Actions

Work Header

VOICE

Chapter Text

Alunan nada pemanggil jiwa terlantun dari suara batin

Setiap manusia memiliki ciri khas suara yang berbeda. Suara keras nan menyeramkan, suara lembut mendayu, suara nyaring riuh bagai terompet, dan masih banyak triliunan manusia yang memiliki suara yang berbeda satu sama lain.

 

Tapi tidak semua manusia memiliki suara ‘emas’. Suara yang dapat membuat telinga yang mendengar seperti mengalami adiksi, terhipnotis, bahkan menjadikan pendengarnya sebagai pemujanya.

.

.

Nyanyian membangkitkan roh dan jiwa-jiwa hampa tanpa hiburan

.

.

Inilah sebuah bukti bahwa suara dapat menukar antara kenyataan dan khayalan. Inilah sebuah bukti bahwa suara bukanlah hal yang dapat diremehkan.

.

.

Adiksi suara dengan anggunnya menelusup jiwa

.

.

[Fantasy and supranatural genre]

[1]

“Banyak yang mengagumi  suaramu, Hyung.”

Satu suara membuat sang pemuda berambut hitam itu terdiam di tempat.  Sementara sang pemilik suara tadi menghela napas, seolah sedang mengeluarkan beban yang menghalanginya untuk melanjutkan pembicaraan.

“...berhati-hatilah.”

Hanya respon anggukan kepala yang didapatnya dari pemuda itu.

.

.

[Shounen-ai]

[2]

Wajah pemuda tampan itu tersentak setelah melihat sederet kalimat di buku yang telah lapuk halamannya itu. “Menurut kepercayaan orang-orang dulu, pria yang memiliki suara melengking seperti wanita adalah kutukan. Dan orang-orang itu,” Pemuda itu memberi jeda—seolah memberikan kesan misterius. 

 “...harus disingkirkan.”

“Terus, apa hubungannya denganku?” tanya pemuda berwajah manis itu. Pemuda yang berada dihadapannya menatap lawan bicaranya dengan ekspresi kaget.

Hyung tak menyadarinya? Salah satu sahabat kita memiliki suara melengking seperti perempuan!”

.

.

[Presented by 15 member of Super Junior—]

[3]

[“Aku tidak mau bernyanyi lagi!”]

Jeritan itu terus terngiang dipikirannya. Itu masa lalunya, tetapi kenapa sampai sekarang jeritan itu tetap menghantuinya?

[“Aku tidak mau bernyanyi lagi!”]

Memang bernyanyi bukanlah suatu kebutuhan untuknya, tapi ia tidak membencinya. Tapi—

[“Aku tidak mau bernyanyi lagi!”]

Mengapa jeritan itu harus menghantuinya saat ia sudah berhasil menghipnotis orang-orang dengan suaranya?

.

.

[—and many cast from SM Entertainment]

[4]

“Jadi ini alasannya mengapa kita semua berada di sini?”

Senyuman tersungging manis di bibir pemuda yang ditanyainya.

“Ya.”

.

.

[5]

Inilah sebuah bukti bahwa keajaiban sebuah suara bukanlah fiksi belaka.

.

.

Super Junior and others are not mine, but Gods and theirself.

Voice by Eka Kuchiki

.

.