Actions

Work Header

VIVA JKT48 [RE-BOOT]

Chapter Text

Gedung fX Mall lantai 4, lokasi kafe dan pujasera salah satu mall terkemuka di daerah senayan, Jakarta. Tempat yang terkenal sebagai lokasi nongkorngnya para kawula muda di daerah ibukota indonesia itu untuk mengekspresikan hobi mereka bersama teman komunitas mereka masing-masing. Akan tetapi saat ini kondisi semacam itu sudah jarang sekali ditemui disana, berbeda dengan keadaan satu bulan sebelumnya saat ini tempat tersebut terlihat jauh lebih sepi. Tentu saja ini ada kaitannya dengan penutupan JKT48 Theater, kuil suci para wota idol indonesia itu telah menghilang dari tempat tersebut. Namun demikian bukan berarti hobi idoling juga ikutan lenyap di wilayah itu, seperti contohnya ketiga pemuda di bawah ini yang masih setia berkumpul dalam komunitas kecil mereka pada setiap minggunya, meskipun jumlah anggota mereka sudah banyak menyusut dari angka asalnya.

 


 

"Eh, eh... sudah denger belom, JKT! JKT bakalan manggung lagi, lho!!!" Seru gadis 18 tahunan itu kepada kedua sahabatnya yang masih asyik menguyah cemilan di plate mereka secara tiba-tiba.

"Eh? Yang bener, neng?" Sahut seorang teman wanitanya.

"Iya! Beneran!!! Lu liat acara dahsyat kemaren ndak sih?!"

"Hoh? Ternyata lu doyan ama acara musik alay kayak gitu yah, Des?" Tandas temannya yang lain, yang merupakan satu-satunya cowok disana.

"Yah gak gitu juga sih, tapi kan..." Kata gadis berambut panjang itu mengambi nafas sejenak sebelum melanjutkan perkataannya.

"...DEMI OSHI VROOHHH! DEMI OSHI!" Teriak cewek tersebut yang langsung mengarah ke kuping si cowok.

"AAAAAA!!! Iye! Iye! Nyerah gue ama lu kalo udah ngomongin oshi." Kata sang cowok sambil memegang kuping kanannya yang nampak memerah setelahnya.

"Udeh, lu diem aja dah Riz kalo si Des nih lagi ngomongin tentang idol, apalagi kalo dia udah ngomongin tentang Sonia..." Ujar sang cewek yang berada di bangku sebelahnya sambil menepuk pundak dia pelan.

"Beh, Bisa-bisa kenangan tentang photopack dari jaman legend sampe yang sekarang bakalan diceritain semua sama nih anak!"

"Hahaha, bisa aja lu, Mi!" Sahut Riz, nama teman cowok itu.

"HOI KALIAN, AKU SERIUS NIH! JKT48 BAKALAN TAMPIL LAGI DI TV!" Bentak Des sambil menggebrak meja dengan kesal karena diacuhkan.

"IYEEE, NGERTI-NGERTI, DES... KITA INI NDAK BUDEK KELEUSSS!" Teriak balik kedua temannya secara serempak tepat mengarah kepada kedua lubang kuping Des.

 

 

"eh... fans jkt tuh... pffttt... pffftttt..." (ketawa bisik-bisik)

 

Sementara itu, di tempat meja yang lain terlihat ada sekitar 6 cowok yang sedari tadi terus memperhatikan mereka bertiga dengan sesekali tertawa cekikikan. Des yang bisa merasakan gelagat aneh itu menjadi geram dan segera menghampiri meja para cowok itu dengan perasaan jengkel.

 

"WOI... NGAPAIN SITU KETAWA-KETAWA...!" Bentak Des sambil menggebrak meja yang penuh dengan minuman itu hingga tumpah.

"Buset dah, nih anak cantik-cantik galak amat dah!" Sahut salah satu cowok berkaus merah.

"Lagi dateng bulan, neng?!" Tanggap cowok lainnya."Hahahahaha..."

"Nang, Neng, Nang, Neng... emang gue neng neng nong neng napa?!" Sahut Des dengan muka penuh amarah.

"Nama gue itu Maria Genoveva Natalia Desy Purnamasari Gunawan!"

"Buset dah! Tuh nama apa rel kereta api! Panjang amat!" Celoteh cowok lainnya yang duduk palingi dekat dengan dia.

"Ehh, berani yah ngata-ngatain nama pemberian emak gue! Gue jewer nehh!"

"Adoohhh!"

"Anjay!"

"Huh, Dasar fans JKT, Ababil banget sih!" Bentak salah satu cowok yang duduk di tengah meja tepat di depan Desy dengan geram.

"Bangsat, pake ngatain fans JKT48 segala!!!"

"Lu gak tau siapa gue?! Gue ini Ketua fanbase BK*48!"

"Ohh, Anak b*kasi toh." Cibir salah satu cowok gendut yang usianya paling tua di meja tersebut dengan suara datar.

"Yuk, guys kita cabut." Sambung lelaki separuh baya tersebut sambil berdiri meninggalkan meja.

"Lha kopinya?!"

"Udah, lu minta bungkus mbaknya aja deh..."

"Buset, dah... Lu kira pop ice!"

"Sebentar, Tungguin woyy!" Jerit cowok tersebut sambil terburu-buru menyeruput sisa kopi panas miliknya.

 

"Cuihh, Biar tahu rasa mereka!! Hahahaha!!" Kata Desy yang telah kembali ke meja asalnya dengan muka berseri-seri. Sementara itu kedua temannya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan super sableng dari teman ceweknya itu.

"Hmmmm..." Gumam Riz pelan.

"Kenapa Riz?" Tanya Desy.

"Kalo ndak salah, Mereka itu kan... Bukannya anak-anak AFN, yah?" Kata Riz sambil memandang Ami.

"AFN?!"

"Iya.. itu tuh AKB48 FANCLUB NUSANTARA." Terang Riz.

"Ehh, J.. jadi mereka juga FAN48 donk?! Heeeeehhh...!" Jerit Desy dengan mata terbelalak.

"Iya gitu deh, Perasaan yang om gendut itu kan juga termasuk fans sepuh JKT48 deh."

"Des, Des... lu gak papa kan?" Tanya Ami sambil menggoyang-goyangkan badan Desy yang berubah mematung kaku.

"Enn... Aku nggak papa kok Mi." Jawab Desy sambil memegang kepalanya yang mendadak pusing.

"Ehh, kalo gitu kenapa kalian gak bilang dari tadi?!"

"Lha, lu main nyamber mereka langsung aja!" Jawab Riz.

"Setidaknya, cegat gue kek?!"

"Emang lu mau dengerin?!" Sahut Ami cepat.

"Errrr..." Mendadak Desy terdiam karena mengingat perlakuan nekatnya barusan.

 

"Tapi kabarnya mereka udah bubar sih sehabis pengumuman yang itu." Kata Riz membuka obrolan.

"Gak jadi fans AQG (dibaca: Ei Kyu Ji)?" Tanya Desy.

"Begitulah... Kecewa gitu sih kabarnya."

"Trus mereka jadi haters gitu sekarang?"

"Gak tau dah..."

 


 

 

Sementara itu di Super Saitama Arena!

 

 

 

 

 

 

"This is... I-1 CLUB!

 

"I! I! I-1 CLUB!... I! I! I-1 CLUB!... I! I! I-1 CLUB!... I! I! I-1 CLUB!"

 

Dari pinggir stage tampak sekitar 16 gadis sedang berkumpul sambil menunggu berakhirnya lagu Overture. Sementara itu di antara barisan para gadis tersebut terlihat salah satu gadis berambut hitam panjang sedang memberikan komando untuk menyerukan yel-yel mereka.

 

 

"lebih kuat daripada siapapun!"

"lebih cantik daripada siapapun!"

"lebih tekun daripada siapapun!"

 

 

 

 

"I-1 CLUB, IKUZOOO!"

"HOOOZZZZZ!"

 

Malam itu di SSA, I-1 Club tampil menggebrak arena itu dengan aksi grup mereka bersama dengan para fans mereka disana. Mereka saat ini telah membawakan 10 lagu hits secara bergantian dengan penuh semangat. Tidak perlu di jelaskan lagi, seluruh fans disana benar-benar dibuat takjub dengan aksi penampilan panggung mereka.

 

"Baiklah... Semuanya! Terima kasih atas dukungannya selama ini!! Berkat dukungan kalian, kini grup I-1 Club telah berhasil menjadi idol group nasional NOMER 1 DI JEPANG!" Ujar Mayu Shimada, Center utama I-1 Club.

"Kami benar-benar... benar-benar.. benar-benar merasa sangat bersyukur atas dukungan kalian!!"

 

YEEAAAAHHH!

 

"Kami, I-1 Club akan berusaha lebih keras agar bisa grup idol Top tidak hanya di jepang saja namun juga di level internasional!" Sahut Kondo Mai yang merupakan Kapten grup tersebut.

"Mohon dukungannya yah!"

"MOHON DUKUNGANNYA!" Seru ulang para member lainnya.

 

HOOOOOZZ...!

 

"Nah, Kalau begitu untuk Lagu selanjutnya..." Pimpin Mai-chan, akan tetapi tiba-tiba suaranya terputus. "Ehh, pssttt... pssstt..."

"Oh, tunggu sebentar..."

 

Tiba-tiba dia tampak serius memperhatikan perintah suara earphone yang tertempel di kupingnya dengan seksama. Sementara itu tampak member I-1 Club lainnya juga sedang kebingungan melihat tingkah kaptennya itu.

 

"Baiklah, aku mengerti... Oh, Ok! Ok!",

Terdengar suara dari mikrofon wireless miliknya yang masih menyala bahwa Mai-chan akan segera mengakhiri percakapan dadakan tersebut. Tampak suasana di bangku penonton menjadi riuh menanggapi gimmick yang tidak biasa tersebut. terdengar suara gaduh dan penuh rasa gelisah yang ditimbulkan karena melihat itu.

 

WOOOOAAAHHH! PSSSTTT... PSSSTTT... ADA APA YAH?!

 

"Psstttt...!", Mai-chan tiba-tiba mengacungkan jari telunjuknya ke depan bibirnya, tanda kepada penonton untuk segera tenang.

"Semuanya, sepertinya produser kami akan memberikan sebuah pengumuman terbaru. Jadi harap tenang dulu yah? Ok! *chuu" Sambungnya sambil mengedipkan mata dengan seksi.

 

OOOO... OOOKKK!

 

"Psssttt...!" *chu , Para member lainnya juga mengikuti aksi kaptennya tersebut.

 

PSSSTTT!

 

Tidak berlangsung lama kemudian, muncullah seorang laki-laki paruh baya yang bertubuh kurus dan berambut cepak, maju ke tengah panggung itu sambil membawa secarik kertas kecil. Mendadak suasana panggung menjadi sangat tegang, hampir semua member I-1 Club yang berada disana juga berhenti untuk menarik nafas karena terlalu serius menantikan komando sang produser mereka dengan penuh harap-harap cemas.

 

 

"Eee... to, Baiklah kalian semua, seperti yang sudah dikatakan oleh Mai-chan tadi maka aku akan mengambil waktu sejenak ini untuk mengumumkan sesuatu." Kata Bapak tua itu, Presiden Shiraki.

"Eee... Karena ini adalah sesuatu yang mendadak maka rinciannya akan aku sampaikan nanti."

"Uhk, Baiklah sekarang adalah pengumuman intinya." Kata Shiraki-P sambil membaca isi kertas itu.

"Seperti yang kalian tahu bahwa Queen Record, label yang menaungi grup I-1 Club telah berhasil mengalahkan pendapatan tahunan dari perusahaan rivalnya, King Record."

"Ahh, tentunya itu tidak lepas dari musibah yang sedang dialami oleh AKB48 dan sister grupnya. Sayang sekali yah..."

"Dan, Karena itulah kami berhasil mendapatkan kepercayaan oleh Queen Record untuk memperluas basis fanbase di seluruh wilayah jepang. Dan, karena itulah maka... Ee.. to."

 

 

 

 

 

"woah, ada apa ini?! Pembentukan grup baru yah?! Pergantian leader?!"  Terdengar bisik-bisik dari bangku penonton yang ikut penasaran.

 

BAAAMMMM! (tiba-tiba muncul tayangan di screen utama)

 

 

 

 

 

- Pertama, I-1 Club akan mengadakan tour konser ke 49 Prefektur di Jepang selama satu tahun penuh.

- Kedua, akan di adakan perekrutan idol generasi yang baru... sebanyak 1.000 gadis di seluruh jepang!.

- Ketiga, pembentukan sister grup baru di luar negeri.

 

 

Dan itu adalah di...

 

SOUTH EAST ASIA! & SOUTH KOREA!

 

Itulah inti dari pengumuman yang dibawakan oleh Shiraki-P untuk 1-I Club... pengumuman yang membuat hati para fans dan para gadis idol disana menjadi tercampur aduk.

Sesuai dengan Motto I-1 Club "Idola yang datang menemui anda." Maka pengumuman konser ke 49 prefektur di Jepang memiliki arti bahwa mimpi I-1 Club akan benar-benar menjadi kenyataan

Sementara itu untuk para fans, di satu sisi mereka juga ikut senang dengan pengumuman konser tour tersebut, namun pengumuman berikutnya mengenai perekrutan 1.000 idol baru itu membuat mereka sedikit cemas. Oleh karena itu berarti bahwa kompetisi untuk menjadi top idol di grup I-1 Club juga akan semakin sengit, yang berarti mereka harus siap menerima kenyataan jika dewi idola mereka akan di bangku cadangkan atau kemungkinan buruknya... Dipecat.

Namun, Pengumuman yang paling mengejutkan adalah yang paling terakhir..

Pembentukan sister grup over seas? Ini serius?!

 


 

 

"Woi, Ton! udah denger kabarnya itu?" Tegur cowok berkaus merah kepada teman disampingnya.

"Apanye..? "

"Itu tuh I-1 Club, mau bikin grup overseas di SEA... gabung sono gih.."

"Ehh, bangke, sinting ente...!"

"Tapi katanya mau di bikin sayembara gitu sih. Jadi negara manapun yang punya fanbase I-1 Club terbanyak bakalan dijadiin negara homebase-nya I-1 Club." Sambung cowok berbadan gendut.

"Makanya lu gabung gih?! muka lu kan rada2 loli gitu..."

"WOI, GUE INI COWOK...!" Teriak Anthony yang tidak tahan menahan malunya.

"Trus? Emangnya masalah lu jadi idol? Di jaman LGBT kek gin, Siapa tahu lu bisa bikin sejarah jadi idol trap pertama di indonesia!"

"Mama Dorce kali!!"

"An-chan... An-chan..."

"BANGKE!! EMANG CARI MATI NIH ANAK!" Seru Tony yang segera berdiri dari mejanya sambil bersiap mencekik sahabatnya itu.

"HUAAA... KABUR!"

 

"Ckk, Dasar wota kurang kerjaan. Gue kira anak AFN itu kayak gimana, Ternyata yah payah semua." Seru Desy yang habis menguping pembicaraan di meja sebelah sambil menghela nafas.

"Lagipula, apa-apan pula tuh grup idol sebelah.. Mau niru2 AKB48 yah, sampe bikin sister grup di indonesia!"

"Indonesia? Nggak kok. Kan, Itu pengumumannya gak ada yang bilang begitu tuh..." Timpal Riz.

"Tapi yah sama aja keles. Emang negara mana lagi yang popularitas wibunya di atas rata2 di negara ASEAN ini?"

"Oh iya yah."

"Btw, tentang konser minggu besok, lu dah dapet tiketnya kan?" Tanya Amy.

"Udah donk, Desy gitu loh!"

"Iye iye, percaya deh..." Kata Amy sambil mengelus kepala Desy.

 


 

Sementara itu di Gedung MNC

 

"Yaps! selesai..." Seru Melody mengakhiri latihan mereka hari ini.

"Ok, teman teman! Nanti sore kita bakalan ngumpul disini untuk persiapan gladi resik lagi yah."

"Sipp kapten! Jadi kali ini kita cuma bisa manggung 2 lagu doang yah?" Sahut Beby. Melody hanya menanggapi itu dengan anggukan kepala saja.

"Hehehe..." Tiba-tiba Nabilah tertawa terkikih.

"Kenapa Nab?" Tanya Melody heran.

"Enggak, cuma teringat masa lalu aja. Kita dulu juga cuma tampil sesekali aja kan di acara musik. Malahan cuma bawain lagu Hebirote ama Aitakatta doang."

"Hmm... jadi kali ini yah gak ada bedanya yah." Seru Kinal.

"Kan skarang ini lagunya juga sama "Heavy Rotation ama Aitakatta."

"Eh, iya yah... nostalgia banget..." Timpal Sonia.

"Nih mah bukan Nostalgia lagi, NOSTALGILA malahan..." Seru Frieska.

"Hahaha..."

 

 

30 Menit Sebelum Tampil.

"Oke semua 15 menit lagi yah!" Seru Melody di ruang Make Up.

"Sipp!"

 

Di dalam ruang Make Up mereka tampak kegaduhan dari 16 member tersebut, hati mereka berdegup kencang karena diliputi perasaan gugup, perasaan khawatir apakah mereka mampu membawakan penampilan yang terbaik pada hari ini.

 

"Mel, bukannya kita tampil jam 8 yah?" Seru Haruka.

"Iya..."

"Err, tapi kok kita belom dipanggil-panggil yah?"

"Emm, sebentar.. Aku coba tanyakan dulu ke bagian scheduler-nya, yah?." Kata Melody yang segera pergi meninggalkan ruangan.

"Oh, OK...!"

 

Sekitar 10 menit, Melody telah meninggalkan ruangan namun belum ada tanda-tanda mereka akan dipanggil. Lalu tiba-tiba terdengar keributan dari luar pintu.

"

EHH... TAPI GAK BISA BEGINI DONG!"  Teriak Melody keras hingga terdengar di dalam ruangan mereka.

"Gimana sih! Azzz... Lepasin!"

 

"BRAKKK...!!!"

 

Melody kembali ke dalam ruangan dan membanting pintu itu hingga tertutup rapat. Tampak matanya sedikit sembab namun dia tetap diam tidak ingin mengucapkan apapun.

 

"Mel, kenapa?" Tanya Haruka.

"SEMUANYA, ayo kita ke panggung... SEKARANG!" Teriak Melody keras.

"Ehh?! Y-Ya udah.. ayokk!" Jawab Kinal.

 

Seluruh member kini terburu-buru menyelesaikan make up mereka dan bergegas keluar menuju arah stage. Akan tetapi di tengah jalan menuju pintu stage, tiba-tiba mereka di hadang oleh 5 orang security berbadan tegap.

 

"Kalian semua berhenti sampai disini!" Seru salah satu security tersebut.

"EHH, Ada apa ini?! Pak, kita ini artis lho?!" Seru Kinal bingung.

"Melody, apa yang sebenarnya sedang terjadi disini?!" Tanya Harugon panik.

 

Sementara saat ini para member JKT United lainnya juga sama-sama kebingungan dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi. Jarum jam dinding terus berdetik semakin cepat meninggalkan posisi asalnya. Tinggal 10 menit lagi sebelum segmen tayangan selanjutnya dimulai dan mereka masih belum berada di atas panggung.

Mungkinkah keadaan akan menjadi lebih buruk daripada ini?

 


-Bersambung-


 

A/N: Akhirnya saya update fanfic ini lagi... Makasih yang udah kasih komen disini... Well, sebetulnya saya dari awalnya niatnya cuma bikin 1.000 kata per chapter sih. kependekan yah? hahaha.... Anyway, untuk kali ini agak panjang sih. semoga ndak geli yah bacanya. (lol)