1 - 20 of 25 Works by cumanakecil
Pages Navigation
Listing Works
-
Tags
Summary
Melangkah ke kelas lagi. Hampir kosong. Melangkah gontai ke arah meja tempatnya duduk, dan merogoh tas. Mengeluarkan novel dari dalam tas dan mulai membaca, sambil memasukkan satu-satu batangan kentang goreng yang ia beli ke dalam mulut.
Biasanya di saat seperti ini bocah di sebelahnya makan sambil bermain PSP. Atau tanding PSP dengan Kibum. Atau sekedar mengobrol ringan –diselingi ejekan dan candaan satu sama lain.
Hei, bocah. Sedang apa di sana?
a sequel for Rotten Fairytale. requested by @hafika_praf. enjoy!
-
Tags
Summary
Ah, tapi tidak untuknya. Hujan mengguyur tubuh berjas hitam itu tanpa ampun. Dingin. Tapi tak peduli. Dia hanya di sana. Diam. Menatap dengan tatapan mata yang kosong dan tak terbaca.
// TeukHaeKyu family/brotherhood. / LAST CHAPTER - epilogue / WARNING inside / Request from teukteuki jewelfishy, Run Maharani, LittleLiappe, and Maharu P. Natsuzawa at FFN.
-
Tags
Summary
"Karena aku sayang kalian. Aku sayang Super Junior."
Tribute for every tears they dropped on the last performance with Kim Heechul. Sarangheyo, Kim Heechul. Gidarilge Kim Heechul.
-
Tags
Summary
Leeteuk―seorang mahasiswa rajin biasa dengan tugas yang menumpuk. Sebelum ia dihadapkan dengan dua makhluk kecil hiperaktif yang dengan senang hati mewarnai malam indahnya. "Kyuu, jangan dimakaan!"
-
Tags
Summary
Dunia sekitar seakan berhenti berputar. Kedua bola mata obsidiannya terbelalak kaget ketika didapati sosok itu sudah terbaring tak berdaya tepat di hadapannya. Kaki dan tangan namja Cho itu membeku –seakan syaraf yang menghubungkan seluruh tubuhnya mati seketika. Butuh beberapa detik baginya untuk mendapatkan kesadaran kembali sebelum ia memacu langkah ke dalam kamar dan membawa sosok itu ke atas pangkuannya.
"A-apa yang.. —"
"Annyeong, Kyunnie. Kurasa sudah cukup sampai di sini. Kuharap kau bisa menemukan yang lebih baik dariku. Jaga diri baik-baik ya..."
-
Tags
Summary
"Ingat. Percaya sama papa. Nggak ada laki-laki yang nggak jahat. Inami nggak boleh dekat-dekat mereka."
- Words:
- 1,611
- Chapters:
- 1/1
- Hits:
- 81
-
Tags
Summary
Dari dulu, Renji tak pernah suka rumah sakit. Namun kisah hari itu akan mengubah semuanya. A story about Renji and his hospitalized day.
- Words:
- 1,387
- Chapters:
- 1/1
- Hits:
- 75
-
Tags
Summary
Namja itu mendudukkan diri di kursi dengan kasar. Melipat tangan di depan dada, ia kemudian menyenderkan punggung ke senderan kursi. Kedua matanya tak lepas memandangi layar di depannya. Ada apakah
- Words:
- 1,363
- Chapters:
- 1/1
- Comments:
- 2
- Hits:
- 165
-
Tags
Summary
Echo tidak bisa menggeleng. Vincent-sama bilang Echo tak boleh berbohong pada siapapun kecuali Vincent-sama memerintahkan. Ini serba salah. Echo sangat tidak suka situasi seperti ini.
- Words:
- 2,672
- Chapters:
- 1/1
- Hits:
- 74
-
Tags
Summary
"Sakit apa? Sakit perut? Kau lapar? Sudah kubilang kita harus makan. Salahkan ketiga hyung mu yang tak mau membantuku menyiapkan makan malam! Atau kau... Sakit hati? Di tolak yeoja? Ah, katakan padaku siapa—"
- Words:
- 2,850
- Chapters:
- 1/1
- Comments:
- 2
- Hits:
- 278
-
Tags
Summary
"Aku juga mau punya kloning," dan Zhou Mi hanya bisa tersenyum miris mendengar ocehan partnernya itu, tak bisa membayangkan kalau ada dua Henry dalam kehidupannya.
- Words:
- 3,041
- Chapters:
- 1/1
- Comments:
- 5
- Hits:
- 305
-
Tags
Summary
Onew melompat bangun saat mendapati makhluk bercahaya seram tepat di depan hidungnya. Ia spontan langsung mengambil bantal—benda paling dekat dengan dirinya—dan melempar sosok itu sekuat tenaga.
- Words:
- 3,535
- Chapters:
- 1/1
- Hits:
- 104
-
Tags
Summary
..cinta itu seperti pasir. Semakin erat digenggam, ia akan semakin jatuh..
- Words:
- 2,286
- Chapters:
- 1/1
- Hits:
- 59
-
Tags
Summary
Kau melihatnya—untuk yang kesekian kalinya. Di kegelapan malam, sesosok gadis berambut indigo panjang yang duduk sendirian di halte bus, menunggu kendaraan yang akan membawanya pulang. Dua minggu sekali, selama lebih dari dua tahun. Dan kau hanya bisa berdiri di ujung sana. Mengawasinya hingga kendaraan itu tiba, kemudian berharap Yang di Atas Sana menjaganya hingga sampai tujuan nanti.
Dan degup itu perlahan muncul, tanpa bisa dicegah. Bertambah dari hari ke hari, menyesakkan dadamu setiap kali kau melihatnya. Seakan dunia begitu kejam memperlakukan sesosok gadis mungil yang kesepian.
Sadarkah kau, dirimu telah ditakdirkan untuk menjaganya? Melindunginya?
- Words:
- 1,391
- Chapters:
- 1/1
- Hits:
- 62
-
Tags
Summary
Ekor panjang berbulunya bergoyang di udara. Ia terus menggoyangkan kepalanya menyentuh telapak tangan pemuda di depannya dengan manis, tanpa memedulikan tampang orang itu yang sudah pucat dan kaku tak terkira
- Words:
- 3,476
- Chapters:
- 1/1
- Hits:
- 63
-
Tags
Summary
Patrick dan Spongebob selalu bahagia. Di saat susah ataupun memang bahagia. Pasti ada—setidaknya satu atau dua—senyuman di setiap hari mereka, tak peduli sesulit apapun keadaannya. Mungkinkah otak mereka hanya diprogram untuk merasakan dan mensyukuri kebahagiaan?
- Words:
- 1,617
- Chapters:
- 1/1
- Hits:
- 60
-
Tags
Summary
"Dengar," kau bisa melihat Doraemon beranjak dari tempatnya dan duduk di hadapanmu. Ia tersenyum lebar. Entah apa artinya. "Nggak selamanya menangis itu buruk kok."
-
Tags
Summary
Kisame dan samehada sangatlah dekat. Bagaikan kakak dan adik. Akan aneh jika melihat seorang Kisame berpergian tanpa sebuah benda besar di punggungnya. Sampai sebuah kebetulan aneh terjadi.
- Words:
- 2,769
- Chapters:
- 1/1
- Hits:
- 41
-
Tags
Summary
Ia mundur, berjalan perlahan dan bersandar pada tembok porselen di belakangnya. Menunduk dan mencengkram knop pintu. Sekujur tubuhnya bergetar. Tetapi ia menyeringai. Lebar.
- Words:
- 4,284
- Chapters:
- 1/1
- Hits:
- 3
-
Tags
Summary
"Suatu hari nanti kita pasti akan mengalahkan mereka semua dalam Christmas Bowl. Pasti!"
- Words:
- 1,331
- Chapters:
- 1/1
- Hits:
- 46
