Actions

Work Header

When you're sick

Work Text:

Ketika semua nenchou-gumi berada di rumah dan salah satu dari mereka sakit...

Bagaimanakah ketiga nya merawat nenchou yang sedang sakit tersebut~?

"Haru...kau ngga papa?" tanya Hajime pada Haru yang berjalan layaknya rusa baru lahir.

Gemetar dan nubruk sana sini.

"D-daijobu...hanya agak pusing..." jawab pria berkacamata itu sambil tersenyum lemah.

Raut wajah Hajime terlihat khawatir, tapi tidak berkata apa-apa lagi.

Toh, hari ini semua nenchou-gumi (tumben-tumbennya) off semua.

Haru masih terlihat gemetar ketika Kai memasuki ruang keluarga.

"Ohayo---tte Haru?! Wajahmu pucat sekali!" teriak Kai mendekati Haru yang hampir terjatuh.

Tangannya langsung sigap memegang Haru yang kelihatan mau pingsan.

"...panas...Haru...kau demam??"

Hajime langsung bangun dari duduknya dan mendekati Kai serta Haru.

"Yappari! Haru, istirahat sekarang!" perintah Hajime sambil ikut membantu memapah Haru.

"Aku masih ada tugas yang harus kukerjaka----"

"Aku sudah menduga sejak tadi, tapi dia ini benar-benar keras kepala." dumel Hajime pada Kai, tanpa mempedulikan perkataan Haru.

"Mou, Haru kalau kau sakit ya tidur saja!" Kai ikutan mengomel.

"Sudah kubilang aku ada tug--as....." teriak Haru kesal sebelum akhirnya benar-benar melemah.

Akhirnya Haru pasrah dibawa Kai dan Hajime menuju kamarnya.

Hajime menyalakan lampu kamar sedang Kai membantu Haru berbaring di kasurnya.

"Arigatou..."

"Ou...akan kubuatkan bubur...tunggu ya..?" balas Kai sambil tersenyum.

"Ii no...aku nggak ada selera makan..." Haru menghembuskan nafasnya lega saat pipinya mencium bantal.

"Dame! Kamu belum makan dari pagi kan?" balas Hajime mengambilkan baju ganti untuk Haru.

"Ya sudahlah, terserah kau saja..." balas Haru pasrah.

"Bikin saja, Kai...orang ini sama sekali gak makan pagi tadi."

"Yoi! Serahkan saja padaku!"

"Aku akan siapkan kompres, kau bisa ganti baju sendiri?" tanya Hajime sambil menyerahkan baju ganti ke Haru.

Haru hanya mengangguk pelan, terlalu lemah untuk menjawab.

Ketika Kai dan Hajime keluar dari kamarnya, Haru mulai mengganti pakaiannya dengan susah payah lalu kembali berbaring.

"Ugh...pasti karena aku bergadang seminggu ini..." ujar Haru memijit keningnya pelan. Pusing dikepalanya mulai menjadi-jadi karena pengaruh demamnya.

Haru memutar badannya berusaha mengurangi rasa pening, tapi percuma. Kepalanya masih berdenyut-denyut hebat.

Tiba-tiba sesuatu yang dingin dan nyaman serta agak basah menyentuh kepalanya.

"Kalau saja kau menuruti saranku, jadinya nggak akan seperti ini kan?"

Haru membuka matanya dan melihat Hajime duduk disebelahnya sambil membawa baskom berisi air dingin.

"Hajime..."

"Bagaimana perasaanmu?"

"Menurutmu....?" Haru balas bertanya membuat Hajime berjengit.

"Kepalaku pusing dan badanku terasa berat. Demamnya membuat semuanya semakin parah..." jawab Haru akhirnya.

"Sou ka... Aku sudah memanggil Tsukishiro-san tadi dan dia sempat ingin memanggil dokter tapi aku bilang, lihat saja keadaanmu dulu."

"..."

"Kenapa?"

"Nggak, aku hanya memikirkan project-ku yang belum selesai..."

"Sudah kuatasi, mereka memberimu waktu lebih...

Jadi kau bisa istirahat full hari ini." balas Hajime singkat.

Haru tersenyum kecil.

"Sasuga Hajime..arigatou nee..."

"Ou. Sekarang istirahatlah..."

 

 

Setengah jam kemudian.

Kai mengetuk pintu kamar Haru pelan.

"Haru...?" panggil Kai mengintip kedalam kamar Haru.

"Ng... Kai..?"

"Ah, maaf mengganggumu...tapi ini sudah kubuatkan bubur..." Kai menyalakan pintu lalu duduk di kursi sebelah kasur Haru.

"Ah..arigatou, Kai..." Haru tersenyum lemah.

Kai membantu Haru duduk di kasurnya lalu menyelimuti pundak Haru.

"Makanlah dulu, lalu minum obat, setelah itu istirahatlah lagi..." ujar Kai sambil menyendokkan bubur ke dalam mangkuk.

"Un.."

"Ha'i..nih, aahh..."

"Eehhh?? Chotto, aku bisa makan sendiri kok!"

Haru merasa pipinya terasa semakin panas, entah itu karena demam atau karena Kai dengan santainya menyuapi Haru.

"Dame desu~ kau saja jalan perlu dipapah tadi. Ayo, nih makan..ahh!"

"A--ahh..." dengan malu-malu Haru membuka mulutnya.

"Hatsukashi..." pikirnya dalam hati.

"Hm? Oishii..."

"Hontou? Yokatta! Makan yang banyak ya!" sahut Kai riang sambil menyuapkan lagi bubur ke mulut Haru.

"Eehhhhhhh.....?????"

 

 

-------xxx-------

"Kai...arigatou...."

"Hmm? Douitashimashite~" balas Kai riang sambil merapikan piring yang barusan dipakai Haru.

"Maaf aku merepotkanmu juga ya..." lanjut Haru lagi.

Kai terdiam sejenak lalu mendekati Haru. Tangannya menyentil hidung Haru pelan.

"Mm..."

"Nggak sama sekali kok. Istirahatlah biar cepat sembuh, oke?" cengir Kai.

"Un..!"

 

 

 

 

Haru tidak tahu berapa lama ia tertidur, namun ketika bangun ia merasa seperti baru bermimpi hal yang sangat aneh.

Namun ia tidak bisa ingat apa.

"Haru~ kau didalam?"

Suara cempreng bernada riang tiba-tiba terdengar dari luar kamar Haru, lalu masuklah sesosok pria bersurai silver dengan senyuman khasnya.

Tangannya membawa satu mangkuk kecil yang sepertinya berisi es krim.

"Shun...?"

"Sou da yo~ shirokin maou-sama da yo~"

"Pantas saja aku baru mimpi aneh.."

"Hmm?"

"Nandemonai. Kamu kesini ngapain?" tanya Haru agak heran.

"Mou, masa aku ngga boleh merawatmu juga?" tanya Shun setengah cemberut.

"Ya..." Haru bingung mau jawab apa.

Tiba-tiba Shun menyendokkan sesendok kecil es krim ke mulut Haru.

"Mm..?!"

"Oishii deshou?" tanya Shun tersenyum manis.

"...mm...enak dan dingin..." Akhirnya Haru ikutan nyengir.

"Mau lagi?" tanya Shun.

"..Boleh.."

 

 

------xxx------

5 menit kemudian...

"Tadinya aku ingin membawa apel, tapi saat aku mengupas apel-nya tiba-tiba apelnya hidup dan kabur..."

"......."

"Aku tadi di marahi Kai dan Hajime karenanya, jadi akhirnya kubelikan es krim saja! H**gen da*z rasa Matcha!"

"...."

"S-sou ka...arigatou, nee...Shun. Aku jadi lebih baik...dan es krim-nya tadi sangat enak."

"Mm! Sama-sama! Istirahat ya, Haru..." balas Shun sambil meletakkan kompres dingin ke dahi Haru.

"Shun..."

"Nani...?"

"Tolong handuknya di peras dulu ya...bantalku jadi basah..."

 

 

 

 

 

5 jam kemudian

Haru merasa ada seseorang masuk ke kamarnya.

"Masih panas?" Didengarnya Kai berkata.

"Nggak terlalu, sudah menurun dari tadi pagi..."

"Sou ka...yokatta..."

"Biar kuberi sihir sedikit ya~
Sha la lan~~"

Mendadak kamar Haru terasa sejuk namun nyaman.

"Shun, jangan pakai sihir aneh-aneh!" bisik Kai agak keras.

"Aku hanya menyihir kamar ini sedikit~ supaya Haru akan merasa lebih baik lagi besok!" jawab Shun riang.

"Jangan sampai Haru tambah sakit saja nanti..." balas Hajime.

"Tentu saja tidak~ peri-peri kecil ku akan membantunya agar cepat sembuh!"

Kai dan Hajime (juga Haru) hanya bergidik kecil mendengar kalimat terakhir Shun.

Haru merasakan selimutnya ditarik menutupi seluruh badannya, lalu didengarnya ketiga orang tersebut berjalan keluar dari kamarnya.

Tanpa sadar Haru tersenyum.

Walau ia masih merasa sedikit pening dan sakit, namun hatinya merasa sangat bahagia.

Ia yakin ia akan sembuh besok.

Pasti.