Actions

Work Header

Pieces of Dramarama

Chapter Text

Seorang gadis melangkah menuju hamparan bukit indah yang dipenuhi rumput hijau halus sejauh mata memandang. Angin menyapu rambutnya, membuatnya bergoyang perlahan dan gadis itu menyentuh rambutnya untuk menahan gerakan itu. Matanya menyipit melihat pemandangan jauh di hadapannya.

 

“Aku kemari lagi kah?” gumamnya pelan, sembari melihat sekeliling, berharap menemukan bantuan untuk dimana dan kapan dirinya sedang berada. Walaupun sebenarnya dia tahu dimana dirinya berada.

 

Gadis itu melihat sebuah papan nama hingga tanggal juga waktu saat itu. Dirinya mendesah pelan.

 

“Aku datang di waktu yang berbeda walaupun sama keadaannya kah?” gadis itu pun melangkah, menuju kota dan waktu dimana dirinya harus melakukan sesuatu demi masa depan disana.

 


 

 

Gadis itu melangkah perlahan, melewati beberapa jalan di kota yang begitu indah di matanya. Anehnya, dirinya merasa begitu nyaman dan rindu pada keadaan kota yang seperti itu. Beberapa orang yang berjalan melewatinya memandang dengan ekspresi bingung, namun itu hanya sementara, mungkin karena pakaiannya yang terlihat berbeda. Gadis itu mengerjap, menyadari apa yang dilihat mereka, sebelum memutuskan untuk menggantinya mengikuti keadaan disana.

 

Dirinya melihat sebuah toko aksesoris budaya Kpop yang sedang ramai dan marak menjadi tren dunia, Ahgases. Sebuah bunyi lonceng tanda pengunjung masuk dan keluar pun terdengar di telinganya, membuat sang pemilik toko pun memalingkan pandangannya dari pekerjaannya kepada dirinya. “Selamat datang” itulah ucapan yang diterima gadis itu. Dirinya hanya mengangguk menerima sapaan itu, sebelum akhirnya melihat-lihat yang disediakan disana.

 

Gadis itu menemukan banyak grup girlband dan boyband yang sedang tren disana, mulai dari BTS, GOT7, Wanna One, Stray Kids, ASTRO, VIXX, TVXQ, 2PM, NU’EST, NCT, PENTAGON, TWICE, 2NE1, Red Velvet, IZ*ONE, hingga MONSTA X. Dirinya memilih sebuah kaos hitam dengan tulisan Monsta X, lebih tepatnya logo ketika mereka melakukan konser dengan memakai kaos yang sama. Dirinya tidak percaya toko ini memiliki kelengkapan yang luar biasa, yang tidak hanya disusun dari band yang terkenal saja.

 

Sang penjaga toko melihat gadis itu menyentuh salah satu kaosnya. “Apakah anda ingin mencobanya? Kami punya banyak ukuran untuk setiap kaos.” Gadis itu terkejut mendengarnya, karena jarang sekali ada toko yang menyediakan sebegitu lengkap bagi tren dari Korea itu.

 

“Kalau begitu saya mau coba untuk ukuran M dan L.” Gadis itu meminta sang penjaga toko mencarikan ukurannya.

 

“Baiklah, sebentar ya.” Dia melihat penjaga itu menunduk untuk melihat kaos yang diinginkan yang dibungkus plastik rapih di dekat kaos yang digantung.

 

Gadis itu melihat-lihat lagi, dan menemukan sebuah celana pendek dengan warna abu yang enak dipandang. Dirinya mencoba melihat ukuran yang cocok untuknya, dan mengambil salah satunya.

 

“Saya ingin coba yang ini juga.” Gadis itu membuat sang penjaga toko mendongak sembari memegang dua buah plastik dengan kaos di tangannya.

 

“Ah, silahkan. Ini ukuran M dan L-nya.” Gadis itu menerimanya.

 

“Terima kasih.” Sang penjaga toko menunjuk ruangan untuk mencoba pakaiannya.

 

“Ruang gantinya disana.” Gadis itu mengangguk dan mulai mencoba apa yang dipilihnya.

 

Setelah cocok dengan apa yang dipilihnya, gadis itu membayar dengan uang yang sudah dia ganti dengan uang waktu itu dan membayar dengan jumlah yang dibutuhkan. Gadis itu langsung menggunakan apa yang dibelinya untuk mengikuti waktu yang dirinya pijak kini. Dirinya ingat bahwa petunjuk yang dirinya butuhkan untuk tugasnya di dunia itu kali ini adalah kedekatannya dengan budaya Korea alias Kpop, membuatnya harus melakukan hal yang menjadi pendekatan di dunia itu.

 

“Terima kasih banyak.” Gadis itu mengangguk dan melangkah dengan tegap keluar dari toko setelah membeli pakaian khas Kpop itu. Beberapa orang melirik untuk melihat penampilannya dari atas hingga bawah, sebelum kembali sibuk dengan urusannya masing-masing.

 

Gadis itu menyentuh kaos hitam bertuliskan beberapa logo dari boyband Monsta X. “Rasanya aku pernah menginginkan kaos ini di sebuah dunia...” gumamnya pelan, memperhatikan kaosnya sesekali sembari berjalan. “Dengan identitas siapa aku menginginkannya?” Tanpa melanjutkannya, gadis itu berjalan menuju tugas yang harus diselesaikannya.