Actions

Work Header

Forgetting Something?

Chapter Text

Xiao Han mengulurkan tangannya. Seperti biasanya, wajahnya minim ekspresi.

 

Mendadak ‘ditodong’ seperti itu, rentetan tanda tanya muncul di kepala Qin Mo. Ini anak satu maunya apa? Malak? Ngajak makan siang? Atau gimana?

 

Namun belum sempat Qin Mo bertanya, Xiao Han lebih dulu bertanya—dengan super inosennya, “Kamu enggak ngasih aku cokelat?”

 

Hening.

 

Ponsel yang semula Qin Mo genggam jatuh ke pangkuannya.

 

Kedap-kedip dua kali.

 

Lalu—

 

“—buat apa aku ngasih kamu cokelat?”

 

“…karena sekarang Valentine?”

 

Hah. “Ya terus hubungannya apa—“

 

“Memang kalau di sini, kamu enggak ngasih cokelat ke orang yang kamu suka pas Valentine?” Lagi-lagi, pertanyaan terucap. Dengan nada kelewat polos. Qin Mo merasa sedang menghadapi cecaran pertanyaan anak kecil yang selalu ingin tahu. Untuk suatu alasan, pipi Xiao Han terasa menggoda untuk dicubit—tunggu sebentar.

 

Barusan dia bilang apa?

 

Ngasih cokelat ke orang yang kamu suka?

 

Engsel Qin Mo serasa rusak. Rahang bawahnya menolak untuk menutup. Mulutnya menganga, matanya melebar.

 

Merasa situasi sudah semakin hopeless, Bai Xuan memutuskan sudah waktunya memisahkan mereka berdua.

 

Kalau tidak begitu, takutnya Qin Mo yang korslet di tempat…

Chapter Text

“Ah Shu, jangan ajari Xiao Han yang enggak-enggak.”

 

Ah Shu—Xie Shurong—berkedip cepat. Senyum tanpa dosa trademark-nya masih tertempel di wajah. Ada noda cokelat di ujung bibirnya. “Hm? Emang aku ngajarin apa ke Xiao Han?”

 

Bai Xuan menghela napas. Panjang dan lelah. Tangannya bergerak otomatis menyeka sisa cokelat di ujung bibir Xie Shurong. “Barusan, dia nagih cokelat ke Qin Mo.”

 

“UHUK—“

 

“Qin Mo kebingungan banget keliatannya. Apalagi pas Xiao Han ngomong, ‘Memang kalau di sini, kamu enggak ngasih cokelat ke orang yang kamu suka pas Valentine?’” Bai Xuan menirukan nada suara Xiao Han, hampir persis seperti aslinya. Yang berbeda hanya mimik wajah mereka; Xiao Han dengan wajah minim ekspresi nan polosnya, sedangkan Bai Xuan dengan raut wajah ‘babysitter kelelahan mengasuh anak kecil’-nya.

 

Xie Shurong terbatuk. Keras. Lalu lanjut tertawa dengan bahu gemetar, cokelat yang sudah tergigit separuh digenggam erat.

 

Lagi-lagi, Bai Xuan menghela napas—sama panjangnya, sama lelahnya. Tak tahu lagi harus berkata, apa, ia tersenyum kecil dan menepuk kepala Ah Shu. “Hati-hati makan cokelatnya, jangan sampai tersedak.”

 

Puas tertawa, Xie Shurong mengangguk pelan seraya menyeka air mata. Senyum di bibir berubah menjadi cengiran lebar.

 

“Makasih banyak cokelatnya, Aifei~”

 

Kini giliran Bai Xuan yang tersedak.

Chapter Text

Yu Pingsheng tidak bisa menyantap makan siangnya dengan tenang.

 

Penyebabnya?

 

(selipkan suara garpu dan sendok yang diletakkan menyilang di atas piring di sini)

 

“Kau lupa berkedip.”

 

Barulah Su Guangmo—penyebab utama ketidaknyamanannya—berkedip cepat. Yu Pingsheng menghela napas lega diam-diam. Ia baru akan melanjutkan makan siangnya ketika ‘Kakak’-nya buka mulut, “Ngerasa lupa sesuatu enggak?”

 

Tangan yang diniatkan memotong daging steak berhenti bergerak. Mata hitam menatap kosong potongan steak yang sudah seperempat termakan.

 

Lupa… sesuatu?

 

Hening.

 

Su Guangmo masih belum menyentuh makan siangnya.

 

Lampu bohlam mini imajiner menyala di atas kepala Yu Pingsheng. “Ah, aku ingat sekarang. Memang ada yang kelupaan.”

 

Wajah Su Guangmo yang semula segelap awan mendung berubah cerah seketika.

 

“Aku lupa ngembaliin power bank-nya Ah-Shu. Udah berapa hari kubawa, ya…”

 

Seketika, dahi Su Guangmo bertemu dengan telapak tangannya. Entah berimajinasi atau tidak, tetapi ia seperti mendengar suara tawa Ah-Shu dari kejauhan…