Actions

Work Header

Pulang Malam

Work Text:

.

.

.

"Akhir-akhir ini banyak sekali berita tentang kejahatan terhadap wanita," keluh Ari dengan wajah depresi saat ia membaca koran pagi. "Aku jadi takut pulang malam-malam."

"Tapi hari ini toko sibuk sekali," balas Seojin sambil memasukkan seekor anjing ke dalam kandang. "Kamu pasti akan pulang malam."

Ari mengembuskan napas putus asa. "Itu dia yang kukhawatirkan."

Seojin menoleh, menatap Ari. Ia membentuk kerutan kecil dan bibirnya. "Aku bisa menemanimu pulang."

Kaget, Ari terkesiap dengan wajah merah. "A-aku bisa pulang sendiri!?"

"Tapi tadi kamu bilang―"

"Aku tidak memintamu untuk mengantarku, kok!" Suara Ari meninggi. Wajahnya masih merah. Jujur saja, gadis itu sebenarnya mau diantar, tapi malu. Ari menurunkan nada suaranya. "Aku bisa sendiri. Aku sudah dewasa."

Pelan, Seojin mendengus geli. Dihampirinya Ari lalu diangkatnya dagu gadis berkucir kuda itu dengan satu tangan. "Aku bukan pacar yang baik kalau membiarkanmu pulang malam-malam sendiri."

Wajah Ari semakin memerah. Dia berusaha mengalihkan pandang, tetapi Seojin tidak membiarkan itu terjadi. Ari menggigit bibir, menciptakan jeda dalam konversasi mereka hingga akhirnya menyerah dengan mengatakan, "B-baiklah, kau boleh mengantarku."

Seojin tersenyum.

.

.

.

FIN