Chapter Text
jeno dan jaemin baru saja menyelesaikan makan siang mereka dengan tenang. mereka bisa menyantap makanan mereka dengan tenang karena bayi mereka terlelap tepat saat jeno selesai memasak. jadi mereka bisa makan bersama tanpa takut tiba-tiba suara tangisan bayi tiga bulan itu memaksa mereka untuk menunda acara makan mereka. tidak jarang jeno harus menyuapi jaemin karena si bayi tidak mau lepas dari dekapan jaemin atau kebetulan sedang menyusu.
"karena kamu udah masak dan enak banget, biar sekarang aku yang cuci piringnya ya" ucap jaemin.
saat jaemin bangkit dari kursinya dan menegakkan badan, ringisan keluar dari bibirnya.
“kenapa? ada yang sakit?”
jeno memperhatikan tangan jaemin yang bergerak ke arah dadanya kemudian menekannya sedikit. dan jaemin meringis lagi. “dadaku sakit.. dan kayaknya susunya udah kepenuhan” jawabnya sambil menyingkirkan tangannya dari dada. jeno bisa melihat dress putih jaemin basah di bagian yang menutupi putingnya.
hal ini sering terjadi, hanya saja ini pertama kalinya saat bayi sedang terlelap. biasanya jaemin bisa langsung menyusui bayi mereka. tapi mungkin ini kesempatan buat jeno yang sudah lama menahan dirinya untuk menyetubuhi pasangannya karena takut menyakitinya. jeno bahkan rela menunggu lebih lama dari waktu pemulihan yang dibutuhkan hanya agar lebih pasti.
“mau aku bantuin?” suara jeno sudah terdengar tambah berat dan sorot matanya mulai kelam ditutupi hasrat.
jaemin berjalan ke arah jeno perlahan. udara di sekitar mereka tambah pekat saat jaemin berdiri di depan jeno yang sudah memundurkan kursinya, lalu menaruh tangannya di pundak alpha itu.
“please”
satu jari jeno menurunkan bagian dada dress jaemin sampai kain yang dilapisi karet itu terganjal di bawah payudara kiri omeganya. tanpa memutus kontak mata mereka, jeno membawa lidahnya menyentuh puting jaemin yang basah. baru satu jilatan tapi jaemin sudah mendesah kencang dan mencoba menahannya dengan menggigit bibir bawahnya. satu jilatan lagi dan akhirnya jaemin menyerah dengan posisinya yang berdiri.
jeno menangkap dengan sigap pinggang ramping jaemin saat omeganya duduk di pangkuannya. ia mengecup bibir jaemin singkat sebelum melanjutkan kegiatannya meredakan sakit di dada jaemin. bibirnya melapisi puting jaemin, lalu lidahnya membuat gerakan memutar di dalam mulut, mencoba membuat seluruh permukaan lidahnya menyapa puting tegang jaemin. mulutnya bahkan membuka semakin lebar demi bisa merasakannya.
jemari jaemin tidak bisa diam di kepala dan pundak jeno. mencengkram kuat namun nikmat. desahan yang dikeluarkan omega itu juga makin keras.
“ahh.. jenn”
permukaan payudara kiri jaemin sudah becek dengan air liur jeno bahkan sebelum alpha itu menyedot susunya.
“alpha!” teriakan jaemin melengking saat akhirnya jeno melakukan satu sedotan panjang dan kencang. susunya keluar bersamaan dengan slicknya yang cukup banyak. kepala jeno dibuat pusing dengan harum persik dan vanila khas jaemin. penisnya ia gesekkan dengan vagina jaemin yang tepat berada di atasnya. jeno bisa merasakan lembap yang menembus celana dalam jaemin dan celana kain pendeknya.
makin kencang sedotan jeno pada puting jaemin, dan itu dibarengi dengan tangan kekarnya yang menggerakkan pinggul sang omega agar friksi antara penis jeno dan vagina jaemin makin kencang dan nikmat. jeno dibuat mabuk dengan susu omeganya yang manis dan asin, dibuat kacau dengan gesekan kelamin mereka.
“eumm.. ahh enak banget susu kamu sayang” jeno akhirnya bersuara setelah dari tadi mulutnya disumpal payudara jaemin. namun hanya sebentar sebelum ia kembali meraup buah dada omeganya.
“hnng.. ahh iyaah kenyot terus sayang. isep terus sampe kamu kenyang”
dan tentu saja jeno tidak akan menolaknya. bergantian ia menjilat, mengisap, mengulum, bahkan sesekali menggigit puting jaemin. menikmati kenyalnya dada sang omega sambil memuaskan dahaganya.
“suka ya pentilnya dimanin gini? suka susunya diperes? mau aku kenyotin sampe kering?”
ucapan kotor jeno, dibarengi dengan gesekan kelamin mereka yang kian intens, membuat jaemin makin kelojotan di pangkuan jeno.
“mau! mau kamu abisin susunya! ahh.. mau nyusuin kamu selamanya”
desahan jaemin kini lebih terdengar seperti tangisan, jeno tahu betul itu tandanya sebentar lagi jaemin akan orgasme. dan ia akan melakukannya tanpa perlu kelamin mereka membuat kontak dalam keadaan telanjang.
jeno mengentakkan pinggulnya kencang ke atas, tepat ke tengah vagina jaemin, mulutnya meraup sebanyak mungkin bagian payudara jaemin yang bisa ia jangkau dan mengisap putingnya kencang. ia melakukannya beberapa kali sampai akhirnya jaemin berteriak dengan menyumpal mulutnya dengan satu tangan. tubuhnya gemetar mengeluarkan cairan yang sangat deras sampai membasahi celana jeno. jeno menggeram merasakan penisnya terkena cairan squirt jaemin.
jeno menjauhkan wajahnya dari payudara jaemin dan berganti menciumi bibirnya dengan basah, membiarkan jaemin merasakan susunya sendiri. ciuman panas ini menandai ronde baru permainan mereka.
“tete yang satunya masih sakit. bantuin lagi please?” jaemin mengucapkannya dengan ekspresi lugu yang dibuat-buat. ia paham betul kelemahan jeno.
tanpa menjawab dengan kata, jeno mengangkat jaemin dan membawanya ke kamar mereka, yang untungnya tidak bersebelahan dengan kamar bayi mereka. “kita pindah biar lebih bebas mainnya dan kamu juga lebih bebas teriaknya” jeno mengakhiri kalimatnya dengan mengecup puting jaemin singkat.
segera setelah menutup pintu kamar, mereka menanggalkan pakaian mereka dengan cepat, tidak sabar merasakan kulit satu sama lain. penis jeno tegang sempurna, sementara vagina jaemin sudah sangat becek.
jaemin mendorong jeno berjalan mundur hingga ia terbaring di kasur, lalu merangkak di atasnya. dada jaemin berada tepat di atas kepala jeno dan ia tidak bisa menahan diri untuk mencium dan mengirup harumnya. kedua tangan jeno meraih buah dada jaemin dan memberikan pijatan pelan, yang mana dibalas jaemin dengan lenguhan tak tertahan.
tapi tidak lama setelahnya, jaemin melepaskan tangan jeno dari payudaranya dan mengambil posisi di samping jeno. ia menjadikan tangan kanannya bantal untuk kepala jeno dan sekali lagi payudaranya tepat berada di depan wajah jeno.
“ayo isepin lagi susu aku” jaemin mengarahkan puting kanannya ke bibir jeno, yang mana langsung dilahap tanpa pemanasan.
“ahh.. ssh enak banget alpha. kenyotan kamu nikmat banget hnng..” tangan kiri jaemin kembali berada di kepala jeno untuk menjambaknya nikmat.
jeno mendengarnya, tapi ia tidak mau menjawabnya dengan kata-kata. ia justru membuat suara seruput yang kencang sambil meremas payudara kiri jaemin yang menganggur. ia suka merasakan tangannya penuh dengan payudara kenyal omeganya. kalau bisa ia ingin seperti ini terus, walau itu berarti ia harus terus membuat omeganya hamil.
“eung.. ahhh” desahan keras jaemin lepas saat jeno mengemut puting kanan dan memelintir puting kirinya bersamaan. dalam hati, jeno terpikir untuk membuat kamar mereka kedap suara agar desahan jaemin tidak terdengar siapapun sebab ia mau hanya ialah yang mendengarnya. dan ia juga tidak mau membangunkan anak-anak mereka kelak.
jeno membawa tangannya yang lain ke vagina jaemin, menangkup dan meremas permukaannya pelan. seketika genggaman jaemin di rambutnya mengencang saat jari tengahnya ia selipkan di antara labia jaemin dan menggesekkannya dengan klitorisnya.
“ahh.. ahh.. hnnggg..”
jeno terus mengemut, mengulum, menjilat, dan mengisap puting kanan jaemin, menyedot susunya sebanyak mungkin. tangan kanannya tidak berhenti bergantian memijat dan mencubit payudara kirinya. sementara tangan kirinya makin liar melecehkan vagina jaemin, klitorisnya digesekkan dengan gerakan naik turun dan memutar. napas jaemin makin pendek, desahannya makin tak terkendali.
“alpha- ahh.. aku-”
“keluarin sayang. becekin lagi memek kamu biar kontol aku gampang masuknya abis ini”
jeno tahu kalau jaemin lemah dengan omongan kotornya. ia tahu itu akan membuatnya semakin semangat mencapai pelepasan.
dan benar saja, cairan jaemin muncrat membasahi tangan jeno dan kasur mereka. tubuhnya menggelinjang seperti ikan yang dikeluarkan dari air. dan teriakannya lepas mengisi kamar.
jeno melepaskan semua kontak tubuh mereka dan membiarkan jaemin mengatur napas. bangga mengisi dadanya melihat jaemin yang sudah sangat kacau sebelum penisnya sempat memenuhi liangnya.
saat napas jaemin sudah lebih teratur dan omeganya itu membuka mata, mereka tersenyum pada satu sama lain. senyuman mabuk karena seks. jaemin mendekatkan wajahnya pada wajah jeno untuk memberikan ciuman penuh apresiasi. jeno menerimanya dengan sama senangnya. dan lebih senang lagi saat mengetahui jaemin masih sangat bersemangat ketika omega itu menggulingkannya dan mendudukkan vagina basahnya tepat di atas penis kerasnya.
ciuman mereka berubah jadi ciuman yang panas, lenguhan tertahan keluar dari sela bibir mereka dengan jaemin yang terus menggesekkan alat kelamin mereka. mecoba meletakkan batang jeno di antara bibir vaginanya dan membuatnya licin agar nanti lebih mudah lagi saat masuk ke dalam lubang laparnya.
“jaem.. hhng..” jeno sudah merasa keenakan dengan licin dan hangat bagian luar vagina jaemin. ia tidak sanggup membayangkan nikmatnya kembali berada di dalam tubuh omeganya.
jaemin juga tidak sabar merasakan penis jeno pulang ke liang sempitnya. tidak sabar dipenuhi penis besar berotot itu lagi. jadi ia hentikan gerakan menggeseknya, lalu ia pegang penis berat jeno dan mengarahkannya ke pintu masuknya.
kedua tangan jeno meraih pinggulnya dan meremasnya pelan. “pelan-pelan aja. berenti dulu kalo sakit.”
jaemin yang mendengar itu merasa tersentuh. jeno bahkan masih mendahulukannya dalam keadaan seperti ini. hal itu justru membuatnya ingin melayani alphanya dengan lebih baik lagi. ingin memberikan kenikmatan yang lebih lagi. ingin lebih memuaskannya lagi. ingin tubuhnya dipakai sang alpha sesukanya.
jaemin memasukkan penis jeno perlahan awalnya. tapi setelah kepala penis jeno masuk, ia merasa terlalu rindu diisi penuh, jadi ia melesakkan sisanya tanpa tersendat. desahan dan geraman menggema di kamar yang kini sudah pekat dengan bau seks itu. cengkraman jeno di pinggul jaemin mengencang. dinding vagina jaemin juga mencengkram penis besar jeno sama kencangnya, mencoba merasakan tiap garis uratnya yang timbul.
jaemin ingin segera bergerak, namun jeno menahannya. tanpa bicara menyuruhnya membiasakan diri terlebih dahulu, sebab ini sudah lama sejak jeno berada di dalam tubuh jaemin. karena tidak bisa menggerakkan pinggulngnya, jadi jaemin milih mengeratkan dan melonggarkan cengkraman lubangnya pada penis jeno. mencoba membiasakan diri sambil tetap memberikan kenikmatan untuk jeno dan dirinya.
jeno menggeram saat jaemin mengempitkan lubangnya maksimal, seolah menyedot paksa spermanya.
"aghh.. jaem.. memek kamu masih enak banget. jepitannya masih kenceng. kempit sekali lagi sayanghh"
jaemin menuruti permintaan alphanya. namun kali ini, sambil ia tarik juga tubuhnya ke atas, sehingga seperti memeras sperma jeno lebih kencang lagi.
"kontol kamu bikin aku penuh aahhng.. rasanya kayak lebih gede dari terakhir kali masuk."
jaemin rasa sudah cukup ia membiasakan lubangnya. ia tidak sabar merasakan penis jeno keluar-masuk vaginanya dengan cepat. tidak sabar titik nikmatnya disodok daging besar nan panjang itu.
tangan jaemin bertumpu di perut kekar jeno, bokongnya mulai ia angkat pelan, lalu turunkan dengan kencang. mata mereka terpejam erat sebagai reaksi atas nikmat yang sulit dijelaskan. berbulan-bulan tidak menyatukan kelamin satu sama lain, nyatanya mampu membuat kenikmatan penyatuan kelamin mereka dari malam pertama mereka kembali saat melakukannya lagi.
dengan absennya rasa sakit maupun tidak nyaman, jaemin tidak kuasa menahan dirinya untuk tidak menaik-turunkan bokongnya dengan cepat, dengan kekuatan maksimal yang dimilikinya. pelukan dan gesekan dinding lubang kawin jaemin di penis jeno begitu candu. dan dengan besarnya penis jeno, rasanya liang jaemin sedang dipahat menjadi seperti benda itu.
“ohh.. memek kamu emang yang paling enak jaemhh..” lembutnya dinding vagina jaemin dipadukan dengan bagaimana ia mengetatkannya tiap kali mengangkat bokong, adalah hal favorit jeno. rasanya seperti jaemin sedang perah spermanya seperti sapi yang putingnya sedang ditarik agar susunya keluar.
ah, tentang puting, jeno jadi teringat milik jaemin yang menganggur sedang tak dijamah olehnya. payudaranya terlihat begitu menggoda ikut melompat dengan seluruh tubuh jaemin.
jeno bangun dari posisinya yang semula terbaring. ia peluk pinggang jaemin, lalu bibirnya ia sematkan kembali pada puting keras omeganya.
“ngh ahh.. kenyot terus jen” jaemin dibuat mabuk dengan perlakuan jeno pada dua bagian tubuhnya yang paling sensitif. ia bisa merasakan jeno ikut mendorong pinggangnya ke atas saat jaemin menurunkan bokongnya.
jaemin kini mengerahkan seluruh kekuatan otot di bagian tengah tubuhnya, sebab tangannya sibuk memegangi kepala jeno sambil sesekali menjambak rambut tebalnya.
bunyi yang dihasilkan genjotan alat kelamin mereka dan sedotan berisik jeno pada puting jaemin begitu kotor dan candu, membuat mereka semakin dimabuk nikmat dunia, semakin giat untuk meraih puncaknya.
“jen– ahh.. mau keluar”
“keluarin, sayang. keluarin lagi” jeno melepas kulumannya pada puting jaemin hanya untuk mengatakan itu. setelahnya, ia kembali menghabisi puting yang satunya. jeno rasa ia tidak akan bisa melalui hari tanpa memerah susu jaemin setelah ini.
satu tangan jeno yang sebelumnya memegangi pinggang jaemin, kini turun mengarah ke vagina omeganya. dengan kecepatan tinggi ia mengucek klitorisnya. reaksi berupa jepitan ekstra kencang pada penis jeno begitu instan.
dengan banyaknya rangsangan yang diberikan pada tubuhnya sekaligus, jaemin orgasme lebih dulu. maninya memberi pelumas lebih banyak untuk penis jeno, sementara cairan squirt nya membasahi paha dan kasur mereka. teriakannya lepas menggema, gerakan naik turunnya berhenti, digantikan dengan tubuh yang bergetar hebat.
selama jaemin menikmati orgasmenya dan mencoba perlahan turun, jeno tidak berhenti bermain dengan payudaranya. mulutnya berpindah-pindah dari satu puting ke puting yang lain.
ia baru berhenti saat mengubah posisi mereka. jeno kembali membaringkan jaemin di kasur tanpa melepas tautan alat kelamin mereka. gilirannya untuk meraih orgasme.
kedua tungkai jaemin dibawanya ke atas pundak, tangannya menahan agar kaki indah itu tidak jatuh ke kasur. jeno bahkan tidak membuang waktu dengan memulai genjotannya dengan pelan, ia langsung menggempur lubang kawin jaemin dengan kekuatan dan kecepatan penuh.
“hnngg ahh.. enak.. enak banget, ah–alpha..”
jeno tidak mampu mengalihkan pandangannya. rambut jaemin jatuh berantakan di bantal akibat kepalanya yang tak bisa diam, sementara wajahnya tak terkontrol menggambarkan kenikmatan dahsyat yang dirasakannya.
satu tangan jaemin memegangi payudaranya yang sedang tidak jeno berikan perhatian lebih, sementara yang lainnya digunakan untuk memegangi perut rampingnya yang membuat tonjolan tiap penis jeno masuk jauh ke dalam. jeno bahkan bisa merasakan remasan lebih yang diberikan tangan jaemin pada penisnya dari balik perutnya. sungguh pemandangan yang erotis dan jeno bersumpah akan mengulanginya berkali-kali.
jeno melepas pegangannya pada satu kaki jaemin, hanya untuk kembali meremas buah dadanya yang terus bergoyang mengikuti genjotan jeno. dengan cepat liang jaemin kembali mengetat kuat, memeras penis jeno memberi sinyal bahwa sebentar lagi ia akan kembali meraih puncak.
tungkai jaemin akhirnya dibiarkan menapak di kasur, jeno merunduk untuk kembali memasukkan puting jaemin ke mulutnya, area di sekitarnya ia pijat agar lebih deras susu jaemin keluar. sementara itu gerakannya menumbuk lubang jaemin tidak berhenti, justru makin kencang.
knot jeno sudah mulai membesar, namun sekuat apapun ia ingin menyematkannya di dalam liang jaemin, ia menahannya. jadi ia kembali mengucek klitoris jaemin agar jepitan vaginannya di ujung penisnya bisa lebih terasa. desahan erotis jaemin masuk langsung ke telinga jeno dengan dekatnya jarak bibir jaemin dengan telinganya, dan itu cukup untuk membuat penisnya makin tegang.
layaknya karet yang terus ditarik sampai batas maksimalnya, akhirnya lepas juga sperma jeno, mengisi lubang jaemin penuh. jeno menyusu pada puting jaemin, sementara jaemin menyusu pada penisnya. jaemin mencapai orgasmenya lagi, namun kali ini ia tidak mengeluarkan cairan apa-apa, sudah habis akibat beberapa ronde yang sudah dilalui sebelumnya.
jeno tidak bergerak sampai penisnya berhenti menembakkan sperma untuk jaemin telan. saat ia menarik keluar penisnya dan mengangkat wajahnya dari payudara jaemin, ia lihat wajah cemberut omeganya.
“kenapa knot nya di luar?” dengan wajah gemasnya jaemin bertanya.
jeno memberikan satu kecupan singkat di bibirnya sebelum menjawab, “takut nanti lama nunggu kempesnya dan keburu anak kita bangun.”
bibir jaemin tidak lagi mengerucut, ekspresinya lemas. “iya sih..”
tubuh sang omega menegang tatkala tangan jeno meraih labianya dan mengoleskan percampuran cairan hasil orgasme mereka ke seluruh bagiannya.
“tapi tenang, kita bisa lanjut nanti malem. dan kamu bebas mau minta aku knot di dalem berapa kali”
