Actions

Work Header

Berubah

Work Text:

.

.

.

"Kau memotong rambutmu."

Mi menyentuh ujung rambutnya yang panjangnya kini hanya seleher. Ia tersenyum kecil. "Kenapa? Tidak cocok, ya?"

"Ah ... tidak." Sihan mengusap lehernya pelan. "Kau kelihatan lebih dewasa."

"Terima―"

"Dan cantik," tambah Sihan buru-buru sambil memalingkan wajah. Pipinya merona meski samar terlihat.

Mi diam sejenak, menunggu Sihan kembali buka suara. Saat Mi yakin pemuda itu tidak akan lagi bersuara, ia mengucap, "Terima kasih."

Sihan hanya mengangguk.

"Kau sendiri tidak banyak berubah, Sihan," ucap Mi lembut, bermaksud bersikap sopan.

"Memang tidak," balas Sihan. Kembali ia alihkan pandangannya, kali ini langsung ke mata Mi. Dipakunya tatapan kepada dua bola mata keabuan Mi. Wajah Sihan melembut. "Tapi ada satu yang berubah."

Mi tidak menjawab, pun tidak mengalihkan pandang.

"Saat kita berpisah, aku bilang aku marah kepada diriku sendiri yang membiarkan perasaanku dicuri olehmu," ujar Sihan lancar. Dia kelihatan tidak lebih gugup ketimbang saat memuji Mi cantik dengan rambut barunya. "Sekarang, setelah tiga tahun, aku sudah bisa menghentikan amarah itu."

Sihan mendekap wanita yang jauh lebih tua darinya itu pelan. Mi mulai terisak, lagi, setelah sebelumnya ia terisak akibat melihat Sihan yang dirindukan hatinya. Sihan mendekapnya dengan lebih erat, membiarkan wanita itu melepas nyeri yang membebani hatinya.

"Kini, aku siap mencintaimu dengan benar."

Sihan mengecup puncak kepala Mi.

.

.

.

FIN