Actions

Work Header

The Downfall of Barsisa, Act II

Work Text:

Beberapa bulan telah berlalu semenjak kehancuran flagship Rebel.

Salah satu pesawat Federation, UFW Hayam Wuruk (battlecruiser kelas Osprey), sedang menjalankan tugas patroli di belakang garis depan pertempuran antara Federation dengan Rebel. Patroli itu dilakukan di dalam angkasa Federation. [Oh, mungkin ada yang tanya, UFW kepanjangannya apa? Kepanjangan dari UFW adalah United Federation Warbird. (Kabarnya, Federation menamai banyak kelas pesawat mereka dari burung di Sol III, yang lebih kita kenal sebagai “Bumi”.)]

Satu jam telah berlalu setelah mereka mendekati sebuah beacon di angkasa yang sepi. Dalam satu jam tersebut hanya beacon itulah benda angkasa makroskopik yang ada dalam jarak pandang sensor mereka selain sampah angkasa (space debris) dan meteoroid yang sesekali lewat.

“Hari ini sudah berapa beacon yang kita sambangi tanpa berita apa-apa?” tanya Yabusame, pilot manusia pesawat itu, dari ambang pintu yang menghubungkan ruang kokpit dengan ruang mesin.

“Termasuk yang ini? Enam dari enam ._.” jawab Ashigara, operator mesin pesawat itu. “Kira-kira bahan bakar untuk pulang ke pangkalan Federation di Sektor Harfleur masih cukup nggak nih?” lanjut si Mantis.

“Sebentar, aku tanya dulu anak-anak di haluan. Ikut ke kokpit, yuk, biar efisien,” ajak Yabusame. Si pilot lalu mengatur HaloNet, sistem komunikasi intra-pesawat yang luar biasa canggih bagi orang abad 21, untuk menghubungi sistem sensor.

Sistem itu, setelah hak cipta cetak birunya habis dan masuk domain publik puluhan tahun – mungkin ratusan, malah! – sebelum pecah perang antara Federation dan Rebel, kini terpasang di praktis segala macam pesawat: mulai dari pesawat sipil, pesawat dagang, pesawat pengangkut pasokan dan pasukan, pesawat perompak, flagship Rebel yang baru-baru ini terhancurkan oleh Federation, bahkan pesawat auto-scout (pesawat tak berawak yang hampir selalu dilepas ke angkasa dengan ruangan yang hampa udara) dan pesawat telepon.

... oke, coret pesawat telepon dari daftar di atas -_-;

HaloNet yang dihubungkan Yabusame ke ruang sensor disambut dengan penampakan Rockman dan manusia – Kirishima, si Rockman, memang posnya di sana; dan Marisa, si manusia, mestinya di ruang senjata – sedang bermain catur.

'Tok,' 'Tok,' 'Tok,' bunyi biji papan catur silih berganti bertemu dengan papan.

“Yabu, –” “Psssh, jangan keras-keras. Aku tahu Marisa melancarkan skak abadi,” potong Yabusame sebelum Ashigara banyak bicara agar mereka berdua tidak terkejut sebelum waktunya. Si pilot lalu membisikkan ide isengnya kepada si Mantis.

“Udah, remis-kan aja~” “Udah, remis-kan aja~” “Udah, remis-kan aja~” sahut Ashigara dan Yabusame kemudian, bergantian.

“Mau melawan skak abadi? Udah, remis-kan aja!” seloroh salah satu dari mereka – siapa tepatnya, tak terlalu penting – dengan intonasi persis preman ospek sebelum mereka kembali nge-spam 'Udah, remis-kan aja~'

Sementara itu, dari ruang kendali pintu~

Polisi Temukan Bukti Baru Bupati Mesum dengan Istri Polisi,” kata Momiji lirih, membaca tajuk salah satu berita yang nyembul di situs berita salah satu harian besar di galaksi itu sembari facepalm.

“Udah baca aku, pake alasan nikah siri segala. Bikin malu aja, nih, bupati kardus -_-;” potong Musashi geram.

“Makanya, sudah dipercaya rakyat untuk memimpin, malah berbuat tidak seno-eh, kokpit berisik amat. Ada perompak atau apa, sih? -_-;” gerutu Momiji setengah sarkastik ketika ia menyebut kokpit kemasukan perompak, topik pembicaraan mereka berubah 150 derajat (?) setelah kokpit mendadak riuh.

“Perompak dari kolong langit siapa, kok Ashigara masih sempat meributkan skak abadi! Salah-salah mereka berdua yang mereka tonton!” sanggah Musashi. 'Mereka berdua' siapa, katamu? Sudah rahasia umum di antara awak UFW Hayam Wuruk bahwa yang biasanya main catur di dalam pesawat ya manusia dan Rockman yang posnya di haluan pesawat itu (baca: Marisa dan Kirishima, respectively).

“Nah ya itu, a-apaan? Skak abadi? Ngapain mereka tahu-tahu nonton catur?”

“Koreksi: mereka nonton mereka main catur apa nonton tinju, sih, berisiknya ngalah-ngalahi tawuran antar SMP. Kita geruduk, yuk!” imbuh Musashi, lalu berlari dari ruang kontrol pintu ke ruang kokpit.

“Ya, tapi tungguin aku, lah! T_T” pinta Momiji memelas. Bukan apa-apa, Momiji, seorang Rockman, tidak bisa berlari secepat orang biasa, boro-boro Musashi yang merupakan seorang Mantis.

Terang saja, sesampainya di ambang pintu kokpit-mesin, Musashi cekikan setelah ia tahu Ashigara dan Yabusame, dari ruang kokpit, benar-benar menonton siaran langsung pertandingan catur antara Marisa dan Kirishima di ruang sensor sambil meneriaki mereka. Pertandingan itu juga sempat dilihat oleh Iku, Zoltan semata wayang pesawat itu yang juga terusik oleh seruan 'Udah, remis-kan aja~' yang berulang kali dari ruang sensor. Tak lama setelah Iku melihat gelagat apa yang terjadi, ia kembali ke ruang sistem perisai; dia lebih terusik dengan 'Udah, remis-kan aja~' ketimbang berminat catur.

“Iya deh, remis, remiii~s,” seru keduanya jengah. Mereka menyadari duel yang sedianya merupakan time-killer yang tak diperhatikan orang malah sempat ditonton seisi pesawat ... minus Momiji, dan hampir minus Musashi. “Kasihan Momiji, sih, dia doang yang nggak sempat nonton,” imbuh Marisa, bad poker face menghiasi mukanya.

Tak lama setelah remis disepakati, Marisa berseru usil begitu ia melihat ada Mantis yang mestinya sudah akrab bagi awak UFW Hayam Wuruk, “Awas, depan pintu ada–“ “Guaa~ lu kira siapa! Kalau pesawat ini kemasukan perompak, mana mungkin kalian main catur begitu serunya!” potong Musashi sambil mengacungkan bogem, tanpa tahu yang Marisa sasar sebenarnya Ashigara. Marisa hanya bisa facepalm setelah ia tahu Mantis yang salah yang menyahut sambil membatin, 'Bukan elu, woi~' Ia tak tahu bahwa Ashigara sebenarnya diajak Yabusame ke dalam kokpit. After all, yang pertama mempersoalkan bahan bakar untuk sistem FTL drive UFW Hayam Wuruk dia.

“Beneran catur, ya~” kata Momiji yang ngos-ngosan ketika ia baru sampai di depan ambang pintu kokpit-mesin dan baru tahu siapa saja yang main catur di ruang sensor. “Ho oh. Kamu mau balik ke kontrol pintu?” jawab Musashi. Momiji menggeleng, masih ngos-ngosan, “Nanti dulu, lah -hah hah- kau saja yang balik duluan.”

“Oke, serius dikit. Kokpit ke sensor, kokpit ke sensor, udah selesai caturnya?” mulai Yabusame, disambut anggukan dua orang di dalamnya. “Kita akan lompat ke satu suar lagi, tapi dari situ bakal butuh dua kali lompat untuk kembali ke pangkalan. Kira-kira cukup bahan bakar nggak untuk tiga atau empat kali lompat lagi?”

“Empat, yah~ Kalau tiga, jelas masih. Empat untung-untungan,” jawab si Rockman dari ruang sensor.

“Lima, lima?” tanya Rockman yang lain dari ambang pintu ruang kokpit.

“Lima mana mungkin, Momiji~ .-.” jawab si manusia di ruang sensor dan di kokpit serentak.

'Hmm~' pikir Yabusame. “Oke lah. Ashigara, Momiji, Marisa, kembali ke ruang masing-masi-eh, Iku sudah kembali, belum?” lanjutnya.

“Sepertinya Iku sudah di posnya sebelum kami sepakat remis,” jawab Kirishima.

Beberapa menit kemudian, setelah semuanya sudah di pos masing-masing ...

“Ashigara, FTL drive pesawat ini sudah panas belum?” tanya Yabusame dari ambang pintu, disambut “Udah!” HaloNet lalu ia atur pada mode publik. “Yang lain sudah di posisi masing-masing, nih?” tanyanya kemudian melalui HaloNet. Keenam awak yang lain mengangguk. Sekilas pandang pada layar di kokpit memastikan bahwa mereka memang di pos masing-masing – dari haluan ke buritan, Marisa di ruang senjata, Kirishima di ruang sensor, Iku di ruang sistem perisai, Musashi dan Momiji di ruang kendali pintu (tugas utama Musashi dan Momiji sebenarnya patroli dan boarding, makanya mereka ngadem di ruang kendali pintu agar keduanya bisa bergerak ke ruang teleporter dengan cepat tanpa membuat mereka gabut ketika mereka tidak nge-board atau di-board), Yabusame sendiri di kokpit, dan Ashigara di ruang mesin. “Baiklah, kita akan segera melakukan FTL jump. Bersiaplah untuk kejadian ahen-aneh di beacon selanjutnya. Lima, empat, tiga, dua, sa-” FTL jump terjadi sebelum Yabusame selesai mengucapkan 'satu' – kebiasaan iseng yang sudah dihapal mati keenam awak lain pesawat itu.


Omong-omong, pertandingan catur Marisa vs Kirishima yang tadi diteriakin Ashigara dan Yabusame dari kokpit apa juga masuk saluran publik?

Enggak juga. HaloNet kokpit saat itu diatur pada mode privat, hanya terhubung ke sensor. Tiap ruang sistem memiliki saluran HaloNet-nya sendiri, bahkan untuk sistem yang pada praktiknya hampir tak pernah ada orangnya seperti unit artillery beam di battlecruiser kelas Opsrey maupun kelas Nisos, unit artillery flak di battlecruiser kelas Fregatidae, unit peretas (hacking), unit drone control, maupun unit cloaking.

Bisa saja seseorang, misalnya, di ruang senjata bergunjing dengan orang lain di ruang mesin tanpa terketahui oleh orang lain di battlecruiser kelas Osprey di mana jarak ruang senjata ke ruang mesin luar biasa jauh. Tapi hanya dalam teori. Praktiknya, gunjingan itu direkam untuk mencegah penyusupan, dan rekaman itu tak bisa diotak-atik oleh awak pesawat itu tanpa perangkat yang cukup besar untuk tidak bisa diselipkan ke dalam pesawat kebanyakan – bahkan flagship Rebel kalah besar dengan perangkat itu! Jangan kuatir, skema perekam itu juga masuk domain publik bersama dengan habisnya hak cipta HaloNet. Skema itu sejak awal merupakan bagian dari HaloNet, malah.


Setelah UFW Hayam Wuruk mendarat di beacon baru tersebut~

“Kami tidak berperang demi mimpi kami untuk galaksi yang lebih baik hanya untuk dihancurkan satu pesawat Federation!” seru pesawat Rebel yang rupanya sudah lama di beacon itu.

“Kami tidak berperang demi mimpi kami untuk galaksi yang lebih baik hanya untuk dihancurkan satu pesawat Rebel!” balas Yabusame, tanpa menyadari bahwa pesan tadi adalah pesan otomatis.

Sementara itu, di haluan~

'Yee, cuma modal Dual Laser sepasa–' pikir Kirishima begitu ia melihat senjata yang dipakai pesawat itu, rolling her eyes. Sistem perisai UFW Hayam Wuruk sudah demikian canggihnya sehingga ia bisa menyerap empat tembakan berturut-turut. Apa yang ia pikirkan berubah drastis begitu dia melihat ada yang sangat salah dengan keempat awak pesawat Rebel itu: '–apa-apaan nih!?' Ia lalu memanggil Marisa dari ambang pintu senjata-sensor, “Marisa, bisa ke sini sebentar? Firasatku nggak enak, nih! ><”

“Minta tolong yang lain aja!” balas Marisa.

“Siapa lagi, Momiji sama Musashi 'menjamu tamu' di medbay!” jawabnya begitu dua awak pesawat Rebel itu menyambangi UFW Hayam Wuruk. (Omong-omong, kalau Ashigara harus meninggalkan ruang mesin (biasanya untuk menangani perompak), biasanya ia titipkan mesin ke Momiji.)

“Terus Iku?” tanya si manusia.

“Justru kita butuh dia di tempatnya untuk bertahan dari senjata mereka! Lagian yang paling ngerti makhluk aneh-aneh di sini kan kamu, udaah!” sergah si Rockman lagi.

“Iya, deh, kirim sini lewat HaloNet setengah menitan lagi, senjata sudah siap nih!” jawab Marisa. “Setengah menitan? Iya, dah!” balasnya.

“Kapten, semuanya taruh di clone bay mereka!” seru Marisa segera setelah ia mengatur HaloNet ruang senjata ke kokpit. “Oh-Oke, sip!” balas Yabusame.

Tapi kenapa Yabusame bereaksi seolah dia kaget?

Bukan seolah kaget, memang kaget dia. Sementara Marisa dan Kirishima tadi berantem di haluan, Yabusame mengirim pesan kilat ke pangkalan Federation untuk meminta izin penyelidikan apa yang salah dengan pesawat Rebel itu.

Rasa curiganya makin menjadi setelah tadi Momiji hanya memukul salah satu boarder Rebel sebelum si boarder tewas di tempat. Padahal, biasanya Zoltan sekalipun, apalagi kalau tidak sedang sakit, tidak bisa langsung mati kalau baru digebuk sekali dua kali, bahkan kalau yang menggebuk adalah Mantis. Yabu tahu sendiri ketika ia melihat Iku dan Musashi sparring (beberapa kali, karena rupanya Musashi adalah rekan sparring favorit Iku).

'Semua' tadi apa aja, memangnya? Nggak banyak, kok. Hanya dua Burst Laser II (masing-masing tiga kali tembak) dan dua Burst Laser I (masing-masing dua kali tembak). Ditotal hanya sepuluh pelor, kok. (Sebagai konteks, endgame penulis jarang memiliki satu salvo berisi lebih dari sembilan pelor.)

Beberapa saat kemudian, empat pelor mendarat di clone bay pesawat Rebel naas itu, dengan cepat membuat ruang itu tak dapat dioperasikan. Pada waktu yang sama, Yabusame mendapat izin untuk penyelidikan dan feed data dari ruang sensor yang Marisa minta perihal awak aneh pesawat Rebel itu masuk ruang senjata.

“Sinsack beneran?” tanya Kirishima kepada Marisa dari ruang sensor. “Sinsack beneran,” jawabnya. “Untung hanya manusia yang dapat termutasi menjadi Sinsack dan mutasinya tidak menular.”

“Fuuh~” hanya itu yang Marisa dapat. Yang mereka berdua tahu, dua manusia dalam pesawat itu tidak punya kepentingan untuk nge-board pesawat musuh. Boarding biasanya tanggung jawab dua orang yang biasanya ngadem di ruang kendali pintu itu.

Biasanya. Begitu Momiji tiba di ruang kendali pintu, hal yang benar-benar tidak biasa terjadi: “Momi, titip mesin! Tadi unit artillery beam sudah kumatikan, Marisa tadi sudah kuberitahu agar tidak menembak!” teriak Ashigara dari ruang yang menghubungkan ruang kontrol pintu dengan ruang teleporter. (UFW Hayam Wuruk tidak terlengkapi dengan unit peretas yang, jika terpasang, akan terletak di ruangan tempat Ashigara berteriak.) “Kami menyelidiki apa yang terjadi dengan pesawat mereka sehingga krunya menjadi mutan semua,” tambahnya kemudian.

Tidak begitu jarang Momiji dititipi mesin ketika Ashigara – dengan Musashi, tentu – harus menjamu musuh yang mendatangi UFW Hayam Wuruk, apalagi kalau mereka nampang di haluan pesawat itu. Lain cerita kalau Momiji dititipi mesin lantaran Ashigara mendatangi pesawat musuh – ini baru kali ketiga selama mereka bertiga (dengan Yabu) menjadi awak UFW Hayam Wuruk.

Kecepatan gerak Mantis sangat bermanfaat untuk operasi penggeledahan yang hendak mereka lakukan, sih.

Begitu kedua Mantis itu masuk pesawat musuh, mereka disambut dengan alarm yang mirip kentongan, “Tong tong tong tong tong – tong tong tong tong tong – tong tong tong tong tong ....”

“Kentong titir lima? Siapaa juga yang mau mencuri hewan ternak!? -_-;” seloroh Ashigara sambil facepalm.

“Kamu masih hapal kode kento-awas, awas!” tanya Musashi, topiknya tergantikan oleh dua awak pesawat Rebel yang tersisa sembari memasang kuda-kuda.

“Yo!” seru Ashigara memasang kuda-kuda pula.

*JLEB* *JLEB* Dua awak pesawat Rebel yang naas itu tewas di tempat sebelum kedua Mantis itu sempat mereka gebuk barang sekali.

Satu menit berlalu dalam kesunyian yang mencekam.

“Sinsack beneran, A-chan?” tanya Momiji kepada Ashigara melalui walkie-talkie, memecah kesunyian. Hanya Momiji yang memanggil Ashigara demikian, sehingga dia langsung tahu siapa yang di ujung sana: “Sinsack beneran, Momi .-.”

“Sudah aman, nih?” tanya Iku melalui HaloNet publik UFW Hayam Wuruk.

“Mestinya. Clone bay kan sudah berantakan sebelum mereka masuk,” jawab Momiji. Yabusame lalu keluar dari kokpit, lalu hanya mengucap satu kata, “Momiji.” Seakan tahu apa yang Yabusame maksud, ia lalu memberikan walkie-talkie kepada si pilot.

Guys, ini Yabu. Sambil kalian menunggu cooldown teleporter, kalian geledah pesawat mereka, barang kali ada sesuatu yang bisa menjelaskan mutasi mereka!” perintahnya kemudian melalui walkie-talkie tadi.

“Siap!” jawab keduanya. Sasaran pertama mereka: ruang clone bay. Ada satu label drive yang nampak mencolok di ruang kontrol clone bay yang tadi diacak-acak tembakan UFW Hayam Wuruk.Backup DNA Bank – NVR (Noble Vessel of Revolution – Pen.) Barsisa,” kata Ashigara, membaca label itu. “Mungkin ada pencerahan di sana?” lanjutnya.

“Tumbenan, pesawat kroco dipasangi perangkat secanggih itu. Nanti aku tanyakan anak-anak di haluan, terutama soal NVR Barsisa,” jawab Yabusame. “Dimengerti. Musashi akan menggeledah kokpit, berdoalah ada catatan riwayat perawatan pesawat atau–” balas Ashigara, sebelum dipotong Momiji, “A-chan sendiri?” Sayup-sayup terdengar suara Musashi dari walkie-talkie itu sementara Momiji bertanya, yang jelas-jelas ditujukan kepada Ashigara, 'Kalian periksa itu backup DNA bank, kelihatannya itu unit eksperimental!' Dan benar saja, di bawah label itu tertera tulisan yang kemudian dibacakan Ashigara ke ruang mesin (walkie-talkie di sisi UFW Hayam Wuruk dipegang Momiji dan Yabusame di sana), “Experimental unit; attempt cloning within 7x24 hours (unit eksperimental; usahakan cloning dalam 7x24 jam – Pen.).” 'Bener, kan, dugaanku. Ikut ke kokpit mereka, yuk!' sahut Musashi, samar-samar.

Secanggih apa? Clone bay digunakan untuk membangkitkan (atau, secara teknis, mengklon) kru yang 'mati' agar dia tidak mati beneran. Hanya saja, clone bay harus aktif dalam sekitar lima belas menit – paling lama setengah jam – setelah 'kematian' si kru agar dia tidak benar-benar hilang untuk selamanya karena pembusukan data genetik si kru. Backup DNA bank memungkinkan kru yang 'mati' tidak membusuk data genetiknya sebelum clone bay sempat diaktifkan. Secara teori, proses cloning dapat ditunda sampai bertahun-tahun tanpa banyak efek buruk. At best. Pada praktiknya, clone bay sering membuat kru yang diklon sedikit linglung dibandingkan sebelum kloning. Lebih lagi, backup DNA bank biasanya hanya dianggap sebagai jaring pengaman karena pilot (dan first mate, kalau-kalau si pilot 'mati') selalu dilatih untuk mengaktifkan clone bay begitu situasi memungkinkan, terutama bila kru yang 'mati' adalah kru yang vital untuk beroperasinya pesawat. Sangat jarang sebuah pesawat lolos dari kehancuran total tanpa mendapat situasi yang memungkinkan dalam 1x24 jam setelah mereka terpisah dari sumber konflik.

Dan hasil penggeledahan kokpit?

Tak lama setelah percakapan di ruang clone bay tadi, ada suara barang jatuh tersiar melalui walkie-talkie itu sesaat setelah HaloNet hampir seisi pesawat dialirkan ke ruang publik pesawat, disusul sepuluh menit tanpa suara baru di ruang mesin selain suara pating krompyang logam beradu logam yang mungkin berarti mereka berdua mencari apapun yang sekiranya berkaitan dengan mutasi keempat awak NVR Barsisa.

“Hampir”? Yakin lu, chuy?

Meski HaloNet aktif secara publik, orang lain yang bisa angkat bicara dari tempat mereka sekarang hanya Iku. Atas permintaan dua orang itu, ruang sensor dibuat tidak bisa menyalurkan aspirasinya ke HaloNet publik agar adu bacot manusia dan Rockman yang bertugas di haluan itu tidak mengotori saluran publik (K: “Wah, mikrofon ruang sensor matikan saja!” M: “Kapten kan tahu sendiri seriuh apa kami berantem XD”). Permintaan itu disarangkan setelah mereka tahu HaloNet seisi pesawat akan dialirkan ke ruang publik pesawat. Mereka berdua sepakat untuk melaporkan apapun yang mendesak dari ruang senjata yang mikrofonnya tidak diisolasi. Tentu saja, pintu yang menghubungkan ruang sensor dengan ruang senjata ditutup.

“Bujubuse~t, empat puluh hari empat puluh malam banget nih? o.O” suara Musashi mendadak tersiar dari walkie-talkie, memecah keheningan ruang mesin – dan ruang publik – UFW Hayam Wuruk. “Yang 'empat puluh hari empat puluh malam' apaan, selingkuhnya si bupati? Bikin kaget dunia persilatan saja!” susul Momiji terkejut. Di ruang kokpit NVR Barsisa lalu sayup-sayup terdengar suara Yabusame, 'Momi suka cerita silat?' dan jawaban Momiji, 'Enggak, sih, tapi Aya suka iseng membacakan cersil untuk mengantarku tidur ketika kami dulu satu kamar mess sebelum pemberontakan ini pecah. Mana ujung-ujungnya Aya yang selalu tidur duluan saban dia iseng baca cersil pengantar tidur, lagi (-_-);'

“Bukaaan, keempat kru itu tertahan di clone bay selama empat puluh hari setelah 'kematian' mereka,” seru Musashi setelah ia dan Ashigara cekikikan usai menyimak curhatan Momiji soal kebiasaan iseng Aya.

“Rupa-rupanya keempat kru itu mengalami nasib seperti ini – keempat krunya 'mati', dengan clone bay yang tidak dapat dioperasikan – dan pesawatnya mengapung tak tentu arah selama empat puluh hari sebelum ditemukan oleh pesawat Rebel lain. Itu pun setelah flagship mereka dan Marsekal Tsurubami dikerjain orang Federation,” terang Ashigara panjang kali lebar sama dengan meluas ke mana-mana sembari kesulitan menahan tawa di kalimat terakhirnya. Memang, insiden itu – peristiwa yang sering disingkat orang Federation sebagai 'kehancuran dan penangkapan' – adalah insiden yang amat menguntungkan bagi Federation.

'Marsekal Tsurubami', gumam Yabusame sebelum ia terdiam beberapa saat.

Sebelum flagship mereka hancur, tak pernah ia menyangka bahwa Tsurubami – orang yang menculik Tsubakura, ketiga Shitodo bersaudara, dan setidaknya satu orang lagi ke Mugenri – adalah orang yang sama dengan si marsekal Rebel. Bahkan setelah hari berita hancurnya flagship Rebel dan ditangkapnya si marsekal (hancurnya flagship dan tertangkapnya Marsekal Tsurubami terjadi di hari yang sama) diumumkan oleh Jenderal Tenkai, salah satu orang tertinggi di jajaran kepemimpinan Federation, ia masih belum yakin benar bahwa si marsekal dan pendeta Kuil Senri adalah orang yang sama. Baru setelah Tsubakura sendiri yang bicara kepadanya (“Lu masih ingat Tsuru? Orang yang diisukan menculik lima orang ke Mugenri atas nama iseng? Keparat itu merangkap dedengkot Rebel, rupanya #-_-”) di warung kopi pangkalan Federation di Sektor Warwick sepuluh hari setelah 'kehancuran dan penangkapan' ia yakin. Jenderal Tenkai kala itu mengumumkan bahwa awak pesawat yang dikomandoi Tsuba-lah yang bertanggung jawab atas penangkapan Tsurubami.

“Eh, A-chan, mereka digebuki setelah 'kehancuran dan penangkapan' atau sebelumnya?” tanya Momiji. “Sebelum, rupanya ...,” jawabnya pelan.

“Gitu, yah. Oke, kalian hancurkan DNA bank itu, biar nggak deja vu lagi! Unit teleporter bakal siap dalam lima menit, beri tahu lewat walkie-talkie setelah kalian selesai membereskan tuh barang.”

“Omong-omong, tadi suara jatuh apaan?” tanya Iku.

“Oh iya, perasaan dari tadi 'kan A-chan yang pegang walkie-talkie ...” imbuh Momiji.

“Lagian tuh Mantis tadi datang ke sini agak telat ...” timpal Musashi.

“*glek* Tadi ada suara barang jatuh, ya?” tanya Ashigara ke ruang publik pesawat. “Ho oh!!” semprot awak yang lain, tentu saja kecuali Marisa dan Kirishima yang entah berantem entah mencari pencerahan perihal NVR Barsisa di ruang sensor yang dibuat tidak bisa angkat bicara atas permintaan mereka berdua sendiri.

“Maaf, semua, tadi backup DNA bank-nya jatuh ^^;” tambahnya grogi.

“Ya sudah. Lima menit lagi, buat saja barang itu nggak bisa diperbaiki dalam lima belas menit ketika unit teleporter sudah siap :p” seru Yabusame.

“Spesifik amat! Hancurkan sekalian kenapa sih!! XDD” semprot keempat awak lain yang tidak berada di ruang sensor.

“Apes-apesnya, coy .-.” imbuh Yabusame ngeles.

Dua menit kemudian...

*brongklang!!*

“Ashigara, udah beneran hancur, nih?” tanya Musashi, bad poker face menghiasi mukanya, setelah drive berlabel 'Backup DNA bank' itu terlempar sekuat tenaga, melintasi dua ambang pintu dan ruang teleporter NVR Barsisa sebelum akhirnya menghantam dinding ruang sistem oksigen dan pecah berantakan.

“Mestinya. Papan PCB utama drive itu patah jadi lima ^^;” jawab Ashigara, yang tadi tidak melemparnya, juga muka bad poker face.

“Jangan bilang elu bertanggung jawab atas salah satu patahannya!” kelakar Musashi sembari mengacungkan bogem. Kelakar yang masuk akal, sih, mengingat tadi Ashigara menjatuhkan drive itu.

Fix, deh, nggak bisa diperbaiki tepat waktu! XD” tambah Marisa dari ruang senjata.

“Sudah selesai, kalian?” tanya Iku.

“Su-lho, Kiri-chan ke mana nih? O.o” Marisa bingung sendiri lantaran dia masih sendirian.

“Sabar dikit kenapa, sih? -_-;” balas Kirishima, dia masih lumayan jauh dari panel kendali ruang senjata.

“Itu berkas berapa rim, sih, perasaan tadi waktu kita rampung nggak sampe sepuluh lembar! :V” seru Marisa iseng, membuat kelima awak yang lain mulai rasan-rasan sambil cekikikan, 'Mulai lagi, deh~ XD'

“Emang nggak ada sepuluh lembar, bawahnya ini bukan kertas!”

“Oh, iya, ini kan papan caturku sebelum kita resmi digondol Yabu ^^;”

“Nah. Sekalian mengembalikan.”

'Digondol pala lu pitak, kalian bertiga sebenarnya ingin gabung gitu koq XD' gerutu Yabusame sambil cekikikan.

“Oke. Setelah mereka berdua (Ashigara dan Musashi – Pen.) kembali ke pesawat, kita briefing di medbay. Iku, ... biasa :P” ujar Yabusame sambil cengar-cengir persis orang yang udah banyak ngebon masih mau nambah bon XD

More seriously, saban mereka 'briefing di medbay' bertujuh – medbay battlecruiser kelas Osprey hanya muat diduduki tiga orang – yang empat duduk di ruang sistem perisai.


“Kita”? “Bertiga”? Serius lu, Thor?

Yep, kita. As in, manusia dan Rockman yang posnya di haluan itu, juga mendiang kapten mereka.

Sebelum mereka berdua diadopsi (?) orang Federation menjadi anak buah Yabusame, mereka merompak pesawat bomber ringan kelas Fiskaal yang dipiloti oknum Federation yang menyerbu tata surya asal mereka. Bukan tanpa alasan UFW Horatio, pesawat yang mereka rompak itu, lalu mereka namai Paenitentia. Sebelum Jun, kapten Rockman keduanya semasa mereka di atas Paenitentia, sekarat setelah ia membunuh awak Mantis baru pesawat itu yang membelot, yang mereka rompak hanya pesawat Rebel dan perompak lain yang merompak koloni sipil secara kelewatan. Mereka bertiga berbuat demikian sebagai bentuk penyesalan lantaran mimpi mereka menjadi anggota Federation harus kandas setelah mereka membunuh orang Federation meski demi menyelamatkan diri.


 Lalu, briefing-nya?

Mereka membahas apa yang sebenarnya terjadi atas NVR Barsisa dan siapa yang bertanggung jawab atas kekalahan pertama mereka, yang membuat mereka jadi mutan (baca: Sinsack).

“Jadi, siapa, emang, yang pertama mengalahkan mereka?” tanya Yabusame.

UFP (United Federation Privateer – Pen.) Cogwheels of Fate, cruiser berat kelas Basilisk. Rupanya, pesawat itu amat ditakuti kalangan Rebel dan dikenal sebagai Deathbay di antara mereka. Julukan yang sangat pantas mereka dapat, kalau boleh jujur,” jawab Kirishima.

Deathbay? Kamu yakin bukan medbay?” tanya Iku.

“Justru itu. Mereka dikenal suka melempar drone peretas ke medbay musuh mereka, mengirim beberapa Mantis ke dalamnya untuk mengundang musuh, baru mereka membunuh kru musuh yang terpancing ke dalam dengan meretas medbay mereka. Tahu sendiri, lah, kenapa Federation tidak menyarankan kita untuk ngadem di medbay ketika melakukan FTL jump. Kalau drone peretas menyambut medbay-mu begitu sampai di beacon baru, kalau kau terjebak di dalam hangus lu! Selamat menempuh hidup baru~ ><” seloroh Marisa panjang kali lebar sama dengan meluas ke mana-mana. Medbay yang diretas bakal melukai, alih-alih mengobati, kru pesawat yang medbay-nya diretas.

“Bukannya Barsisa memakai clone ba-” Musashi balik bertanya.

“Memang. Dia kan cuma menjelaskan kenapa Cogwheels of Fate malah dikenal – dan ditakuti – orang Rebel sebagai Deathbay,” potong Momiji.

“Lagian mereka merekrut Mantis dari mana, sih?” tambah Musashi, sepintas dalam momen derp. Yang ingin ia tanyakan sebenarnya dari mana Cogwheels of Fate merekrut kru Mantis tambahan mereka. Apa mau dikata, diksi yang ambigu memancing penafsiran lain – dari mana Cogwheels of Fate merekrut kru Mantis pertama mereka – dan penafsiran itulah yang menjadi bahan jawaban Ashigara. “Terus terang, aku akan lebih kaget kalau pesawat kelas Basilisk (terutama karena dia pesawat privatir) enggak didalangi seorang Mantis, apalagi kalau tidak ada Mantis-nya sama sekali! Kok kamu malah Mantis teriak Mantis sih!” semprotnya balik. “Daripada kamu sendiri, Mantis teriak Mantis-teriak-Manti-” balas Musashi. Tak pelak, adu mulut dua Mantis ini disambut bentakan Momiji, “Udah, udah, udah, udah! Kalian rekursi gitu aja terus, bila bom nuklir diledakkan,-” sebelum ia juga termakan karma (?) dan si Rockman ganti dipotong Rockman (baca: Momiji dipotong Kirishima), “-akan musnah kehidupan di bumi~ ♪” Momiji lalu facepalm seraya berujar, “Eh, bukaan, 'bila bom nuklir diledakkan, barulah kalian berhenti'.” “Lagian~ Kirishima/Kiri-chan kok malah nyangkutnya ke situ, sih -_-;” tambah Yabusame/Marisa, respectively, tentunya karena makian Momiji yang diarahkan kepada Ashigara dan Musashi malah dikira nyanyian klasik (Bom Nuklir, as made famous by Nasida Ria – Pen.) oleh Kirishima. Iku hanya bisa misuh-misuh dalam kalbu, tak punya pasangan yang reaksinya bisa diadu karena awak Zoltan pesawat itu hanya satu.

Hari itu berakhir tanpa baku hantam dengan pesawat lain hingga ketujuh awak UFW Hayam Wuruk tiba di pangkalan Federation di Sektor Harfleur, di mana pesawat itu diparkir dan awaknya makan sebelum istirahat dan tidur.

-fin (?)-


Disclaimer:

FTL: Faster than Light bukan kepunyaan author. For fuck's sake, mate, saya belum pernah masuk Hidden Crystal Worlds ketika saya mengunggah naskah ini! (BTW, saya berencana untuk meng-unlock pesawat Crystal dengan nge-clear keenam belas pesawat yang muncul di FTL klasik – dengan kata lain, delapan layout A dan delapan layout B pesawat klasik. Dari enam belas layout klasik, saat ini tinggal Engi B yang belum di-clear :p)

Jun, Tenkai, Tsubakura, Tsurubami, dan Yabusame diculik dari Len'en Project.
Ashigara, Kirishima, dan Musashi diculik dari Kantai Collection.
Aya, Iku, Marisa, dan Momiji diculik dari Touhou Project.

Hanya awak UFW Hayam Wuruk, Jenderal Tenkai, dan Marsekal Tsurubami yang saya tag di bab satu.