Actions

Work Header

Dalam Sekali Tembak

Work Text:

 

 

 

Sewaktu Yixing dan Minseok menariknya ke karnaval pasar malam, Lu Han sebetulnya ogah-ogahan. Sekarang dia berdiri di depan stan memanah, memandang lama sebuah beruang Teddy di rak pajangan hadiah. Beruang Teddy itu tidak akan menarik perhatiannya andai saja tidak dipakaikan kostum ikonis Setan Merah nomor "7". 

 

Lu Han mencoba menembak dan gagal. Mencoba menembak lagi dan gagal lagi. Dia persisten inginkan itu. Yixing dan Minseok sampai bosan menungguinya. 

 

“Mau sampai kapan di sini? Rugi waktu, nih.” Minseok mulai mengeluh. 

 

“Pergi saja,” balas Lu Han. “Kalian boleh keliling. Aku enggak perlu ditemani.” 

 

Yixing menepuk pundak Minseok, lalu menoleh sebagai isyarat pergi. Langkah mereka belum jauh ketika berpapasan dengan seorang junior dari klub paduan suara. 

 

Hyung!” Seruan Baekhyun diikuti aksi memotong kerenggangan. “Kalian ke sini juga.” Dia menghampiri para seniornya. 

 

“Sendirian?” tanya Yixing. 

 

Baekhyun menggeleng. Dia menengok dan menuding gerombolan pemuda lencir di belakang punggungnya. Chanyeol, Jongin, dan Sehun turut mendekat begitu melihat lambaian tangan Minseok. 

 

Hyung, temani kami main bingo,” pinta Jongin. “Hadiahnya lumayan, vocer all-you-can-eat di restoran Jepang untuk maksimum sepuluh orang.” 

 

Chanyeol manggut-manggut. “Semakin banyak yang ikut, kans dapatnya juga makin besar. Kalau salah satu dari kita menang, hadiahnya bisa dipakai makan bareng.” 

 

“Boleh saja, sih, tapi ..." Yixing menyetujui dengan syarat, "di antara kalian harus ada yang bantu Lu Han dulu supaya dia bisa gabung.”

 

“Lu Han?” Perhatian Sehun terpantik oleh nama. “Di mana?”

 

“Stan panah,” jawab Minseok seraya telunjuknya mengarah. 

 

Sehun tidak eksplisit bilang mau menawarkan diri membantu, tetapi dia beranjak ke sana tanpa babibu

 

Hanya butuh 10 menit untuknya membawa Lu Han ke hadapan mereka. Tentunya beserta beruang Teddy incaran yang kini terdekap selamat di dada. Sehun, entah mengapa muncul kembali dalam keadaan semringah, sementara Lu Han jadi lebih banyak diam dan malah tampak gelisah.

 

"Kamu kenapa?" Minseok menyikutnya saat berjalan bersisian menuju tempat permainan bingo. 

 

"Kenapa apanya?"

 

"Dari tadi diam saja." 

 

Lu Han menggeleng. "Enggak ada apa-apa, kok." 

 

Tanpa sengaja, matanya bertemu dengan Sehun yang kebetulan sedang curi-curi pandang. Pemuda itu tersenyum kepadanya. Lu Han segera membuang tatapan ke tanah, memilih mengamati ujung sepatu sebagai pengalih. 

 

Malam ini, bisa dipastikan dia bakal sulit tidur.

 

Adegan di stan panah pun berputar kembali, tepat di titik ketika Sehun menarik tali busur. 

 

“Kalau aku bisa dapat boneka Teddy MU itu …" 

 

Sehun menembakkan anak panah.

 

"... pacaran denganku, ya.” 

 

Sekaligus menembaknya. 

 

[***]