojoknya kasar. Putingnya juga mulai membengkak kemerahan akibat permainan yang paling tua.
Nghh— glk akh hngg udah abangg
ucapnya tidak terlalu jelas sebab tertahan penis besar juhoon.
Fuck sshh gila enak banget memek lacur lo sen— mmh abang hamilin ya sen, mau gak?
Ahh gila mulut lo becek banget sama kayak memek lo sen. Enak makan kontol abang, hm?
Seonghyeon hanya bisa terisak dan mendesah keenakan. Ia benar-benar kewalahan dengan stimulasi berlebihan ini.
Abang keluar sen—AHH bangsat enak banget
Gue juga—fuck makan peju abang yang bener lonte.
Tubuh seonghyeon menggelinjang hebat dengan mulut yang penuh dengan sperma juhoon.
Baru saja martin mencabut penisnya, lubang seonghyeon kembali penuh dengan penis james.
AHH ABANGH BENTAR— NGHH AH AH AHH DALEM BANGET—HIKS
Genjotan brutal yang dilakukan james membuat tubuh seonghyeon membusur dan bergetar akibat overstimulasi. Tangisannya semakin menjadi kala keonho mengucek klitoris seonghyeon dengan cepat.
ABANG AHH UDAH—HIKS K-KEN PERIH MMPH UDAH UDAHH—AH!
Seonghyeon benar-benar dibikin muncrat hebat. Cairannya seperti air terjun dibarengi dengan tubuhnya yang bergetar. Matanya terpejam dengan mulut terbuka lebar, menikmati klimaks yang menghampirinya. Beberapa detik kemudian, james ikut keluar. Meninggalkan sperma yang cukup untuk membuat seonghyeon hamil—setelah martin.
Sen, are you okay?
Juhoon menepuk pipi seonghyeon, memastikan dirinya masih sadar dan masih bisa dipakai.
A-aku gapapa abang... aku masih bisa dikontolin abang ju sama keonho... m-mau lagi dienakin kayak tadi...
Keempatnya menoleh satu sama lain. Seolah semuanya berpikiran yang sama. Ini seonghyeon beneran lonte ya?
Ck, sen sen, emang beneran lonte ya? Memek udah ngowoh gini masih aja minta kontol. Masih sempit gak?
Juhoon menusuk-nusuk lubang vagina seonghyeon dengan telunjuknya.
Eungg a-abang cobain aja sendiri...
Wah anjing. Yang lain langsung tegang lagi gara-gara omongan kotor menggoda yang keluar dari mulut si cantik. Ditambah dengan mata sayunya, mati sudah. Rasanya mereka mau langsung masukin empat kontol ke lubang seonghyeon.
Jangan nangis kalo abang kasar.
Lubang seonghyeon kembali penuh dengan penis juhoon. Sungguh kali ini seonghyeon benar-benar dikasarin.
Makan nih kontol abang. Diem-diem lo ternyata lonte ya sen? Ck. Fans ngiranya lo anak baik baik, padahal aslinya lonte yang ngidam kontol temen kerjanya sendiri
Plak
Juhoon terus merojok kasar sembari beberapa kali menampar vagina, payudara, dan kedua pipi seonghyeon.
Fuck—ahh abangg enak banget—hiks mau lagi ditampar memeknya—AH! iya gitu lagi mau lagi please please NGHH AHH DALEM BANGET
Enak disini sen?
Juhoon menghentak kasar di titik sensitif seonghyeon.
Suka dikasarin gini, hm? Enak memeknya sen?
Plak
Juhoon menampar vaginanya lagi. Kali ini lebih kencang hingga seonghyeon keluar.
Jawab, lonte. Jangan kontol terus yang dipikirin.
Mmh enak ngh s-suka seonghyeon suka dikasarin—AHH mau lagi abangg
Seonghyeon bener-bener dikontolin sampai bego. Sampai pikirannya cuma dikontolin, dikasarin, sama dienakin aja. Fantasinya untuk digilir oleh keempat temannya terwujud sekarang.
Ahh anjing gua keluar sen—AHH.. gila enak banget bangsat. Ken buruan cobain tuh mumpung masih becek
Keonho betulan mengikuti perkataan abangnya. Penisnya langsung dimasukkan ke dalam lubang ngowoh milik seonghyeon.
Shit gila beneran enak banget memek lo, sen
Ah ah ahh ken u-udah dulu— nghh memek aku perih sshh AH AH JANGAN MMPHH
Tak acuh, keonho terus menyodok vagina seonghyeon. Sesekali dikeluarkan penisnya hingga ujung dan dihentakkan dengan kencang sampai ke titik terdalamnya. Seonghyeon dibuat kelojotan sampai bucat untuk kesekian kalinya.
Bocor banget memek bangsat, ahh jangan dijepit cantik, sempit banget gila kayak perawan mmhh
Mmh pelann m-mau keluar lagi ngahh
Sabar lonte. Jangan bucat dulu.
Gerakan keonho tiba-tiba terhenti akibat lengan martin yang menahannya. Ditatapnya martin dengan ekspresi kebingungan.
Kenapa bang?
Mau coba kontolin berdua gak?
Seonghyeon yang mendengar itu langsung menegang. Satu penis saja sudah membuatnya mabuk, gimana kalau dua? atau tiga? atau empat?—kalau muat.
Gila bang. Emang muat dua kontol gede masuk sini?
Muat lah, memek lonte gitu. Liat aja udah ngowoh sama kedut kedut gak sabar mau dikontolin dua orang. Mau kan sen?
Mampus seonghyeon.
A-abang... takut... seonghyeon gak mau...
Bohong. Jelas-jelas vaginanya berkedut kencang. Pikirannya juga sudah penuh dengan bayangan dirinya dihabisi dua penis besar sekaligus.
Kamu tega sen liat kontol abang ngaceng gini?
Disela percakapan itu, keonho mulai menggerakkan pinggulnya lagi. Kali ini dengan tempo yang lambat. Sangat lambat sampai pusing seonghyeon dibuatnya.
Yakin gak mau dikontolin sama aku dan bang martin? Bukannya kamu suka dikontolin gini sen?
Omongan keonho sama biadabnya dengan kelakuannya. Hentakannya semakin dalam, beberapa kali menyenggol titik sensitifnya.
Mmh k-ken dalem banget—ahh
Plak
Karena tidak menjawab, martin menampar vaginanya kencang.
Jawab tolol. Mau gak lonte? Otak lu beneran isinya kontol doang ya?
AH! ngh m-mau abang, mau dimasukin dua kontol, mau dipenuhin memeknyaa
Mendengar itu, keonho memberi ruang untuk martin agar dapat ikut merojok lubang seonghyeon. Keonho mengeluarkan penisnya dari lubang seonghyeon yang kemudian dilebarkan lubangnya dengan jari telunjuk dan tengah. Kini, penis martin dan keonho sudah berada di hadapan lubang surgawi yang wangi dan udah cengap-cengap minta dikontolin—lagi. Bersamaan, keduanya mendorong masuk penis masing-masing, menciptakan jeritan dari yang dimasukkin.
ABANG, KEN BENTAR—AH PELANH
Cengkraman pada seprai mengencang seiring kedua penis yang semakin masuk ke dalam. Tubuhnya membusur dengan mata menjuling dan mulut yang sedikit terbuka. Rasanya seperti tubuhnya dibelah dua, tapi seonghyeon tetap menikmatinya.
Martin dan keonho mulai menggerakkan penisnya keluar masuk seirama. Merasakan penis bergesekan satu sama lain disertai dengan jepitan kuat dari dinding vagina seonghyeon. Semuanya menikmati seonghyeon. Bahkan james dan juhoon sudah hinggap pada kedua payudaranya. Menjilat dan menghisap areola hingga puting merah muda milik lelaki cantik di bawah sana.
Ngaahh a-abang mmh memek sen penuh ah ah ah—hiks enak
AHH—hiks abangg jangan gigit sshh
Nghh lagi abanggh kenn mentokin lagi—AH! hiks m-mau keluar
Plak
Juhoon menampar pipi kanan seonghyeon hingga memerah.
Berisik lonte.
Selepasnya, juhoon menyambar bibir seonghyeon. Memakan dan melumat ranum manis itu dengan rakus. Cengkraman seonghyeon beralih pada rambut juhoon ketika lidahnya disesap dan digoda dengan lidah yang lebih tua. Ciuman itu memabukkan baginya. Disusul dengan hentakan penis pada lubangnya yang semakin cepat.
Bangsat enak banget sen, sempit fuck—ahh
Liat sen kontol aku sama bang martin dalem banget sampe rahim kamu. Mau ya hamil anak kita?
Keonho menyentuh perut bagian bawah seonghyeon yang menonjol bersamaan dengan rojokan dua penis besar. Seakan penis itu disedot oleh rahim seonghyeon.
AH AH PELANH MMH PERIH KEN ABANG—HIKS udahh memek aku perih NGH MAU KELUAR— AAHH FUCK AHH
Cairan putih milik seonghyeon keluar dengan deras. Badannya gemetar dan menggelinjang hebat. Kedua bola matanya menjuling ke atas, menikmati orgasme yang datang—entah yang keberapa kali. Selang waktu sedikit, martin dan keonho keluar bersamaan. Cairannya sebagian keluar di dalam, sebagian lagi ditumpahkan di atas perut rata si cantik.
Enak banget anjing. Mau ya sen hamil anak kita ber empat, hm?
Pertanyaan yang keluar dari lisan martin hanyalah sebuah pertanyaan retoris. Mau tidak mau, seonghyeon harus mau.
Gila bang beneran lonte ternyata, enak banget anjir memek becek. Pengen lagi dah
Yang paling muda, yang awalnya tidak mau ikutan, malah nagih.
Ck. Memek lonte kayak perawan.
Sahut yang paling tua sembari mengambil handuk basah untuk membersihkan sperma yang menempel pada tubuh seonghyeon.
Apa kita kontolin tiap hari ya?
Juhoon gila. Seonghyeon aja masih tergeletak dengan mata terpejam—yang entah masih bangun atau sudah tidak sadar.
Selepas itu, keempatnya membantu membersihkan seonghyeon dan sisa-sisa kekacauan malam ini. Tiba-tiba, terdengar sahutan dari lelaki cantik yang habis dienakin.
Mau, abang
Hah, mau apa sen?
Keheningan datang barang sedetik. Hingga jawaban si cantik membuat yang lain tertegun.
M-mau dikontolin setiap hari...
