Actions

Work Header

Devanagara and the Anonymous Threat

Work Text:

Di atas Kamitsumiya Airlines, sebuah cruiser kelas Shrike yang belakangan ini dibajak oleh awaknya yang sekarang...

“Haiji, kamu mau nonton film apa?” tanya Tojiko, first mate pesawat itu, melalui ruang publik Kamitsumiya Airlines dari ruang sistem senjata tempat dia beroperasi.

Are You Listening ... tahu, bagaimana ceritanya tuh video bisa viral,” jawabnya dari ruang sistem perisai.

“Apa nggak salah?” tanya Inazuma kepada Haiji. Keduanya manusia yang menjadi bagian awak Kamtsumiya Airlines.

“Inazuma, apanya yang salah?” Chuukan balik menimpali dari posnya, merasa keanehan yang bakal diutarakan Inazuma masih bisa dijelaskan.

“Kenapa warna suara dua Lanius pengisi siaran ini lebih mirip warna suara ma-” potong Haiji, sebelum Inazuma sempat bicara sama sekali, sebelum dipotong Yumeko (Engi) dari ruang sistem life support, “Dubbing. Enggak mustahil merekam gambar dan suara secara terpisah. Orang jaman dahulu saja sudah tahu~ :/”

“Eh, Are You Listening? Haiji, nobar lah, nobar,” minta Miko dari kokpit.

“Ruang publik, Kapten?” tanya Haiji kepada Miko.

“Iya. Jangan lupa subtitle-nya. Kasihan Tojiko ama Chuukan, mau dengar apa mereka dalam ruang hampa udara,” tambah si kapten, komplit dengan bad poker face ketika ia membahas bagaimana bisa suara merambat dalam ruang hampa udara.


Tunggu bentar. Ruang hampa udara?

Jadi gini. Chuukan dan Tojiko 'kan Lanius. Lanius menghabiskan udara di ruangannya jauh melampaui kemampuan sistem life support kebanyakan menyediakan udara segar, membuat ruangan tertutup sekalipun hampa udara tanpa dukungan sistem life support terbaik. Lanius juga mampu bertahan dalam lingkungan hampa udara tanpa bahaya bagi jiwa mereka, tidak seperti ras lain yang dikenal Federation. Makanya, jangan kaget kalau pesawat yang dirancang untuk diawaki Lanius jarang dipasangi sistem life support. Itu bagian dari strategi mereka untuk menghalau boarder dan kebakaran. Dan memang, pintu luar Kamitsumiya Airlines biasanya banyak yang terbuka – seluruh sayap kanannya praktis selalu hampa udara, memanfaatkan Tojiko dan Chuukan yang diparkir di, respectively, ruang sistem senjata dan kendali pintu. Hanya saja, di sayap kiri, hanya sistem drone control yang hampa udara, mengingat banyaknya awak Kamitsumiya Airlines yang membutuhkan udara segar yang diparkir di sayap kirinya.

Malah, beredar urban legend bahwa ruang mesin Yamato Torus, ion drone carrier kelas Cerenkov yang dirompak dua Lanius (sebut saja Y dan K), sempat menjadi hampa udara setelah keduanya arisan (!?) dua jam di dalamnya. Padahal, semua pintu pesawat itu tertutup dan sistem life support Yamato Torus dioperasikan dengan kekuatan penuh selama dua jam itu!

Aspek yang paling kampret dari urban legend itu? Urban legend itu sebetulnya benar-benar terjadi; pesawat yang dirompak benar-benar sebuah ion drone carrier kelas Cerenkov bernama Yamato Torus, life support-nya benar-benar sudah di-upgrade dan dijalankan dengan kekuatan penuh, dan ruang mesinnya benar-benar hampa udara setelah dua Lanius yang benar-benar berinisial Y dan K berdiam di sana beberapa jam setelah mereka merompak pesawat itu. Hanya saja, dua Lanius yang merompaknya tak mungkin Yamato maupun Kanako. Yamato sendiri Mantis, bukan Lanius; Kanako memang Lanius, tapi dia tak pernah merompak pesawat orang karena garis tugasnya lain. Lagipula, keduanya bertugas di garis belakang Federation (Kanako di Departemen Komunikasi, Yamato di Departemen Logistik).

Perompak pesawat nahas itu sebenarnya tiga Lanius bernama Yuyuko, Kisaragi, dan Sese. (Sese berada di kokpit saat Yuyuko dan Kisaragi main empat-satu [:V] di ruang mesin dan, kabarnya, misuh-misuh setelah dia tahu keduanya nggak ngajakin main.) Ketiganya melihat pesawat Federation, privatir maupun resmi, sekali pun belum pernah. Pesawat yang mereka rompak itu sebenarnya pesawat Zoltan baru yang dirompak oleh Rebel, yang lalu misuh-misuh setelah salah tangkap lantaran persenjataan pesawat itu, dan terutama reaktornya, tidak mumpuni. Di tangan tiga Lanius itu, setidaknya beban reaktor utamanya – perancang ion drone carrier kelas Cerenkov diduga terlalu mengandalkan backup battery dan kemampuan Zoltan untuk memberikan daya di sistem yang mereka singgahi untuk menutupi keenggannya mempersiapkan reaktor utama yang, seperti halnya di beam cruiser kelas Adjudicator atau ion beam cruiser kelas Noether, setidaknya tidak lemah – tidak terbebani oleh life support karena ketiganya tidak banyak terdampak, kalau tidak mau dibilang teruntungkan secara tak langsung (ingat, pesawat yang dirancang untuk diawaki Lanius jarang dipasangi sistem life support), oleh lingkungan hampa udara.


Lalu, isi video Are You Listening yang kemudian disiarkan Haiji ke ruang publik Kamitsumiya Airlines?

Dua Lanius – yang satu tinggi, satunya relatif pendek – memberikan sebuah ancaman atas seorang mantan pendeta Kuil Senri yang, selidik punya selidik, juga menjadi petinggi Rebel. Berikut isi transkrip video itu.

(A.N.: 'Omongan' si Lanius tinggi penulis garis bawahi, 'omongan' si Lanius pendek penulis tebalkan. Subtitle asli video itu berbahasa Inggris, terjemahannya dalam bahasa Indonesia ada di bawahnya. And yup, kalimat pertama dan terakhir mereka ucapkan bersama-sama.)

The eye. It may not lie. But don't think for a moment that it can't be lied to. Seeing is believing. But is it truth? People see Senri as an oppressor. Is he? Or is he a common priest? Depends on your point of view. Here's what the Devanagarans have known. He heavy-handedly kept order in Mugenri with the help of an apprentice of Azumaterasu. He spirited away six persons into the land of Mugenri and disappeared after one of the six replaced him as the priest of Senri Shrine. Under the guise of a vacation. Here's what they don't know. That disappearance left one land betrayed. To be devoured by the Rebels. Mugenri. Are you listening, Senri? When you emerge, and you will, I will be there waiting. Because mark my words, you will get what's coming to you. In ways you can't expect. But very much deserve. Because one thing we believe in is an eye for an eye.

(Mata. Mungkin ia tak bisa membohongi. Tapi jangan pernah dikira ia tak bisa dibohongi. Melihat adalah meyakini. Tapi benarkah ini? Orang menganggap Senri sebagai seorang penindas. Benarkah? Atau ia hanya seorang pendeta biasa? Semua tergantung sudut pandangmu. Ini yang rakyat Devanagara ketahui. Ia menjaga ketertiban dengan kasarnya dengan bantuan seorang cantrik Azumaterasu. Ia menculik enam orang ke negeri bernama Mugenri dan menghilang setelah satu dari enam itu menggantikannya sebagai pendeta Kuil Senri. Dengan liburan sebagai alasan. Ini yang tidak mereka ketahui. Kepergiannya meninggalkan sebuah negeri terkhianati. Untuk dimangsa Rebel. Mugenri. Kau dengar, Senri? Ketika kau muncul, dan kau pasti akan muncul, aku siap menunggumu. Karena, pegang perkataanku, kau akan menerima balasan atas perbuatanmu. Dalam cara yang tak bisa kau duga. Namun begitu patut kau terima. Karena satu hal yang kami yakini adalah bahwa mata harus dibalas dengan mata.)


Tak lama setelah seisi Kamitsumiya Airlines mulai nobar, Haiji memasang muka ketakutan, seperti halnya seisi pesawat itu, lantaran mereka mengira Haiji adalah sasaran video anonim itu. Sesaat kemudian, di beacon yang sama, muncullah UFP Vajradhara Rakshana, sebuah guided missile heavy cruiser kelas Bulwark. Yukari, kapten Rockman pesawat privatir itu, mencium gelagat konyol dari dalam Kamitsumiya Airlines – cukup konyol untuk membuatnya memerintahkan Chen dan Sakuya (keduanya Mantis) untuk tidak buru-buru bergerak ke ruang teleporter serta Kongou (Rockman) untuk tidak memanasi senjata. Setelah itu, “Kalian lagi ngapain, ayem-ayem di angkasa Federation? O.o” tanya Yukari kepada Miko, dengan nada yang lebih mirip orang bingung ketimbang orang nantang.

Miko, tak menaruh kecurigaan apa-apa atas penampilan Vajradhara Rakshana yang persis pesawat Rockman pada umumnya – warnanya didominasi coklat tanah, dengan bentuk luar yang menyiratkan kesan tangguh – membalas, tanpa menyadari bahwa yang mengajak mereka bicara adalah privatir Federation, “Kalian sendiri? Nggak biasanya pesawat Rockman lewat sini.”

“Kami privatir Federation, dodol! -_-;” jawab Yukari. “Kami ulangi: kalian lagi ngapain, ayem-ayem tanpa menampakkan sikap siap melawan musuh?” ulangnya. “Bukan lantas berarti kami musuhmu,” tambah Ran, si first mate.

“Lagi nobar, nih! Ikutan?” jawab Miko.

“Nobar? Kalian nobar fi-” pertanyaan bersahabat Yukari tak akan terselesaikan – tak perlu terselesaikan, lebih tepatnya, meski tak seorangpun di Vajradhara Rakshana memiliki kemampuan membaca pikiran seorang Slug – karena jawabannya sudah keburu muncul dari sound system Kamitsumiya Airlines, “Are you listening, Senri?

Sontak, Ran (Engi) bertanya tak percaya ke ruang publik UFP Vajradhara Rakshana dari ruang mesin, “Enggak salah dengar? 0.o” “Enggak salah dengar, desu yo~” balas Kongou.

Seisi Vajradhara Rakshana kesulitan menahan tawa, tahu bahwa Kamitsumiya Airlines nobar film yang udah lama ketinggalan jaman karena Senri yang disasar film itu sudah lama tertangkap. “Ketinggalan berita, kau! XD” seru Chen kepada Kamitsumiya Airlines. “Sudah setengah tahun lebih 'Senri', petinggi Rebel itu, ditangkap!” tambah Yukari. Miko melongo, mengira-ngira apa hubungannya Senri dengan video itu. Setahunya, Senri menjadi kroco Rebel pun tak pernah, apa lagi pentolannya.

Reaksi orang-orang yang lain di dalam Kamitsumiya Airlines?

Haiji menghela nafas lega, lalu berkata, “Slameeet, bukan gua~”

Inazuma dan Yumeko hanya bertukar tatapan “O.o” melalui ruang publik, seakan saling bertanya “Ini awal mulanya gimana, sih?? 0.o”

“Berarti bukan Haiji nih sasaran tuh film?” Chuukan melontarkan kebingungannya ke ruang publik Kamitsumiya Airlines. “Kamu kan ingat sendiri Haiji bergabung dengan kita bukan sebagai pelarian Rebel setelah Tsurubami tertangkap!” balas Tojiko.

“Kami duluan! :V” pamit Ran sesaat sebelum UFP Vajradhara Rakshana melompat keluar beacon itu, tanpa memberi kesempatan bagi Miko untuk bereaksi.

“Cepet bener mereka memanasi FTL drive o.o” ujar Haiji kebingungan.

“Nah, untung tadi Kapten atau Tojiko tidak menembak senjata! Soalnya, ujung-ujungnya entar pait!” sela Yamame (Mantis) dari ruang sistem cloaking.

“Apanya yang pait?” tambah Miko. “Bukannya kalau senjata pesawat kita nggak mempan, Tojiko ama Chuukan bisa lompat ke ruang life support dan bikin onar di sana?”

“Itu dia, mesin mereka canggih luar biasa! Kalo pilot dan kru mesinnya udah jago, banyak melesetnya bom kita! Lagian, mereka punya sistem clone bay, hobi 'Defenestraitor' kita nggak bakal banyak ngaruh!” tambah Yamame kemudian.

Ada alasan mengapa (1) Yamame menekankan keberadaan clone bay di Vajradhara Rakshana (Pesawat kelas Bulwark biasanya tak mengganti medbay bawaannya.) dan (2) Kamitsumiya Airlines dikenal sebagai 'Defenestraitor' di kalangan bawah tanah. (Defenestraitor adalah portmanteau dari 'defenestrator' (pelempar keluar jendela, dari 'defenestrate' {melempar keluar jendela}, tak ada kaitannya dengan superhero DC Comics :P) dan 'traitor' (pengkhianat). Mereka suka iseng mengaktifkan mind control tingkat tinggi mereka kepada salah satu kru musuh, lalu begitu durasinya hampir habis mereka 'tarik pulang' si kru, bila dia masih belum mati dikeroyok 'temannya', untuk kemudian dibereskan oleh Tojiko dan Chuukan; teleporter dikenal sering nge-bug karena ia mengira kru musuh yang terkena mind control adalah kru sendiri yang bisa ditarik pulang sebelum durasinya habis.)

Masih tidak percaya dengan laporan Yamame, Miko lalu bertanya kepada Yumeko, “Nih anak ngelantur apaan, sih? -_-;” Yumeko malah menjawab dengan sebuah 'perempatan' di pelipisnya, “Yamame enggak ngelantur .-.”

What?” Miko masih belum percaya. “Dia sudah bilang, kalau kru mesin dan pilotnya sudah mahir, Ion Bomb kita lebih mungkin meleset daripada mengenai sasaran. Literally. Masih untung mereka tidak punya sistem cloaking.” Miko hanya bisa ngaplo, menyadari secanggih apa mesin pesawat privatir barusan.


Sementara itu, di dalam Vajradhara Rakshana, di beacon selanjutnya, ....

Tentu saja, ketika Yukari berkata bahwa 'Senri', petinggi Rebel itu, ditangkap, 'Senri' yang ia maksud tentulah Senri Tsurubami. Yukari menangkap ekspresi bingung Miko, tapi tak tahu mengapa.

“Sudah aman, nih?” tanya Yukari.

“Aman, kok. Ada apa?” tanya Sakuya balik dari ruang sistem pintu.

“Ada petunjuk soal muka bingung kapten 'Defenestraitor' barusan?” mulai Yukari. Seisi pesawat kompak menjawab enggak.

“Omong-omong, kok aku ngerasa aku pernah mendengar salah satu suara dari pesawat dari beacon barusan, yah? 0.o” Lumen (Zoltan) mencoba mengingat-ingat suara siapa yang ia dengar di tengah adegan konyol tadi yang tadi sepintas terasa familiar di telinganya.

“Nah, ini, nih. Kek-kun (1), pernah dengar nama Senri Haiji?” tanya Ritou (Rockman) dari ruang sensor.

“Wah! Ri-san, pesawat tadi diawaki saudara dari pelarian Rebel yang dulu dieksekusi Federation!?” tanya Ran, mengira Haiji adalah kerabat Tsurubami, sembari berlari ke ruang sensor berharap dugaannya salah.

“Bukan. Senri yang ini tidak punya hubungan da-lho, Ran? 0.o” balas si Rockman dari ruang sensor, kaget setelah tiba-tiba Ran hilang dari ruang mesin.

“Pantes kayak pernah dengar. Aku ingat dia begitu seringnya nampang di Kuil Senri sampai menggangu aktivitas kuil. Kudengar dia sampai mengganti marganya – dari apa, aku lupa – menjadi Senri karena dia adalah penggemar berat pendeta generasi kedua Kuil Senri,” timpal Lumen.

“Kalau boleh tahu, Tsurubami generasi keberapa?” tanya Sakuya. Lumen hanya bisa facepalm sambil berkata, “Waduh, aku juga lupa -_-;”

“Jadi dia tidak berhubungan dengan Tsurubami?” tanya Ran di ruang sensor, dijawab dengan gelengan menenangkan Ritou. “Syukurlaah~” Ran menghela nafas lega.

“Tambah lagi, seingatku pendeta Kuil Senri sebelumnya tidak pernah menunjukkan sikap melawan Federation – lebih tepatnya, aku nggak ngerti mereka ngerti Federation ada apa nggak. Baru Tsurubami yang menggunting dalam lipatan,” jawab Lumen. Begitu tahu Ran tiba-tiba sudah di ruang sensor, Lumen nggremeng, “Ran cepat bener, perasaan tadi di ruang mesin.”

“Sekalinya menggunting dalam lipatan, dalam bener, Kek-kun~ .-.” timpal Ritou.

“Gimana nggak dalam, sekalinya khianat, ngerti-ngerti udah jadi panglima Rebel .-.” tambah Lumen.

“Tunggu bentar. Haiji dengan 'Defenestraitor' apa hubungannya, sih?” tanya Yukari.

“Ah, sepertinya Ri-san tadi lupa. Data yang dia dapat menunjukkan Haiji merupakan kru Kamitsumiya Airlines,” balas Ran. “Nggak usah 'sepertinya', aku tadi emang lupa XP” balas si Rockman di ruang yang sama.

“Dari tadi, lah, Ri-chan~ -,-” balas Lumen sembari sweatdrop dan facepalm.


Beberapa bulan sebelumnya, di sebuah pangkalan Federation~

“... and cut! Kerja bagus, kalian berempat!” seru Sanra, Kepala Departemen Komunikasi Angkatan Angkasa Federation, kepada Shizuha dan Zuikaku (Ketiganya manusia. Iyaa, Sanra juga.) plus dua Lanius di seberang jendela kaca setelah mereka berlima selesai menggarap broadcast misterius itu.

Yep, orang Federation-lah yang sebenarnya membuat broadcast anonim itu.

Tak lama kemudian, Sanra lalu membuat serangkaian isyarat kepada Kanako dan Hoppou, dua Lanius yang mengisi saluran video dari broadcast misterius itu. Hampir saat itu juga, Jenderal Tenkai – yang secara kebetulan (!?) juga sepupu Zuikaku – kembali ke dalam ruang itu bersama Mitori, Kaisar Devanagara. “Loh, Sanra bisa ASL (American Sign Language, bahasa isyarat Amerika – Pen.), yah? Kok Kami baru tahu?” tanya Mitori keheranan.

[BTW, Mitori memakai royal we sebagai kata ganti orang pertama.

Bukan, Mitori yang nyangkut di naskah ini bukan Kawashiro Mitori (half-sister Nitori yang 'lahir' di 2ch - dan ajaibnya, Mitori-lah kakaknya), melainkan Ooama no Ake no Mitori. – Pen.]

Sanra tak mengira sang Kaisar bakal menyambangi departemennya, makanya jawabannya jelas menunjukkan kalau dia kaget, “Bu-bukan ASL, Yang Mulia, tapi Bisindo (Bahasa Isyarat Indonesia – Pen.)”

Tenkai, dengan isengnya, malah setengah berbisik (cukup keras sehingga Shizuha dan Zuikaku enggak mungkin enggak kedengeran), “Yakin Bisindo, bukan SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia – Pen.)?” Akibatnya, Sanra balik menyembur Tenkai, setengah berbisik (sekali lagi, cukup keras untuk pasti terdengar oleh Shizuha dan Zuikaku), sembari mengacungkan bogem, “Eh, Melon, lu jangan keras-keras, itu topik panas! Lagipula, aku terus terang nggak bisa 'bicara' pake SIBI! ><”

Tak pelak, Shizuha dan Zuikaku bertukar pandang bagaimana Tenkai bisa mendapat julukan Melon. “'Rising wind' dan 'heaven barrier' (2) gimana bisa jadi Melon?” tanya Shizuha. Zuikaku hanya angkat bahu, sama-sama tak paham bagaimana sepupunya itu bisa mendapat nickname Melon.

“Yang lebih penting, nggak apa-apa nih tuh broadcast banyak menyebut apa yang Devanagara ketahui?” tanya Tenkai kepada Sanra (sesaat sebelum Tenkai berangkat menjemput Mitori, dia sempat mendengar sepupunya berkata “Here's what the Devanagarans don't know”). “Kalau Kami menyebut Kami yang memerintahkan Sanra untuk membukanya, akankah kau percaya?” balik Mitori. Terang saja, Tenkai malah melongo sesaat sebelum ia kembali bertanya kepada Sanra, “Jadi lu disuruh, nih? 0.o” Sanra mengangguk. Tenkai, masih kesulitan mencerna situasi di balik broadcast itu, kembali menanyakan pertanyaan yang sama, tapi kali ini kepada Mitori. Mitori mengangguk, kemudian berkata “Justru harapan Kami adalah bahwa dengan terkuaknya keberpihakan Devanagara kepada Federation dan pengkhianatan Tsurubami, seluruh Mugenri akan bersatu membela Federation. Terus terang, Kami pertama mengetahui pengkhianatan Tsurubami juga dari Garaiya.”

“Garaiya? Ogata?” ujar Sanra dan Tenkai sambil bertukar pandang, masih belum yakin mereka memikirkan orang yang sama dengan Mitori. Mitori mengangguk, lalu menambah, “Ketika Kami dan Garaiya menyepakati gencatan senjata, dia sepakat untuk memberitahukan sebuah rahasia yang diketahuinya lewat Kujiru – bahwa hilangnya Tsurubami dari Mugenri berkaitan dengan melonjaknya aktivitas Rebel – dan Kami sepakat untuk menyiarkannya.” Sementara itu, Shizuha dan Zuikaku juga bertukar pandang, tapi untuk alasan yang sama sekali lain: mereka tak tahu duduk perkaranya sama sekali ^^;

“Bagaimana Kujiru bisa tahu? 0.o” Tenkai masih kebingungan, meski kali ini untuk alasan yang lain. “Ingat-ingat baik-baik. Kata Kujiru, waktu itu kau ada di sana, bersama dua pendeta Kuil Senri yang baru (Tsubakura dan Yabusame – Pen.) itu,” umpan Mitori.

Seketika Tenkai ingat: semua berawal ketika Tsubakura tanpa sengaja membuka 'kotak perhiasan' Tsurubami di kamarnya, yang isinya hanya sebuah tanda bahu dengan empat bentuk mirip kepala panah berwarna kuning masing-masing terhiasi dengan sebuah T terbalik berwarna biru muda, keempatnya membentuk sebuah wajik yang mengelilingi sebentuk burung berwarna biru muda. Ia lalu mengajak Yabusame untuk menyeret Tenkai untuk bertanya benda apa itu. Yabusame terus terang tak tahu, tapi Tenkai, ketika itu sudah merupakan petinggi Federation undercover yang kebetulan mendapat urusan mendadak di Mugenri, langsung ganti menyeret mereka berdua ke dalam kamar Tsurubami dan menggeledahnya. Dan benar saja, mereka bertiga menemukan buku harian Nayl-hus, buku harian Tsurubami yang menunjukkan bagaimana bisa Rebel begitu dominan dalam pertempuran itu (pesawat tanpa awak mereka) dan bagaimana Federation bisa berharap untuk memutus dominasi mereka (mempreteli pusat kendali pesawat tanpa mereka di dalam flagship Rebel).

Mungkin karena mereka bertiga begitu serunya menggeledah kamar Tsurubami mereka tak tahu Kujiru kebetulan lewat dan mendapat info yang kemudian ia beritahukan kepada Garaiya.

“Astaga. Itu.” gumam Tenkai pelan.

“Yang menarik perhatian Kami, Kujiru tidak menampakkan tanda dia tahu kau orang penting di jajaran kepemimpinan Federation, seperti halnya dia tahu Tsurubami orang penting di jajaran kepemimpinan Rebel o.o” imbuh Mitori. “Sanra, setahumu Kaisen atau Garaiya sendiri tahu?” Mitori balik bertanya kepada Sanra. Sanra sendiri hanya menggeleng, “*glek* Saya sendiri tidak tahu, Yang Mulia .-.” “Untung lu langsung bilang siapa yang nggak tahu, bisa ambigu entar kalo lu langsung bilang 'nggak tahu',” bisik Tenkai panas. Mitori, yang mendengarnya, hanya mengangguk membenarkan apa kata Tenkai. Sanra, nggak ngerti maksud Tenkai, hanya mengangkat alis sebelum suara baru yang mirip robot mendadak muncul, “Iya, ambigu. Potensi selisih artinya jauh, sangat jauh: 'kamu tahu mereka tidak tahu' atau 'kamu tidak tahu mereka tahu atau tidak'. Betul kata Tenkai.” Jenderal Turzil.

“Ada yang bisa kami bantu?” tanya Mayjen Sanra. "Bisa lihat kalian tadi buat a-" dia terdiam setelah dia melihat naskah voiceover mereka berdua, dan mengganti pertanyaannya, "Bisa pinjam?" Shizuha mengangguk; jawaban Zuikaku tak kalah simpel, "Silakan ^^".

Tak lama setelah Turzil selesai membaca naskah yang ternyata memang Sanra tulis untuk dikeroyok (secara eksplisit ditulis di naskah bahwa pembagian siapa-mengucapkan-kalimat-apa terserah yang melakukan voiceover, baru kemudian koreografinya didiskusikan dengan kedua Lanius di dalam), ia bertanya lagi, "Marsekal Tsurubami betul-betul laki-laki?” entah benar-benar tak tahu jenis kelamin si dedengkot Rebel entah menyindir pengkhianatannya kepada tanah airnya. Belum sempat seseorang menjawab, Tenkai mencubit gemas pipi Turzil. Sementara Turzil berteriak-teriak minta tolong (“NEED HALP, IMMINENT DESTRUCTION ><”), keempat orang lain yang bukan Lanius di ruang itu – Mitori, Sanra, Shizuha, dan Zuikaku – kompak cekikikan sambil facepalm melihat pemandangan konyol antara dua anggota Witenagemot, dewan jenderal Federation. Kanako dan Hoppou, keduanya sudah lama melepas alat bantu dengar (?) mereka, bertukar tatapan bingung – sebingung tatapan bingung Shizuha dan Zuikaku barusan – soal ulah Tenkai dan Turzil.

-fin-


Disclaimer:

FTL: Faster than Light bukan kepunyaan author. FFS, mate, saya belum pernah masuk Hidden Crystal Worlds ketika saya mengunggah naskah ini! (BTW, saya berencana untuk nge-clear ke-28 layout yang ditawarkan oleh AE di tingkat Normal – saya sudah nge-clear mereka semua di Easy. Saat naskah ini diunggah, sudah sembilan (Kestrel B, Kestrel C, Engi B, Federation A, Lanius A, Lanius B, Stealth A, Rock B, dan Slug A) yang saya clear di Normal.)

In order of appearance~

The following tagged characters were kidnapped from Faster than Light: Turzil.
The following tagged characters were kidnapped from Len'en Project: Haiji, Lumen, Tsurubami, Sanra, Mitori, and Tenkai.
The following tagged characters were kidnapped from Kantai Collection: Inazuma, Kongou, and Zuikaku.
The following tagged characters were kidnapped from Touhou Project: Tojiko, Yumeko, Miko, Yukari, Ran, Chen, Yamame, Sakuya, Shizuha, and Kanako.

The following untagged characters were kidnapped from Len'en Project: Sese, Garaiya, Kujiru, Yabusame, Tsubakura, and Kaisen.
The following untagged characters were kidnapped from Kantai Collection: Midway Princess (“Chuukan”), Isolated Island Demon (“Ritou”), Northern Princess (“Hoppou”), Yamato, and Kisaragi; the former three were meant to be tagged, but AO3 doesn't seem to have them in their listing when this script is uploaded ><
The following
untagged characters were kidnapped from Touhou Project: Yuyuko.