Actions

Work Header

What Happen with EXO Members?

Chapter Text

PART 1b: KOSTUM, TATA RIAS, DAN AKSESORIS

~EXO K~

.

.

[3]

Selain terkenal dengan julukan dancing machine dan Kkamjong, Kai juga terkenal sebagai member yang paling sering ‘buka-bukaan’. Buka-bukaan baju maksudnya. 

Meskipun tidak cuma Kai seorang yang pernah tampil topless, tapi tetap saja dia yang paling banyak tampil buka-bukaan jika dibandingkan dengan rekan seEXOnya. Entah karena alasan si dancing machine itu punya kulit lebih hitam dan seksi dibandingkan dengan member lainnya atau abs-nya yang sudah terbentuk di usianya yang baru 18 tahun.

Member lain merasa keberatan dengan identitas Kai yang selalu identik dengan buka-bukaan baju. Bukan, bukan karena mereka ingin buka baju juga, tapi karena Kai terkadang suka mengeluh pusing, mual-mual di pagi hari, dan—bukan, Kai tidak hamil dan TIDAK AKAN BISA HAMIL. Lagipula, dia hamil sama siapa? Laki-laki berjiwa lebih seme dari dia di EXO kan cuma Kris! Dan Kris itu kan—

—oke, tolong lupakan soal hamil dan seme tadi.

.

.

“Manager-hyung, kenapa sih Kai sering tampil dengan kostum yang ‘agak’ terbuka?” Suho sebagai leader merangkap bapak asuh EXO-K itu memberi pertanyaan untuk memulai protes pada manajer EXO-K di hadapannya itu. Protes melayang ke manajer mereka karena Kai kembali muntah-muntah tadi pagi yang bukan karena dihamili Kris.

Manager EXO-K yang sedang melihat I-pad berisi jadwal EXO-K selama sebulan dan fanfic BL EXO itu, terpaksa mengalihkan perhatiannya dari benda elektronik tersebut.  “Memangnya kenapa? Kalian juga mau buka baju?”

“Kalo lagi musim panas iya,” Lengan Chanyeol langsung disikut oleh D.O. “Eh! Enggaklah, Hyung!” ralatnya.

“Manager-hyung—“ Protes D.O sebagai teman sekamar Kai tidak jadi terlontar karena keburu dibabat oleh Baekhyun.

“—Tapi sekarang Kai sakit, Hyung!” kata Baekhyun dengan wajah panik. “Sehabis konser kemarin dia mengeluh pusing, Hyung! Aku kan jadi khawatir, Hyung!”

Member EXO-K dan manager hanya bisa bengong melihat ekspresi lebai Baekhyun. Pemuda berhoroskop taurus itu menceritakannya seolah-olah Kai divonis menderita kanker otak.  Kenyataannya,  Kai (diduga) sedang tepar di atas kasur sehabis muntah-muntah tadi pagi.   

Manager mereka awalnya enggan menjawab, namun akhirnya pertahanannya luluh melihat gempuran rasa penasaran dari lima pemuda di hadapannya ditambah  bbuing dari si bungsu Sehun.

“Karena ‘Kai’ itu dalam bahasa mandarin berarti ‘membuka’. Wajar dong kalau saya suruh dia sering-sering buka baju!”

Jawaban polos—tapi nyeleneh bin bodoh—dari manager-hyung membuat kelima member EXO-K diam tanpa kata, namun mengutuk sampai seribu kali dalam hati.

‘Iya, Manager-hyung. Tapi kalau sampai Kai masuk angin lagi, Hyung yang tanggung jawab ya!’

.

.

[EXO]

.

.

 

[4]

Suho termasuk member yang memiliki fans paling sedikit jika dibandingkan dengan member EXO-K lainnya di awal debutnya. Member EXO-K khawatir Suho cemburu dan kesal kepada mereka. Tapi mereka bisa bernapas lega karena Suho sendiri tidak pernah ambil pusing dengan hal tersebut. Ia hanya berusaha untuk tampil lebih baik.

Tetapi sebagai teman sekamarnya, Sehun penasaran mengapa leader EXO-K—yang seharusnya mendapat popularitas lebih—itu mendapat fans paling sedikit di EXO-K. Hal itu yang menjadi salah satu alasan mengapa Sehun tidur-tiduran di atas kasur sambil memikirkan popularitas teman sekamarnya yang berbanding terbalik dengan dirinya.

‘Apa karena Suho-hyung itu gak punya pasangan tetap jadinya dia gak terkenal di kalangan fujoshi?’

Sehun menganggukkan kepala layaknya fudanshi yang sedang meneliti penyebab seorang seme yang tidak laku-laku. Sepertinya si bungsu EXO-K ini sudah mulai teracuni oleh Baekhyun dan Chanyeol yang diam-diam menjadi fudanshi akut. 

‘Atau jangan-jangan karena...’ Wajah Sehun yang putih kini sepucat kertas.

‘...Suho-hyung suka ngerebut pasangan orang lain?’

Sehun menggelengkan kepalanya cepat dan langsung komat-kamit memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Tuhan, Thehunnie mohon... Thuho-hyung jangan thampai ngerebut Luhan-hyung... Cuma Luhan-hyung yang cocok jadi uke Thehunnie...”

Sementara di luar kamar, Kai yang kebetulan melintas di depan kamar HunHo—Sehun dan Suho—sambil makan coklat, langsung tersedak setelah mendengar curcolan Sehun lengkap dengan aksen cadelnya.

.

.

Malam ini, Sehun sudah meniatkan dirinya untuk browsing semua hal yang berhubungan dengan Suho. Saking seriusnya, ia tidak menyadari bahwa Suho sudah berada disampingnya sambil mencoba melihat artikel yang dibacanya.

Suho menaikkan alisnya melihat kelakuan ‘anak asuh’nya yang paling bontot itu tengah serius dengan artikel yang dibacanya. Sampai dicolek lengannya beberapa kali, tetap saja pemuda berkulit putih susu itu tidak merespon.

 “Kamu lagi baca apa, Sehun-ah?”

“Thuho-hyung!” Sehun terlonjak kaget sambil memegang dadanya—seolah ia baru saja melihat penampakan.  “Sejak kapan Hyung di sini?”

“Sejak aku mengetuk pintu dan tidak ada sahutan, kemudian aku menowel lenganmu berkali-kali, tapi kamunya gak ngerespon,” Suho melirik ke layar laptop putih itu, dan mata sipitnya membelalak melihat namanya tercantum dalam artikel buatan fans tersebut. “Itu... artikel apa, Sehun-ah?”

“A-aku lagi baca artikel fans EXO tentang Hyung. Habis aku penasaran kenapa Hyung mendapat fans paling sedikit dibandingkan dengan hyungdeul lainnya. Padahal Hyung kan perhatian banget sama aku dan member EXO-K lainnya.”

Suho terharu mendengar jawaban polos dari ‘anak bungsu’nya itu. “Oh, ya? Boleh aku tahu isi artikel itu?” tanyanya dengan suara lembut.

“Beneran Hyung mau tahu?” Obsidian Sehun menatap lurus Suho.

“Iya.”

“Cumpah?”

“Sumpah disamber gledek!” Suho, jangan panggil-panggil Chen! Ingat! Ini kan ficlet khusus untuk EXO-K!

“Cius? Miapa?”

“Ceritain sekarang, Sehun-ah. Hyung penasaran nih!” Suho nampaknya sudah di ambang batas kesabarannya. Entah karena dirinya benar-benar penasaran, atau jengah karena Sehun sudah berubah menjadi anak alay.

“Katanya muka Hyung gonti-ganti melulu, jadi dia bingung mau motret Hyung kalau kita lagi manggung.” Sehun terus membaca isi artikel itu tanpa melihat perubahan raut wajah Suho yang mulai mendung. “Katanya juga, muka Baekie-hyung sama Kkamjong lebih bagus buat dipotret, jadi dia milih jadi fans-nya mereka.” Lagi-lagi Sehun tidak memperhatikan Suho yang pundung sendirian di sudut kamar.

“Gimana Thuho-hyung?” tanya Sehun setelah selesai membaca artikel tersebut. Karena tidak tahu harus berkomentar apa, Suho hanya bisa memasang senyum tipis. Padahal di dalam hatinya...

‘ENAK AJA ITU ORANG BILANG MUKA GUE SUKA GONTA-GANTI! EMANGNYA GUE MANUSIA SERIBU WAJAH?!’

.

.

[Tuberculosis]

.

.